Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

*Tingkatkan Disiplin Berkendara, Polres Kuningan Gencarkan Sosialisasi dan Himbauan Kamseltibcarlantas Operasi Patuh Lodaya 2026*

*KUNINGAN* — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengintensifkan sosialisasi dan himbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban...

Postingan Populer

Minggu, 01 November 2026

*Tingkatkan Disiplin Berkendara, Polres Kuningan Gencarkan Sosialisasi dan Himbauan Kamseltibcarlantas Operasi Patuh Lodaya 2026*

*KUNINGAN* — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengintensifkan sosialisasi dan himbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat. Upaya edukatif dan preventif ini digelar dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di berbagai titik strategis di wilayah hukum Kabupaten Kuningan, meliputi pusat keramaian, pangkalan transportasi umum, perempatan lampu merah, hingga menyasar langsung komunitas masyarakat dan sekolah. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membagikan brosur, pamflet himbauan keselamatan, serta memberikan penyuluhan langsung mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Kapolres Kuningan menyampaikan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 berfokus pada upaya persuasif, edukatif, dan humanis guna menekan angka fatalitas kecelakaan serta meningkatkan kesadaran pengendara. Penindakan hukum, baik secara tilang elektronik (ETLE) maupun teguran simpatik, difokuskan pada sejumlah pelanggaran prioritas yang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan.

*Sasaran prioritas dalam operasi ini antara lain:*
• Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara.
• Pengemudi atau pengendara di bawah umur.
• Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
• Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar SNI.
• Pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengamanan (safety belt).
• Pengendara yang melawan arus lalu lintas.
• Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang.
• Melampaui batas kecepatan yang ditentukan.
• Penggunaan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi teknis (knalpot brong/bising).

Melalui momentum Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Kuningan mengajak seluruh lapisan warga Kuningan untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban karena adanya petugas di lapangan. Disiplin berkendara yang dimulai dari diri sendiri merupakan langkah paling efektif untuk melindungi diri dan pengguna jalan lainnya.

((A, Rahmat))

Jaga Tradisi dan Budaya Masyarakat, Kapolresta Cirebon Pimpin Langsung Pengamanan Memayu Buyut Trusmi

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.

Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.

Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.

((A, Rahmat))

Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Malam



Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Syukur melaksanakan Patroli malam bersama anggota linmas di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ditegaskan Serka Syukur Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil 02/bjs bersama anggota linmas dengan sasaran tempat - tempat keramaian yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital dan Tempat-tempat keramaian di wilayah kecamatan Banjarsari

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar.

Penulis : Arda 72

Kapolsek Mauk Pimpin Langsung Apel Siaga Minggu Pagi, Pastikan Keamanan Wilayah Tetap Kondusif


Uploaded Image


MAUK — Di tengah suasana libur akhir pekan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mauk tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal ini dibuktikan dengan digelarnya apel siaga yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk pada Minggu pagi (1/11/2026).

Apel siaga yang berlangsung khidmat di halaman Mako Polsek Mauk ini diikuti oleh seluruh jajaran personel piket fungsi dan perwira pengawas. Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) ini bertujuan untuk mengecek kesiapan fisik, kelengkapan perorangan, serta mental personel dalam mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di wilayah hukum Polsek Mauk.

Dalam arahannya, Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada hari libur di mana mobilitas warga kerap meningkat, baik di pusat keramaian, jalur lalu lintas, maupun kawasan pemukiman.

"Hari Minggu bukan berarti tugas pengamanan libur. Potensi kerawanan sosial dan gangguan kamtibmas tetap harus kita antisipasi bersama. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel harus selalu terjaga demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," tegas Kapolsek.

Selain pengecekan personel, dalam arahannya Kapolsek juga menginstruksikan kepada anggota untuk meningkatkan kegiatan patroli dialogis serta merespons dengan cepat setiap laporan atau aduan dari masyarakat. Pendekatan humanis namun tetap tegas menjadi fokus utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Pelaksanaan apel siaga ini ditutup dengan pengecekan kesiapan personil dan memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung operasional dalam kondisi prima. Hingga kegiatan selesai, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Mauk terpantau aman, tertib, dan terkendali.





