Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Untuk Memastikan Kamtibmas Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 02/ Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Dadan bersama dengan Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam menyisir...

Postingan Populer

Selasa, 24 Februari 2026

Untuk Memastikan Kamtibmas Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 02/ Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Dadan bersama dengan Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan serta memantau giat ibadah tadarus di mesjid mesjid di Wilayah kecamatan Banjarsari, Senin (23/02/2026) tadi malam.

Dikatakan Sertu Dadan selain melaksanakan patroli, dirinya juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan, tidak hanya menghimbau kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap aman dan kondusif."tutur Sertu Dadan.

Penulis : Arda 72

Respons Cepat Polsek Mundu Tangani Kebakaran Rumah di Bandengan

Cirebon – Jajaran Polsek Mundu bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran rumah yang terjadi pada Senin malam (23/02/2026) sekitar pukul 21.20 WIB di Blok Jubin Barat RT 01/RW 01 Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, dengan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan memastikan penanganan berjalan maksimal.

Rumah yang terbakar diketahui milik Mainah (61), perempuan, warga Blok Jubin Barat RT 01/RW 01 Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang pada saat kejadian sedang berada di warung klontong tepat di depan rumah anaknya sehingga tidak berada di dalam rumah ketika api mulai muncul dari bagian belakang bangunan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Vera (37), warga setempat, yang melihat kepulan asap tebal keluar dari kamar belakang rumah Mainah, kemudian mendekat untuk memastikan sumber asap dan mendapati api sudah membesar sehingga segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari salah seorang di antaranya menghubungi petugas pemadam kebakaran, guna mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain yang jaraknya cukup berdekatan di lingkungan tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Pangenan Kabupaten Cirebon tiba sekitar pukul 23.05 WIB dan langsung melakukan pemadaman intensif hingga api berhasil dikendalikan, meskipun tiga ruangan di dalam rumah dilaporkan hangus terbakar beserta sejumlah barang seperti kasur springbed, mesin cuci, dan lemari.

Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Mundu bersama unsur terkait dari Polres Cirebon Kota, termasuk unit identifikasi, segera melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan dari Mainah dan Vera, serta melakukan pendataan kerugian materiel yang hingga kini masih dalam proses penghitungan.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari kamar belakang rumah, namun penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti dan mengantisipasi kemungkinan faktor lain.

Kapolsek Mundu Didi Sumardi, S.H., menjelaskan bahwa respons cepat yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing dan tidak menumpuk penggunaan alat elektronik pada satu sumber arus, serta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya kebakaran, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

((A, Rahmat))

Polsek Kedawung Laksanakan Operasi Pekat dan Amankan Puluhan Botol Minuman Keras Tanpa Izin

Cirebon – Polsek Kedawung melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran peredaran minuman keras tanpa izin di wilayah hukumnya pada Selasa (24/02/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, sebagai langkah tegas dalam menekan potensi gangguan ketertiban yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedawung bersama jajaran fungsi reskrim, intelkam, provost, dan unit patroli, dengan menyasar lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan minuman keras tanpa izin di wilayah Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki penjual berinisial S (57), pekerjaan swasta, yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, yang kedapatan menjual minuman keras tradisional tanpa memiliki izin resmi.

Dari lokasi penjualan, petugas menyita barang bukti berupa 10 botol minuman jenis ciu dan 12 botol tuak yang disimpan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat, yang kemudian seluruhnya diamankan ke Mapolsek Kedawung guna proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.

Selain melakukan penyitaan barang bukti, petugas juga memberikan surat tanda penerimaan serta melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya, sekaligus mengingatkan mengenai konsekuensi hukum apabila tetap nekat menjual minuman keras tanpa izin.

