Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Sinergitas TNI–Polri dan Forkopimda Cirebon Makin Solid Lewat Olahraga Bersama

Cirebon — Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan olahraga bersama TNI–Polri dan Foru...

Postingan Populer

Selasa, 28 April 2026

Sinergitas TNI–Polri dan Forkopimda Cirebon Makin Solid Lewat Olahraga Bersama


Cirebon — Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan olahraga bersama TNI–Polri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon yang digelar pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan berlangsung di depan Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga No. 7, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., perwakilan Kapolres Cirebon Kota, perwakilan Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Wadanyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, serta unsur TNI lainnya dari Lanud, Lanal, dan Arhanud. Selain itu, hadir pula para pejabat utama Polresta Cirebon, para kepala dinas, kapolsek jajaran, perwira Polresta Cirebon, serta perwakilan personel TNI–Polri dan ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan olahraga bersama ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas antarinstansi di wilayah Kabupaten Cirebon. Dengan suasana kebersamaan dan kekompakan, seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai sarana memperkuat soliditas antar lembaga.

“Melalui olahraga bersama ini, kita bangun kekompakan dan kebersamaan lintas instansi. Sinergitas TNI, Polri, dan Forkopimda menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang baik antarinstansi akan berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keakraban, mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah di Kabupaten Cirebon.

((A, Rahmat))

Kapolresta Cirebon Terima Presisi Award dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia atas Kinerja dan Pelayanan Publik

Cirebon — Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menerima penghargaan Presisi Award dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Selasa (28/4/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif LEMKAPI, Edi Saputra Hasibuan, yang hadir bersama tim dan disambut oleh Kapolresta Cirebon didampingi Wakapolresta AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., para pejabat utama Polresta Cirebon, Kapolsek jajaran, serta sekitar 100 personel.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga penayangan video profil sistem pendidikan online untuk anggota Polri dan keluarga. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi pendidikan, sambutan Kapolresta Cirebon, pembacaan penghargaan, penyerahan Presisi Award, sambutan Direktur LEMKAPI, hingga penutup dan ramah tamah.

Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan penghargaan yang diberikan oleh LEMKAPI. Ia menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Direktur Eksekutif LEMKAPI di Kabupaten Cirebon. Kami tetap semangat untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga memohon arahan dan bimbingan demi peningkatan kinerja ke depan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Polresta Cirebon membawahi 27 Polsek yang tersebar di 34 kecamatan, serta tengah menjalankan berbagai program sosial seperti perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan pembangunan infrastruktur jembatan. Selain itu, pihaknya terus membangun soliditas internal guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan humanis.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LEMKAPI Edi Saputra Hasibuan mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja jajaran Polresta Cirebon yang dinilai menunjukkan implementasi Polri Presisi secara nyata di lapangan.

“Saya senang bisa hadir dan melihat langsung polisi-polisi yang Presisi. Kinerja para Kapolsek jajaran Polresta Cirebon sangat membanggakan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi kunci meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pelayanan publik yang telah dilakukan Polresta Cirebon. LEMKAPI sebagai lembaga independen yang beranggotakan pengamat kepolisian dan akademisi secara aktif melakukan analisis terhadap kinerja Polri serta memberikan masukan strategis bagi peningkatan institusi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, door stop media, serta ramah tamah sebagai bentuk mempererat sinergi antara Polri dan lembaga eksternal dalam mendukung pelayanan publik yang semakin baik.

((A, Rahmat))

MAHASISWA AKSI DEMONSTRASI KRITIK KINERJA BUPATI CIREBON



Buserpresisi COM, CIREBON – Mahasiswa (SEMA) kritik terhadap kepemimpinan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, datang dari kalangan mahasiswa, Lokasi Depan Kantor Bupati Cirebon mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Selasa (28/4/2026).
 
