Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Polresta Tangerang melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di di Kapling Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraks...

Postingan Populer

Jumat, 06 Maret 2026

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa



Polresta Tangerang melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di di Kapling Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Kasus itu diketahui setelah seorang perempuan berinisial EM mendatangi Mapolresta Tangerang, Jumat (6/3/2026) sekitar jam 11 siang. Kepada petugas, EM mengaku telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap suaminya berinisial J di kediamannya. 

"Dari keterangan awal yang disampaikan kepada petugas, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di kediaman mereka," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satreskrim Polresta Tangerang bersama Polsek Tigaraksa dan Pamapta langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara EM diamankan di Polresta Tangerang. 

Di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Selain itu, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan autopsi. 

"Langkah penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun motif dari peristiwa tersebut," jelasnya.

Indra Waspada menambahkan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Termasuk memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Sedang untuk motif masih didalami. 

"Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali," ujar Indra Waspada

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian," pungkasnya.



Red/Toher Sw

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta Ikuti Zoom Meeting Sosialisasi Program PERSIT BISA 2

Surakarta - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta, Ny. Tami Arief Handoko Usman,ikut serta dalam kegiatan zoom meeting sosialisasi program PERSIT BISA 2.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta didampingi oleh Ketua Seksi Penerangan dan Redaksi Koorcab Rem 074/Warastratama, Ketua Seksi Penerangan dan Redaksi Cabang L Kodim 0735/Surakarta, Penerangan Kodim 0735/Surakarta dan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikenal masyarakat 
dengan ketrampilan merajut *"ORENAYU"* dan Batik *"SEKAR KEDHATON"*

Ny. Tami Arief Handoko Usman memegaskan kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Penerangan dan Redaksi Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro.

"Kegiatan zoom meeting tersebut sangat membantu kami untuk lebih faham mengenai strategi publikasi dan promosi produk, yang akan dilaksanakan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta, khususnya dalam program *PERSIT BISA 2*"tuturnya.

"Program ini sangat diharapkan untuk meningkatkan jangkauan informasi mengenai berbagai produk Persit, khususnya Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim Surakarta ini."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Maraknya Dugaan Peredaran Obat Tipe G di Indramayu, Warga Khawatir Generasi Muda Terancam



Indramayu – Situasi di wilayah Kabupaten Indramayu dinilai sedang tidak baik-baik saja. Hal ini menyusul adanya dugaan maraknya peredaran obat-obatan golongan tertentu atau yang dikenal dengan obat tipe G di wilayah Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Sindang, Polres Indramayu. Jum'at, (6/3/2026).


Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas penjualan obat yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa obat-obatan tersebut diduga diperjualbelikan secara bebas tanpa pengawasan yang jelas.

"Kalau bisa dibubarkan saja, Bang. Ini bisa membahayakan generasi muda," ujar sumber tersebut kepada wartawan.

Menurutnya, aktivitas tersebut membuat masyarakat sekitar merasa resah karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap lingkungan, khususnya bagi kalangan remaja.

Pantauan warga di sekitar lokasi juga menunjukkan bahwa pembeli yang datang tidak hanya dari kalangan dewasa, tetapi diduga juga berasal dari berbagai usia. Bahkan terdapat kekhawatiran karena sejumlah pembeli diduga masih berusia sangat muda atau anak di bawah umur. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat. 

Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penelusuran dan penindakan jika memang ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Selain itu, berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, penjual obat tersebut juga diduga bukan merupakan warga setempat.

Ancaman Hukum Tegas Menanti
Peredaran obat-obatan golongan tertentu tanpa izin dan tidak sesuai prosedur merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang mengatur bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar dapat dikenakan sanksi pidana.

Selain itu, penyalahgunaan dan peredaran obat keras tanpa resep dokter juga berpotensi dijerat dengan ketentuan pidana lainnya, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun serta denda miliaran rupiah, tergantung pada tingkat pelanggaran dan dampak yang ditimbulkan.

