Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

*Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan Tinjau Rest Area KM 57 dan 62, Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Mudik 2026*

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Direktur Utama PT Jasa Marga meninjau langsung kes...

Postingan Populer

Rabu, 25 Februari 2026

*Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan Tinjau Rest Area KM 57 dan 62, Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Mudik 2026*



Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Direktur Utama PT Jasa Marga meninjau langsung kesiapan Rest Area KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta– Cikampek, Selasa (24/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026.

Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek menjadi salah satu titik favorit pemudik untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar minyak. Lokasinya yang strategis, sebagai rest area pertama yang ditemui kendaraan dari Jakarta setelah melintasi Tol Layang MBZ, menjadikan kawasan ini kerap dipadati pengunjung.

Pada musim mudik tahun ini, diprediksi ribuan kendaraan akan singgah di rest area tersebut. Tingginya jumlah kendaraan berpotensi berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Tol Jakarta– Cikampek. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, antrean kendaraan yang hendak masuk rest area kerap meluber hingga ke badan tol dan memicu kemacetan panjang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolda Jabar melakukan pemetaan menyeluruh di kawasan rest area, mulai dari penempatan posko pantau mudik, kesiapan tim urai kemacetan, hingga pengaturan lokasi parkir. Selain itu, pihak kepolisian juga akan menerapkan pembatasan waktu istirahat bagi kendaraan yang masuk ke rest area agar terjadi pergantian secara teratur.

“Kami akan melakukan pembatasan waktu parkir dan istirahat di rest area ini, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan. Semua harus bergantian agar arus tetap lancar,” ujar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Rabu (25/2/2026)

Lebih lanjut, Kapolda Jabar  menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memasang alat penghitung kendaraan yang masuk ke rest area. Dengan sistem tersebut, petugas dapat memantau jumlah kendaraan secara real time sekaligus mengawasi durasi waktu istirahat para pemudik.
“Dengan alat penghitung ini, kami bisa mengetahui kapasitas secara pasti. Jika sudah penuh, maka akan kami lakukan rekayasa dan pengalihan agar tidak terjadi antrean hingga ke badan tol. Tujuannya agar seluruh pemudik bisa aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kemacetan di Tol Jakarta–Cikampek,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar  bersama jajaran dan Dirut PT Jasa Marga juga melihat langsung lokasi parkir, fasilitas umum, serta titik-titik yang berpotensi menjadi bottleneck saat puncak arus mudik. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir kepadatan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan Lebaran di kampung halaman.

Bandung, 25 Februari 2026

(Frilliyanti S.E)

*Gema Selawat dan Tabuhan Rebana Getarkan Polda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan Hadiri Final Lomba Marawis*


Suasana khidmat bercampur semangat membara menyelimuti lingkungan Mapolda Jawa Barat hari ini, Rabu (25/2/2026). Dalam rangka mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Polda Jabar sukses menggelar babak final Lomba Marawis yang diikuti oleh grup-grup terbaik. Acara ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan wujud nyata sinergitas Polri dengan masyarakat dalam merawat kearifan lokal serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah bulan yang penuh berkah.

Kehadiran Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menambah kemeriahan sekaligus kesakralan acara. Didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar. kehadiran Jenderal bintang dua ini menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para finalis. Kapolda Jabar tampak antusias menyaksikan setiap penampilan, di mana harmoni pukulan rebana dan lantunan selawat saling bersahutan, menciptakan atmosfer Ramadhan yang begitu kental dan menyejukkan hati di markas kepolisian tersebut.
Kemeriahan perlombaan ini semakin terasa karena diramaikan oleh partisipasi aktif seluruh anggota Polda Jabar  dan PNS dari seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dukungan penuh dari tiap satuan kerja dan Polres jajaran menunjukkan soliditas internal yang luar biasa. Kehadiran personel dari berbagai unsur ini membuktikan bahwa semangat ibadah dan pelestarian budaya islami telah mengakar kuat di seluruh lini institusi Polda Jabar, menciptakan kekeluargaan yang erat di antara korps berseragam cokelat tersebut.

