Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Melaksanakan Patroli Malam di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta  Sertu Supriyanto  melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamata...

Postingan Populer

Jumat, 19 Juni 2026

Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Melaksanakan Patroli Malam di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta  Sertu Supriyanto  melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamatan Banjarsari kota Surakarta, Jum'at (19/06/2026).

Dikatakan Sertu Supriyanto kegiatan Patroli malam ini rutin dilaksanakan oleh Piket Koramil 02/Banjarsari guna mencegah tindakan - tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuan Patroli tersebut untuk mengecek keadaan wilayah  dan menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Banjarsari."terangnya.

"Adapun tempat -tempat yg di patroli adalah ,obyek vital,tempat -tempat yg menjadi pusat keramaian masyarakat   yang ada di wilayah kecamatan Banjarsari."imbuhnya.

"Kegiatan patroli disamping  menjaga keamanan di wilayah, juga sebagai sarana sambang warga."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

ABPEDNAS Wonosobo Soroti Operasional SPPG Ngalian, Minta Evaluasi Menyeluruh

WONOSOBO – Ketua ABPEDNAS Kabupaten Wonosobo, Boby Santoso, menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang. Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar program yang dijalankan dapat berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Menurut Boby Santoso, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum dilibatkannya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai distribusi kebutuhan SPPG. Padahal, keberadaan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar, mulai dari petani, peternak, pedagang hingga pelaku usaha kecil di wilayah Kecamatan Wadaslintang.

"Masyarakat berharap program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa serta memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar," ujar Boby.

Selain persoalan pemberdayaan ekonomi lokal, ABPEDNAS juga menerima laporan masyarakat terkait dugaan belum optimalnya sistem pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional SPPG. Warga mengaku khawatir limbah tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar yang berlaku.

Boby menegaskan bahwa setiap fasilitas pengolahan makanan dalam skala besar wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menerima informasi dari sejumlah warga terkait dugaan penggunaan fasilitas SPPG di luar aktivitas operasional yang semestinya. Meski demikian, ABPEDNAS meminta agar informasi tersebut ditelusuri dan diverifikasi secara objektif oleh instansi yang berwenang sebelum diambil kesimpulan.

"Kami meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional SPPG Ngalian. Jika ditemukan adanya pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Namun apabila informasi tersebut tidak terbukti, perlu adanya klarifikasi resmi agar tidak berkembang menjadi isu yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tegasnya.

ABPEDNAS Kabupaten Wonosobo berharap seluruh aspirasi dan keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Dengan demikian, program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaannya.

Sebagai organisasi yang menaungi pemerintahan desa, ABPEDNAS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta mampu mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga desa.

(Yudhi / KJN )
Uploaded Image

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polresta Cirebon Gelar Bakti Religi dan Serahkan Bantuan Peralatan Kebersihan di Makam Keramat Pangeran Cakrabuana

Cirebon – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Bakti Religi di kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Sangkan), Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Cirebon.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Kasat Polair Polresta Cirebon Kompol Akmadi, S.H., M.H., para pejabat utama, perwira, serta personel Polresta Cirebon. Kehadiran jajaran kepolisian tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kegiatan Bakti Religi tersebut, personel Polresta Cirebon melaksanakan kerja bakti membersihkan area makam, halaman, jalan akses menuju lokasi, saluran air, serta fasilitas umum lainnya yang berada di sekitar kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana. Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh peserta kegiatan bergotong royong membersihkan lingkungan guna menciptakan suasana yang lebih bersih, nyaman, dan tertata bagi masyarakat maupun para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Makam Kramat Pangeran Cakrabuana atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Kuwu Sangkan merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Cirebon. Oleh karena itu, kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar tetap terjaga sebagai warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan bahwa kegiatan Bakti Religi tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.

Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan hanya momentum peringatan institusi Polri, melainkan juga kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

“Melalui kegiatan Bakti Religi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, nilai-nilai budaya, dan tempat-tempat yang memiliki makna sejarah bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Kombes Pol Imara Utama.

