Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polisi Ingatkan kepada masyarakat Cirebon kota Dan Sekitarnya Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu.

  Cirebon Kota – Peristiwa meninggal dunia diduga akibat tertemper kereta api terjadi pada Selasa (09/06/2026) pukul...

Postingan Populer

Selasa, 09 Juni 2026

Polisi Ingatkan kepada masyarakat Cirebon kota Dan Sekitarnya Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu.

 
Cirebon Kota – Peristiwa meninggal dunia diduga akibat tertemper kereta api terjadi pada Selasa (09/06/2026) pukul 11.51 WIB di jalur utara KM 215+1 Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang mengakibatkan seorang pria berusia 25 tahun asal Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon meninggal dunia dan langsung mendapatkan penanganan dari aparat kepolisian bersama pihak terkait.

Kapolsek Mundu AKP Didi Sumardi, S.H. menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya dugaan korban tertemper kereta api, petugas gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta melaksanakan proses identifikasi terhadap korban sesuai prosedur yang berlaku.

Korban diketahui berinisial A.R.N., berjenis kelamin laki-laki, berusia 25 tahun, warga Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Gunung Jati Cirebon guna proses identifikasi lebih lanjut serta penanganan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, informasi mengenai adanya korban tertemper kereta api diterima setelah pihak PT KAI mendapatkan laporan dari Stasiun Kejaksan terkait adanya seseorang yang diduga tertemper kereta api di sekitar jalur KM 215+1 Desa Citemu, Kecamatan Mundu.

Salah seorang saksi berinisial F.D.A., perempuan berusia 24 tahun, warga Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa saat melintas di Jalan Pantura wilayah Mundu, dirinya melihat sepeda motor yang diduga milik korban terparkir di pinggir jalan dekat jalur rel kereta api. Ketika mendekati lokasi, saksi kemudian mengetahui adanya potongan tubuh di sekitar lintasan kereta api.

Saksi lainnya, Hasan Basyari, laki-laki berusia 54 tahun dari pihak PT KAI yang bertugas sebagai mandor, menerangkan bahwa dirinya menerima informasi dari petugas Stasiun Kejaksan mengenai adanya dugaan orang tertemper kereta api di jalur utara KM 215+1. Atas informasi tersebut, pihak PT KAI segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman sementara, korban diduga tertemper Kereta Api Harina Nomor 99 jurusan Bandung–Surabaya yang melintas di lokasi kejadian. Petugas kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.

Petugas kepolisian bersama unsur terkait kemudian melakukan langkah-langkah penanganan berupa mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, mencari dan meminta keterangan saksi-saksi, mendokumentasikan lokasi kejadian, mengevakuasi jenazah ke rumah sakit, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa jalur rel kereta api merupakan kawasan terbatas yang memiliki risiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar rel serta meningkatkan kewaspadaan saat berada di area perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi dengan palang pintu dan petugas penjaga.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, agar selalu berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu, memastikan kondisi rel benar-benar aman dengan melihat ke kanan dan kiri, mendengarkan suara kereta yang akan melintas, serta tidak memaksakan diri menerobos lintasan. "Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan mengambil risiko sekecil apa pun di perlintasan kereta api karena kelalaian dalam beberapa detik dapat berujung pada hilangnya nyawa," tegasnya.

((A, Rahmat))

Impian Puluhan Tahun Terwujud, Kodim 0707/Wonosobo Bersama Rakyat Mulai Bangun Jembatan Gantung Garuda Mangunrejo



Wonosobo — Buserpresisi.com Kodim 0707/Wonosobo kembali bergerak cepat membangun infrastruktur untuk masyarakat. Jembatan Gantung Garuda di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kalikajar, resmi memulai tahap pembangunan yang ditandai dengan acara selamatan, Selasa (9/6/2026).

