Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

CIREBON – Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Ut...

Postingan Populer

Sabtu, 31 Oktober 2026

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

CIREBON – Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Raudlah, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon hadir langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa Shalat Subuh Keliling bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Imara.

Ia juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Kapolresta Cirebon juga berharap komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dapat terus terjalin sehingga setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.

Sebagai bentuk konsistensi dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon terus mengedepankan pendekatan religius dan humanis sebagai bagian dari upaya memelihara kamtibmas, memperkuat persatuan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan kondusif.

((A, Rahmat))

Olahraga Bersama Polres Cirebon Kota Pererat Persaudaraan Suporter dan Media

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga bersama Polres Cirebon Kota berupa Mini Soccer Friendly Match digelar pada (29/10/2026), pukul 19.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB. Kegiatan yang bertanggung jawab langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antara kepolisian, kelompok suporter, dan insan media.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama ini bertujuan memperkuat tali persaudaraan antara Polres Cirebon Kota dengan kelompok suporter dan insan media. Menurutnya, pertandingan persahabatan menjadi cara yang efektif untuk membangun kedekatan tanpa sekat, karena semua pihak terlibat dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., para PJU Polres Cirebon Kota, kelompok suporter Bobotoh, kelompok suporter Jakmania, serta jurnalis media cetak dan elektronik. Seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan semangat sportivitas dan penuh keceriaan, mencerminkan suasana persaudaraan yang hangat.

Aris menjelaskan, pertandingan mini soccer persahabatan ini tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi lebih menekankan pada nilai kebersamaan dan persaudaraan. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara kepolisian, suporter, dan media semakin erat, sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin lebih baik ke depannya.

Menurut Aris, kelompok suporter dan insan media merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif di wilayah Kota Cirebon. Karena itu, pendekatan melalui kegiatan olahraga dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada kelompok suporter Jakmania sebagai pemenang dalam pertandingan Mini Soccer Friendly Match. Penyerahan hadiah berlangsung dalam suasana akrab, disertai foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta yang hadir.

Aris menambahkan, selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Ia berharap kegiatan olahraga bersama ini dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut, sehingga persaudaraan antara kepolisian, suporter, dan media semakin kuat dari waktu ke waktu.

Menurut Aris, kolaborasi antara polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga menjadi bagian penting dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menegaskan bahwa kedekatan antara aparat dan warga tidak cukup dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui kegiatan santai seperti pertandingan persahabatan ini.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto mengajak seluruh kelompok suporter Bobotoh dan Jakmania untuk terus mempererat persaudaraan demi terciptanya suasana yang aman dan damai. "Mari kita jaga persaudaraan antara Bobotoh dan Jakmania dengan saling menghormati dan mendukung dalam kebaikan, sehingga persatuan dan kebersamaan di antara kita tetap terjaga," ujar Kapolres melalui Kasi Humas.

Polisi Evakuasi Pria Meninggal Dunia di Kamar Kos Kedawung


Cirebon Kota - Jajaran Polsek Kedawung bersama tim Inafis Polres Cirebon Kota menangani penemuan seorang pria berinisial MR yang meninggal dunia di kamar kos wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/10/2026). Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh kaku dan membusuk. Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diketahui pernah mengeluhkan sakit kepala dan memiliki riwayat penyakit gula, sehingga diduga meninggal dunia akibat sakit, meskipun penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menerangkan bahwa peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.30 WIB setelah Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos, menerima informasi dari Wawan (46), laki-laki, tetangga kos korban, mengenai kondisi korban di dalam kamar. Keduanya kemudian memeriksa kamar yang pintunya tidak terkunci dan mendapati korban sudah meninggal dunia, lalu pemilik kos menyampaikan kejadian tersebut kepada Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat.

Menurut keterangan Pardi, korban terakhir kali terlihat sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat itu, korban sempat meminjam uang sebesar Rp100.000 untuk membeli obat karena mengeluhkan sakit kepala. Pemilik kos juga menyampaikan bahwa korban pernah terjatuh dari sepeda motor dan memiliki riwayat penyakit gula berdasarkan informasi yang diketahuinya.

