Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

OPERASI PATUH 2026: TILANG MANUAL DAN ETLE DIGELAR 8-22 JUNI DI POLRES KOTA CIREBON

  Cirebon Buser persisi com - Kota Cirebon kembali menggelar Operasi Patuh 2026 yang akan berlangsung selama dua minggu, mulai t...

Postingan Populer

Jumat, 05 Juni 2026

OPERASI PATUH 2026: TILANG MANUAL DAN ETLE DIGELAR 8-22 JUNI DI POLRES KOTA CIREBON


 
Cirebon Buser persisi com - Kota Cirebon kembali menggelar Operasi Patuh 2026 yang akan berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 8 hingga 22 Juni 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini menggabungkan sistem penindakan secara langsung oleh petugas (tilang manual) dan sistem elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk memantau pelanggaran lalu lintas secara menyeluruh, Jumat tgl,5/6/2026.
 
 Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K.,menjelaskan bahwa penggabungan dua metode ini bertujuan agar tidak ada celah bagi pengendara yang berusaha menghindari aturan. "Tilang manual efektif untuk penindakan langsung di lapangan, sedangkan ETLE bekerja 24 jam tanpa henti. Dengan kombinasi ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Cirebon bisa turun signifikan.

Beberapa pelanggaran utama yang menjadi sasaran operasi antara lain:
 
- Tidak memiliki SIM atau STNK yang masih berlaku
- Tidak mengenakan helm standar bagi pengendara sepeda motor
- Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil
- Melawan arus lalu lintas
- Melebihi batas kecepatan yang ditentukan
- Menggunakan ponsel saat mengemudi
- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan
 
Petugas akan ditempatkan di 15 titik strategis seperti persimpangan utama, jalur protokol, sekitar sekolah, pasar, dan kawasan wisata. Sementara itu, 25 unit kamera ETLE yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cirebon akan terus merekam setiap pelanggaran yang terjadi.
 
 
Berdasarkan data lalu lintas Polres Kota Cirebon tahun 2025, tercatat terdapat 3.247 kasus pelanggaran lalu lintas yang berujung pada 412 kecelakaan dengan korban 58 orang meninggal dunia. Angka ini menurun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, namun dinilai masih perlu ditindaklanjuti.
 
"Operasi serupa tahun lalu berhasil menekan pelanggaran hingga 28% selama masa pelaksanaan. Kami optimis hasilnya bisa lebih baik lagi tahun ini," tambah Kapolres.
 
 
Sebagian warga menyambut baik kebijakan ini meski ada juga yang memberikan tanggapan beragam.
"Saya setuju asalkan penindakannya adil dan transparan. Selama ini masih ada yang merasa ada perlakuan berbeda, semoga di operasi ini semua diperlakukan sama," ujar Siti Aminah, warga Kecamatan Harjamukti.
 
Sementara itu, Rian (28), pengendara ojek online berharap sosialisasi diperbanyak. "Tolong diinformasikan dengan jelas titik-titik pengawasannya, supaya kami yang bekerja setiap hari bisa lebih berhati-hati dan tidak melanggar," katanya.
 

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, mengimbau seluruh masyarakat untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Hasil rekapitulasi penindakan akan diumumkan secara terbuka setelah operasi selesai pada 22 Juni mendatang.

((A, Rahmat))

Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Ponpes Jagasatru

Cirebon Kota – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya.

Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. "Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya," ujarnya.

((A, Rahmat))

Warga Sungai Daeng Apresiasi Polres Bangka Barat Bersihkan Semak di Jalan Rawan Kecelakaan.



Bangka Barat, Warga RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilaksanakan Polres Bangka Barat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. itu difokuskan pada pembersihan semak-semak di sepanjang jalan dari Simpang Papadao Cafe hingga Mushola Al-Anshor yang selama ini dikeluhkan warga karena kondisi jalan yang sempit, gelap, dan tertutup vegetasi liar di sejumlah titik.

Ketua RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Jarkasih, mengatakan warga sangat terbantu dengan kegiatan tersebut karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Selama ini kondisi jalan di lokasi tersebut cukup sempit dan banyak semak-semak di pinggir jalan. Pada malam hari juga cukup gelap sehingga jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Ini tentu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," kata Jarkasih.