Acara selamatan digelar sebagai bentuk syukur dan memohon keselamatan dalam proses pembangunan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat setempat. Jembatan Gantung Garuda ini melintasi Sungai Begaluh dan akan menghubungkan Desa Mangunrejo Kalikajar dengan Simbarjo, Selomerto.
Kepala Desa Mangunrejo, Sarwono, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dimulainya proyek ini. Menurutnya, jembatan tersebut sudah menjadi impian masyarakat selama puluhan tahun.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dimulainya pembangunan jembatan ini. Sangat dibutuhkan sekali. Jembatan ini sudah didambakan sejak lama sekali, mungkin sudah puluhan tahun yang lalu masyarakat memimpikan adanya jembatan. Alhamdulillah hari ini ada harapan mimipi tersebut bisa terwujud dengan dimulainya pembangunan jembatan" ujar Sarwono.

Selama ini, warga mengalami kesulitan besar saat menyeberangi Sungai Begaluh, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan mobilitas antardesa. Pada musim hujan saat arus sungai deras, masyarakat terpaksa menggunakan alat seling untuk mengangkut barang dan transportasi. Setelah jembatan selesai dibangun, diharapkan sepeda motor dan kendaraan ringan dapat melintas dengan mudah.
"Ini sangat membantu sekali bagi masyarakat. Akses menjadi lebih lancar, hasil bumi bisa dibawa lebih mudah, dan perekonomian desa pasti akan bergeliat," tambah Sarwono.

Ditempat terpisah, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah terpencil.

"Kami melaksanakan instruksi langsung dari Bapak Presiden Prabowo kepada TNI-AD untuk membantu kesulitan masyarakat. Semoga apa yang kami kerjakan ini dibantu dan didukung oleh semua pihak untuk kepentingan bersama," tegas Dandim Yoyok Suyitno.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan dapat selesai sesuai target dan menjadi salah satu bukti nyata perhatian TNI AD bersama pemerintah pusat terhadap infrastruktur pedesaan.  

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Babinsa Banjarsari Gotong Royong Bersihkan Kali Pepe, Cegah Banjir & Penyebaran Bibit Penyakit

Surakarta – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Gilingan. Danramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Mulyono bersama anggota dan warga setempat menggelar kerja bakti pembersihan Kali Pepe, bertempat di Jl. Setiabudi No. 93, Kantor Kelurahan Gilingan, Kec. Banjarsari, Selasa (09/06/2026).

Dikatakan Danramil bahwa kegiatan kerja bakti kali ini difokuskan pada pembersihan sampah, pemangkasan dahan pohon, dan pencabutan rumput liar yang mulai menutupi aliran Kali Pepe belakang kantor kelurahan.

" Kondisi tersebut rawan jadi sarang nyamuk dan sumber penyakit jika dibiarkan menumpuk."ujarnya.

“Sinergitas dan kerja sama yang baik seperti ini memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Aktivitas teritorial seperti kerja bakti memang tugas Babinsa untuk menjaga lingkungan binaan tetap bersih, sehat, dan asri,” ujar Danramil 02/Banjarsari.

Sementara itu Wargaaaya Kelurahan Gilingan antusias bahu-membahu membersihkan aliran sungai. Diharapkan aksi ini menumbuhkan kepedulian bersama menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan seluruh warga.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Babinsa Kepatihan Wetan Hadiri MUSDES Sosialisasi Verifikasi Pendataan Home Visit

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Sertu Budiono menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (MUSDES) Sosialisasi Verifikasi Pendataan Dana Bantuan Sosial (Bansos) warga Kelurahan Kepatihan Wetan yang digelar di Pendopo Pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Senin malam ( 08/06/2026 ) Pkl. 19.00 Wib

MUSDES yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan ini bertujuan untuk memastikan data penerima bantuan sosial tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta mengakomodir usulan, masukan dan klarifikasi dari masyarakat terkait data penerima bantuan sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan sinergi seluruh pihak, baik dari unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pendamping sosial, maupun para Ketua RT/RW. Kehadiran dan kerja sama ini sangat penting dalam mendukung kelancaran serta keberhasilan program pemerintah desa, ” ujar Lurah

Sementara itu Babinsa Sertu Budiono menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah desa demi kepentingan masyarakat.