Setelah menerima laporan, personel gabungan Polsek Kedawung bersama unit Reskrim, Pamapta Polres Cirebon Kota, tim Inafis, dan petugas patroli mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa kondisi korban, mengumpulkan informasi awal, serta melakukan pendataan dan dokumentasi guna mendukung proses penanganan kejadian.

Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas meminta keterangan sejumlah saksi, yakni Wawan (46), laki-laki, selaku tetangga kos; Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos; serta Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan dimintai keterangan untuk membantu menjelaskan keadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta proses awal penemuan tersebut.

Petugas juga mencatat barang-barang yang ditemukan di sekitar TKP, antara lain satu buah KTP, satu buah SIM C milik korban, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3. Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan awal untuk melengkapi informasi mengenai identitas korban dan kondisi di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas bersama tim Inafis melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi selesai, korban dievakuasi sekitar pukul 10.10 WIB ke Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi untuk menghubungi keluarga korban.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menyampaikan bahwa penanganan dilakukan melalui pengecekan TKP, pendataan identitas korban, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan tim Inafis dan pihak terkait. Dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit masih berdasarkan keterangan awal saksi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian sebelum adanya hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar, terutama mereka yang tinggal sendiri atau diketahui sedang sakit. “Kami mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan keadaan tetangga dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian. Mari terus memperkuat kepedulian dan kerja sama, karena polisi bersama masyarakat memiliki peran penting untuk jaga baik Cirebon Kota,” ujarnya.

Polres Bangka Barat Tertibkan Penjualan Miras Ilegal, 35 Botol Diamankan Bersama Satpol PP.



Bangka Barat, Polres Bangka Barat bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan aktivitas penjualan minuman keras (miras) ilegal di sebuah ruko kawasan Kampung Kebun Nanas, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Jumat (30/10/2026) malam. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan dan mengamankan 35 botol minuman keras dari berbagai merek.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat IPTU Muhammad Syah Petrianto, S.H., dengan melibatkan personel Satresnarkoba dan Satpol PP Bangka Barat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan berbagai jenis minuman beralkohol, terdiri dari 12 botol Atlas, enam botol Kawa-kawa, lima botol Ice Land, tiga botol Orang Tua, dua botol Soju, serta masing-masing satu botol Mixmax, New Port, Kakaktua, Asoka, Bintang, Anker Beer, dan Guinness.

Seluruh 35 botol minuman tersebut kemudian dibawa oleh personel Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengawasan dan langkah pencegahan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polres Bangka Barat berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan Satpol PP agar setiap temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat IPTU Muhammad Syah Petrianto, S.H., mengatakan operasi tersebut merupakan langkah preventif untuk mengawasi peredaran minuman beralkohol di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

Menurutnya, pengawasan secara berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mencegah peredaran minuman keras yang tidak sesuai ketentuan.

Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penjualan minuman keras yang diduga tidak memiliki izin.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

(HR) 

Jumat, 30 Oktober 2026

Polsek Cikupa Ungkap Kasus Penganiayaan Berat, Terduga Pelaku Ditangkap 8 Jam Usai Kejadian


Uploaded Image


Unit Reskrim Polsek Cikupa Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial AN (39) di dalam sebuah bus di Pelabuhan Merak, Kamis (29/10/2026). AN ditangkap karena diduga terlibat kasus penganiayaan berat yang terjadi di sebuah bengkel dinamo di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. 

"Terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari delapan jam setelah kejadian," kata Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, Jumat (30/10/2026). 

Syamsul kemudian menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Kata dia, korban dari aksi AN adalah seorang pria berinisial NY (27), warga Perumahan PWS, Tigaraksa. Korban dan terduga pelaku merupakan rekan kerja di bengkel tersebut. 

"Pada hari kejadian, terduga pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan diduga kimia atau diduga air keras ke kepala korban yang sedang duduk," beber Syamsul. 