Kapolsek Kedawung Ahmad Nasori, S.H., menjelaskan bahwa operasi pekat ini merupakan bagian dari upaya preventif dan represif untuk menekan peredaran miras ilegal yang berpotensi memicu tindak kriminalitas, perkelahian, maupun gangguan ketertiban lainnya di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa konsumsi minuman keras sering kali menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kekerasan, tawuran, maupun pelanggaran hukum lainnya, sehingga pihaknya akan terus melakukan patroli dan operasi secara berkala untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan sehat.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi terkait peredaran miras ilegal, sehingga aparat kepolisian dapat segera mengambil langkah penindakan sebelum dampaknya meluas dan meresahkan warga sekitar.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam produksi maupun penjualan minuman keras tanpa izin, serta mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada konsumsi miras yang dapat merusak kesehatan dan masa depan, sekaligus mengajak warga untuk melaporkan apabila menemukan aktivitas serupa di lingkungan masing-masing.

((A, Rahmat))

Kodim 0707/Wonosobo Ikut Aksi Bersih Sampah Serentak Jateng, Dukung Target Zero Sampah 2029 dan Gerakan Indonesia ASRI



Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo bersama instansi terkait melaksanakan karya bakti pembersihan Taman Plasa, Pasar Induk, dan sekitarnya. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus Aksi Bersih Sampah Serentak se-Jawa Tengah. Selasa (24/2/2026)

Kasdim 0707/Wonosobo Mayor Arh Siswoto Nuharjo yang mewakili Dandim saat karya bakti pembersihan menyampaikan, bahwa Kodim komitmen mendukung upaya mewujudkan wilayah yang bersih sesuai program Presiden Prabowo Subianto, yaitu Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

"Kodim sangat mendukung program ini. Jika tempat sekitar kita bersih, maka banyak manfaat yang bisa diperoleh masyarakat, mulai dari kesehatan hingga kenyamanan lingkungan. Perlu diingat, menjaga kebersihan khususnya fasilitas umum menjadi tanggung jawab kita semua," ujar Mayor Siswoto Nuharjo.

Kegiatan bersih-bersih tersebut dilanjutkan dengan zoom meeting bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Forkopimda se-Jawa Tengah. Dalam rapat virtual itu, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi masif untuk mencapai target nasional zero sampah pada tahun 2029.

"Hari ini, selain Aksi Bersih Sampah Serentak Jawa Tengah, juga bertepatan dengan HPSN 2026 yang mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia ASRI. Kita harus mulai dari unit terkecil seperti rumah tangga, RT/RW, hingga kantor untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan masyarakat," kata Gubernur Ahmad Luthfi.  

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh Bupati dan Wali Kota di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memimpin aksi pungut sampah serentak di wilayah masing-masing. Gerakan ini menjadi langkah nyata mendukung target nasional zero sampah 2029 serta program Indonesia ASRI.

Gubernur menyoroti kolaborasi lintas sektor melalui konsep Collaborative Government, mengajak instansi vertikal seperti Polda, Kejaksaan, Kodam, serta akademisi untuk turun bersama melakukan kegiatan bersih-bersih secara berkala, minimal seminggu sekali atau dua hari dalam sepekan di titik-titik tumpukan sampah.

Selain itu, percepatan penggunaan teknologi pengelolaan sampah, seperti pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, menjadi salah satu poin penting yang disampaikan. Kegiatan diakhiri dengan peluncuran gerakan Jateng ASRI sebagai implementasi lokal dari gerakan nasional Indonesia ASRI.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Wonosobo dan Jawa Tengah untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, demi mewujudkan Indonesia yang lebih aman, sehat, resik, dan indah.

(Yudhi)
Pendim 0707

Senin, 23 Februari 2026

Gelar Reses di Wilayah Kilang Minyak Balongan, Ono Surono Terima Aspirasi Warga

Indramayu, (Buserpresisi.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ono Surono, S.T., menggelar kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025–2026 di Desa/Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (23/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Kuwu Desa Balongan Abdul Kholik SE, perwakilan Forkopimcam Balongan, tokoh masyarakat Balongan, pengurus dan anggota kelompok tani, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Ono Surono menyampaikan, fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD saat ini masih berkaitan dengan sektor infrastruktur. Penataan infrastruktur provinsi tahun 2025 telah berjalan dan akan berlanjut pada 2026, mencakup pembangunan serta perbaikan jalan, jembatan, hingga infrastruktur sekolah negeri.