Setelah persaingan yang sangat sengit dan penuh sportivitas, dewan juri akhirnya mengumumkan para pemenang yang tampil paling memukau. Sat Brimob Polda Jabar berhasil keluar sebagai Juara Pertama setelah menunjukkan performa yang sangat disiplin dan harmonis. Posisi Juara Kedua diraih oleh Ditlantas Polda Jabar, disusul oleh Biro SDM Polda Jabar yang menempati Juara Ketiga. Ketiga pemenang ini dinilai unggul dalam teknik vokal, ketepatan nada, serta kekompakan koreografi yang luar biasa.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan langsung oleh Kapolda Jabar kepada para pemenang. Dalam pesannya, Irjen Pol Rudi Setiawan mengapresiasi kerja keras seluruh peserta dan berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh anggota dan PNS untuk terus menebar kebaikan. 
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Gema marawis hari ini menjadi bukti nyata bahwa di balik ketegasan tugas kepolisian, terdapat jiwa spiritual yang kuat yang senantiasa menjaga harmoni di Bumi Parahyangan.

Bandung, 25 Februari 2026
(Frilliyanti S.E)

Ramadhan 1447 H Jadi Momentum, Direktur CV Damar Indah Kencana, Crisnadi Natasaputra Perkuat Sinergi Pendidikan dan Olahraga

Indramayu - Direktur CV Damar Indah Kencana (DIK), Crisnadi Natasaputra, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan penerbit dan penyedia buku sekolah yang dipimpinnya itu selama ini menjadi mitra resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Kabupaten Indramayu, CV Damar Indah Kencana terus berupaya menghadirkan produk-produk buku sekolah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Crisnadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada distribusi buku, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

"Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indramayu. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, kami mendukung pelatihan dan bimtek Kurikulum Merdeka agar para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang terus berkembang," ujar Crisnadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, CV Damar Indah Kencana terus melakukan inovasi baik dari sisi kualitas konten, desain, hingga sistem distribusi yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, Crisnadi Natasaputra juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam kapasitasnya tersebut, ia turut mendorong pembinaan atlet voli sejak usia dini hingga tingkat kompetisi daerah.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Crisnadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidikan dan olahraga, untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat kolaborasi.

"Ramadan 1447 H ini mari kita jadikan sebagai momen refleksi dan penguatan karakter. Baik di dunia pendidikan maupun olahraga, nilai disiplin, kejujuran, dan kebersamaan harus terus kita tanamkan," ungkapnya.

Ia berharap, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mencetak generasi muda Indramayu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, baik di bidang akademik maupun olahraga. (Wira)

Ketua DPC PDIP Indramayu, H. Sirojudin, Tidak Kaget Nina Agustina Pindah ke PSI: Sudah Tercium Sejak Kalah Pilkada

Indramayu – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., angkat suara terkait keputusan Nina Agustina yang resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sirojudin mengaku justru mengetahui kabar tersebut dari media. Meski begitu, ia menegaskan bahwa langkah politik Nina bukanlah sesuatu yang mengejutkan baginya.

"Saya baru tahu sekarang dari media. Dan bagi saya pribadi tidak kaget kalau Bu Nina pindah partai setelah kalah dalam pilkada. Karena dia pernah ngomong ke saya, walaupun tidak secara terang-terangan," ujar Sirojudin.

Ia menilai perpindahan partai merupakan bagian dari dinamika politik yang lumrah terjadi. Menurutnya, setiap kader memiliki pilihan dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan arah perjuangan politiknya.

"Bagi kami PDI Perjuangan biasa-biasa saja. Ini dinamika politik. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan," tegasnya.

Lebih jauh, Sirojudin memastikan bahwa DPC PDIP Indramayu tidak merasa khawatir akan kehilangan basis massa. Justru sebaliknya, struktur partai saat ini dinilainya semakin solid pasca pelaksanaan konsolidasi internal secara menyeluruh.

"Kami baru saja melaksanakan Konfercab, Musancab, Musran, dan Muasanran. Jumlah pengurus saja kurang lebih 6.000 orang, dan mereka punya keluarga. Struktur kami kuat sampai ke bawah," ungkapnya.

Terkait komunikasi internal, Sirojudin menegaskan bahwa tidak ada pemberitahuan atau permintaan izin yang disampaikan Nina kepada DPC.