Para mahasiswa menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja kepala daerah, dengan fokus pada beberapa hal utama:
 
Pengelolaan APBD 2026: Menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, serta menduga adanya penyimpangan atau pemanfaatan untuk kepentingan kelompok tertentu, bukan kesejahteraan rakyat. Mereka juga menyoroti isu proyek aspirasi anggota dewan yang dinilai tidak jelas peruntukannya dan diduga ada praktik jual-beli proyek.
Kondisi Infrastruktur: Banyak jalan rusak, tumpukan sampah, dan kurangnya penerangan jalan umum yang belum tertangani meski anggaran daerah cukup besar. Pembangunan juga dinilai belum merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Desa Guwa Kidul.
 Mahasiswa menilai Bupati Cirebon jarang turun langsung ke lapangan dan bertemu warga untuk mendengar keluhan, berbeda dengan gaya gubernur pak KDM kepemimpinan yang dekat dengan rakyat yang diharapkan.
  
Aksi berlangsung dengan damai, diisi dengan orasi, pembacaan pernyataan sikap, dan pemasangan spanduk berisi tuntutan dan kritik.

Tidak ada insiden kekerasan atau kerusakan yang terjadi selama aksi berlangsung.

Perwakilan mahasiswa sempat diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah daerah menyatakan telah menjalankan prinsip keterbukaan dan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan.

 Tuntutan Mahasiswa
 
1. Meningkatkan transparansi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran daerah.
2. Memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memeratakan pembangunan ke seluruh wilayah.
3. Bupati dan jajaran terkait lebih aktif turun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
4. Bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang diambil dan terbuka terhadap pengawasan publik.

“Di sana banyak permasalahan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga infrastruktur dan Penerangan Jalan Umum (PJU),” ujar Afwan di sela orasinya.

Ia mendesak agar Bupati Cirebon segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi objektif masyarakat. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah sangat penting untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusi yang tepat.

Sebaliknya, ia menilai Bupati Cirebon belum sepenuhnya mampu memposisikan diri sebagai pemimpin yang fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan lain-lain.pungasnya.

Jurnalis: Rahmat 



Polsek Mauk Hadiri Bakti Sosial HUT ke-80 TNI AU di Satradar 401 Tanjungkait


Uploaded Image


Kabupaten Tangerang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Satuan Radar 401 Tanjungkait menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan umum gratis serta pembagian sembako kepada masyarakat, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan Satradar 401 Tanjungkait dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tanjung Anom yang menjadi penerima manfaat.

Komandan Satuan Radar 401 Tanjungkait, Letkol Lek Aris Budi Wicaksono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AU kepada masyarakat. Selain menjalankan tugas sebagai penjaga pertahanan udara, TNI AU juga berkomitmen hadir membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Momentum HUT ke-80 TNI AU ini tidak hanya untuk mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli SDM Pemerintah Provinsi Banten, Dr. Nan Supriatna, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bakti sosial ini menjadi bukti sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan sosial.

Uploaded Image

Hal senada juga disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi TNI AU dalam membantu program pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun bantuan sosial. Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.

Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial lintas instansi seperti ini. Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan situasi yang aman, sehat, dan sejahtera.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga medis. Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung pelaksanaan bakti sosial oleh para pejabat yang hadir.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.





Toher Sw

Hitungan Menit Jadi Penentu: Respon Cepat Jinakkan Api di Ruko Gunungjati

Cirebon Kota - Kebakaran yang melanda ruko bengkel motor dan toko aki di Jalan Raya Gunungjati RT 13 RW 04 Desa Klayan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon pada Selasa (28/04/2026) sekitar pukul 09.15 WIB berhasil cepat dikendalikan, setelah laporan warga langsung direspons tanpa jeda sehingga api tidak sempat meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam kondisi darurat seperti kebakaran, kecepatan respon menjadi faktor krusial yang menentukan besar kecilnya dampak yang ditimbulkan, terutama di kawasan usaha yang memiliki material mudah terbakar.

Kapolsek Gunung Jati AKP Mochamad Komarudin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa kejadian diduga berawal dari konsleting arus listrik di area bengkel motor yang kemudian dengan cepat menjalar ke toko aki di sebelahnya, sehingga membutuhkan penanganan segera agar tidak meluas.

Kronologi kejadian bermula saat Didik Nursidik, laki-laki, 35 tahun, wiraswasta, warga Ciamis, yang sedang menjaga toko aki miliknya, melihat asap tebal disertai api dari arah bengkel motor yang berdempetan dengan tempat usahanya.