Masyarakat pun berharap aparat terkait, khususnya dari pihak kepolisian serta dinas kesehatan, dapat segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi tersebut serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat.

Jika dugaan tersebut terbukti benar, warga berharap tindakan tegas dapat segera dilakukan demi melindungi generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

(Tim Wartawan Bersatu)

Polresta Cirebon Gelar Rakor Lintas Sektoral dan TFG Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026


Buser presisi com-Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.

Rapat koordinasi dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P.. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S.Ag., M.Pd., Kasatpol PP H. Imam Ustadi, S.Si., M.Si., Kadinkes H. Eni Suhaeni, S.KM., M.Kes., Kadishub Dadang Raiman, S.Pd., Kalak BPBD Ikin Asikin, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat lainnya.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala rumah sakit di wilayah hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Ia menegaskan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan pengamanan tahun sebelumnya agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak dini.

“Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian dan diantisipasi bersama antara lain kelancaran arus lalu lintas, titik-titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan pada rest area,” ujar Kapolresta Cirebon.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik.

“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” katanya.

Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik serta memastikan keselamatan para pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, koordinasi dan perencanaan yang matang antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri di wilayah Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah paparan dari Kabag Ops Polresta Cirebon, Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Polres wilayah III dan Polres Brebes.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon yang rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik dan balik Lebaran.

((Bang keling))

Rakor Persiapan Arus Mudik-Balik Tahun 2026, Pemkab dan Forkopimda Indramayu Perkuat Sinergi Amankan Mudik Lebaran



Buser persisi com.- Indramayu" Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H dan cuti bersama, Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 di Aula Polres Indramayu, Kamis (5/3/26).


Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan serta pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H dan libur panjang tersebut berjalan aman, lancar, dan tertib.
‎Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi momentum penting untuk memastikan mudik Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan terpantau dengan baik.


 Ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur jalan, penerangan, serta kesiapsiagaan aparat di wilayah kecamatan yang dilalui jalur mudik.

‎“Pemerintah daerah akan berupaya melakukan yang terbaik untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya.
‎Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan, Indramayu memiliki posisi strategis sebagai jalur mudik nasional bagi masyarakat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui rapat lintas sektoral ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyamakan persepsi, memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat.
‎Operasi Ketupat Lodaya 2026, menurut Kapolres, mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dengan fokus pada pelayanan dan pengamanan masyarakat dalam tiga fase, yaitu sebelum Lebaran, saat perayaan Idulfitri, dan setelah Lebaran atau arus balik.

‎Mewakili Dandim 0616/Indramayu, Kasdim Mayor Inf. Rosidi menyampaikan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan dengan menyiapkan sekitar 700 personel yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti terminal, stasiun kereta api, kawasan perkotaan, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata.
‎Sementara itu, Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, memprediksi curah hujan di wilayah Indramayu selama Maret 2026 berada pada kategori menengah dan menyediakan layanan informasi cuaca berbasis web untuk mendukung pengamanan arus mudik.
‎Di tempat yang sama, BPBD Kabupaten Indramayu, menyiagakan 18 personel serta mendirikan sejumlah pos pemantauan di titik rawan bencana. 

Sedangkan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas, patroli jalan raya, serta penertiban kendaraan yang parkir sembarangan.
Dalam rapat tersebut, Integrated Terminal Balongan juga memaparkan kesiapan operasional dalam mendukung Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri 2026 guna memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Lebaran.





Sumber : ‎(Diskominfo Indramayu)


Pewarta : A, Rahmat 

Dukung Program Presiden, Polri Targetkan 61 SPPG Beroperasi di Jabar Pada 2026

INDRAMAYU – Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Indramayu di Kecamatan Lohbener, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan kerja ini bertepatan dengan peresmian SPPG Polri secara nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui sambungan konferensi video (zoom meeting). 