Menurut dia, warga telah lama berharap adanya penataan lingkungan di kawasan tersebut agar pengguna jalan lebih nyaman dan aman saat melintas.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Polres Bangka Barat. Bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membantu membuka pandangan pengendara sehingga jalan menjadi lebih terang, lebih rapi, dan lebih aman bagi masyarakat," ujarnya.

Jarkasih juga mengaku bangga karena Kapolres Bangka Barat turun langsung bersama warga membersihkan semak-semak di sepanjang jalan.

"Kami sangat tersentuh karena Kapolres Bangka Barat bersama jajaran ikut bekerja langsung di lapangan. Kehadiran beliau menunjukkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat. Ini sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk membantu mengurangi potensi gangguan keselamatan pengguna jalan. Semak-semak yang menutupi bahu jalan kami bersihkan agar jarak pandang masyarakat lebih baik saat berkendara," ujar Kapolres.

Ia menegaskan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Bangka Barat untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Polri harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga dan bersama-sama mencari solusi. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin membangun lingkungan yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih nyaman bagi seluruh masyarakat," kata Kapolres.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang berharap sinergi antara masyarakat dan Polres Bangka Barat terus terjalin dalam berbagai program kemasyarakatan demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman di wilayah Bangka Barat.

(HR) 

Aroma Amis di Balik “Program Daging Bergizi” Baznas Indramayu: Akuntabilitas Publik atau Sekadar Penyelamatan Diri?


INDRAMAYU – Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat di Kabupaten Indramayu kembali diuji. Polemik mencuat setelah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu diduga melempar tanggung jawab terkait penyaluran 6 ekor sapi yang bersumber dari dana infak masyarakat.

Alih-alih menjadi garda terdepan dalam memastikan amanah umat tepat sasaran, sikap yang ditunjukkan oleh otoritas terkait justru memicu tanda tanya besar: Ke mana larinya keadilan bagi masyarakat miskin dan stunting di Indramayu?

Merujuk pada pemberitaan Dermayu Post, Kepala Baznas Indramayu, Aspuri, berdalih bahwa 6 ekor sapi tersebut secara regulasi bukanlah hewan kurban, melainkan bagian dari “Program Daging Bergizi” yang didanai dari dana infak, bukan dana zakat.

Namun, pernyataan lanjutan dari Ketua Baznas justru sangat disayangkan. Ia terkesan melepas tanggung jawab total secara teknis dan menyerahkan bulat-bulat "bola panas" tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

 “Adapun teknis penyalurannya melalui relawan ataupun salah satu partai politik, saya tidak tahu. Silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan,” tegas Aspuri tanpa beban.

Sikap "tanpa beban" ini dinilai mencederai prinsip dasar pengelolaan dana publik. Bagaimana mungkin sebuah lembaga negara yang mengelola dana umat bisa tidak mengetahui secara pasti hilir dari penyaluran program yang mereka danai sendiri? Terlebih, munculnya nama "partai politik" dalam pusaran distribusi dana non-zakat ini rawan ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.

Ironisnya, saat awak media mencoba menelusuri kebenaran di lini pemerintahan, barisan birokrasi Pemkab Indramayu kompak menunjukkan sikap tidak tahu-menahu.
 
Sekretariat Daerah (Setda): Salah satu pegawai Setda Kabupaten Indramayu hanya memberikan jawaban normatif, "Belum ada disposisi dari pak Setda untuk mengklarifikasi hal tersebut."

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra): Setali tiga uang, pihak Kesra yang seharusnya membidangi urusan keagamaan dan sosial justru mengaku buta arah. "Saya tidak tahu, kami hanya prajurit mungkin pimpinan yang bisa menjawab hal itu,"pungkasnya.

Sikap bungkam dan saling lempar ini mempertegas adanya sumbatan informasi publik. Jika program ini legal, transparan, dan terencana dengan baik, mengapa jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu tampak gagap dan enggan memberikan klarifikasi terbuka?

Kecurigaan publik kian menebal ketika dilakukan penelusuran secara digital. Baik di media sosial maupun di website resmi Pemerintah Kabupaten Indramayu, tidak ditemukan satu pun berita atau postingan resmi mengenai eksistensi "Program Daging Bergizi" tersebut. Kejanggalan ini memperkuat dugaan bahwa program tersebut sarat akan kejanggalan administratif.