Selain melaksanakan kerja bakti, Polresta Cirebon juga menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan kepada pengelola kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai perlengkapan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Polresta Cirebon terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan makam yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata religi dan ziarah masyarakat. Dengan tersedianya sarana kebersihan yang memadai, diharapkan kondisi lingkungan dapat terus terjaga sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.

Kegiatan Bakti Religi ini juga dilaksanakan secara serentak oleh 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum masing-masing. Berbagai lokasi dipilih sebagai sasaran kegiatan, mulai dari masjid, musala, gereja, tempat ibadah lainnya, hingga situs sejarah dan fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan secara serentak tersebut menjadi bukti nyata semangat kebersamaan seluruh jajaran Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya berfokus pada tugas kepolisian, seluruh personel juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui tema besar Hari Bhayangkara ke-80 dan semangat “Polri untuk Masyarakat”, Polresta Cirebon terus berupaya memperkuat sinergitas dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Hubungan yang harmonis tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.
Kegiatan Bakti Religi yang berlangsung di Makam Kramat Pangeran Cakrabuana tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran anggota Polri yang turut bergotong royong membersihkan lingkungan dinilai sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat yang selama ini terus dibangun.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi nilai utama Hari Bhayangkara ke-80 dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

((A, Rahmat))

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Lomba Menembak Eksekutif, Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Personel


CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Lomba Menembak Eksekutif yang berlangsung di Lapangan Tembak Dharma Ksatria Sat Brimob Yon C Pelopor Talun, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Mountoya, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Lomba menembak ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus sebagai ajang peningkatan kemampuan personel Polri dalam bidang menembak secara profesional, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nuru Imamawan, S.Farm., S.I.K., Wadanyon Kompol Dudin Taptjani, S.Sos., serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, personel Polresta Cirebon, dan personel Brimob Yon C Pelopor.

Kegiatan lomba menembak eksekutif ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga sebagai wadah mempererat sinergitas, soliditas, serta jiwa korsa antar personel Polri. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan kerja yang semakin harmonis antar satuan fungsi maupun antar satuan wilayah dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan teknis personel, khususnya dalam penggunaan senjata api secara aman dan profesional.

"Lomba menembak ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dasar personel Polri, terutama dalam hal konsentrasi, ketelitian, pengendalian diri, serta kedisiplinan dalam penggunaan senjata api. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Polresta Cirebon," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan kemampuan melalui kegiatan seperti lomba menembak ini akan terus didorong secara berkelanjutan.

Selain aspek peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing bagi personel di tengah padatnya tugas operasional, sehingga diharapkan dapat menjaga semangat, motivasi, serta mentalitas kerja yang tetap optimal.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan mengedepankan faktor keselamatan. Peserta lomba mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias serta tetap mematuhi aturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan panitia.

Kegiatan Lomba Menembak Eksekutif Polresta Cirebon dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta semangat pengabdian seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

((A, Rahmat))

*​Sinergi Satlantas Polres Kuningan dan Dinas Pertanian Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Cibulan*


​KUNINGAN – Sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, Satlantas Polres Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program pertanian. Pasca kegiatan penanaman jagung yang dilakukan bersama kelompok tani di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, kini personel Satlantas aktif melakukan pemantauan perkembangan tanaman secara berkala.

​Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan menggandeng petugas dari Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bibit jagung yang telah ditanam mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga mampu tumbuh dengan optimal.

​"Kami tidak hanya sekadar menanam, tetapi kami ingin memastikan program ini berkelanjutan. Oleh karena itu, kami bersama rekan-rekan dari Dinas Pertanian rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi tanaman jagung tersebut," ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan.

​Dalam kunjungan rutin tersebut, petugas melakukan pengecekan kesehatan tanaman dan memberikan arahan teknis kepada para petani terkait metode perawatan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Langkah preventif dan edukatif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan panen.

​Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Satlantas Polres Kuningan untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan.

