Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Longsor Tambang Timah di Pemali, 3 Tewas dan 4 Penambang Masih Dalam Pencarian. 

BANGKA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) digelar menyusul insiden longsor yang menimpa area tambang timah di kawasan Pondi, Kecamata...

Postingan Populer

Senin, 02 Februari 2026

Longsor Tambang Timah di Pemali, 3 Tewas dan 4 Penambang Masih Dalam Pencarian. 



BANGKA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) digelar menyusul insiden longsor yang menimpa area tambang timah di kawasan Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Kejadian nahas yang berlangsung pada Senin (2/2/2026) sore ini mengakibatkan sedikitnya tujuh penambang tertimbun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, sekelompok penambang sedang beraktivitas menggunakan alat berat. Tiba-tiba, kontur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil dan longsor seketika, menimbun para pekerja beserta alat berat yang sedang beroperasi.

Rekan korban yang selamat berupaya melakukan evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. Sebanyak tiga orang berhasil dievakuasi namun dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, empat penambang lainnya dilaporkan masih tertimbun material longsor.

Merespons laporan warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat kini tengah bahu-membahu melakukan penyisiran.

Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi tantangan yang dihadapi tim di lapangan. "Kita sore ini menerima informasi tentang adanya pekerja tambang yang tertimbun longsoran tanah dan segera mengirimkan tim rescue," ujar Mikel.

Ia menambahkan bahwa kondisi medan cukup berbahaya. "Lokasi tanah yang tidak stabil dan rawan longsor susulan menjadi tantangan utama kami dalam upaya pencarian empat pekerja yang masih tertimbun. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan potensi SAR terkait untuk memaksimalkan proses pencarian. Semoga operasi ini diberi kelancaran," pungkasnya.

(HR) 

Polres Bangka Barat Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Menumbing 2026



Polres Bangka Barat menggelar Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing Tahun 2026 di Lapangan Merah Mako Polres Bangka Barat, Senin (2/2/2026) pagi. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Operasi Ketupat 2026.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Bangka Barat, jajaran Forkopimda, serta perwakilan instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Kodim 0431 Bangka Barat, Satpol PP, Kejaksaan Negeri Bangka Barat, hingga unsur Senkom.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menekankan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel beserta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Menumbing 2026.

Polri, khususnya fungsi lalu lintas, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas, menekan angka fatalitas kecelakaan, serta memperkuat budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. 

Selain itu, personel diminta mengedepankan disiplin dan profesionalisme sesuai rencana operasi demi mewujudkan pelayanan Polantas yang Presisi.

Wakapolres Bangka Barat Kompol Albert D. H. Tampubolon menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan operasi tersebut.

"Operasi Keselamatan Menumbing ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung menjelang Operasi Ketupat 2026. Kami mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta sinergi dengan seluruh instansi terkait," ujar Kompol Albert.

Ia menambahkan, melalui operasi ini diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang aman dan kondusif, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mendatang.

Upacara gelar pasukan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi penanda kesiapan Polres Bangka Barat bersama stakeholder terkait dalam mendukung keselamatan berlalu lintas dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(HR) 

Polsek Panongan Gelar Patroli dan Himbauan Kamtibmas, Tertibkan Aktivitas Debt Collector di Citra Raya



Kab Tangerang - Polsek Panongan, Polresta Tangerang, melaksanakan kegiatan patroli dan pemberian imbauan kamtibmas terhadap aktivitas Mata Elang (Matel) atau debt collector di wilayah hukum Polsek Panongan, Senin (2/2/2026).

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) akibat praktik penarikan kendaraan yang meresahkan warga.

Adapun lokasi patroli dan pemantauan meliputi sejumlah titik rawan, di antaranya Jalan Raya Boulevard Citra Raya serta Jalan Raya Lugano Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Panongan memberikan imbauan secara langsung kepada para Matel atau debt collector agar tidak melakukan penarikan kendaraan di jalan raya. Petugas juga menegaskan bahwa setiap penarikan kendaraan harus sesuai prosedur hukum, dilengkapi dengan surat tugas resmi serta dokumen yang sah dari pihak perbankan atau lembaga pembiayaan terkait.

Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mencegah potensi konflik yang dapat timbul akibat tindakan penarikan kendaraan secara paksa di ruang publik.

"Polsek Panongan akan terus melakukan patroli dan pengawasan guna menertibkan aktivitas debt collector yang tidak sesuai ketentuan, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Panongan tetap aman dan kondusif," tegas Kapolsek.

