Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Jembatan Perintis Garuda, Wujud Negara Hadir Untuk Rakyat

Grobogan – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M. Han., menghadiri Acara Launching 200 Jembatan Perintis Garuda yang dipimpin...

Postingan Populer

Selasa, 10 Maret 2026

Jembatan Perintis Garuda, Wujud Negara Hadir Untuk Rakyat

Grobogan – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M. Han., menghadiri Acara Launching 200 Jembatan Perintis Garuda yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan diikuti secara daring, bertempat di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (9/3/2026).

Program Pembangunan Jembatan Garuda adalah merupakan wujud Hadirnya Negara melalui TNI Angkatan Darat guna memberikan solusi bagi masyarakat yang tempat tinggalnya memerlukan akses infrastruktur jalan penghubung. 

Saat sela Acara Launching, Presiden RI Bapak H. Prabowo Subiyanto, turut memberikan Sambutan sekaligus meresmikan  200 Jembatan Perintis Garuda dan juga menyempatkan untuk menyapa wsrga masyarakat yang berada di beberapa lokasi dibangunnya Jembatan. 



Secara Khusus, Kodam IV/Diponegoro, telah berhasil membangun jembatan Perintis sejumlah 39 unit secara bertahap di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. 

Pada tahap I, Kodam IV/Diponegoro telah berhasil membangun 4 unit jembatan masing-masing di Kab. Banyumas, Wonosobo, dan Wonogiri. Selanjutnya di tahap II dibangun 13 unit jembatan yang tersebar di  beberapa daerah, meliputi : Kab. Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Pekalongan, Tegal, Semarang, Grobogan, Rembang, Sleman, dan Magelang.

Sementara itu, pada tahap III dilaksanakan pembangunan 20 unit Jembatan Armco, yang terdiri dari 13 unit di Kabupaten Pemalang, 5 unit di Kabupaten Purbalingga, serta masing-masing 1 unit di Kabupaten Kudus dan Banjarnegara. Selain dukungan program dari pusat, Kodam IV/Diponegoro juga menginisiasi pembangunan 2 unit Jembatan Bailey secara swadaya di wilayah Kabupaten Purbalingga  yang beberapa saat lalu terdampak musibah banjir bandang dan longsor.  

Penulis : Arda 72

Andro Oki SH.MH : Diduga Penyalagunaan Dana Zakat di Batu Bara, Inspektorat Harus Profesional

Diduga Kisruh terkait pengelolaan dana zakat di Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batu Bara yang telah masuk ke tangan Inspektorat menjadi sorotan publik. Praktisi hukum Andro Oki SH.MH turut memberikan tanggapan terkait kinerja lembaga yang sedang menangani kasus ini.
 
"Kita meminta agar Inspektorat melakukan tugasnya secara profesional, jangan ada indikasi tendensius," ujar Andro Oki SH.MH saat dihubungi melalui selulernya pada Selasa (9/3/2026).
 
Perkara ini bermula dari laporan yang diajukan Sopian terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana zakat. Dana tersebut dikumpulkan setiap bulan dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam di wilayah Kabupaten Batu Bara. 

"Yang dilakukan oleh oknum pengurus BAZNAS Kabupaten Batu Bara ada dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," ungkap Sopian.
 
Selain itu, Sopian juga mengungkapkan adanya oknum pengurus BAZNAS yang merangkap jabatan sebagai kepala desa aktif. 

"Saya heran! Begitu banyaknya orang cerdik pintar dan alim ulama di Kabupaten Batu Bara, namun terkait pengelolaan zakat sangat minim, sehingga harus melibatkan kepala desa aktif. Bahwa ada kesan kalau kepala desa itulah yang paling layak dan mampu sehingga rangkap jabatan pun tetap dipertahankan karena tidak ada yang lain di Kabupaten Batu Bara ini," jelas Sopian.
 
Informasi bahwa laporan dari Sopian yang awalnya diajukan ke Polres Batu Bara kini sedang diproses di Inspektorat Kabupaten Batu Bara. 

Menanggapi viralnya dugaan penyalagunaan dana zakat tersebut, Andro Oki SH.MH menekankan bahwa zakat merupakan hak dari delapan kelompok penerima dan tidak boleh disalahgunakan dalam proses penyalurannya.
 
"Bahwa, informasi yang kami peroleh kalau dana zakat di Kabupaten Batu Bara diduga dipinjamkan kepada warga. Jadi kalau kondisinya seperti ini, berarti oknum pengurus BAZNAS indikasinya telah melakukan penyimpangan," ucap Andro.
 