Red//Toher Aswi

Memayu Buyut Trusmi Berlangsung Meriah, Bupati Imron Rosyadi Hadir Langsung di Tengah Warga

BUSER PRESISI COM. CIREBON, — Suasana riuh rendah penuh kehangatan menyelimuti kawasan Desa Trusmi Wetan (sering disebut Desa Trusmi), Kecamatan Weru serta wilayah sekitar Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, saat tradisi adat Memayu Buyut Trusmi yang dikenal luas sebagai Arak‑arakan atau Ider‑ideran digelar secara megah. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Cirebon dan daerah tetangga tumpah ruah menyaksikan parade budaya turun‑temurun ini, sementara Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi beserta jajaran pejabat daerah hadir langsung untuk turut menyaksikan serta memberikan dukungan terhadap pelestarian warisan leluhur tersebut.pada hari Minggu (01/11/2026).
 
Memayu Buyut Trusmi bukan sekadar karnaval biasa. Secara etimologi, kata "Memayu" berarti memperindah, merawat, serta memperbaiki; inti utama tradisi ini adalah ritual penggantian atap welit (anyaman alang‑alang) pada Kompleks Keramat Ki Buyut Trusmi, sekaligus ungkapan syukur dan doa menyambut datangnya musim hujan, memohon keselamatan, kelimpahan hasil bumi, serta kerukunan bagi seluruh masyarakat. Sejarah mencatat tradisi ini telah berlangsung turun‑temurun, sedangkan Ider‑ideran atau arak‑arakan menjadi semarak pengiring yang semakin memperkuat kebersamaan warga sejak puluhan tahun silam. 
Sejak pagi hari, jauh sebelum rombongan utama bergerak, warga sudah mulai berdatangan ke sepanjang jalur lintasan. Penonton memenuhi jalan‑jalan utama di sekitar Gapura Batik Trusmi, Jalan Buyut Trusmi, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Panembahan hingga kawasan Lampu Merah Plered.,  Di sepanjang rute tampak barisan pusaka, sesepuh adat, juru kunci keramat, pacuan kuda, tarian tradisional, musik tarling, barisan batik Trusmi, ogoh‑ogoh, hasil kerajinan, makanan khas Cirebon, serta kreativitas warga yang dihasilkan secara swadaya. ,  Rombongan bergerak beriringan dengan penuh tertib menelusuri jalur yang telah ditetapkan sebelum kembali menuju Kompleks Keramat Buyut Trusmi untuk dilanjutkan ke ritual inti Memayu. 
 
Kehadiran Bupati H. Imron Rosyadi dan jajaran pejabat menjadi titik emosional tersendiri bagi warga. Meski detail pidato resmi belum seluruhnya dirilis secara lengkap oleh panitia, kehadiran tersebut menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap warisan budaya lokal. Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin daerah di tengah keramaian bukan hanya simbol kehadiran negara, melainkan penguatan semangat bahwa budaya Trusmi adalah kebanggaan bersama yang harus terus dijaga.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan, Polresta Cirebon, Satlantas, Dishub Kabupaten Cirebon serta Forkopimda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sejak dini hari. Imbauan telah disampaikan kepada pengendara yang akan melintasi jalur Pantura Plered agar memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan mulai pagi hingga sore hari. Personel gabungan bertugas mengatur arus penonton, menjaga jalur parade, serta memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan kondusif. 
 

Sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025, Memayu Buyut Trusmi kini semakin dikenal luas, tak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai magnet pariwisata budaya dan penggerak UMKM lokal.  Sepanjang jalur parade tampak warung‑warung kecil, pedagang makanan khas, penjual batik dan kerajinan tangan yang ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi leluhur mampu hidup beriringan dengan kehidupan ekonomi masyarakat masa kini. 
 
Salah seorang warga yang hadir sejak pagi menyampaikan perasaan harunya: “Alhamdulillah suasana benar‑benar meriah sekali. Kami senang sekali melihat Bupati dan pejabat hadir langsung di tengah kami. Ini membuat kami semakin semangat untuk terus menjaga Memayu Buyut Trusmi agar tidak hilang ditelan zaman.”
 
Panitia adat dan juru kunci menyatakan bahwa arak‑arakan merupakan bagian awal dari rangkaian keseluruhan Memayu, sebelum dilanjutkan ke prosesi penggantian welit serta doa‑doa adat di Kompleks Keramat Buyut Trusmi.  Redaksi masih menunggu rilis resmi lengkap dari panitia adat, Disbudparpora Kabupaten Cirebon serta Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait jadwal persis ritual inti, rincian rute penuh, serta nama lengkap seluruh pejabat yang hadir secara resmi.
 