Menyadari bahaya yang semakin besar, Didik Nursidik langsung meminta pertolongan warga sekitar sekaligus melaporkan kejadian tersebut agar segera mendapatkan penanganan, sementara api terus membesar dan mulai merambat ke bangunan lainnya.
Muhamad Ramdani, laki-laki, 41 tahun, karyawan swasta, warga Desa Jatimerta Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, selaku penyewa bengkel, serta Samsudin, laki-laki, 61 tahun, karyawan swasta, warga Desa Klayan Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, selaku pemilik ruko, turut datang dan bersama warga berupaya melakukan pemadaman awal dengan alat seadanya.

Respon cepat atas laporan tersebut membuat penanganan langsung dilakukan dalam waktu singkat, sehingga api yang sempat membesar dapat segera dikendalikan dan tidak menjalar lebih luas ke lingkungan sekitar yang cukup padat aktivitas.

Dalam waktu kurang dari satu jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan serta evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kejadian.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang di dalam bengkel dan toko aki hangus terbakar, di antaranya dua unit sepeda motor, kompresor, lemari pendingin, televisi, serta bagian atap bangunan yang mengalami kerusakan akibat kobaran api.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup besar, dan kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik serta potensi bahaya di tempat usaha.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat melalui Layanan Polisi 110 agar dapat ditangani dengan cepat, karena kecepatan laporan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan di lapangan.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kecepatan informasi dari masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian darurat, “Segera hubungi Layanan Polisi 110 jika terjadi peristiwa darurat, karena respon cepat dapat mencegah dampak yang lebih besar,” ujarnya.

((A, RAHMAT))

Polres Bangka Barat Tangani Dugaan Pelanggaran Kode Etik Oknum Anggota, Kapolres, Proses Berjalan Transparan.


Bangka Barat, Kepolisian Resor Bangka Barat menegaskan komitmennya dalam menangani dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri yang melibatkan oknum anggotanya secara profesional dan transparan.

Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, dalam konferensi pers di Mapolres Bangka Barat, Selasa (28/4/2026), menyampaikan bahwa perkara tersebut bermula dari laporan masyarakat oleh seorang perempuan berinisial Y.A.

“Laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Bidang Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung dan selanjutnya dilimpahkan kepada Polres Bangka Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Kapolres.

Dalam penyampaian tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Bangka Barat, Kabag SDM, Kasi Propam, serta Kasi Humas Polres Bangka Barat.

Ia menjelaskan, terduga pelanggar merupakan oknum anggota Polri berinisial H.Y., yang berdinas sebagai Bintara Satuan Samapta Polres Bangka Barat, yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap pelapor.

Saat ini, lanjutnya, proses penanganan perkara telah memasuki tahap pemeriksaan oleh Seksi Propam Polres Bangka Barat, dengan melakukan pendalaman melalui permintaan keterangan terhadap pelapor, saksi-saksi, serta terduga pelanggar.

“Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif guna memastikan terpenuhinya unsur pelanggaran kode etik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proses penegakan disiplin, terhadap yang bersangkutan juga telah dilakukan penempatan khusus (patsus) sejak Senin (27/4/2026) di Polres Bangka Barat.

Kapolres menambahkan, hasil pemeriksaan nantinya akan ditindaklanjuti melalui sidang Komisi Kode Etik Polri untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran serta penjatuhan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam perkara ini, terduga pelanggar dijerat dengan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan/atau Pasal 5 ayat (1) huruf b serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

“Polri berkomitmen untuk menangani setiap laporan masyarakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres.

Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri, sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

(HR) 

Suara Rakyat dan Harapan Keadilan Dinamika Penolakan Perpanjangan HGU Sipef di Gunung Malela

SIMALUNGUN, Buser Presisi.Com - Keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat sekitar merupakan fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, realita di lapangan seringkali menuntut kebijaksanaan dan keadilan agar hak-hak semua pihak dapat terpenuhi. Hal inilah yang menjadi latar belakang munculnya dinamika di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, yang kini menjadi sorotan publik.
 