Andro juga menegaskan, bahwa amanah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dalam pengumpulan, perencanaan, dan penyaluran zakat wajib sesuai dan berdasarkan dengan syariat Islam. 

"Sementara zakat adalah hak penerima. Kalau hak itu wajib dikembalikan kepada pemiliknya, bukan meminjamkannya," papar Andro.
 
Menurut Andro, karena dugaan penyelewengan dana zakat masih dalam proses di Kantor Inspektorat Kabupaten Batu Bara, masyarakat tinggal menunggu hasil prosesnya. 

"Oleh karena itu, dalam melakukan tugasnya pihak Inspektorat harus profesional dan jangan tendensius. Bila Inspektorat melakukan tugasnya tidak netral dan tendensius, maka yang dirugikan adalah warga ASN muslim yang menyetorkan zakatnya kepada BAZNAS di Kabupaten Batu Bara," kata Andro.

(TIM)

Presiden RI Prabowo Resmikan 218 Jembatan Gantung Garuda, Dua Diantaranya Di Kabupaten Wonogiri

Wonogiri - Komandan Korem 074/Warastrama Kolonel Inf Muhhamad Arry Yudisira didampingi Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan,mengikuti sekaligus berdialog langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto melalui video conference (Vidcon) dalam rangka peresmian 218 titik launching Jembatan Gantung Garuda yang tersebar di seluruh Indonesia, Senin (9/3/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, yang menjadi salah satu lokasi pembangunan jembatan gantung sebagai bagian dari program pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem bersama Dandim mengikuti jalannya acara secara daring bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat. 

Melalui sambungan vidcon, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, khususnya di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.



Menurut Presiden, keberadaan jembatan gantung di berbagai daerah diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi desa, serta mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan berbagai aktivitas sosial lainnya. 

Sementara itu, Danrem menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Wonogiri.

"Dengan adanya jembatan gantung di desa Sembukan Kecamatan Sidoharjo dan Desa Tambak merang Kecamatan Girimarto ini, masyarakat akan semakin mudah dalam beraktivitas sehari-hari. Akses antar wilayah menjadi lebih cepat dan aman, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa TNI siap mendukung setiap program pembangunan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menjaga serta membantu masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Peresmian 218 titik Jembatan Gantung Garuda ini menjadi momentum penting dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah terpencil.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias dari masyarakat setempat yang berharap keberadaan jembatan tersebut dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka di masa mendatang. 

Penulis : Arda 72

Kapolres Wonosobo Cek Kesiapan Pos Pengamanan dan Destinasi Wisata Jelang Operasi Ketupat Candi 2026


Wonosobo — Pagi di dataran tinggi Wonosobo masih diselimuti udara dingin ketika rombongan Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, bergerak menuju kawasan wisata Dieng, Minggu (9/3/2026). Bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo, ia meninjau langsung sejumlah objek wisata sekaligus pos pengamanan yang disiapkan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Kunjungan itu bukan sekadar rutinitas. Menjelang arus mudik dan libur Lebaran, Wonosobo—terutama kawasan Dieng—selalu menjadi magnet wisatawan. Karena itu, kepolisian ingin memastikan seluruh titik pengamanan benar-benar siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.

Beberapa lokasi wisata yang menjadi perhatian utama dalam pengecekan di antaranya Telaga Menjer di Kecamatan Garung serta Telaga Warna di kawasan Dieng. Dua destinasi tersebut hampir setiap musim libur dipadati wisatawan yang datang menikmati panorama pegunungan dan udara sejuk khas dataran tinggi.

Selain memantau situasi di kawasan wisata, Kapolres juga memeriksa kesiapan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang akan beroperasi selama Operasi Ketupat Candi 2026. Pos yang dicek antara lain Pos Pengamanan Dieng, Pos Pengamanan Gardu Pandang, Pos Pelayanan Terminal Mendolo, serta Pos Pelayanan Alun-Alun Wonosobo.

Di setiap pos, Kapolres memastikan berbagai fasilitas pendukung tersedia dan berfungsi dengan baik. Mulai dari kesiapan personel gabungan, ruang istirahat bagi petugas, layanan kesehatan, hingga sarana pendukung pengaturan arus lalu lintas bagi para pemudik maupun wisatawan.