Dengan berakhirnya arak‑arakan hari ini, harapan besar pun mengemuka: agar Memayu Buyut Trusmi tetap menjadi perekat persaudaraan masyarakat Cirebon, terus dijaga oleh generasi muda, dan senantiasa menjadi cermin kebesaran budaya tanah leluhur yang terus "semi" selamanya.

((A, Rahmat))

POLSEK MAUK GELAR APEL PENGAMANAN NOBAR PERSIJA VS DEWA UNITED, ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS


Uploaded Image


MAUK, KABUPATEN TANGERANG – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Mauk Polresta Tangerang melaksanakan apel pengamanan kegiatan nonton bareng (Nobar) pertandingan Liga 1 BRI Super League 2026 antara Persija Jakarta melawan Dewa United, Sabtu (31/10/2026).

Apel pengamanan yang dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mauk, Ipda Aji Solehudin, S.H., serta diikuti oleh personel Polres dan Polsek Mauk bersama Korwil Persija Mauk Raya, Sdr. Jaki.

Dalam arahannya, Ipda Aji Solehudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan serta menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan selama pelaksanaan tugas.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya apabila terjadi kekecewaan dari suporter terhadap hasil pertandingan yang berpotensi memicu tindakan anarkis maupun pengrusakan fasilitas umum.

Selain itu, seluruh personel diminta menempati titik pengamanan sesuai dengan ploting yang telah ditentukan serta segera melaporkan kepada Kepala Pengamanan Objek (Kapam Objek) apabila ditemukan kejadian atau potensi gangguan keamanan di lapangan.

Apel pengamanan selesai pada pukul 17.30 WIB. Selanjutnya, seluruh personel menempati posisi masing-masing guna memastikan kegiatan nonton bareng berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan pengamanan ini, Polsek Mauk berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif





(Toher Aawi) 


Sabtu, 31 Oktober 2026

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

CIREBON – Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Raudlah, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon hadir langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa Shalat Subuh Keliling bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Imara.

Ia juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Kapolresta Cirebon juga berharap komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dapat terus terjalin sehingga setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.

Sebagai bentuk konsistensi dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon terus mengedepankan pendekatan religius dan humanis sebagai bagian dari upaya memelihara kamtibmas, memperkuat persatuan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan kondusif.

((A, Rahmat))

Olahraga Bersama Polres Cirebon Kota Pererat Persaudaraan Suporter dan Media

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga bersama Polres Cirebon Kota berupa Mini Soccer Friendly Match digelar pada (29/10/2026), pukul 19.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB. Kegiatan yang bertanggung jawab langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antara kepolisian, kelompok suporter, dan insan media.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama ini bertujuan memperkuat tali persaudaraan antara Polres Cirebon Kota dengan kelompok suporter dan insan media. Menurutnya, pertandingan persahabatan menjadi cara yang efektif untuk membangun kedekatan tanpa sekat, karena semua pihak terlibat dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., para PJU Polres Cirebon Kota, kelompok suporter Bobotoh, kelompok suporter Jakmania, serta jurnalis media cetak dan elektronik. Seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan semangat sportivitas dan penuh keceriaan, mencerminkan suasana persaudaraan yang hangat.

Aris menjelaskan, pertandingan mini soccer persahabatan ini tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi lebih menekankan pada nilai kebersamaan dan persaudaraan. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara kepolisian, suporter, dan media semakin erat, sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin lebih baik ke depannya.

Menurut Aris, kelompok suporter dan insan media merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif di wilayah Kota Cirebon. Karena itu, pendekatan melalui kegiatan olahraga dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada kelompok suporter Jakmania sebagai pemenang dalam pertandingan Mini Soccer Friendly Match. Penyerahan hadiah berlangsung dalam suasana akrab, disertai foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta yang hadir.

Aris menambahkan, selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Ia berharap kegiatan olahraga bersama ini dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut, sehingga persaudaraan antara kepolisian, suporter, dan media semakin kuat dari waktu ke waktu.

Menurut Aris, kolaborasi antara polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga menjadi bagian penting dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menegaskan bahwa kedekatan antara aparat dan warga tidak cukup dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui kegiatan santai seperti pertandingan persahabatan ini.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto mengajak seluruh kelompok suporter Bobotoh dan Jakmania untuk terus mempererat persaudaraan demi terciptanya suasana yang aman dan damai. "Mari kita jaga persaudaraan antara Bobotoh dan Jakmania dengan saling menghormati dan mendukung dalam kebaikan, sehingga persatuan dan kebersamaan di antara kita tetap terjaga," ujar Kapolres melalui Kasi Humas.