“Kami dari Babinsa Koramil 04/Jebres siap mendukung setiap program pemerintah desa, khususnya dalam memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan tertib, aman dan tepat sasaran. Sinergi seluruh elemen sangat diperlukan demi menjaga kondusifitas wilayah, ” tegas Sertu Budiono

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Perwakilan Kemensos Kota Surakarta Bp. Fuad Kurniawan, Ketua LPMK Bp. Aridius Dwi Haryanto, SPd. SH, Ketua TPKKel Bp. Bakalang Supiarso, Kasi Persmasy Inu Sumijati, S. Sn, Pendamping PKH Kepatihan Wetan, Babinsa Sertu Budiono, Bhabinkamtibmas Bripka Joko, perangkat Kelurahan, serta para Ketua RT/RW se-Kelurahan Kepatihan Wetan.

Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa Koramil 04/Jebres berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan kemasyarakatan merupakan wujud nyata peran TNI AD dalam mendampingi dan mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan optimal, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kelurahan Tegalharjo Siap Siaga..!! Babinsa & Warga Latih Diri Hadapi Bencana Lewat Program DESTANA

Surakarta – Mengantisipasi potensi bencana sewaktu-waktu, Babinsa Kelurahan Tegalharjo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Joko Riyanto bersama dengan Bhabinkamtibmas Aiptu Joko Lebowo dan Lurah Tegalharjo Ibu Yolla Marrins S.STP mengikuti kegiatan Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) dari BPBD Kota Surakarta. 

Kegiatan yang digelar Selasa (9/06/2026) pukul 09.00 WIB ini juga melibatkan para relawan tanggap bencana Kelurahan Tegalharjo.

Turut hadir Kepala BPBD Kota Surakarta Bp. Ari Dwi Daryatno S.STP didampingi Sekretaris Komisi III DPRD Kota Surakarta Bp. Soni S.E.

Serka Joko Riyanto menegaslan Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana atau DESTANA adalah program pemberdayaan masyarakat untuk membangun kemampuan mandiri desa/kelurahan dalam menghadapi ancaman bencana. Intinya: warga tidak menunggu, tapi siap bertindak.

"Peserta diajak langsung memetakan wilayah rawan bencana dan mengidentifikasi jalur evakuasi di lingkungan masing-masing."ujarnya.

Tak hanya teori, BPBD juga menggelar pelatihan dan simulasi siaga bencana agar warga benar-benar tahu langkah tepat saat situasi darurat terjadi.

Antusiasme tinggi terlihat dari masyarakat dan relawan Tegalharjo sepanjang kegiatan. Dengan bekal ilmu ini, diharapkan Tegalharjo menjadi kelurahan yang lebih tangguh, sigap, dan mandiri menghadapi segala ancaman bencana.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Lapas Kuningan Teken MoU dengan Lima Instansi Mitra

Kuningan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan lima instansi dan lembaga mitra sebagai upaya memperkuat pembinaan, pelayanan, serta pemberdayaan warga binaan. Pada Selasa (9/6), Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan ini dihadiri oleh jajaran Lapas Kuningan, Puskesmas Cijoho, Puskesmas Lamepayung, Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kuningan, dan Universitas Kuningan.

Kerja sama yang terjalin mencakup bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan program kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kualitas pembinaan dan pelayanan di Lapas Kuningan dapat semakin optimal dan berkelanjutan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga merupakan bentuk implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Kehadiran para mitra strategis diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan yang lebih komprehensif dan berdampak positif bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai stakeholder merupakan langkah penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan manfaat bagi warga binaan, petugas, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih bermanfaat dan berdampak," ujar Sukarno Ali.
Melalui penandatanganan MoU ini, Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis guna meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara lebih optimal. Ke depan, kerja sama yang telah terjalin akan ditindaklanjuti melalui berbagai program dan kegiatan yang terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga binaan maupun seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan

((A, Rahmat))

Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Ska Serka Sanyoto bersama dengan Anggota Linmas melaksanakan Patroli malam di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Senin (08/06/2026) tadi malam.

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil 01 Laweyan bersama anggota linmas dengan sasaran tempat - tempat keramaian yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital dan Tempat-tempat keramaian di wilayah kecamatan Laweyan."tegas Serka Sanyoto disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar."tegasnya.
Uploaded Image

Babinsa Kepatihan Wetan Hadiri MUSDES Sosialisasi Verifikasi Pendataan Home Visit

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Sertu Budiono menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (MUSDES) Sosialisasi Verifikasi Pendataan Dana Bantuan Sosial (Bansos) warga Kelurahan Kepatihan Wetan yang digelar di Pendopo Pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Senin malam ( 08/06/2026 ) Pkl. 19.00 Wib

MUSDES yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan ini bertujuan untuk memastikan data penerima bantuan sosial tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta mengakomodir usulan, masukan dan klarifikasi dari masyarakat terkait data penerima bantuan sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan sinergi seluruh pihak, baik dari unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pendamping sosial, maupun para Ketua RT/RW. Kehadiran dan kerja sama ini sangat penting dalam mendukung kelancaran serta keberhasilan program pemerintah desa, ” ujar Lurah

Sementara itu Babinsa Sertu Budiono menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah desa demi kepentingan masyarakat.

“Kami dari Babinsa Koramil 04/Jebres siap mendukung setiap program pemerintah desa, khususnya dalam memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan tertib, aman dan tepat sasaran. Sinergi seluruh elemen sangat diperlukan demi menjaga kondusifitas wilayah, ” tegas Sertu Budiono

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Perwakilan Kemensos Kota Surakarta Bp. Fuad Kurniawan, Ketua LPMK Bp. Aridius Dwi Haryanto, SPd. SH, Ketua TPKKel Bp. Bakalang Supiarso, Kasi Persmasy Inu Sumijati, S. Sn, Pendamping PKH Kepatihan Wetan, Babinsa Sertu Budiono, Bhabinkamtibmas Bripka Joko, perangkat Kelurahan, serta para Ketua RT/RW se-Kelurahan Kepatihan Wetan.

Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa Koramil 04/Jebres berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan kemasyarakatan merupakan wujud nyata peran TNI AD dalam mendampingi dan mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan optimal, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Senin, 08 Juni 2026

KEGIATAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KAMPUNG KOJENGKANG DESA CIHIDEUNGGIRANG BERJALAN RUTIN



Kuningan BuserPresisi.com, 8 Juni 2026 – Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan di wilayah Kampung Kojengkang, Desa Cihideunggirang, Kabupaten Kuningan. Pada Senin pagi (08/06/2026), terlihat petugas kebersihan tengah melakukan pengangkutan sampah dari lingkungan masyarakat menggunakan kendaraan operasional pengangkut sampah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kebersihan yang rutin dilaksanakan guna menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi warga sekitar. Dalam poto tersebut, petugas tampak mengumpulkan dan memuat berbagai jenis sampah ke dalam kendaraan bak terbuka untuk kemudian dibawa ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan di Desa Cihideunggirang bekas Bumdes yg tak berjalan yang membuang anggaran yg begitu menggiurkan, inisiatip warga, sebut saja wa agoy bersama rekan bergerak kepedulian atas lingkungan kampung sendiri.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan pengangkutan sampah tersebut. Kehadiran petugas kebersihan dinilai sangat membantu dalam mengurangi penumpukan sampah di lingkungan permukiman warga. Selain menjaga keindahan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga berperan penting dalam mencegah munculnya berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan akibat sampah yang menumpuk.

Masyarakat terus mengimbau aparatur desa agar meningkatkan pasilitas dan mobilitas kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta mengikuti jadwal pengangkutan sampah yang telah ditetapkan. Kerja sama antara warga dan petugas kebersihan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan adanya kegiatan pengangkutan sampah yang dilakukan secara rutin di Kampung Kojengkang, diharapkan kualitas kebersihan lingkungan semakin meningkat serta dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya dalam menjaga kelestarian dan kenyamanan lingkungan hidup.

Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat, Desa Cihideunggirang diharapkan dapat terus menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warganya.ghen

(Hendry)

Polisi Ungkap Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa, Anak dan Ayah Jadi Tersangka


Uploaded Image


Polresta Tangerang mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pedagang cilok yang ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkapkan, korban berinisial P alias R (33), warga Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia pada Selasa, (2/6/2026). 

"Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai kontrakan dengan kondisi terdapat ceceran darah di sekitar lokasi," kata Indra saat konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Senin (8/6/2026).

Penemuan mayat korban berawal ketika rekan korban sesama penjual cilok mengetuk pintu kontrakan korban untuk memberitahu bahwa gerobak cilok masih di luar. Saat itu, posisi sudah larut malam. Namun saat mengetuk pintu kontrakan tersebut, tidak kunjung mendapat respons. 

Kemudian esok harinya, rekan korban tersebut menghubungi pemilik kontrakan. Bersama pemilik kontrakan, pintu yang terkunci dari luar dibuka menggunakan kunci cadangan.

"Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa," ujar Indra Waspada. 

Petugas Polsek Cikupa yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara. Serta mengevakuasi jasad korban ke RSUD Balaraja untuk kepentingan autopsi.

Dari hasil identifikasi diketahui korban baru sekitar 10 hari menempati kontrakan tersebut bersama seorang rekan sesama pedagang cilok berinisial MS (17).

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami delapan luka akibat senjata tajam dan sejumlah memar pada tubuhnya. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar 20 jam sebelum ditemukan.

Berbekal keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif. Keberadaan MS yang menghilang setelah penemuan mayat korban menjadi perhatian utama penyidik.

Uploaded Image

Tim gabungan melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah, mulai dari Lebak, Sukabumi, Ciamis hingga Kebumen. Hasilnya, pada Jumat, (5/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, polisi berhasil mengamankan MS di dalam bus jurusan Salatiga yang berada di Terminal Bus Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Dalam penangkapan tersebut, kami juga mengamankan seorang pria berinisial BT, berusia 41 tahun, yang diketahui merupakan ayah kandung MS," kata Indra Waspada. 

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Adapun motif pembunuhan didasari rasa sakit hati dan dendam yang dipendam tersangka MS terhadap korban. 

Berdasarkan pengakuan MS, korban disebut kerap mengintimidasi dirinya dan sering meminta uang. Bahkan, sebelum kejadian, korban disebut meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada tersangka.

"Tersangka mengaku merasa tertekan karena sering diintimidasi dan dimintai uang oleh korban," jelas Indra Waspada.

Rasa kesal tersebut kemudian diceritakan kepada BT yang merupakan ayah kandungnya. Keduanya kemudian diduga sepakat melakukan pembunuhan terhadap korban.

Polisi mengungkap, aksi pembunuhan itu terjadi pada Senin, (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB saat korban sedang tertidur. MS diduga membekap wajah korban menggunakan handuk. Sementara BT menyayat leher korban menggunakan pisau cutter. BT juga menghantam kepala korban menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram sebanyak empat kali.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, kedua tersangka menyeret jasad korban dari ruang depan ke ruang belakang kontrakan. Aksi itu menyebabkan banyak jejak darah ditemukan di lantai rumah kontrakan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu tabung gas elpiji tiga kilogram, sebilah pisau cutter, serta beberapa helai pakaian, sepatu, dan topi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara selama 20 tahun.

Indra Waspada juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Menurutnya, rasa kesal, jengkel, sakit hati maupun dendam bisa dialami siapa saja. Namun, lanjut dia, jangan sampai emosi sesaat mendorong melakukan kekerasan, terlebih sampai menghilangkan nyawa orang lain.

"Setiap persoalan harus diselesaikan secara baik dan sesuai hukum karena tindakan yang dilakukan dalam kondisi emosi sering kali berujung pada penyesalan yang tidak dapat diperbaiki," pungkasnya.





Toher Aswi