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan sosial (bansos) secara simbolis kepada relawan SPPG, ibu hamil, hingga anak sekolah.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan keberadaan  SPPG ini merupakan komitmen Polri dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Tahun ini terdapat 14 SPPG baru yang mulai beroperasi dan 16 lainnya dalam tahap penyelesaian. Target kami, total 61 SPPG akan beroperasi di wilayah hukum Polda Jabar pada tahun 2026 ini," ujar Kombes Pol Hendra kepada awak media.

Kombes Pol Hendra  menyebut SPPG di bawah naungan Polda Jabar telah menyalurkan sebanyak 85.575 porsi makanan bergizi kepada masyarakat. 

Selain fokus pada kesehatan, program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.

"Saat ini sudah tercatat 1.333 tenaga kerja yang terserap di fasilitas SPPG Jabar. Jika target 61 titik tercapai, diperkirakan akan ada sekitar 2.666 lapangan kerja baru bagi warga lokal," paparnya.

Kabid Humas menambahkan, sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menyentuh hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indramayu. Langkah ini diambil guna memastikan pemerataan gizi bagi generasi masa depan sesuai visi Presiden.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas dapur gizi yang dibangun Polres Indramayu. Menurutnya, standar kualitas yang diterapkan sangat terjaga.
"Setelah meninjau langsung, saya melihat fasilitas ini sangat layak dan memenuhi syarat teknis. Semua sertifikasi sudah terpenuhi, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat wajib bagi pengelolaan pangan," tegas Erwan.

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Kabupaten Indramayu serta pejabat utama Polres Indramayu.

((A, Rahmat))

Jelang Mudik 2026, Polres Indramayu Gelar Rakor Lintas Sektoral

INDRAMAYU — Menjelang momentum arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Resor (Polres) Indramayu Polda Jabar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Atmaniwedhana, Mapolres Indramayu, Kamis sore (5/3/2026). 

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kesiapan seluruh instansi guna memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., serta jajaran Forkopimda lainnya. 

Hadir pula perwakilan Kodim 0616/Indramayu, DPRD, Kejaksaan, Dishub, Satpol PP, hingga pengelola Jalan Tol Cipali dan Pertamina Patra Niaga.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan sinergi antar instansi adalah kunci utama pelayanan masyarakat pada puncak mudik nanti.

"Hari ini masing-masing instansi memaparkan kesiapannya. Fokus kita adalah bersinergi di lapangan agar masyarakat terlayani dengan baik, khususnya pada saat puncak arus mudik lebaran," ujarnya kepada awak media.

Dalam rakor tersebut, Kapolres mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan yang menjadi perhatian serius. Di jalur bebas hambatan, potensi kepadatan diprediksi terjadi di Rest Area KM 130 jalur A dan B Tol Cipali. Sementara di jalur arteri Pantura, keberadaan pasar tumpah, lampu merah, dan titik putaran balik (u-turn) menjadi fokus antisipasi utama.

Guna mendukung kelancaran tersebut, Polres Indramayu juga telah memetakan penempatan pos pengamanan dan pelayanan. 

"Kami telah menyiapkan pos-pos pengamanan dan pos pelayanan, tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di tempat wisata, masjid, hingga pusat keramaian lainnya," jelas AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo yang kerap memicu kemacetan dan bahaya lalu lintas bagi pemudik. 

Kapolres menegaskan, pihak kepolisian bersama Pemerintah Daerah, Satpol PP, dan Dishub terus melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat serta tokoh setempat.

"Untuk di Jembatan Sewo, kami mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama agar aktivitas pencari koin tersebut bisa kita minimalisir, bahkan ditiadakan pada saat puncak lebaran demi keselamatan bersama," tegasnya.

Melalui koordinasi dini ini, para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan berkesan. Harap Kapolres.