"Kalau soal izin, saya tidak tahu apakah beliau izin ke DPP atau DPD. Tapi ke DPC tidak ada komunikasi," tandasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap PDIP Indramayu yang tetap tenang menghadapi manuver politik mantan kepala daerah itu, sembari memastikan mesin partai tetap berjalan solid menghadapi agenda politik ke depan. (Wira)

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Obat Keras tanpa izin

Petugas Polresta Cirebon mengamankan pengedar obat keras (OKA) tanpa izin resmi berinisial G (30). Pelaku ditangkap di kamar kosnya yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, pada Senin (23/2/2026) malam Sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan dari tangan G. Diantaranya, 306 butir Tramadol, 215 butir Trihex, uang tunai Rp 40 ribu yang diduga hasil penjualan Obat keras, tas, dan dua buah handphone.

"Saat ini, kami masih melakukan Proses lebih lanjut terhadap pelaku.Untuk Mempertanggung jawabkan perbuatannya, G yang dijerat dengan  Pasal 435  jo Pasal 436 ayat ( 1 ) dan ayat ( 2 )  UU RI No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, Sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana katanya, Selasa (24/2/2026).

Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon tidak akan berhenti memberantas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maupun peredaran obat Keras ilegal di wilayah kab. Cirebon.
"Kepada  masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk segera melaporkan Apabila mengetahui tindak pidana yang dapat mengganggu kamtibmas, untuk melaporkan melalui layanan hotline 110 atau nomor pengaduan 08112497497 Dipastikan setiap laporan yang diterima segera ditindaklanjuti secepatnya," pungkasnya.

((Bang keling))

Tinggalkan PDIP, Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina Berlabuh ke PSI

Busepresisi.com – Peta politik di Jawa Barat kembali bergerak. Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu ia sampaikan langsung kepada awak media usai bertandang ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Rabu (26/2/2026).

Kedatangan Nina ke Kota Bengawan bukan sekadar silaturahmi. Ia datang untuk meminta restu atas langkah politik barunya, bergabung dengan partai yang kini dipimpin putra Jokowi, Kaesang Pangarep.

"Semuanya adalah yang terbaik. Saya pernah berupaya memberikan kebaikan untuk Indramayu. Saat ini mungkin waktunya bergabung bersama PSI di Jawa Barat. Alhamdulillah beliau merestui," ujar Nina.

Dalam kunjungan tersebut, Nina tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang juga kader PSI. Kehadiran Abang Ijo mempertegas sinyal bahwa langkah Nina telah melalui pertimbangan matang dan komunikasi politik yang intens.

Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar ini sebelumnya dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan. Melalui partai berlambang banteng tersebut, Nina maju dalam Pilkada Indramayu 2020 dan berhasil memenangkan kontestasi bersama pasangannya, Lucky Hakim.

Kini, keputusan Nina meninggalkan partai lamanya dan berlabuh ke PSI dinilai sebagai manuver strategis yang berpotensi mengubah dinamika politik di Jawa Barat. Bergabungnya mantan kepala daerah dengan pengalaman birokrasi dan jejaring kuat ini diyakini dapat menambah amunisi politik PSI, khususnya dalam memperluas basis dukungan di wilayah Pantura.

Langkah Nina Agustina pun menjadi sorotan, menandai babak baru perjalanan politiknya sekaligus memberi warna baru dalam konstelasi politik nasional menjelang agenda politik mendatang. (Wira)

Gudang Solar Tersembunyi Di Pemungkiman Padat, Dugaan Praktik Ilegal Rugikan Negara Milyaran Rupiah.


Bangka Tengah – Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar diduga berlangsung di kawasan padat penduduk di RT 4, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dugaan ini mencuat setelah warga setempat melaporkan keresahan mereka kepada tim investigasi awak media.

Berdasarkan laporan tersebut, tim investigasi langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Di sebuah rumah bercat hijau tua yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya, ditemukan sejumlah drum besi lengkap dengan pompa minyak manual, drum plastik berjejer, serta derigen berisi solar dan derigen kosong yang belum terisi.

Tidak terlihat adanya papan nama resmi, plang pemberitahuan, ataupun penanda legalitas dari pihak PT Pertamina (Persero) maupun BPH Migas yang menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memiliki izin resmi sebagai agen atau penyalur BBM.