​Melalui pendampingan yang intensif ini, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat melimpah dan memberikan dampak positif bagi ekonomi serta kesejahteraan kelompok tani di Desa Cibulan. Dengan kerja keras dan pengawasan yang berkelanjutan, sinergi antara Polri dan instansi terkait ini optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kabupaten Kuningan.

((A, Rahmat))

Kodim 0707/Wonosobo Kembali Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Meksiko vs Korea Selatan, Pererat Silaturahmi TNI-Masyarakat


Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo kembali menggelar acara nonton bareng (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Korea Selatan. Kegiatan yang digelar sebagai sarana membangun keakraban antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat ini berlangsung meriah dan dipadati warga sejak sebelum pertandingan dimulai.

Layaknya pesta sepak bola, warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan laga tersebut melalui layar besar yang telah disiapkan oleh Kodim. Acara ini diikuti oleh anggota TNI, keluarga besar Kodim 0707/Wonosobo, serta masyarakat sekitar, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Dandim 0707/Wonosobo melalui Pasiter Kodim, Kapten Inf Y Nurbiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekadar hiburan semata. Menurutnya, acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendekatkan TNI dengan masyarakat. Sepak bola mempersatukan kita tanpa memandang perbedaan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Kapten Inf Y Nurbiyanto.

Dandim berharap melalui nobar Piala Dunia ini, sinergi dan kedekatan antara TNI dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif di wilayah tersebut.

Salah satu warga yang antusias mengikuti nobar, Nathan Akbar, mengaku sangat gembira bisa menyaksikan pertandingan bersama prajurit Kodim 0707/Wonosobo. “Hari ini saya mengidolakan tim Korea Selatan. Dengan diadakannya acara nonton bersama ini, saya selaku pemuda desa dapat berkesempatan menyaksikan pertandingan sepak bola di Kodim,” ungkap Nathan.

Ia juga berharap agar pada tahun-tahun mendatang Timnas Indonesia bisa menjadi salah satu peserta Piala Dunia.
 Lebih lanjut, Nathan menambahkan bahwa nonton bareng dengan prajurit TNI selain meningkatkan silaturahmi, juga membangkitkan semangat kebangsaan untuk menjaga rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
“Semoga dengan adanya nobar Piala Dunia hari ini, Kodim selalu menjalin keharmonisan antara warga dan TNI di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan nobar seperti ini rutin dilakukan Kodim 0707/Wonosobo sebagai bagian dari program pendekatan TNI kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan momentum besar olahraga internasional untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

‎LKPM Laporkan Dugaan Pelanggaran Regulasi pada Pembangunan Akses SPPG MBG di Atas Sungai Citangkurak