Korban yang terkejut sempat berusaha melakukan perlawanan, namun terduga pelaku berhasil menghindar. Korban kemudian berusaha menjauh, lalu terduga pelaku mengambil batangan pipa besi yang ada di bengkel dan memukul korban di bagian dada dan punggung.

"Setelah itu korban berlari menjauh dengan kondisi tubuh kemerahan akibat siraman diduga air keras," ujar Syamsul. 

Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara terduga pelaku melarikan diri. 

Kepolisian yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dan dalam waktu singkat, terduga pelaku berhasil diamankan diduga saat hendak kabur ke wilayah Sumatra. 

Kanit Reskrim Polsek Cikupa Ipda Syaiful Rusdiansyah menerangkan, terduga pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut lantaran dendam. Terduga pelaku mengaku kesal karena sering diejek korban dengan sebutan "Si Cepu". Namun polisi masih terus menggali keterangan guna memastikan kebenaran motif tersebut. 

"Untuk cairan yang disiramkan, pengakuan terduga pelaku mengaku membeli di daerah Palembang seharga Rp20 ribu," ucap Syaiful. 

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu botol bekas cairan diduga kimia atau diduga air keras, batangan pipa besi, pakaian, dan plastik hitam. 

Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 467 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.



Toher

Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Laksanakan Patroli Malam di Wilayah Pasar Kliwon


Uploaded Image

Surakarta - Kamis 29.10.2026 Pukul 21.00 Wib Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Endri melaksanakan patroli Kamtibmas bersama Linmas. Dalam pelaksanaan patroli Sertu Endri selalu memberikan himbauan kepada warga dan seluruh komponen masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Kliwon untuk ikut bersama-sama peduli dan aktif  dalam menjaga kondisi kamtibmas dan mencegah terjadinya tindakan kriminal di wilayah lingkungannya masing masing. 

Pelaksanaan patroli bersama linmas untuk melakukan pengawasan dan pemantauan wilayah dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat, Piket Koramil 05/Pasar Kliwon yang setiap saat selalu siap dan peduli menjaga dan mengawasi wilayah. Semoga  dengan adanya patroli rutin dari Koramil dapat mencegah rencana kejahatan yang mungkin bisa timbul di masyarakat.

Penulis : Arda 72

Polda Babel Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi di 3 Daerah, 4 Pelaku Diamankan



PANGKALPINANG, Polda Bangka Belitung membongkar praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di tiga daerah berbeda. Dalam pengungkapan itu, empat orang pelaku diamankan.

Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan pengungkapan tersebut. Kasus ini diungkap oleh Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel.

"Benar, ada pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM Subsidi oleh Ditreskrimsus di 3 wilayah yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka," kata Sugiyarso, Kamis (29/10/2026) sore.

Pengungkapan dilakukan pada Selasa (27/10/2026). Polisi mengamankan empat pelaku beserta 1.152 liter atau 1 ton lebih BBM subsidi sebagai barang bukti.

*Pengungkapan di 3 Lokasi*

Sugiyarso merinci, pengungkapan pertama terjadi di Desa Beluluk, Kabupaten Bangka Tengah. Satu pelaku berinisial SA diamankan dengan barang bukti 220 liter solar, 2 unit mobil truk, dan beberapa kartu barcode.

Pengungkapan kedua terjadi di Kabupaten Bangka. Dua pelaku berinisial AH dan EAA diamankan berikut barang bukti 220 liter Pertalite, 160 liter solar, dan 2 unit mobil.

"Pengungkapan berikutnya di Kabupaten Bangka dengan 2 pelaku yang diamankan yakni AH dan EAA termasuk 220 liter pertalite dan 160 liter solar serta 2 unit mobil," bebernya.

Sementara di Kota Pangkalpinang, polisi mengamankan satu orang pelaku dengan barang bukti 550 liter solar dan 1 unit mobil.

"Selanjutnya di Kota Pangkalpinang, dengan 1 orang yang diamankan berikut barang bukti 550 liter solar dan 1 unit mobil," sambungnya.

*Modus Berbeda-beda*

Menurut Sugiyarso, modus yang digunakan para pelaku berbeda-beda di setiap daerah. Mulai dari menampung, membeli berulang di SPBU, hingga menjual kembali dengan harga tinggi.