Ono mengatakan, mulai 2026 pemerintah provinsi merencanakan bantuan infrastruktur untuk desa. Namun demikian, proses penganggaran telah disiapkan sejak tahun sebelumnya.

"Untuk tahun 2026 ini sebenarnya sudah diproses dari 2025. Jadi kalau saat ini masyarakat Desa Balongan membutuhkan pembangunan jalan atau jalan usaha tani, usulannya bisa diajukan sekarang untuk realisasi tahun 2027," ujarnya di hadapan masyarakat.

Dirinya mengungkapkan, selain pembangunan jalan dan jalan usaha tani, terdapat dua sektor lain yang tengah diusulkan untuk menjadi prioritas bantuan provinsi ke desa, yakni pembangunan irigasi desa dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Paling tidak ada tiga yang kita usulkan untuk desa, yaitu jalan, irigasi desa, dan penerangan jalan umum. Ini sedang kita rumuskan bersama Pak Gubernur agar programnya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," jelasnya.

Terkait mekanisme pengajuan, Ono menegaskan bahwa pemerintah desa perlu menyiapkan operator untuk menginput usulan program melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Proses administrasi yang tepat dan sesuai prosedur menjadi kunci agar usulan dapat diproses dalam perencanaan anggaran provinsi.



Melalui kegiatan reses tersebut, Ono Surono akan mengawal aspirasi masyarakat Balongan, khususnya terkait infrastruktur dasar desa, agar dapat direalisasikan dalam perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Barat tahun anggaran mendatang. (Wira)

Kapolres Bangka Barat Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Mortir Sisa Perang Dimusnahkan di Mentok



Bangka belitung, Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan temuan proyektil peluru mortir di pesisir Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Senin (23/2/2026).

"Prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah yang utama. Begitu menerima informasi pada pukul 10.00 WIB, kami langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi agar tidak menimbulkan korban," ujar Pradana.

Mortir tersebut pertama kali ditemukan warga saat mendulang pasir timah di Pantai Pelabuhan Tanjung Ular pada Jumat (20/2/2026) malam. 

Setelah menyadari benda itu menyerupai bom, warga melaporkannya kepada aparat desa hingga diteruskan ke kepolisian.

Menurut Pradana, respons cepat aparat dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar, mengingat lokasi penemuan berada di kawasan pesisir yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat.

"Kami langsung memasang garis polisi, mensterilkan area, dan memastikan tidak ada warga yang mendekat. Langkah ini semata-mata untuk melindungi masyarakat," katanya.


Polres Bangka Barat kemudian berkoordinasi dengan Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimobda Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut.

Pada sore hari, proyektil tersebut dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di Pantai Penggalang untuk dilakukan peledakan terkendali (disposal) sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Alhamdulillah, proses disposal berjalan lancar. Tidak ada korban dan situasi saat ini aman serta kondusif," ujar Pradana.
Ia menegaskan, tindakan cepat tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mengedepankan langkah preventif demi menghindari potensi korban jiwa.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki nilai sejarah peninggalan perang.

"Kalau menemukan benda yang menyerupai bom atau mortir, jangan disentuh. Segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian. Kami siap merespons dengan cepat," tegasnya.

Pradana menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli serta sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas guna memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kehadiran polisi bukan hanya saat ada kejadian, tetapi untuk memastikan warga merasa aman dalam setiap aktivitasnya," kata dia.

Dengan langkah cepat dan terukur tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar Pantai Tanjung Ular kini kembali normal. Polisi memastikan pengawasan tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan temuan serupa di masa mendatang.

(HR) 

Polda Babel Bongkar Praktik Prostitusi Online Di Pangkalpinang, Seorang Muncikari Ditangkap. 