Melalui kegiatan patroli dan imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa rasa khawatir, serta tercipta lingkungan yang tertib dan kondusif di wilayah hukum Polsek Panongan.



Red/ Toher Sw

Peran Aktif Babinsa Dampingi Tim Monev Dana Dan Pembangunan Desa Kepatihan Wetan

Surakarta - Untuk memastikan Dana Desa digunakan secara optimal untuk pembangunan Desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Sertu Budiono selaku Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres melaksanakan kegiatan pengecekan dan evaluasi Dana Desa APBDES TA 2025 Desa Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres, Senin ( 02/02/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Kepatihan Wetan Ibu Enny Susilowati. SH, MH yang diwakili oleh Kasi Permasyarakatan Ibu Sumiatijati. S. Sn bersama Babinsa Sertu Budiono dan Bapak Aridius Dwi Haryanto. SH,. SPd selaku Ketua LPMK Kelurahan Kepatihan Wetan.

Sertu Budiono menyampaikan, bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukannya sebagai bagian tugas dalam membantu pengawasan dan pengawalan pembangunan.

"Kami berharap, dana desa digunakan sebagaimana mestinya. Lengkapi semua dokumentasi dari awal sampai akhir, agar nantinya tidak banyak kekurangan dalam laporan pertanggungjawaban," tegasnya.

Sertu Budiono juga menambahkan, bahwa pengecekan dan evaluasi yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana pelaksanaannya sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) atau tidak.

Penulis : Arda 72

Kepedulian Keluarga Besar Koramil 04/Jebres Bezuk Istri Anggota Yang Sedang Sakit

Surakarta - Danramil 04/Jebres Kaptem Cba Kurdi bersama Anggota Koramil 04/Jebres melaksanakan besukan Istri dari Koptu Rudi Gunawan yang menjalani perawatan di Rumah sakit Slamet Riyadi Surakarta. Senin ( 02/02/2026)

Mendengar kabar ada istri dari anggota yang sakit keluarga besar Koramil/04 Jebres Surakarta dipimpin Danramil 04/Jebres, langsung memberikan respon positif dan menjenguk ke rumah sakit Slamet Riyadi, hal ini sebagai bentuk kedekatan dan soliditas dengan anggota.

Kegiatan seperti ini dilakukan kepada seluruh anggota dan keluarga besarnya, hal tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi keluarga besar Koramil 04/Jebres.

Pada kesempatan ini Danramil 04/Jebres menyampaikan kepada Koptu Devid berserta Istri agar sabar dalam menghadapi cobaan ini dan semoga segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa.

Demikian juga Pelda Teguh Susanto beserta anggota Koramil 04/Jebres menyampaikan semoga Istri dari Koptu Rudi lekas sembuh dan bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala serta agar selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME dalam menjalankan aktifitas senantiasa diberi kesehatan, perlindungan dan kemudahan,"Pungkasnya

Penulis : Arda 72

Serap Informasi Sambil Ngopi Bersama Warga, Babinsa Komsos di Warung Kopi

Surakarta – Dalam menjalin komunikasi antara aparat Komando Kewilayahan dengan masyarakat bisa dilakukan di mana saja. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 04/jebres Kodim 0735/Surakarta Serda Tarto yang melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga di warung Ibu Samini RT 02 RW15 Pucangsawit Kecamatan Jebres, Senin (02/02/2026).

Warga Masyarakat sebagian penikmat kopi. Karena itu warung atau kedai kopi banyak ditemui di pelosok daerah ini. Baik siang maupun malam, berbagai lapisan masyarakat mengisi warung-warung kopi bahkan di teras-teras rumah untuk bersantai minum kopi, silaturahmi, komunikasi atau pun bertukar pikiran serta menjadi sarana silaturahmi.

Karena hal tersebut maka dimanfaatkan oleh Babinsa Serda Tarto untuk menjalin Komunikasi Sosial (Komsos) antara TNI dengan masyarakat sekaligus menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga keamanan serta waspada terhadap perkembangan situasi apapun.

Serda Tarto selaku Babinsa mengatakan, Komsos dengan warga secara langsung hasilnya akan lebih efektif. Sehinga Babinsa mengerti keluh kesah warganya dan juga sebaliknya sebagai Babinsa bisa mendapatkan informasi dan mengetahui permasalahan yang dihadapi di masyarakat.