((A, Rahmat))

Ramadhan Penuh Berkah, Kalapas Kelas I Cirebon Terima Penghargaan dari Bareskrim Polri dalam Upaya Perangi Narkoba


Buser presisi com.| JAKARTA, – Komitmen kuat dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon. Di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Lapas Cirebon menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis yang menerima penghargaan dari Badan Reserse Kriminal Polri atas kontribusi aktif dalam mendukung pengungkapan jaringan tindak pidana narkotika.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sinergi yang terjalin erat antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba di lingkungan lapas, termasuk melalui penguatan sistem pengawasan, deteksi dini, dan koordinasi intensif dalam setiap langkah penindakan.

Kepala Lapas Cirebon, Nanank Syamsudin, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus meningkatkan integritas dan profesionalisme petugas.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh penguatan pengamanan, pelaksanaan razia rutin, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan.

Dengan capaian ini, Lapas Cirebon semakin menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung kebijakan nasional pemberantasan narkotika serta membangun sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.

Sumber: Humas Lapas Cirebon

((A, Rahmat))

‎Sinergitas TNI,Polri Dan Linmas Patroli Malam Bersama

Wonogiri - Di bawah langit malam yang tenang di wilayah Kecamatan Purwantoro, suasana hangat tercipta di sebuah pos ronda ketika aparat keamanan melakukan patroli cipta kondisi. 

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Wonogiri ini menghadirkan sinergi antara aparat TNI dan Polri dan Linmas yang turun langsung menyapa warga. Patroli tersebut diwakili oleh anggota Koramil 19/Purwantoro, yakni Koptu Febrian, yang didampingi dua anggota dari Polsek Purwantoro.Kamis Malam(6/3/2026) 
Dengan suasana santai namun penuh makna, para petugas mendatangi pos siskamling tempat warga berkumpul. Di sana, mereka berbincang langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. 

Koptu Febrian menekankan bahwa "keamanan desa bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga melalui kegiatan ronda malam dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar".
Kehadiran aparat di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus kedekatan emosional. Para warga yang sedang berjaga di pos ronda tampak antusias menyambut kedatangan petugas.

Penulis : Arda 72

Polres Cirebon Kota Matangkan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Cirebon Kota – Polres Cirebon Kota mematangkan kesiapan pengamanan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian pelayanan masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran berjalan maksimal di wilayah hukum Polres Cirebon Kota (06/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan strategi pengamanan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Rapat koordinasi lintas sektor tersebut dilaksanakan di Aula Catur Prasetya Mako Polres Cirebon Kota dengan menghadirkan para pejabat utama Polres, unsur Forkopimda, serta perwakilan instansi yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan arus transportasi dan pelayanan publik selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung. Melalui forum tersebut dibahas berbagai langkah strategis guna memperkuat kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi dinamika pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 direncanakan berlangsung selama tiga belas hari mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu bekerja secara terintegrasi sehingga setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat melalui koordinasi yang kuat di lapangan.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polres Cirebon Kota menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan pada titik-titik strategis yang berada di jalur utama wilayah hukum Polres Cirebon Kota, terutama pada ruas jalan yang diprediksi menjadi jalur utama perlintasan kendaraan pemudik. Keberadaan pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan arus kendaraan, serta titik koordinasi bagi personel yang melaksanakan pengamanan selama masa operasi berlangsung.
Selain penempatan personel di pos pengamanan dan pelayanan, kegiatan operasi juga akan diperkuat melalui pola pengaturan lalu lintas pada jalur-jalur padat kendaraan serta patroli rutin di sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas lainnya selama periode perayaan Idul Fitri.

Polres Cirebon Kota juga menyiapkan langkah pengamanan lanjutan setelah berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama beberapa hari berikutnya guna mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin muncul setelah puncak arus balik Lebaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Cirebon Kota dalam memberikan perlindungan dan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat.

Selain fokus pada jalur transportasi, pengamanan juga akan menyasar sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat seperti tempat ibadah, objek wisata, serta kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik Lebaran. Langkah tersebut dilakukan melalui patroli dialogis dan monitoring secara berkala oleh personel kepolisian di lapangan.
Kabag Ops Polres Cirebon Kota Kompol Munawan, S.H. menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut.

“Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan berbagai instansi terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

((Bang keling))