Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Gelar Sosialisasi Rekrutmen TNI AD, Babinsa Kepatihan Wetan Tegaskan Penerimaan TNI AD Gratis Tanpa Biaya

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono, memberikan sosialisasi terkait penerimaan ...

Postingan Populer

Selasa, 28 Juli 2026

Gelar Sosialisasi Rekrutmen TNI AD, Babinsa Kepatihan Wetan Tegaskan Penerimaan TNI AD Gratis Tanpa Biaya


Uploaded Image

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono, memberikan sosialisasi terkait penerimaan calon prajurit TNI Angkatan Darat (AD) kepada siswa SMKN 08/Surakarta, Kegiatan sosialisasi digelar di Halaman Sekolah SMKN 08 Surakarta Jl. Sangihe Rt 07 Rw 01 Kelurahan Kepatihan Wetan Kec Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 28/07/2026 ) Pkl 07.30 Wib

Kampanye kreatif tersebut bertujuan memberikan informasi tentang dibukanya rekrutmen TNI AD Bintara PK dan Tamtama Gel III Tahun 2026 pada tangal 17 Juli sampai dengan 02 Agustus Tahun 2026 untuk Bintara PK sedangkan pada tanggal 15 Juli sampai dengan 15 Agustus 2026 untuk penerimaan Tamtama PK, pendaftaran sudah dibuka secara online.

Sertu Budiono juga mengatakan, bahwa selama proses pelaksanaan penerimaan tidak dipungut biaya sepeserpun dan apabila ditemukan ada oknum yang menawarkan jaminan lulus dengan imbalan tertentu sudah dipastikan bahwa itu tidak benar dan segera laporkan.

"Sosialisasi ini dilaksanakan agar para calon pendaftar mengerti dan memahami persyaratan apa yang harus dipenuhi dan materi apa saja yang akan diujikan serta tahap-tahap seleksi penerimaan prajurit TNI AD,”"ujarnya.

"Dengan sosialisasi ini juga memberikan informasi kesempatan untuk mempersiapkan kepada siswa yang bercita-cita mengabdikan diri menjadi aparat negara khususnya TNI AD,”pungkasnya.

Penulis : Arda 72

AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Cirebon Kota, Siap Lanjutkan Penguatan Pelayanan Presisi

Cirebon Kota – Kepemimpinan Polres Cirebon Kota resmi berganti setelah AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., dilantik sebagai Kapolres Cirebon Kota menggantikan AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dalam upacara serah terima jabatan yang berlangsung di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Selasa (28/07/2026).

Upacara serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Jawa Barat, para Pejabat Utama Polda Jawa Barat, jajaran Kapolres, pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya. Prosesi berlangsung dengan khidmat sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri.

Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., atas dedikasi, pengabdian, dan berbagai capaian selama memimpin Polres Cirebon Kota. Kontribusi tersebut dinilai telah memberikan dampak positif terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Kepada AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., Kapolda berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah hukum Polres Cirebon Kota, memperkuat sinergi dengan Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat, memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, serta mendukung berbagai program strategis yang berpihak pada kepentingan publik.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menyampaikan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari penyegaran dan pengembangan karier personel. Menurutnya, kesinambungan program kerja dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama.

"Polres Cirebon Kota siap mendukung kepemimpinan Kapolres yang baru dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan loyalitas. