Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Satreskrim Polres Wonosobo Salurkan Bantuan Sosial ke Wilayah Terpencil di Leksono dan Kalibawang

Satuan Reserse Kriminal Polres Wonosobo menyalurkan bantuan sosial kepada warga di wilayah terpencil Desa Lipursari, Ke...

Postingan Populer

Selasa, 12 Mei 2026

Satreskrim Polres Wonosobo Salurkan Bantuan Sosial ke Wilayah Terpencil di Leksono dan Kalibawang




Satuan Reserse Kriminal Polres Wonosobo menyalurkan bantuan sosial kepada warga di wilayah terpencil Desa Lipursari, Kecamatan Leksono dan Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Senin, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., bersama anggota Satreskrim.

Bantuan diberikan kepada Akun Purwanto (55), seorang petani warga Dusun Dampit RT 02 RW 01 Desa Lipursari, Kecamatan Leksono, serta Yanto, warga Desa Mergolangu RT 09 RW 02 Kecamatan Kalibawang.

Dalam kegiatan itu, Satreskrim Polres Wonosobo menyerahkan bantuan berupa 60 kilogram beras, empat kardus mi instan, dua kardus tepung, 30 liter minyak goreng, serta enam kardus eko mie. Selain kebutuhan pokok, petugas juga memberikan lampu emergensi untuk membantu penerangan di lokasi tempat tinggal warga yang masih minim akses listrik.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Polri untuk masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya sebatas ada di tengah masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” ujar Arif.

Kepala Desa Lipursari, Wagiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Satreskrim Polres Wonosobo kepada warganya. Menurut dia, lokasi tempat tinggal Akun Purwanto berada cukup terpencil dan sulit dijangkau.

“Dulu di lokasi itu ada empat kepala keluarga, tetapi ada yang meninggal dunia dan sebagian pindah ke dusun lain. Sekarang akses menuju lokasi cukup sulit dan jauh dari tetangga. Listrik dan jaringan PDAM juga belum sampai ke sana,” kata Wagiman.

Ia juga mengaku bersyukur atas bantuan lampu emergensi yang diberikan petugas. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga karena kondisi wilayah yang gelap pada malam hari.

“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Satreskrim Polres Wonosobo. Bantuan lampu emergensi sangat bermanfaat agar tidak gelap saat malam,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung aman dan lancar serta menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

(Yudhi)
Uploaded Image

Pemkot Bandung Kerahkan 184 Petugas, Pastikan Hewan Kurban Sehat hingga Hari Tasyrik



Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, langkah ini merupakan upaya memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melepas tim antemortem dan postmortem untuk penanganan hewan-hewan kurban. Kita akan mengawasi semua tempat penjualan dan tempat penyembelihan, memastikan hewan kurban kita sehat dan layak,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, sebanyak 184 petugas akan fokus pada pemeriksaan awal atau antemortem. Sedangkan untuk pemeriksaan postmortem, jumlah petugas akan lebih banyak karena dilakukan secara bersamaan saat proses penyembelihan berlangsung.

Tim tersebut akan bekerja tanpa henti mulai hari pelepasan hingga hari terakhir tasyrik. Mereka akan menyisir seluruh wilayah Kota Bandung, mencakup 30 kecamatan dan 151 kelurahan, termasuk menerima laporan masyarakat terkait kondisi hewan kurban.

“Para petugas ini akan terus bergerak setiap hari sampai tasyrik. Tidak ada istirahat, semua untuk memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan layak,” katanya.

Farhan juga menuturkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Bandung wajib telah divaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Upaya pencegahan telah dilakukan jauh hari melalui edukasi dan pemeriksaan terhadap peternak.

“PMK ini sudah pernah terjadi dua tahun lalu, jadi sekarang para peternak sudah paham. Semua hewan yang masuk harus divaksin dan dibuktikan dengan surat kesehatan,” jelasnya.

Terkait jumlah hewan kurban, Pemkot Bandung memperkirakan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat sekitar 18.640 ekor, sementara tahun ini disiapkan hingga 25.000 ekor sebagai langkah antisipasi.