Sebanyak delapan orang Pangulu di wilayah tersebut menyatakan keberatan atas rencana perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Eastern Sumatra (Sipef Group) yang masa berlakunya telah berakhir pada 31 Desember 2023 lalu. 

Keberatan para pemimpin nagori ini, yang meliputi Pangulu Pamatang Gajing, Bandar Siantar, Lingga, Sahkuda Bayu, Pamatang Sahkuda, Marihat Bukit, Bukit Maraja, hingga Pamatang Asilom, telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Sumatera Utara.
 
Inti dari keberatan tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh sumber terpercaya, adalah belum terpenuhinya hak-hak masyarakat yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan kewajiban perusahaan, termasuk pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Rakyat merasa bahwa kontribusi perusahaan belum dirasakan manfaatnya secara maksimal untuk kemajuan daerah.
 
Keresahan masyarakat pun meluas hingga memuncak pada aksi damai yang dilakukan oleh ratusan warga pada Senin, 27 April 2026. Berunjuk rasa di depan kantor perusahaan di Nagori Bukit Maraja.

Mereka menyuarakan aspirasi dengan penuh kesadaran dan tertib. Aksi ini dihadiri oleh manajemen perusahaan, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya, serta berjalan aman dan kondusif.
 
Dalam kesempatan tersebut, tujuh poin tuntutan utama dibacakan sebagai wujud harapan akan perubahan dan keadilan. Tuntutan tersebut mencakup pembatalan kelompok plasma yang dinilai memicu konflik, penyerahan lahan plasma kepada masyarakat asli, pembatalan kesepakatan tertentu, hingga permintaan pemeriksaan terhadap manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang diduga terlibat. 

Masyarakat juga mendesak Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, untuk meninjau kembali Surat Keputusan yang telah ada, serta meminta pengembalian lahan di luar konsesi yang dianggap milik warga.
 
Perlu dipahami bahwa tuntutan ini lahir dari keprihatinan mendalam. Program plasma yang seharusnya menjadi jalan menuju kesejahteraan, justru dirasakan menciptakan gesekan dan ketidakadilan di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.
 
Kita berharap agar seluruh aspirasi ini dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan kepala dingin serta hati yang bijaksana oleh semua pihak terkait. 

Penyelesaian yang adil dan transparan adalah kunci untuk mengembalikan kedamaian dan menciptakan kesejahteraan yang sesungguhnya bagi masyarakat Gunung Malela. Semoga kebenaran dan keadilan dapat segera terwujud demi masa depan yang lebih baik.

(TUMIN)

Kapolres Wonosobo Pimpin Sertijab, Tegaskan Peran Kapolsek sebagai Ujung Tombak

WONOSOBO – Upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolsek dan pejabat utama digelar di Aula Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo pada Senin malam, 27 April 2026, berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi di lingkungan Polri.

Rotasi jabatan yang dilaksanakan meliputi Kapolsek Wadaslintang yang kini dijabat Iptu Tahdjudin, Kapolsek Leksono oleh Iptu Budi Santoso, Kapolsek Garung diampu AKP Anriastida, Kapolsek Kertek oleh AKP Samsudin, S.H., Kapolsek Kepil oleh Iptu Joko Siswanto, S.H., M.H., serta pelantikan Kapolsek Kota AKP Nur Wahyu Wibowo, S.H., dan Kasiwas AKP Sutono, S.H. Pergantian ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolres Wonosobo menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang menerima amanah baru. Ia menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan dinamika organisasi kepolisian yang tidak hanya berkaitan dengan pengembangan karier, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan tugas ke depan.

Kapolres menekankan bahwa peran Kapolsek sangat vital sebagai ujung tombak di wilayah. Para Kapolsek diminta mampu memitigasi berbagai potensi permasalahan secara cepat dan tepat dengan turun langsung ke lapangan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme. Para Kapolsek diminta aktif mengarahkan anggotanya agar menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun. Disiplin, etika, dan tanggung jawab dinilai sebagai kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Di akhir amanatnya, Kapolres berharap para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan tugasnya serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan instansi terkait. Dengan kepemimpinan yang responsif, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Wonosobo tetap aman dan kondusif—karena dinamika wilayah boleh berubah cepat, namun kesiapan aparat tidak boleh terlambat satu langkah pun.

(Yudhi)
Uploaded Image

Senin, 27 April 2026

Polresta Tangerang Tangkap Pria Diduga Lakukan Kekerasan Seksual di Sukadiri


Uploaded Image


Polresta Tangerang menangkap pria berinisial A (33) warga Sukadiri, Kabupaten Tangerang. A ditangkap di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/5/2026). 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, A ditangkap setelah dilaporkan atas kasus dugaan kekerasan seksual terhadap empat remaja perempuan. 

"Sampai saat ini, yang sudah melapor, korban sebanyak empat orang. Usia 15 hingga 16 tahun," kata Indra Waspada, Senin (27/4/2026). 

Indra Waspada menjelaskan, keempat korban diketahui merupakan murid mengaji dari tersangka A. Saat menjalankan aksinya, A menggunakan modus membersihkan korban dari gangguan makhluk halus atau jin. 

Berdasarkan keterangan A kepada penyidik, aksi tersebut dilakukan sejak Oktober 2025. Korban biasanya diminta mandi lalu tersangka A ikut masuk ke kamar mandi. Selanjutnya tersangka A melakukan aksinya. 

"Tersangka juga mengancam korban agar menurut, tidak melawan, dan meminta korban agar tidak menceritakan kepada siapa pun," terang Indra Waspada. 

Salah seorang korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialami ke orang tuanya. Orang tua korban kemudian mengadukan permasalahan tersebut ke kepala desa setempat, Jumat (24/4/2026). Tak berselang lama, sejumlah warga mendatangi rumah tersangka A. Dari situ diketahui bahwa korban lebih dari satu orang. 

"Petugas kami langsung ke lokasi untuk mengamankan situasi, dan langsung mencari keberadaan terduga pelaku hingga menangkapnya," ujar Indra Waspada. 

Atas perbuatannya, tersangka A dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 473 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.




Toher Aswi
Kaperwil Banten

BPBD Kuningan Peringati Kesiapan Bencana



Kuningan Buser presisi. Com

Dalam rangka memperingati kesiapan bencana pada minggu kemarin April 2026 BPBD kabupaten Kuningan menggelar kegiatan penanggulangan bencana bersama masyarakat kuningan,27/4/2026

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Car Free Day berlangsung di halaman Mesjid Syiarul Islam kabupaten Kuningan. Pelaksanaan tersebut dipimpin oleh ketua BPBD indra Bayu Permana. 

Beliau menyampaikan peringatan ini merupakan suatu agenda tahunan pelaksanaan pun secara serentak. Peringatan ini adalah meningkatkan rasa siap kesiagaan masyarakat dalam menghadapi dan waspada terhadap bencana., ucapnya. 

Lanjutnya Acara ini sebagai acara tahunan memperingati tentang kesiap siagaan bencana. Karena itu sebagai salah satu upaya meningkatkan semangat kewaspadaan terhadap bencana. ucapnya. 

 Bentuk kegiatan HKBN ini adalah di berbagai tempat berbeda beda ada yang gelar secara apel siaga dan simulasi berikut kegiatan lainnya. 
Bentuk kegiatan ini sangat fokus sosialisasi berhadapan langsung dengan masyarakat, tegasnya. 

Untuk sosialisasi melalui media sosial kami pun selalu turun di masyarakat di Car Free Day sekaligus bersama Dinas Lingkungan Hidup ( LH) dan relawan berikut masyarakat. 

Beliau mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dengan pentingnya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah penanggulangan bencana BPBD kesiap siagaan menjadi kunci utama .

Tema HKBN ini kita bersatu dalam kesiagaan bencana berharap kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana selalu antisipasi. 
Alhamdulilah semakin kita meningkat berkolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat maka semakian kuat dalam menjaga dan antisipasi bencana ,masyarakat sudah memahami langkah yang harus di lakukan saat ada bencana, tutupnya ( Agus)