‎Majalengka – Lembaga Kajian Publik Majalengka (LKPM) menyampaikan laporan pengaduan resmi terkait pembangunan akses menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di atas atau melintasi sempadan Sungai Citangkurak di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
‎Dalam keterangan yang disampaikan kepada instansi terkait serta awak media, LKPM menyebut pembangunan tersebut diduga melanggar sejumlah ketentuan hukum dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup serta keselamatan publik.
‎Dede Sunarya, Direktur LKPM menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan, kajian teknis, dan analisis hukum yang dilakukan lembaganya, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran dalam proses pembangunan akses menuju fasilitas SPPB MBG tersebut.
‎“Pembangunan ini diduga dilakukan di atas badan sungai dan sempadan Sungai Citangkurak serta berpotensi mengubah karakteristik aliran sungai yang ada,” demikian isi laporan pengaduan yang disampaikan LKPM.
‎Temuan Lapangan
‎Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan LKPM, ditemukan aktivitas konstruksi berupa bangunan beton atau jembatan akses menuju fasilitas SPPG MBG yang dibangun langsung di atas badan sungai.
‎Selain itu, pembangunan tersebut dinilai berpotensi mengubah morfologi alami sungai dan mempersempit penampang basah aliran air. LKPM juga menduga proyek tersebut tidak disertai rekomendasi teknis dari otoritas wilayah sungai maupun dokumen lingkungan yang diperlukan selama proses pembangunan berlangsung.
‎Soroti Aspek Regulasi
‎Dalam laporannya, LKPM mengacu pada sejumlah regulasi yang dinilai berkaitan dengan pembangunan tersebut.
‎Di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang mengatur larangan melakukan kegiatan yang dapat merusak prasarana sumber daya air maupun menyebabkan pencemaran.
‎LKPM juga mengutip Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang mengatur pemanfaatan garis sempadan sungai. Menurut lembaga tersebut, bangunan akses menuju fasilitas logistik tidak termasuk kategori bangunan yang diperbolehkan berada di kawasan sempadan sungai tanpa persyaratan tertentu.
‎Selain itu, LKPM menyinggung ketentuan dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Sempadan Danau, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan kegiatan berdampak lingkungan memiliki dokumen dan persetujuan lingkungan sesuai ketentuan.
‎Aspek perizinan bangunan juga menjadi perhatian LKPM. Menurut mereka, pembangunan infrastruktur fisik di wilayah Kabupaten Majalengka harus selaras dengan ketentuan tata ruang dan memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah melalui instansi berwenang.
‎Potensi Dampak Teknis.
‎Dari sisi teknis dan hidrologi, LKPM menilai keberadaan struktur beton di atas aliran sungai berpotensi mengganggu fungsi alami sungai.
‎Menurut kajian yang disampaikan, penutupan sebagian area aliran sungai dapat mengurangi sirkulasi udara dan cahaya matahari yang dibutuhkan ekosistem perairan. Selain itu, kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan kegiatan pemeliharaan sungai seperti pengerukan sedimen maupun pembersihan sampah.
‎LKPM juga menyoroti potensi gangguan terhadap ruang bebas banjir (freeboard). Apabila struktur dibangun terlalu rendah dan tidak memperhatikan kapasitas aliran saat debit air meningkat, bangunan tersebut dikhawatirkan dapat menghambat arus air, memicu luapan ke wilayah hulu, serta meningkatkan risiko kerusakan pada dinding saluran.
‎Minta Audit dan Evaluasi
‎Sebagai tindak lanjut, LKPM meminta instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka, untuk melakukan audit teknis terhadap bangunan yang telah berdiri.
‎LKPM juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas pembangunan tersebut. Apabila terbukti tidak memenuhi ketentuan perizinan dan berdampak terhadap fungsi sungai, lembaga tersebut mendorong adanya langkah pemulihan sesuai aturan yang berlaku.
‎“Kami menunggu respons, klarifikasi, dan tindakan tegas dari instansi terkait demi tegaknya hukum lingkungan serta perlindungan fungsi Sungai Citangkurak di Kabupaten Majalengka,” demikian pernyataan LKPM dalam laporannya.
‎Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPPB MBG maupun instansi pemerintah terkait mengenai laporan yang disampaikan LKPM tersebut.

(Didin,MH)

Kamis, 18 Juni 2026

DPRD Indramayu Siap Kawal Tambahan Dana Rp4 Miliar untuk KONI Jelang Porprov Jabar 2026

Indramayu – Komitmen Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan prestasi olahraga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 mendapat dorongan dari DPRD Kabupaten Indramayu. Lembaga legislatif tersebut menyatakan kesiapan mengawal usulan tambahan anggaran yang diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu.

Dukungan itu disampaikan dalam audiensi antara DPRD dan KONI yang turut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bappeda, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara). Pada Kamis, (18/06/02026) di ruang rapat DPRD Kabupaten Indramayu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., mengatakan bahwa kebutuhan anggaran yang diajukan KONI perlu mendapat perhatian serius mengingat ajang Porprov menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembinaan olahraga di daerah.

Menurutnya, tambahan anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp4 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat program pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sarana olahraga, hingga memenuhi kebutuhan peralatan pertandingan yang saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai.