"Modus di 3 daerah ini berbeda-beda. Ada yang menampung di gudang seperti di Bangka Tengah dan Pangkalpinang. Kalau di Bangka, modusnya pembelian berulang di SPBU, kemudian dijual di toko-toko kelontong dengan harga yang tinggi," ungkapnya.

Saat ini keempat pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Babel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak," pungkasnya.

(HR) 

Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Berikan Apresiasi kepada Pengendara Tertib


Uploaded Image


TANGERANG – Ada hal menarik dalam pelaksanaan hari kelima Operasi Patuh Maung 2026 yang digelar Satlantas Polresta Tangerang, Jumat (30/10/2026). Selain melakukan pemeriksaan dan memberikan imbauan kepada pengguna jalan, petugas juga memberikan apresiasi atau reward kepada masyarakat yang tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas.

Kegiatan berlangsung di kawasan Pasar Gembong, Jalan Serang, Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama.

Apresiasi diberikan kepada pengendara yang telah menunjukkan kepatuhan, seperti menggunakan helm berstandar SNI, memiliki SIM, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Di sisi lain, petugas tetap melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran. Sasaran pemeriksaan meliputi pengendara tanpa helm SNI, tidak memiliki SIM, tidak memenuhi ketentuan kelengkapan STNK, melanggar rambu dan marka jalan, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat.

Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, mengatakan bahwa pemberian apresiasi tersebut merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat agar terbiasa tertib berlalu lintas.

“Kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat yang sudah tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kepatuhan seperti ini perlu dipertahankan. Bagi yang masih melanggar, kami mengingatkan agar lebih disiplin karena keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”

Melalui kegiatan ini, Polresta Tangerang berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya keselamatan berkendara, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.




Toher Aswi

Kamis, 29 Oktober 2026

Polresta Tangerang Jelaskan Penanganan Kasus Sabu di Pasarkemis, Dua Orang Jalani Proses Berbeda


Uploaded Image


Penanganan perkara narkotika di wilayah Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan status keterlibatan masing-masing orang yang diamankan. 

Dalam perkara tersebut, satu orang diarahkan menjalani rehabilitasi setelah dinilai sebagai penyalahguna narkotika untuk diri sendiri. Sedangkan satu orang lainnya diproses hukum atas dugaan peredaran sabu.

Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang Kompol Dimas Arki Jati Pratama menjelaskan, penanganan perkara narkotika tidak semata-mata didasarkan pada fakta seseorang pernah diamankan. Akan tetapi juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta hasil asesmen sesuai ketentuan yang berlaku.

"Dalam penanganan perkara narkotika, setiap orang yang diamankan harus diproses berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan," kata Dimas, Kamis (29/10/2026). 

Dimas menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan keterlibatan dalam peredaran, proses hukum dilanjutkan. Sementara itu, bagi penyalahguna untuk diri sendiri, mekanisme rehabilitasi dapat ditempuh sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku. 

Berdasarkan kronologi penanganan perkara, pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Kebon Kelapa, Desa Pasarkemis, Kecamatan Pasarkemis, pada Minggu (9/8/2026). 

Petugas kemudian mengamankan seorang laki-laki berinisial AM. Berdasarkan hasil pemeriksaan, AM mengaku mengonsumsi sabu yang dibelinya dari seorang pria berinisial ADM. 

Dari informasi tersebut, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan ADM keesokan harinya. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di bawah kompor, timbangan digital, tiga pak plastik klip bening, serta uang tunai sebesar Rp150 ribu yang diduga hasil penjualan.

Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine yang menunjukkan hasil positif narkotika jenis sabu.

Namun, hasil pemeriksaan terhadap keduanya menunjukkan perbedaan. AM dinyatakan tidak terbukti terlibat dalam peredaran narkotika dan dikategorikan sebagai penyalahguna untuk diri sendiri. 

Selanjutnya pada Rabu (12/10/2026), penyidik mengajukan permohonan asesmen terpadu kepada BNNK Depok. Berdasarkan hasil asesmen, AM direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan dan, sesuai permohonannya, menjalani rehabilitasi di wilayah Bogor.