Menurut Farhan, data tersebut juga menjadi indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat. 

“Ini kami laporkan juga ke BPS sebagai indikator sekunder kondisi ekonomi di Kota Bandung,” ujarnya.

Ia mengatakan, hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan langsung dikembalikan ke peternak dan tidak diperbolehkan dijual. Selain itu, penjualan hewan kurban juga harus mematuhi aturan lokasi, seperti tidak menggunakan trotoar dan berada di lahan yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, tim pemeriksa terdiri dari 145 personel DKPP yang didukung berbagai pihak, termasuk Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, dan Telkom University.

“Tim ini akan bergerak mulai hari ini hingga H-1 Iduladha untuk antemortem, kemudian dilanjutkan postmortem pada hari H hingga hari tasyrik,” kata Gin Gin.

Selain pemeriksaan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan pelatihan pemotongan halal bagi 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh kecamatan. Program ini telah berjalan hampir 10 tahun untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan rumah potong hewan sebagai alternatif lokasi penyembelihan, serta memastikan pengawasan distribusi hewan kurban berjalan optimal.

Menariknya, tahun ini Kota Bandung kembali dipercaya menjadi lokasi pembelian sapi bantuan presiden. Tercatat dua ekor sapi dengan berat masing-masing sekitar 1,25 ton telah dipesan untuk disalurkan di wilayah Kota Bandung.

Gin Gin menambahkan, setiap hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi penanda berupa “kalung sehat dan layak” yang terintegrasi dengan aplikasi e-Selamat.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengecek kondisi hewan kurban. Di dalamnya terdapat identitas dan foto hewan, sehingga transparan dan bisa dipastikan kesehatannya,” ujarnya.

Ia menyebut, aplikasi tersebut telah dikembangkan selama hampir lima tahun dan menjadi salah satu terobosan Pemkot Bandung dalam menjamin keamanan pangan asal hewan. (A, Rahmat)

Respon Cepat Polisi Tangani Temuan Pria Meninggal Dunia di Kamar Mandi Rumahnya di Kesambi

Cirebon Kota - Warga Kampung Langensari Baru Kelurahan Pekiringan Kecamatan Kesambi Kota Cirebon digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah pihak keluarga dan warga sekitar mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung merah.

Korban diketahui berinisial D.R. (34), laki-laki, karyawan swasta, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang saksi yang tinggal satu rumah dengan korban merasa curiga karena korban terlihat melamun dan tidak memberikan respons saat diajak berbicara sebelum akhirnya terdengar suara benturan dari arah belakang rumah.

Plt. Kapolsek Kesambi IPTU Iman Hendro Santoso, S.H., M.H. menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengamankan area sekitar, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban di lokasi kejadian.

Menurut IPTU Iman Hendro Santoso, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian ditemukan korban meninggal dunia dalam keadaan tergantung menggunakan kain sarung merah di kamar mandi rumahnya dan terdapat luka berbentuk huruf V pada bagian leher yang diduga akibat ikatan kain sarung, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul.

Salah satu saksi berinisial L.L. (29), perempuan, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 08.00 WIB korban sempat berpamitan untuk berolahraga, kemudian sekitar pukul 09.30 WIB korban pulang ke rumah dan hanya berdiam diri sambil melamun di ruang tengah tanpa banyak berbicara seperti biasanya.

Saksi L.L. juga menjelaskan bahwa beberapa saat setelah dirinya masuk kamar usai mandi, ia mendengar suara benturan dan suara seperti orang mengorok dari arah belakang rumah sehingga merasa ketakutan dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pengecekan ke area dapur dan kamar mandi.

Sementara itu, saksi berinisial D.S. (29), laki-laki, buruh harian lepas, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, menerangkan dirinya datang ke rumah korban setelah menerima telepon dari L.L. terkait suara mencurigakan di dalam rumah, kemudian bersama saksi lainnya melakukan pengecekan ke area belakang rumah hingga akhirnya menemukan adanya bercak darah di depan kamar mandi dan melihat kaki korban dalam kondisi tergantung.