Bangka belitung, Ditreskrimum Polda Bangka Belitung berhasil membongkar praktik prostitusi online diwilayah Kota Pangkalpinang. Seorang pemuda diduga sebagai muncikari diamankan.

Kabar diamankan seorang pemuda yang diduga muncikari ini turut dibenarkan Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso, Senin (23/2/26) siang.

"Iya benar, pemuda yang diamankan ini berinisial IA (21) warga Pangkalpinang. Yang bersangkutan diketahui sebagai muncikari atau penyedia jasa kencan via online,"kata Agus di Mapolda. 

Agus menjelaskan, pelaku IA diamankan oleh petugas disalah satu penginapan yang berada di Kota Pangkalpinang pada Sabtu (21/2/26) malam. 

Selain pelaku, kata Agus, petugas turut mengamankan 2 (dua) orang korban termasuk sejumlah uang dan handphone yang terkait dengan aktivitas eksploitasi seksual itu.

Lebih lanjut, Agus juga membeberkan terbongkarnya kasus ini setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap laporan adanya aktivitas prostitusi online via whatsapp.

Dari penyelidikan itu, petugas berhasil menemukan sebuah nomor WA yang digunakan pelaku untuk menjalankan aktivitas jasa layanan kencan online tersebut.

"Dari penelusuran, ternyata yang mengoperasikan WA itu adalah pelaku IA. Kemudian, petugas melakukan penangkapan yang kebetulan pelaku berada diloby salah satu penginapan di Pangkalpinang,"beber Agus.

"Hasil introgasi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan kegiatan eksploitasi terhadap 2 korban ini dengan tarif 3 juta rupiah termasuk biaya hotel,"timpalnya.

Perwira melati tiga Polri ini juga menyebutkan, hasil dari eksploitasi seksual itu, pelaku mendapatkan keuntungan sebesar 150 ribu - 200 ribu rupiah dari masing-masing korban. 

"Setiap korban ini mendapatkan 1,3 juta rupiah dari hasil kesepakatan antara muncikari dengan pemesan. Kemudian setelah sepakat, pelaku juga meminta uang keuntungan kepada setiap korban yakni 150 sampai 200 ribu rupiah,"sebutnya.

Usai diamankan, pelaku berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolda Babel guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 455 dan/atau 420  UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana kejahatan perdagangan orang dengan modus merekrut korban untuk melakukan praktek prostitusi.

(HR) 

Komitmen Tegas Berantas Narkoba, Polresta Cirebon Laksanakan Tes Urine 200 Personel


CIREBON – Komitmen menjaga integritas dan profesionalitas kembali ditegaskan Polresta Cirebon melalui pemeriksaan tes urine narkoba terhadap seluruh personel dan ASN usai Apel Jam Pimpinan, Senin (23/2/2026), di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., serta diikuti para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel, dan ASN.

Sebanyak 200 anggota Polri dan ASN menjalani tes urine dengan enam parameter pemeriksaan, yakni amphetamine, methamphetamine, THC, cocaine, benzodiazepine, dan morphine. Pemeriksaan dilakukan oleh Sie Dokkes dan Sie Propam secara terbuka dan transparan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh personel dinyatakan negatif atau tidak mengandung zat narkoba.

Kapolresta Cirebon menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen tegas dalam menjaga marwah institusi dan memastikan tidak ada anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Tes urine ini adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh personel Polresta Cirebon bersih dari narkoba. Tidak ada toleransi bagi anggota yang bermain-main dengan narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

“Kita harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Penegakan hukum harus dimulai dari internal. Jika ingin memberantas narkoba di luar, maka kita harus bersih terlebih dahulu,” ujar Kapolresta.
Dengan hasil negatif secara keseluruhan, Polresta Cirebon memastikan kesiapan dan integritas personelnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

((A, Rahmat))

PT Jafa Indo Corpora Cabang Wonosobo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Global

WONOSOBO, – Keluarga besar PT Jafa Indo Corpora Cabang Wonosobo menggelar kegiatan buka bersama dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat soliditas internal perusahaan. Acara tersebut berlangsung di Kaffe Aroma Mutiara Persada, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh CEO Dody Suardi, Direksi LPK Bintang Indo Corpora Ari Setiawati, Kepala Cabang PT Jafa Indo Corpora Wonosobo Achmad Subarkah, serta jajaran tim dan pendamping lapangan.