"Kebutuhan ini akan dibahas dalam mekanisme Perubahan APBD 2026 bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Kami berharap apa yang menjadi kebutuhan KONI bisa mendapatkan solusi terbaik," ujarnya.

H. Sirojudin menilai investasi pada sektor olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga menjadi upaya mencetak generasi muda yang berdaya saing dan mampu membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini atlet-atlet Indramayu telah menunjukkan kemampuan yang membanggakan dalam berbagai kejuaraan. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting agar proses pembinaan dapat berjalan berkelanjutan.

"Kita memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Mereka perlu mendapatkan dukungan yang cukup agar dapat berkembang dan terus berprestasi," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Indramayu, Yogi Kurniawan, menyambut baik perhatian yang diberikan DPRD terhadap kebutuhan olahraga daerah. Ia menyebut komunikasi mengenai tambahan anggaran sebelumnya telah dilakukan bersama pemerintah daerah dan kini memasuki tahap pengawalan agar dapat direalisasikan.

Yogi menjelaskan, Porprov Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang menjadi momentum penting bagi Indramayu untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian prestasi.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, Kabupaten Indramayu berhasil menempati peringkat ke-14. Hasil tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi seluruh cabang olahraga untuk tampil lebih kompetitif pada Porprov mendatang.

"Kami ingin minimal mempertahankan posisi yang sudah diraih, namun tentu target kami adalah mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk mewujudkannya, dukungan fasilitas, pembinaan, dan anggaran menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan," ujar Yogi.

Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat persiapan kontingen Indramayu sehingga mampu tampil maksimal dan meraih prestasi yang membanggakan pada Porprov Jawa Barat 2026. (Wira)
Uploaded Image

Petik Hasil Pembinaan, Lapas Kuningan Panen Melon dari SAE Pertanian

Kuningan – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan panen melon yang dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian Lapas Kuningan, Kamis (18/06).

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, *Sukarno Ali* , serta diikuti oleh pejabat struktural, staf, dan CPNS Lapas Kuningan. Panen melon ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang selama ini dijalankan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas.

Dari kegiatan tersebut berhasil diperoleh hasil panen sebanyak 20 kilogram melon. Hasil panen ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan program pembinaan, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran dan pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, *Sukarno Ali* , menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penguatan pembinaan kemandirian serta dukungan terhadap ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang bermanfaat. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi warga binaan,” ujar *Sukarno Ali* .

Keberhasilan panen melon ini menunjukkan efektivitas program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Kuningan. Ke depan, Lapas Kuningan akan terus mengembangkan sarana pertanian serta melakukan diversifikasi tanaman guna meningkatkan produktivitas dan manfaat program bagi warga binaan.
Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kuningan berkomitmen untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

((A, Rahmat))

​Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Satlantas Polres Kuningan Monitoring Lahan Jagung di Desa Cibulan​

KUNINGAN – Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, jajaran Satlantas Polres Kuningan melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring hasil penanaman jagung di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Kamis (18/06/2026).

​Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Kuningan didampingi langsung oleh Kepala Desa Cibulan beserta seluruh perangkat desa setempat. Mereka meninjau langsung area lahan pertanian jagung yang dikelola oleh kelompok tani desa guna memastikan perkembangan tanaman berjalan dengan optimal.

​Kepala Desa Cibulan menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian yang tidak hanya berfokus pada ketertiban lalu lintas, namun juga aktif terjun ke lapangan membantu sektor pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen.

​Lebih lanjut, Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah Desa Cibulan untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan moril bagi kelompok tani setempat. Kolaborasi ini dirancang sebagai program berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan tetap terjaga.

​“Kegiatan monitoring ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung, mendapatkan perhatian dan dukungan agar hasilnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan,” ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan di sela-sela kegiatan.

​Diharapkan, dengan adanya sinergi antara kepolisian dan perangkat desa ini, sektor pertanian di Desa Cibulan semakin maju, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Kuningan.

((A, Rahmat))