Melihat fenomena ini, lembaga hukum Merah Putih Lawyers angkat bicara. Salah satu advokat dari firma hukum tersebut menilai ada indikasi kuat manipulasi istilah untuk menutupi realita di lapangan.

"Terkait jawaban dari pihak Baznas, itu diduga hanya upaya penyelamatan diri. Karena praktiknya di lapangan tidak ada (Program Daging Bergizi), yang ada hanya kurban. Pemerintah daerah dalam hal ini harus jelas, kriteria seperti apa yang berhak menerima 6 sapi ini. Kalau dugaan (penyelewengan) ini benar, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera bertindak," tegasnya.

Dana infak adalah dana titipan umat yang memiliki konsekuensi moral dan hukum yang berat. Merubah status peruntukan hewan—dari yang diduga diselewengkan menjadi hewan kurban, atau sebaliknya dibungkus dengan nama "Program Daging Bergizi" tanpa kejelasan sasaran—merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap asas keterbukaan informasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Jika Pemkab Indramayu dan Baznas terus memilih bungkam, maka sudah sepatutnya Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, turun tangan melakukan penyelidikan. Jangan biarkan hak-hak warga miskin dan anak-anak stunting di Indramayu menguap begitu saja di balik retorika pejabat yang tidak bertanggung jawab.

((A, Rahmat))

Komisi III DPRD Majalengka Tekankan Hasil Proyek Pemerintah Berkualitas Dan Bermanfaat

MAJALENGKA
Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke hasil pekerjaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR)  Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalan Ciandeu-Sidamukti dan menekankan semua pekerjaan proyek pemerintah hasilnya berkualitas dan bermanfaat. 

Menurut keterangan Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin bahwa karena ini menjadi atensi dari masyarakat secara fisik hasil pekerjaan ini  sudah kita lihat.

"Secara fisik sudah kita lihat,kita juga mencari titik titik mana saja yang kemarin ada belah, ada pecah kita cek. Dan kelihatannya sudah ditutup yang retak retak rambut itu, kita lihat sudah ditambal atau diperbaiki. Tapi apapun itu yang menjadi perhatian masyarakat, intinya kan maayarakat itu sederhana, anggaran ini kan dari pemerintah dari uang pajak rakyat, ini masyarakat sudah memberikan perhatian dan setidaknya dari pemerintah merupakan sebuah catatan sudah banyak juga dari tahun tahun sebelumnya dan kami menegaskan dari Komisi III agar jangan sampai anggaran tahun 2026 ini apalagi yang belum dilaksanakan terjadi penyimpangan penyimpangan atau hasil pekerjaannya bermasalah, " tegas Iing, Kamis (04/06/26).

Masih kata Iing, kita sebagai bagian dari pemerintah daerah, kita mendukung apa yang menjadi visi misi dari Bupati Majalengka dan Wakil Bupati Majalengka yakni ingin mewujudkan  Majalengka Langkung SAE. 

"Kita juga apresiasi dari Bapak.Bupati bagaimana ingin jalan bagus artinya sudah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat,tinggal bagaimana di lapangannya. Nah ini yang menjadi perhatian kita bersama. Kita juga tidak bosan bosan mengingatkan agar para pelaksana di lapangan mengerjakan proyek jangan asal asalan, tetapi mengedepankan kualitas walaupun mungkin sekarang harga harga sudah naik,
 dan ini juga menjadi perhatian pemetintah untuk menyesuaikan," paparnya. 

Ditambahkannya, jangan sampai nanti anggarannya ketat akan tetapi harga harganya naik, bisa mengurangi volume pekerjaan. Akan tetapi kita tidak menginginkan itu berimbas kepada kualitas pekerjaan proyek PUTR.

"Tetap dijaga kualitas proyek pekerjaannya, jangan sampai mengecewakan masyarakat karena pembangunan kan dari uang pajak rakyat, makanya kita sedang membahas Raperda pengawasan kontruksi,"  imbuhnya.