 "Dengan adanya Komsos yang dilaksanakan Babinsa secara rutin," Imbuhnya.

Penulis : Arda 72

Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMK Ma’arif NU Margasari, Pihak Sekolah Bantah



Tegal – Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di SMK Ma’arif NU Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Informasi tersebut diperoleh dari beberapa siswa penerima PIP yang menyebutkan adanya pemotongan dana bantuan pendidikan yang mereka terima.

Selain dugaan pemotongan, sejumlah siswa juga mengungkapkan bahwa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beserta buku tabungan PIP tidak dipegang langsung oleh siswa maupun orang tua, melainkan berada di pihak sekolah. Praktik tersebut dinilai menyalahi prosedur resmi Program Indonesia Pintar, di mana dana bantuan seharusnya diterima secara utuh dan dikelola langsung oleh penerima manfaat.

Program Indonesia Pintar sendiri merupakan bantuan pemerintah yang bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan, dengan pemanfaatan dana untuk kebutuhan sekolah dan penunjang pembelajaran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMK Ma’arif NU Margasari membantah adanya pemotongan dana PIP. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak melakukan pemotongan dalam bentuk apa pun terhadap dana bantuan yang diterima siswa.

Terkait kepemilikan kartu ATM dan buku tabungan, pihak sekolah menjelaskan bahwa penahanan tersebut hanya dilakukan pada tahap awal pencairan. Hal itu, menurutnya, bertujuan untuk membantu proses pengurusan persyaratan administrasi di perbankan, dan bukan untuk menahan hak siswa atas dana PIP.

Meski demikian, adanya perbedaan keterangan antara siswa dan pihak sekolah menimbulkan perhatian publik. Diharapkan instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan pihak pengawas program PIP, dapat melakukan klarifikasi serta penelusuran lebih lanjut agar pelaksanaan Program Indonesia Pintar berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan peserta didik.

[ Team ]

Respon Cepat Polisi di Dermaga, Temuan Jenazah di KM Merak Indah 2 Langsung Ditangani


Cirebon Kota – Kepolisian Resor Cirebon Kota bergerak cepat merespons laporan penemuan seorang kru kapal dalam kondisi meninggal dunia di atas Kapal KM Merak Indah 2 GT 1433 No. 1626/Ka yang tengah melakukan aktivitas bongkar muat di Jetty Pelita 3 Pelabuhan Cirebon, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, pada Senin (02/02/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, dengan melibatkan personel Pamapta, Reskrim, dan Identifikasi.

Penanganan awal di lokasi dilakukan oleh Pamapta 1 Polres Cirebon Kota bersama piket siaga Reskrim dan piket Identifikasi, setelah menerima informasi adanya awak kapal yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kamar Chief Engineering kapal yang sedang melakukan pembongkaran muatan bungkil.

Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo S., S.H. menjelaskan bahwa korban diketahui bernama Randi (56), menjabat sebagai Chief Engineering, yang ditemukan di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci dari dalam, dan berdasarkan keterangan awal diduga meninggal dunia karena faktor kesehatan.
Korban pertama kali dicurigai dalam kondisi tidak wajar oleh saksi Jumadi (38), Masinis 1, warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, yang melihat posisi korban tidak berubah sejak malam hari, kemudian bersama saksi Khoirudin (31), Mualim 1, warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, berupaya membuka pintu kamar untuk memastikan kondisi korban.

Setelah pintu berhasil dibuka, saksi mendapati tubuh korban sudah dingin dan tidak ditemukan denyut nadi, sehingga informasi tersebut segera disampaikan kepada saksi lainnya yakni Ilwan Kandari (52), selaku Kapten Kapal, warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari hasil pengumpulan keterangan di lokasi, diketahui bahwa korban dalam satu minggu terakhir sempat mengeluhkan gangguan kesehatan berupa sakit perut, batuk, pilek, suara serak, dan kondisi tubuh yang menurun, sebelum akhirnya ditemukan meninggal di dalam kamar pribadinya.

Sebagai bagian dari prosedur penanganan, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi-saksi, dokumentasi, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Gunung Jati Cirebon guna keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut dan memastikan penyebab meninggal dunia secara pasti.