Sementara itu, ADM diproses lebih lanjut karena berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan terdapat dua alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan peredaran sabu. ADM selanjutnya ditahan di Polresta Tangerang.

Dimas menegaskan, perbedaan tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara berdasarkan hasil pemeriksaan.

"Penanganan terhadap penyalahguna dan pihak yang diduga mengedarkan narkotika memiliki dasar dan proses yang berbeda," ujarnya. 

Dia pun mengajak masyarakat untuk melihat perkara secara utuh. Termasuk hasil pemeriksaan dan asesmen, agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru. Dimas pun menegaskan, proses penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional dan transparan. 

Dimas mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Partisipasi masyarakat, kata dia, penting untuk membantu mengungkap jaringan peredaran narkotika.

"Sekaligus mendorong penanganan perkara yang profesional dan sesuai prosedur," tandasnya.




Toher Aswi

Polresta Tangerang Bongkar Tiga Lokasi Produksi Narkotika Sintetis


Uploaded Image


Satresnarkoba Polresta Tangerang membongkar jaringan produksi dan peredaran narkotika sintetis yang beroperasi di tiga lokasi berbeda, yakni di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Lengkong, Kota Tangerang Selatan, dan di Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pengungkapan tiga kasus tersebut saling berkaitan yang dilakukan dalam rentang September hingga Oktober 2026. 

"Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti lebih dari 2 kilogram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis dengan nilai diperkirakan mencapai Rp400 juta," kata Indra Waspada saat konferensi pers, Kamis (29/10/2026). 

Dia menerangkan, dmhasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan mengungkap keterhubungan para tersangka dalam jaringan yang diduga memproduksi sekaligus mengedarkan narkotika sintetis.

Uploaded Image

Dia melanjutkan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Satresnarkoba. Hal tersebut terungkap setelah petugas menerima informasi mengenai peredaran tembakau sintetis di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi peredaran tembakau sintetis di wilayah Cikupa, Balaraja, Cisoka, dan sekitarnya," ujarnya. 

Indra Waspada menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut petugas menemukan keterkaitan antarkasus hingga mengarah pada jaringan yang lebih luas. 

Indra Waspada kemudian menerangkan kronologis pengungkapan tersebut. Kata dia, kasus pertama diungkap pada Selasa, (1/9/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.

Tempat tersebut diduga digunakan sebagai lokasi produksi cairan sintetis dan tembakau sintetis. Polisi mengamankan tersangka berinisial OKA beserta barang bukti berupa 754 gram tembakau sintetis dan 37 mililiter cairan sintetis.

"Petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, di antaranya gelas ukur, mixer, dan cairan alkohol 96 persen," ungkapnya. 

Selanjutnya, kata Indra Waspada, petugas melakukan pengembangan melalui analisis data teknologi informasi dan elektronik (ITE). Serta metode controlled delivery. Hasilnya, polisi mengungkap kasus kedua di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Kemudian pada Senin, (14/9/2026), sekitar pukul 14.30 WIB, petugas menangkap dua tersangka berinisial AL dan MH. 

"Dari lokasi tersebut, petugas kami menyita 10,53 gram tembakau sintetis, 101 mililiter cairan sintetis, serta gelas ukur dan mixer," beber Indra Waspada. 

Pengembangan kembali dilakukan hingga mengarah pada kasus ketiga di wilayah Lengkong. Pada Selasa, (27/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat produksi narkotika sintetis.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial AS, VA, dan SH. Barang bukti yang disita meliputi 534,1 gram tembakau sintetis, 35 mililiter cairan sintetis, gelas ukur, mixer, alkohol 76 persen, semprotan, dan timbangan.

Indra Waspada menegaskan, pengungkapan berantai ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika, termasuk dengan menelusuri hubungan antara pelaku dan lokasi yang digunakan.

Dari pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 2.053,63 gram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis. Pengungkapan tersebut juga berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 11.000 orang.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ncaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.




Toher Aswi