Dalam sambutannya, CEO Dody Suardi menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan profesionalisme di tengah perkembangan industri penempatan tenaga kerja yang semakin kompetitif. Ia menyampaikan bahwa PT Jafa Indo Corpora saat ini telah memiliki 48 cabang di seluruh Indonesia dan terus memperkuat jaringan pelayanan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penempatan tenaga kerja ke luar negeri, PT Jafa Indo Corpora melayani penempatan ke sejumlah negara tujuan, antara lain Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Polandia, dan Jepang.

Manajemen juga mendorong seluruh tim, khususnya di lapangan, untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan media digital dan dunia maya sebagai sarana komunikasi, promosi, serta edukasi kepada calon tenaga kerja.

Kepala Cabang Achmad Subarkah menambahkan bahwa kebersamaan dan koordinasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, diawali dengan tausiyah singkat dan doa bersama sebelum berbuka puasa.

Dengan semangat kebersamaan dan adaptasi terhadap era digital, PT Jafa Indo Corpora Cabang Wonosobo optimistis mampu memperkuat perannya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional untuk pasar internasional.

(Yudhi)

Perkuat Perlindungan PMI, Disnaker Indramayu Gelar Diskusi Strategi Berbasis Data

Indramayu – Upaya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu terus diperkuat. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu menggelar diskusi panel bertema "Urgensi Data Komprehensif Strategi Perlindungan PMI Prosedural dan Non Prosedural" di Aula Disnaker Indramayu, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengusaha, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), hingga pegiat sosial. Diskusi tersebut menjadi ruang bersama untuk menyerap masukan sekaligus memperkuat strategi perlindungan PMI, baik yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural.

Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si. Mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya menerima 92 pengaduan dari PMI maupun keluarga PMI.

"Kami menerima sebanyak 92 pengaduan di tahun 2025," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, seluruh aduan tersebut telah ditangani. Sejumlah PMI bahkan telah berhasil dipulangkan dengan aman ke tanah air. Meski demikian, masih ada beberapa kasus yang dalam proses penyelesaian, namun sebagian besar telah tertangani dengan baik.

Menariknya, mayoritas pengaduan berasal dari PMI non prosedural. Kasus-kasus tersebut tidak hanya terjadi di kawasan Timur Tengah, tetapi juga di sejumlah negara lain, termasuk Singapura.

"Semua yang kita tangani itu sebagian besar memang unprosedural, dan bukan selalu di Timur Tengah. Kemarin ada beberapa di Singapura," tuturnya.

Menurut Endang, data yang komprehensif menjadi kunci dalam upaya perlindungan PMI. Dengan data yang lengkap dan keberangkatan yang sesuai prosedur, pemerintah daerah akan lebih mudah mendeteksi keberadaan PMI ketika terjadi permasalahan, sekaligus mempercepat proses penanganan hingga pemulangan.



Dirinyapun berpesan kepada para calon PMI agar mengikuti prosedur resmi sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. Langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan awal bagi diri sendiri.

"Kalau berangkat sesuai prosedur, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, kami lebih mudah melacak data dan memproses pemulangannya," tegasnya.

Melalui diskusi panel ini, Disnaker Indramayu berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam menciptakan sistem perlindungan PMI yang lebih efektif, terstruktur, dan berbasis data akurat. Dengan demikian, keselamatan dan kesejahteraan PMI asal Indramayu dapat lebih terjamin. (Wira)