Keterangan serupa juga disampaikan saksi C.C. alias B. (27), laki-laki, petugas parkir, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, dan saksi D.O. (47), laki-laki, karyawan swasta, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, yang ikut melakukan pengecekan bersama para saksi lainnya sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa tindakan pertama yang dilakukan kepolisian di lokasi kejadian merupakan bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi lokasi, mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, hingga melakukan evakuasi korban bersama tim Inafis.

“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di bagian leher. Pihak keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dan segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Gunung Jati Kota Cirebon untuk penanganan lebih lanjut, sementara pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban dengan disertai surat pernyataan resmi yang dibuat di hadapan pihak kepolisian.

((A, Rahmat))

Polsek Belinyu Tertibkan Tambang Timah Ilegal Diarea Fasilitas Umum Desa Gunung Muda.



Bangka, Polsek Belinyu melakukan penertiban aktivitas tambang timah ilegal jenis sebu di Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Senin (11/5/26).

Penertiban itu dilakukan lantaran penambangan beroperasi diarea fasilitas umum tepatnya dipinggir jalan Kampung Kusam Desa Gunung Muda Belinyu.

"Ya, Senin kemarin kita sudah menertibkan aktivitas tambang ilegal jenis sebu yang beroperasi diarea fasilitas umum bersama dengan pihak Satpol PP Belinyu dan perangkat Desa setempat,"kata Ps. Kapolsek Belinyu AKP Rizky Yanuar Hernanda, Selasa (12/5/26).

Rizky menyebutkan, para penambang ini sudah sering diberikan imbauan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal dikawasan tersebut.

"Sudah berapa kali kita kasih imbauan kepada penambang disana untuk memberhentikan aktivitas mereka. Karena masih membandel, akhirnya kemarin kita lakukan penertiban,"sebutnya.

Dalam penertiban itu, kata Rizky, tim gabungan melakukan pembongkaran terhadap tambang jenis sebu. Selain itu, 2 unit mesin robin yang digunakan untuk menambang turut diamankan.

Rizky juga menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik mesin yang beroperasi dikawasan itu.

"Untuk barang bukti 2 mesin robin sudah kita amankan di Polsek. Rencana tindaklanjutnya, kita akan panggil pemilik mesin robin bersama perangkat Desa setempat untuk dibuatkan surat pernyataan tidak melakukan aktivitas penambangan kembali di lokasi tersebut,"ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan adanya penertiban tambang ilegal yang dilakukan oleh Polsek Belinyu pada Senin kemarin.

"Tentunya penertiban itu merupakan bagian upaya respon cepat Polisi terhadap keresahan masyarakat atas keberadaan tambang ilegal yang diketahui beroperasi berdekatan dengan fasilitas umum atau pinggir jalan di Desa Gunung Muda Belinyu,"kata Agus.

Pada kesempatan itu, Agus turut mengimbau agar para penambang tidak lagi melakukan aktivitas ilegal diarea tersebut yang berdampak pada kerusakan lingkungan maupun fasilitas umum.

"Penertiban sudah dilakukan secara humanis, namun jika masih membandel akan kita lakukan secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku,"pungkasnya.

(HR) 

Piket Koramil 04/Jebres Patroli Malam Bersama Linmas, Sebagai Langkah Preventif Guna Menjaga Kondusifitas Wilayah


Uploaded Image

Surakarta - Mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif di Masyarakat Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Teguh bersama dengan anggota Linmas melaksanakan Patroli guna menciptakan situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman di wilayah Kecamatan Jebres, Senin (11/05/2026).

Ditegaskan Sertu Teguh Patroli malam hari rutin dilaksankan oleh guna menjaga keamanan dan ketertiban di Masyarakat khusunya pada Malam Hari.

"Selain untuk menciptakan kondusifitas di Masyarakat kami juga menghimbau agar selalu menciptakan suasana yang aman dan nyaman."ujarnya.