Polisi Evakuasi Pria Meninggal Dunia di Kamar Kos Kedawung


Cirebon Kota - Jajaran Polsek Kedawung bersama tim Inafis Polres Cirebon Kota menangani penemuan seorang pria berinisial MR yang meninggal dunia di kamar kos wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/10/2026). Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh kaku dan membusuk. Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diketahui pernah mengeluhkan sakit kepala dan memiliki riwayat penyakit gula, sehingga diduga meninggal dunia akibat sakit, meskipun penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menerangkan bahwa peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.30 WIB setelah Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos, menerima informasi dari Wawan (46), laki-laki, tetangga kos korban, mengenai kondisi korban di dalam kamar. Keduanya kemudian memeriksa kamar yang pintunya tidak terkunci dan mendapati korban sudah meninggal dunia, lalu pemilik kos menyampaikan kejadian tersebut kepada Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat.

Menurut keterangan Pardi, korban terakhir kali terlihat sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat itu, korban sempat meminjam uang sebesar Rp100.000 untuk membeli obat karena mengeluhkan sakit kepala. Pemilik kos juga menyampaikan bahwa korban pernah terjatuh dari sepeda motor dan memiliki riwayat penyakit gula berdasarkan informasi yang diketahuinya.

Setelah menerima laporan, personel gabungan Polsek Kedawung bersama unit Reskrim, Pamapta Polres Cirebon Kota, tim Inafis, dan petugas patroli mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa kondisi korban, mengumpulkan informasi awal, serta melakukan pendataan dan dokumentasi guna mendukung proses penanganan kejadian.

Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas meminta keterangan sejumlah saksi, yakni Wawan (46), laki-laki, selaku tetangga kos; Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos; serta Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan dimintai keterangan untuk membantu menjelaskan keadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta proses awal penemuan tersebut.

Petugas juga mencatat barang-barang yang ditemukan di sekitar TKP, antara lain satu buah KTP, satu buah SIM C milik korban, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3. Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan awal untuk melengkapi informasi mengenai identitas korban dan kondisi di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas bersama tim Inafis melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi selesai, korban dievakuasi sekitar pukul 10.10 WIB ke Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi untuk menghubungi keluarga korban.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menyampaikan bahwa penanganan dilakukan melalui pengecekan TKP, pendataan identitas korban, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan tim Inafis dan pihak terkait. Dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit masih berdasarkan keterangan awal saksi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian sebelum adanya hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar, terutama mereka yang tinggal sendiri atau diketahui sedang sakit. “Kami mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan keadaan tetangga dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian. Mari terus memperkuat kepedulian dan kerja sama, karena polisi bersama masyarakat memiliki peran penting untuk jaga baik Cirebon Kota,” ujarnya.

Polres Bangka Barat Tertibkan Penjualan Miras Ilegal, 35 Botol Diamankan Bersama Satpol PP.



Bangka Barat, Polres Bangka Barat bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan aktivitas penjualan minuman keras (miras) ilegal di sebuah ruko kawasan Kampung Kebun Nanas, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Jumat (30/10/2026) malam. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan dan mengamankan 35 botol minuman keras dari berbagai merek.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat IPTU Muhammad Syah Petrianto, S.H., dengan melibatkan personel Satresnarkoba dan Satpol PP Bangka Barat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan berbagai jenis minuman beralkohol, terdiri dari 12 botol Atlas, enam botol Kawa-kawa, lima botol Ice Land, tiga botol Orang Tua, dua botol Soju, serta masing-masing satu botol Mixmax, New Port, Kakaktua, Asoka, Bintang, Anker Beer, dan Guinness.

Seluruh 35 botol minuman tersebut kemudian dibawa oleh personel Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengawasan dan langkah pencegahan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polres Bangka Barat berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan Satpol PP agar setiap temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat IPTU Muhammad Syah Petrianto, S.H., mengatakan operasi tersebut merupakan langkah preventif untuk mengawasi peredaran minuman beralkohol di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

Menurutnya, pengawasan secara berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mencegah peredaran minuman keras yang tidak sesuai ketentuan.

Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penjualan minuman keras yang diduga tidak memiliki izin.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

(HR)