Menurut Kapolres Wonosobo, pengecekan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan Idulfitri agar seluruh pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

"Kami ingin memastikan seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan siap beroperasi dengan baik. Mulai dari kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, hingga koordinasi dengan instansi terkait, sehingga masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun berwisata di wilayah Wonosobo dapat merasa aman dan nyaman," ujar AKBP Kasim.

Ia menambahkan, kawasan wisata Dieng menjadi salah satu titik prioritas pengamanan karena setiap libur panjang selalu mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Kapolres pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mematuhi aturan lalu lintas.

"Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung," katanya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Polres Wonosobo berharap momentum libur Idulfitri tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga tetap berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.

(Yudhi)

Kapolda Babel Tegaskan Perkuat Fasilitas Layanan 110 Selama Idul Fitri 1447 H. 



Bangka belitung, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menegaskan komitmen Polda Babel dalam memperkuat fasilitas pelayanan menjelang perayaan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salah satu fasilitas layanan yang diperkuat ialah layanan call center Kepolisian 110.

"Fasilitas informasi pengaduan kita ada di 110, ini kita perkuat supaya nanti ketika ada laporan dari masyarakat bisa kita terima dan kita tangani dengan cepat,"kata Viktor, Senin (9/3/26) di Mapolda.

Selain layanan 110, kata Viktor, masyarakat juga bisa melaporkan langsung ke pihak Kepolisian setempat jika membutuhkan bantuan terutama pada saat mudik lebaran.

Sehingga, pihaknya bisa segera melakukan pemetaan dan penyusunan strategi pengamanan bekerjasama dengan pengamanan internal setempat.

"Kita juga mengimbau masyarakat kalau meninggalkan rumah, paling tidak diketahui oleh sekitarnya. Kalau mau lapor polisi, kita akan terima, supaya kalau ada informasi yang masuk kita bisa menyusun strategi pengamanan kita melaksanakan patroli, sambang ketempat lainnya sekaligus berkordinasi dengan pengamanan internal setempat,"kata Viktor.

Tak hanya itu, Jenderal Bintang Dua Polri ini memastikan pihaknya juga akan mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan hingga laka lantas selama pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kita juga mengantisipasi kemacetan, potensi kerawanan laka lantas dan lain-lain. Fokus kita yang jelas kaitannya dengan pengamanan arus mudik dan arus balik, memonitor di Bandara, Pelabuhan dan juga terminal,"pungkasnya.

(HR) 

Intensifkan Kegiatan Patroli Wilayah, Babinsa Gandekan Gencar Sambang Warga

Surakarta - Dalam rangka melasanakan kegiatan Komsos di lapangan dengan warga binaan. Babinsa Gandekan Koramil O4/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Teguh K melaksanakan kegiatan Patroli dan sambang warga guna mengintensifkan kegiatan Komsos dengan masyarakat di Kampung Kebonan Rt 01/Rw 06 Kelurahan Gandekan Kecamatan Jebres, Selasa ( 09/03/2026 ).
 
Adapun sasaran Babinsa kali ini adalah gang atau jalan yang sepi rawan akan pencurian, kegiatan ini dilakukan selain melaksanakan kegiatan Komsos juga untuk meningkatkan kondusifitas yang berasa diwilayah Gandekan.

Babinsa Sertu Teguh K menyampaikan bahwa dalam rangka menciptakan dan memberikan suasana yang nyaman dan aman merupakan bagian dari tugas kita untuk beri rasa menganyomi dan memberikan pengabdian dan perlindungan terhadap masyarakat binaan di wilayah Gandekan.

"Kegiatan ini selain melaksanakan sambang warga juga sebagai sarana Komsos untuk menjalin silaturahmi, salah satunya terhadap warga binaan dengan memberikan rasa ketenangan dan ketertiban dalam menjalankan aktivitasnya atau menjaga Kondusifitas Wilayah."tegas Sertu Teguh.

Pastikan Wilayah Kondusif, Piket Koramil 03/Serengan Intensifkan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Piket Koramil 03/ Serengan Kodim 0735/Surakarta Sertu Rochani bersama dengan Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam  bersama Linmas menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan, Senin (10/03/2026) tadi malam.

Ditegaskan Sertu Rochani selain melaksanakan kegiatan patroli, dirinya juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang mencurigakan.

"Kegiatan patroli malam juga menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya memberikan himbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing."tuturnya.

"Harapan kami tentunya dengan adanya kegiatan patroli secara rutin ini dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif."pungkasnya.