Kapolsek KPC menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polres Cirebon Kota dan Polsek KPC dalam menangani setiap laporan kejadian di kawasan pelabuhan, termasuk peristiwa kemanusiaan yang memerlukan penanganan profesional dan terukur.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau seluruh pengelola kapal dan kru pelayaran agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan awak kapal selama berlayar dan bersandar, serta segera melaporkan kepada petugas atau memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan pelabuhan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

((A, Rahmat))

Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Kamseltibcarlantas Aman dan Kondusif


Cirebon Kota. - Polres Cirebon Kota menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Kegiatan apel tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Cirebon Kota, Jalan Veteran Nomor 5, Kota Cirebon, pada Senin (2/2/2026).

Operasi Keselamatan Lodaya 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026”. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Dede Kasmadi, S.IP., S.I.K., M.M., serta diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Cirebon Kota dan unsur instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari instansi samping, di antaranya Denpom, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon. Kehadiran lintas sektoral ini menunjukkan sinergitas antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas.

Dalam amanatnya, Kompol Dede Kasmadi menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Lodaya 2026 mengedepankan tiga pendekatan utama, yakni preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Kami akan mengedepankan upaya edukasi dan pencegahan, namun tetap melakukan penindakan secara tegas dan humanis terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi,” ujar Kompol Dede Kasmadi.

Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi profesionalisme selama operasi berlangsung.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Lodaya ini, situasi kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota dapat semakin kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Lodaya 2026 akan difokuskan pada penertiban berbagai pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di wilayah Kota Cirebon.

“Fokus penindakan meliputi pelanggaran yang kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, penggunaan ponsel saat berkendara, serta pengendara di bawah umur,” jelas Kasi Humas.

Kasi Humas juga mengimbau kepada masyarakat agar mendukung pelaksanaan operasi dengan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan raya,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Polres Cirebon Kota berharap dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menurunkan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

((A.Rahmat))

Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Wonosobo Kedepankan Penindakan Humanis



Polres Wonosobo melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi-2026 yang dipimpin Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., pada Senin (2/2/2026) di halaman Mapolres Wonosobo. Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

Apel gelar pasukan dilaksanakan dalam rangka mengecek kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung operasi, sekaligus memastikan sinergi dan koordinasi seluruh unsur terkait guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam apel tersebut, Wakapolres Wonosobo membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah yang menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi-2026 merupakan kegiatan cipta kondisi menjelang Idul Fitri 1447 H Tahun 2026. Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 3.592 personel yang terdiri dari 279 personel Satgas Polda dan 3.313 personel dari satuan wilayah jajaran.

Operasi Keselamatan Candi-2026 merupakan operasi harkamtibmas yang mengedepankan upaya preemtif, preventif, serta represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Penindakan dilakukan melalui sistem ETLE statis dan mobile serta pemberian blanko teguran kepada pelanggar.

Adapun sasaran operasi meliputi penyeberangan tidak pada tempatnya, kendaraan tidak layak jalan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong), tidak menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman, balap liar, parkir sembarangan, penggunaan ponsel saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang, melawan arus, serta mengemudi dalam pengaruh alkohol.

Sebagai bentuk keteladanan sebelum melakukan penertiban kepada masyarakat, usai pelaksanaan apel juga dilakukan pengecekan kendaraan dinas serta kelengkapan administrasi dan keselamatan para pengemudi. Pengecekan meliputi kondisi kendaraan, surat-surat, helm, sabuk pengaman, serta kelengkapan pendukung lainnya. Langkah ini menegaskan komitmen Polres Wonosobo bahwa penegakan aturan lalu lintas harus diawali dari kedisiplinan personel Polri sendiri.

Dalam amanatnya, pimpinan menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas, meningkatkan disiplin, serta mewujudkan Polantas yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme guna membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Selain itu, personel diminta memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat, serta mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang edukatif dan humanis guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa keteladanan aparat menjadi kunci utama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

"Sebelum kita menertibkan masyarakat, sudah seharusnya kita menertibkan diri sendiri. Anggota Polri harus menjadi contoh dalam berlalu lintas, baik dari kelengkapan kendaraan, sikap berkendara, maupun kepatuhan terhadap aturan. Dengan demikian, imbauan dan penindakan yang dilakukan akan lebih mudah diterima masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui Operasi Keselamatan Candi-2026, Polres Wonosobo berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan profesional guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Seluruh anggota juga diingatkan untuk menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara sopan, humanis, dan profesional demi terwujudnya Polri yang Presisi.

Melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi-2026 ini, diharapkan dapat terbangun budaya tertib berlalu lintas serta terwujud kamtibcarlantas yang aman dan nyaman di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Wonosobo.

(Yudhi)