(Didin Mh)

Askes Jalan dan Lampu Penerangan Jadi Awal Kebangkitan Ekonomi Desa



Cilacap Buserpresisi. com

Desa Pamulihan kecamatan Karang Pucung kabupaten Cilacap merupakan salah satu desa pinggiran yang perlu diperhatikan terutama askes jalan lingkungan desa dan jalan umum masih ada yang belum terealisasi .5/6/2026

Jalan sangat penting sebagai kebutuhan masyarakat desa Pamulihan untuk meningkatkan dan mempercepat transpor tasi angkutan dari desa ke kota karena sebagian besar warga Pamulihan bertani dan berdagang. 

Kepala desa Pamulihan Kosim mengatakan dengan pentingnya askes jalan adalah merupakan kebutuhan sehari hari warga Pamulihan sebagian besar berdagang menuju ke kota dan yang bertani membutuhkan angkutan dari ladang ke kampung halamannya. 

Askes jalan dari Pamulihan menuju ke kota alhamdulilah di saat ini sudah bagus, dan untuk di wilayah lingkungan desa Pamulihan harus segera di perbaiki karena jalan sudah mulai Rusak.

Kades Kosim mengatakan bukan saja askes jalan tetapi perlu juga penerangan lampu jalan , langkah ini juga merupakan bagian dari program yang sangat di butuhkan oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi lokal dan penyediaan pasilitas penerangan jalan sebagai aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari bisa lebih aman dan nyaman sehingga meningkatkan mobilitas perdagangan juga produktivitas warga. Katanya. 

Ketika sudah ada lampu penerangan di jalan umum, perekonomian warga ikut bergerak pedagang bisa buka sampe malam petani bisa mengangkut hasil panen dari hasil kebun atau sawah dengan aman. Beraktivitas pun tanpa ada rasa kawatir karena jalan bagus lampu jalan umum sudah terang. 
Beliau menambahkan bahwa pembangunan seperti ini bagian dari program infrastruktur merata ,ekonomi berdaya yang menekan penting sinergi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Pungkasnya. ( agus)

Kamis, 04 Juni 2026

Polres Bangka Barat Amankan Pelaku Pencurian Batu Mengandung Timah di Area PT TINUS Kelapa.



Bangka belitung, Jajaran Polsek Kelapa, Polres Bangka Barat berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pencurian batu yang mengandung timah di kawasan PT Timah Nusantara (TINUS), Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Pelaku berinisial TA (29), warga Kelurahan Kelapa, diamankan Tim Singo Unit Reskrim Polsek Kelapa bersama Unit Intelkam saat berada di area perusahaan pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari laporan pihak perusahaan yang mencurigai adanya aktivitas pencurian di dalam kawasan PT Timah Nusantara.

"Petugas menerima informasi dari pihak perusahaan terkait adanya sekelompok orang yang masuk ke area PT Timah Nusantara yang diduga hendak melakukan pencurian. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Singo Polsek Kelapa bersama Unit Intel segera menuju lokasi dan berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku," kata Yos, Kamis (4/6/2026).

Saat diamankan, pelaku diketahui membawa satu karung berisi batu yang mengandung timah yang diduga akan dibawa keluar dari area perusahaan.

"Dari tangan terduga pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa sekitar 30 kilogram limbah padat atau batu yang mengandung timah. Saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Polsek Kelapa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Menurut Yos, berdasarkan keterangan awal, lokasi tersebut sebelumnya juga beberapa kali mengalami kehilangan barang berharga sehingga polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam peristiwa lainnya.

"Kami masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi-saksi serta mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat maupun keterkaitan dengan kasus kehilangan sebelumnya," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) huruf g juncto Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kapolres Bangka Barat melalui Kasi Humas juga menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas segala bentuk tindak pidana pencurian yang merugikan masyarakat maupun dunia usaha di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Bangka Barat. Apabila mengetahui adanya tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110," tegas Yos.