Penulis : Arda 72

Senin, 09 Maret 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Panongan Cek Lahan Jagung Hibrida di Desa Ranca Iyuh, Dukung Program Ketahanan Pangan





Kabupaten Tangerang – Personel Polsek Panongan melaksanakan kegiatan pengawasan serta pengecekan lahan tanaman jagung hibrida dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pada kuartal I tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ranca Iyuh, Rio Sumboyo, pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai di lahan pertanian Kampung Ranca Serdang RT 015/04, Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung terhadap lahan tanam jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Ranca Dulang yang dipimpin oleh Shongwan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, bibit jagung baru saja selesai disemai atau ditanam dan saat ini sedang dilakukan proses pemupukan menggunakan pupuk kandang oleh para petani.

Kapolsek Panongan, Irruandy Aritonang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah hukum Polsek Panongan.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, diharapkan program penanaman jagung hibrida dapat berjalan dengan baik serta memberikan hasil yang maksimal bagi kelompok tani setempat.

Dari kegiatan tersebut tercapai beberapa hasil positif, di antaranya terciptanya situasi yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat, terjalinnya hubungan yang harmonis antara Polri dan warga, serta mendukung keberlangsungan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Panongan.

Wakapolda Jabar dan Kapolres Cirebon Kota Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih di Sungai Kriyan

Cirebon Kota - Peresmian Jembatan Merah Putih yang membentang di atas Sungai Kriyan di wilayah RT 03 RW 06 Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.25 WIB (09/03/2026). Kehadiran pimpinan TNI dan Polri tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Jembatan Merah Putih yang melintasi Sungai Kriyan tersebut menjadi penghubung antara wilayah Kelurahan Pegajahan Kecamatan Pekalipan dengan kawasan Kriyan Barat Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk. Infrastruktur berupa jembatan gantung ini kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung penting untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP H. Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Merah Putih memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di dua wilayah tersebut karena sebelumnya warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk melintasi Sungai Kriyan, sementara kini masyarakat memiliki jalur yang lebih dekat untuk beraktivitas.

Peresmian jembatan tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. yang hadir bersama Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. serta Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, S.AP., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Alamsyah, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Kota Cirebon Andri Sulistio, S.E. yang turut menyaksikan peresmian jembatan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Jembatan Merah Putih setelah proses peresmian dilaksanakan guna melihat secara langsung fungsi jembatan yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Kriyan tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat sekitar, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.
Selain dimanfaatkan oleh masyarakat yang bekerja di berbagai sektor, jembatan tersebut juga menjadi jalur yang digunakan para pelajar yang berangkat menuju sekolah di wilayah sekitar Sungai Kriyan sehingga mobilitas mereka menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat luas termasuk Jembatan Merah Putih yang kini menjadi akses penting bagi warga serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.

((Bang keling))

Polresta Tangerang Periksa Senpi Seluruh Anggota, Pastikan Digunakan Sesuai Prosedur


Polresta Tangerang melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) milik seluruh anggota, termasuk personel dari polsek jajaran maupun anggota yang sedang bertugas BKO. Pemeriksaan tersebut dilakukan usai apel pagi di Mapolresta Tangerang, Senin (9/3/2026).

Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Tangerang. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah yang memantau langsung pelaksanaan kegiatan mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

"Mulai dari kelengkapan administrasi, kondisi fisik senjata api, hingga jumlah amunisi yang dipegang oleh masing-masing personel," kata Indra Waspada. 

Indra Waspada Amirullah mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan langkah pengawasan internal untuk memastikan penggunaan senjata api sesuai prosedur. Selain itu, pemeriksaan juga untuk memastikan seluruh senpi yang dipegang anggota dalam kondisi baik.

"Serta digunakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan Polri," ujarnya. 

Dia menegaskan, senpi merupakan perlengkapan dinas yang penggunaannya harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengawasan secara rutin perlu dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan senpi oleh anggota.



Indra Waspada melanjutkan, senpi adalah alat yang sangat sensitif. Sehingga penggunaannya harus benar-benar terkontrol dan diawasi dengan ketat. Oleh karena itu, kata dia, dilakukan pengecekan secara berkala, baik dari sisi administrasi maupun kelaikan senjata.

Dia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mematuhi prosedur standar operasional dalam penggunaan senpi.

"Serta menjaga kedisiplinan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas," katanya.



Red/Toher Sw
Kaperwil Banten