Aktivitas diduga dilakukan di bagian belakang rumah, seolah untuk menyamarkan kegiatan dari pantauan umum. Bau menyengat solar tercium di sekitar lokasi saat tim berada di tempat kejadian.

Disebut Pemain Lama

Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemilik rumah dikenal dengan panggilan "Bos CBL". Ia disebut-sebut sebagai pemain lama dalam bisnis jual beli solar.

"Sudah lama aktivitas itu. Solar diduga dari pengerit SPBU terdekat. Sering ada mobil jenis SUV atau minibus bongkar muatan di situ," ujar seorang warga.

Menurut keterangan warga, solar tersebut diduga kemudian dijual kembali ke sejumlah tambang timah ilegal serta alat berat seperti ekskavator yang beroperasi di lokasi tambang.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan distribusi BBM subsidi, tetapi juga berpotensi memperkuat rantai pasok kegiatan tambang ilegal di wilayah Bangka Tengah.

Ancaman Kebakaran dan Kerugian Negara
Warga mengaku resah dengan keberadaan drum dan derigen berisi solar di lingkungan padat penduduk. Risiko kebakaran menjadi kekhawatiran utama.

"Kami takut sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Ini kan kawasan padat rumah warga. Kalau sampai terbakar, bisa merembet ke mana-mana," ungkap sumber tersebut.

Selain ancaman keselamatan, aktivitas penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi juga berpotensi merugikan keuangan negara. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja, penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi dapat dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Ketentuan tersebut mencakup penyalahgunaan BBM, gas, dan LPG yang disubsidi pemerintah.

Desak Aparat Bertindak

Tim investigasi mendesak Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang untuk segera menindaklanjuti temuan ini secara profesional dan transparan.

Langkah tegas aparat penegak hukum dinilai penting guna mencegah kerugian negara yang lebih besar, memutus distribusi ilegal BBM subsidi, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

"Tidak ada alasan untuk tidak tahu. Informasi ini sudah kami sampaikan. Tinggal bagaimana aparat menindaklanjutinya," tegas tim investigasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai "Bos CBL" maupun aparat kepolisian setempat terkait dugaan aktivitas penimbunan solar tersebut. Investigasi lanjutan masih terus dilakukan.

(HR) 


Bangka Tengah – Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar diduga berlangsung di kawasan padat penduduk di RT 4, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dugaan ini mencuat setelah warga setempat melaporkan keresahan mereka kepada tim investigasi awak media.

Berdasarkan laporan tersebut, tim investigasi langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Di sebuah rumah bercat hijau tua yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya, ditemukan sejumlah drum besi lengkap dengan pompa minyak manual, drum plastik berjejer, serta derigen berisi solar dan derigen kosong yang belum terisi.

Tidak terlihat adanya papan nama resmi, plang pemberitahuan, ataupun penanda legalitas dari pihak PT Pertamina (Persero) maupun BPH Migas yang menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memiliki izin resmi sebagai agen atau penyalur BBM.

Aktivitas diduga dilakukan di bagian belakang rumah, seolah untuk menyamarkan kegiatan dari pantauan umum. Bau menyengat solar tercium di sekitar lokasi saat tim berada di tempat kejadian.

Disebut Pemain Lama

Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemilik rumah dikenal dengan panggilan "Bos CBL". Ia disebut-sebut sebagai pemain lama dalam bisnis jual beli solar.

"Sudah lama aktivitas itu. Solar diduga dari pengerit SPBU terdekat. Sering ada mobil jenis SUV atau minibus bongkar muatan di situ," ujar seorang warga.

Menurut keterangan warga, solar tersebut diduga kemudian dijual kembali ke sejumlah tambang timah ilegal serta alat berat seperti ekskavator yang beroperasi di lokasi tambang.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan distribusi BBM subsidi, tetapi juga berpotensi memperkuat rantai pasok kegiatan tambang ilegal di wilayah Bangka Tengah.

Ancaman Kebakaran dan Kerugian Negara
Warga mengaku resah dengan keberadaan drum dan derigen berisi solar di lingkungan padat penduduk. Risiko kebakaran menjadi kekhawatiran utama.