(HR) 

Seorang Remaja Meninggal, Diduga Akibat Sengatan Listrik

Cirebon Kota – Peristiwa meninggalnya seorang remaja terjadi pada Kamis (04/06/2026) sekitar pukul 12.15 WIB di Kampung Cantilan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Seorang laki-laki berinisial A.G. (18) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area tempat cuci rumah dan diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit SH MH menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan area kejadian, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban A.G. merupakan laki-laki berusia 18 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di area tempat cuci rumah sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saksi pertama, Nurhaeli (54), perempuan, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB dirinya keluar rumah untuk mengambil makanan bergizi gratis di sekolah dan saat itu korban masih berada di rumah dalam kondisi normal. Sekitar pukul 11.30 WIB dirinya kembali ke rumah dan sempat mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban dari korban sehingga memutuskan masuk melalui pintu belakang rumah. Setelah masuk, ia melihat korban sudah tergeletak dan langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Saksi kedua, Ifan Afandi (67), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.30 WIB dirinya mendengar keramaian dari rumah korban. Saat mendatangi lokasi, ia melihat korban sudah tergeletak di area tempat cuci. Saksi juga melihat kabel listrik pada lampu rumah dalam kondisi terlepas sehingga segera mengambil tindakan dengan memutus sambungan listrik guna menghindari kemungkinan adanya korban lain akibat aliran listrik yang masih aktif.

Saksi ketiga, Sahrum (52), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa dirinya mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban yang rumahnya berada tepat berhadapan. Setelah mendatangi rumah korban, ia melihat korban sudah terbaring di area kamar mandi dan kemudian bersama warga lainnya membantu mengangkat korban untuk diberikan pertolongan. Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, namun kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban berada seorang diri di rumah. Dugaan sementara mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik yang terjadi di sekitar area tempat cuci, meskipun penyebab pasti tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pendalaman keterangan yang diperoleh petugas.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan langkah-langkah penanganan berupa pengecekan tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban dan para saksi, dokumentasi, serta koordinasi dengan petugas identifikasi untuk memastikan seluruh fakta di lapangan terdokumentasi dengan baik sebagai bahan penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena kecelakaan akibat listrik masih menjadi salah satu penyebab kematian yang dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga. Instalasi listrik yang kurang terawat, kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai standar, maupun penggunaan peralatan listrik di area yang lembap dapat meningkatkan risiko terjadinya sengatan listrik yang berbahaya.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi baik dan sesuai standar keselamatan. “Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan peralatan listrik yang digunakan sehari-hari. Segera perbaiki atau ganti instalasi yang rusak, hindari penggunaan kabel yang terkelupas, serta jangan menggunakan peralatan listrik dengan tangan basah atau di area yang berisiko terkena air. Kewaspadaan terhadap instalasi listrik sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Ciptakan Lingkungan Bebas Sampah, Anggota Koramil 04/Jebres Berikan Sosialisasi Pengolahan & Pilah Sampah Kepada Warga

Surakarta - Semangat menjaga lingkungan tumbuh kuat di tengah masyarakat, Kelurahan tegalharjo Melalui pendampingan yang dilakukan  Babinsa Tegalharjo Serka Joko Riyanto bersama Bati Komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono serta Lurah Tegalharjo ibu Yolla marrins S.STP dan Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Surakarta Bp. Yustinus triatmo Nugroho S. Sos , warga mendapatkan edukasi langsung mengenai pengolahan sampah organik dan non organik menjadi pupuk yang bermanfaat, Rabu (3/06/2026).

Kegiatan yang menghadirkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kota Surakarta tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga. Sosialisasi ini tidak hanya membahas persoalan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Edukasi Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Lebih Sehat, Bati komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. 

Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menerangkan bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah melalui proses sederhana menjadi pupuk kompos, pakan ternak (maggot),pupuk cair/ECO enzym dll ,Sementara itu, sampah non organik diarahkan untuk dipilah dan didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Pengelolaan sampah yang benar akan membantu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pelda Rudi Hariyono.

Kehadiran Babinsa Serka Joko riyanto hadir menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap program pemerintah kota Surakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengamanan kegiatan, tetapi juga membangun kedekatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya hidup bersih.
 
Edukasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga terlihat aktif bertanya terkait cara pengolahan sampah rumah tangga hingga teknik pembuatan pupuk kompos yang mudah diterapkan di lingkungan masing-masing.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Piket Koramil 03/Serengan Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam & Pemantauan Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Priyanto bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam dan pemantauan wilayah Kecamatan Serengan, Rabu (03/06/2026).

Serka Priyanto menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan, dan keamanan wilayah dengan penuh seksama, dan  patut diwaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  Himbauan kepada warga , juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket Koramil 03/Serengan."imbuhnya.

"Kami berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap Aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image