"Patroli malam selain memberi motivasi kepada warga, juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Babinsa di wilayah,"Imbuhnya .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan penjagaan dan menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif karena masyarakat mempunyai peranan penting dalam memelihara keamanan wilayahnya."pungkas Sertu Teguh.

Senin, 11 Mei 2026

Salah Sasaran, Geng Motor Bersenjata Rusak Warung Warga di Cirebon, Dua Pelaku Ditangkap


Cirebon Kota. – Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana perusakan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok bermotor di kawasan Pekiringan, Kota Cirebon.

Aksi brutal tersebut sempat membuat warga sekitar resah karena dilakukan secara beramai-ramai dan disertai senjata.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 3 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat kejadian, sekelompok orang yang diduga berasal dari salah satu kelompok motor melakukan konvoi di wilayah tersebut sebelum akhirnya mendatangi sebuah warung milik warga.
Diduga karena salah sasaran, rombongan pelaku kemudian melakukan aksi pengejaran terhadap korban hingga masuk ke area warung.

Tidak hanya membuat keributan, para pelaku juga merusak sejumlah fasilitas dan mengambil beberapa barang milik korban.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar mengatakan, korban saat itu tengah berjualan seperti biasa sebelum didatangi rombongan pelaku yang datang secara tiba-tiba.

“Korban sedang berjualan, kemudian datang sekelompok orang yang langsung melakukan pengejaran, masuk ke warung, melakukan perusakan, lalu mengambil beberapa barang milik korban,” ujar AKBP Eko Iskandar saat doorstop di Mako Polres Cirebon Kota, Senin (11/5/2026).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Dr. M. Fadlillah dan Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto. Polisi menjelaskan, setelah menerima laporan, penyelidikan langsung dilakukan guna mengidentifikasi para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan enam orang untuk dimintai keterangan. Setelah dilakukan pendalaman, dua orang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial RS (44) dan PS. Sementara itu, sejumlah pelaku lain yang diduga ikut terlibat masih dalam pengejaran petugas.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, massa yang terlibat dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 orang. Jumlah tersebut menunjukkan aksi dilakukan secara terorganisir dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tongkat baseball, sebilah sangkur, dua jaket kelompok bermotor, serta rekaman CCTV dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut kini diamankan guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Beruntung dalam kejadian itu tidak terdapat korban luka. Namun, warung milik korban mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi anarkis yang dilakukan para pelaku.

Kapolres Cirebon Kota menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir aksi kekerasan maupun perusakan yang dilakukan kelompok bermotor di wilayah hukumnya. Menurutnya, tindakan tegas akan terus dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini menjadi atensi kami. Kami tidak akan membiarkan aksi kekerasan dan perusakan yang meresahkan masyarakat terjadi di wilayah Cirebon,” tegas AKBP Eko Iskandar.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum serta tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023. Para pelaku terancam hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

((A, Rahmat))

Sindikat Ganjal ATM Antar Pulau Dibekuk Polres Cirebon Kota, Uang Korban Rp69 Juta Raib


Cirebon Kota – Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil membongkar sindikat ganjal ATM lintas daerah yang beraksi di wilayah Ciayumajakuning. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi kejahatannya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar mengungkapkan, kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari korban yang kehilangan uang dalam jumlah besar usai bertransaksi di mesin ATM. Korban diketahui mengalami kerugian hingga mencapai Rp69 juta.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Fadlillah saat konferensi pers pada Senin (11/05/2026), Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya berhasil menangkap seorang pria berinisial M (43) di wilayah Jakarta Utara. Polisi juga turut mengamankan seorang perempuan berinisial E (53) yang diduga berperan sebagai penadah hasil kejahatan.

Menurut AKBP Eko Iskandar, para pelaku menjalankan aksinya dengan modus ganjal ATM menggunakan alat sederhana. Saat korban mengalami kesulitan memasukkan kartu ATM ke mesin, salah satu pelaku berpura-pura memberikan bantuan agar korban percaya.

Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian menukar kartu ATM asli milik korban dengan kartu ATM lain yang telah dimodifikasi sebelumnya. Korban yang tidak menyadari penukaran itu akhirnya meninggalkan lokasi tanpa mengetahui kartu miliknya sudah berpindah tangan.

Selain itu, pelaku lainnya memiliki tugas mengintip nomor PIN korban ketika berada di belakang antrean ATM. Setelah berhasil mendapatkan kartu asli dan mengetahui PIN korban, para pelaku langsung melakukan penarikan uang dari rekening korban secara bertahap.

Kapolres mengatakan, pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Cirebon Kota dalam memberantas tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya kejahatan perbankan yang memanfaatkan kelengahan korban.

“Modus seperti ini masih sering terjadi dan menyasar masyarakat yang kurang waspada saat berada di mesin ATM. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan bantuan ketika mengalami kendala transaksi,” ujar AKBP Eko Iskandar.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa kartu ATM, tusuk gigi yang digunakan untuk mengganjal mesin ATM, serta telepon genggam yang dipakai untuk berkomunikasi antar pelaku.

Kasat Reskrim AKP Fadlillah menjelaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya aksi serupa di wilayah lain.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap jaringan pelaku. Tidak menutup kemungkinan mereka sudah beraksi di beberapa daerah lain dengan modus yang sama,” kata AKP Fadlillah.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan sindikat tersebut bukan berasal dari wilayah Cirebon. Para pelaku diduga merupakan jaringan antar pulau yang sengaja datang ke wilayah Ciayumajakuning untuk menjalankan aksinya dengan menyasar korban di mesin ATM.

Setelah uang hasil kejahatan berhasil diambil dari rekening korban, para pelaku langsung mentransfer dana tersebut kepada pelaku perempuan yang bertindak sebagai penadah. Uang itu kemudian kembali ditarik tunai untuk menghilangkan jejak transaksi.

AKP Fadlillah juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor kepada pihak bank atau kepolisian apabila menemukan mesin ATM yang mencurigakan atau mengalami kendala saat bertransaksi.
“Jika kartu ATM terasa sulit masuk, tertelan, atau ada orang yang terlalu aktif menawarkan bantuan, segera batalkan transaksi dan hubungi pihak bank maupun kepolisian terdekat,” tegasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sementara pelaku penadahan dikenakan Pasal 591 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

((A, Rahmat))

Pemuda Butuh Bukti Nyata, Hasil Kerja, Dan Dampak Yang Bisa Dirasakan Langsung Oleh Masyarakat

Kuningan Buserpersisi com,- Peresmian pelantikan ketua (KNPI) Ayep Setiawan, S.IP. Jabatan: Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan Periode 2026–2029 Tempat: Kantor Sekretariat KNPI Kuningan, Jl. Siliwangi No. 45 Kuningan  hari Senin, 11 Mei 2026.
Dalam pertemuan evaluasi program kerja dan konsolidasi organisasi hari ini, Ayep Setiawan menegaskan sikap dan arah gerak KNPI Kuningan ke depan dengan tegas:“Pemuda Kuningan tidak butuh kata-kata indah, pidato panjang, atau janji-janji manis saja. Pemuda butuh bukti nyata, hasil kerja, dan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.”
 
Ia menjelaskan, bahwa selama ini banyak suara dan gagasan pemuda yang hanya berhenti di forum atau pidato, namun belum banyak yang terwujud menjadi program yang bermanfaat. Menurutnya, semangat “Pemuda Lumpat, Kuningan Melesat” yang diusungnya tidak boleh hanya jadi slogan, tapi harus dibuktikan lewat langkah konkret.“Kami ingin KNPI hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tapi menjadi kekuatan yang bergerak, bekerja, dan memberi solusi. Jangan sampai kita hanya pandai bicara, tapi lemah dalam bertindak. Pemuda harus punya karya, punya kontribusi, dan punya bukti nyata bagi kemajuan daerah,” tegas Ayep.
 