"Kami takut sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Ini kan kawasan padat rumah warga. Kalau sampai terbakar, bisa merembet ke mana-mana," ungkap sumber tersebut.

Selain ancaman keselamatan, aktivitas penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi juga berpotensi merugikan keuangan negara. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja, penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi dapat dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Ketentuan tersebut mencakup penyalahgunaan BBM, gas, dan LPG yang disubsidi pemerintah.

Desak Aparat Bertindak

Tim investigasi mendesak Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang untuk segera menindaklanjuti temuan ini secara profesional dan transparan.

Langkah tegas aparat penegak hukum dinilai penting guna mencegah kerugian negara yang lebih besar, memutus distribusi ilegal BBM subsidi, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

"Tidak ada alasan untuk tidak tahu. Informasi ini sudah kami sampaikan. Tinggal bagaimana aparat menindaklanjutinya," tegas tim investigasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai "Bos CBL" maupun aparat kepolisian setempat terkait dugaan aktivitas penimbunan solar tersebut. Investigasi lanjutan masih terus dilakukan.

(HR) 

Cegah Banjir, Babinsa Keprabon Bersama Warga Laksanakan Kerja Bakti Resik-resik Kali Pepe

Surakarta - Babinsa Kelurahan Keprabon Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Daniel Kaputing dan Sertu Sugiyanto bersama dengan warg melaksanakan kegiatan kerja bakti resik - resik Kali Pepe kampung Kusumodiningratan kelurahan Keprabon kecamatan Banjarsari, Rabu (25/02/2026).

Serma Daniel Kaputing menegaskan dengan adanya kegiatan kerja bakti resik - resik (bersih - bersih ) kali (sungai) Pepe tersebut menjadikan aliran air sungai menjadi lancar serta dapat mencegah terjadinya banjir.

"Disamping itu juga kegiatan ini bisa membuat pemandangan di sekitar sungai menjadi bersih , rapi dan indah."imbuhnya.

"Kegiatan kerja bakti resik - resik kali  (sungai) secara bahu - membahu dan gotong - royong antara Babinsa dengan warga masyarakat tersebut meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan serta mewujudkan Kemanunggalan TNI edengan rakyat.
Karena bersama rakyat , TNI menjadi kuat.

Penulis : Arda 72

Babinsa & Bhabinkamtibmas Pajang Bagikan Alquran & Sajadah di Masjid Dalam Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Surakarta - Babinsa Kelurahan Pajang Koramil 01 Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Yuli Sih Murdiyanto bersama dengan Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan anjang sana silaturahmi ke Takmir Mesjid dan tokoh agama sekalian membagikan Alquran dan Sajadah dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di jl.sidomukti utara 1,No,7, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan,Rabu (25/02/2026).

Dalam upaya mempererat hubungan dengan tokoh agama dan masyarakat sinergi Babinsa dan Babinkamtibmas terasa begitu kuat dalam meningkatkan silaturahmi Diwilayah binaan,pada momentum bulan suci ramadhan.

"Tak luput dari kegiatan ini kami selalu Babinsa Kelurahan Pajang bersama dengan Bhabinkamtibmas Aiptu Slamet Widodo melaksanakan pemberian Al-Qur'an  dan sajadah di beberapa masjid yang berada dilokasi kelurahan pajang,diantara lain Masjid idola dengan ketua Takmir masjid Trimulyo,mesjid Sidodadi dengan ketua  takmir bp.Agus Samiadji, mesjid Sabilul Huda dengan ketua Takmir mesjid bp.joko sarono,masjid Al-Ikhlas dengan ketua Takmir mesjid bp.suparjo."tegas Sertu Yuli Sih Murdiyanto.

Sementara itu dalam suasana yang penuh kebersamaan antara Babinsa dan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berada di wilayah Kelurahan Pajang ketua Ta'mir Masjid memberikan apresiasi dan mengucapkan banyak-banyak trimakasih dengan kegiatan ini suatu wujud sinergitas antara Babinsa dan Babinkabtimas dengan tokoh agama bukti sebagai implementasi menjalin komunikasi sosial dan silaturahmi kepada Takmir mesjid diwilayah binaan pada momentum bulan suci Ramadhan ini.

Penulis : Arda 72