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar berhenti berfokus pada kepentingan kelompok atau individu, melainkan bersatu menyatukan energi untuk program prioritas: peningkatan keterampilan kerja pemuda, dukungan wirausaha muda, edukasi hukum & anti-korupsi, serta peran aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.“Kalau bicara semua bisa, tapi membuktikan itulah yang sulit. Maka dari sekarang, ukuran keberhasilan kita bukan seberapa bagus pidatonya, tapi seberapa banyak manfaat yang kita berikan. Pemuda butuh bukti, bukan sekadar pidato,” tutup Ayep Setiawan.

((A, Rahmat))

Piket Koramil 02/Banjarsari Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas, Wujudkan Wilayah Tetap Aman & Kondusif

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Supriyanto bersama dengan anggota Linmas melaksanakan Patroli malam hari di wilayah kecamatan Banjarsari, Minggu (10/05/2026).

Ditegaskan Sertu Supriyanto Patroli malam dilaksanakan secara rutin untuk monitoring  warga pada malam hari serta untuk meminimalisir dan mencegah tindak kejahatan ataupun gangguan kamtibmas di wilayah.

"Adapun sasaran dalam patroli yaitu tempat - tempat rawan dari gangguan  kamtibmas , obyek - obyek vital yang ada di wilayah kecamatan Banjarsari serta untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli malam ini rutin dilakukan untuk menciptakan keamanan di waktu rawan seperti saat masyarakat melaksanakan istirahat malam hari ataupun menjelang dini hari."pungkas Sertu Supriyanto.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Fenomena Batik Buana Sekar Kedaton : Ludes di Hari Penutupan Pameran UMKM Persit Bisa 2 Kartini Expo, Balai Kartini, Jakarta


Uploaded Image

Jakarta – Pameran UMKM Persit Bisa 2 resmi memasuki hari terakhirnya hari ini di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Namun, ada satu pemandangan mencolok yang menarik perhatian ribuan pasang mata: Booth No. 12 milik UMKM Batik Buana Sekar Kedaton.

‎Sejak pintu pameran dibuka pada pukul 09.00 WIB, antusiasme pengunjung terhadap koleksi Batik Buana Sekar Kedaton seolah tak terbendung. Puncaknya, sebelum matahari mencapai titik tertinggi, produk-produk unggulan mereka diserbu oleh para pengunjung yang hadir.

‎​Meskipun pameran ini diikuti oleh berbagai UMKM unggulan dari seluruh penjuru negeri, Batik Buana Sekar Kedaton berhasil menjadi primadona. Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Kombinasi motif yang autentik dengan sentuhan modernitas menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Persit hingga masyarakat umum.

Uploaded Image

‎‎​Booth No. 12 menjadi salah satu titik tersibuk dengan volume pengunjung yang konsisten sejak hari pertama hingga hari penutupan. Tingginya angka penjualan membuktikan bahwa kualitas kain dan desain Batik Buana Sekar Kedaton mampu bersaing di pasar premium Jakarta.

‎"Kami benar-benar terkejut dengan animo masyarakat. Hari ini adalah hari terakhir, dan niatnya kami ingin memaksimalkan stok yang tersisa. Namun, dalam hitungan jam, rak-rak kami sudah kosong," ujar Ny. Cita Putri Kharisma Sari Istri dari Peltu I Dewa Made Kasamabi Putra selaku pemilik UMKM dari Batik Buana Sekar Kedaton di lokasi pameran, Minggu (10/05/2026)

‎​"Pameran UMKM Persit Bisa 2 merupakan ajang prestisius yang mewadahi kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga prajurit. Penyelenggaraan tahun ini di Balai Kartini mencatat sukses besar dalam mempromosikan produk lokal ke level yang lebih tinggi."tuturnya.

‎"Kesuksesan Batik Buana Sekar Kedaton di pameran ini menjadi bukti nyata bahwa Batik lokal memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang tangguh."Ny. Cita Putri Kharisma Sari.

Penulis : Arda 72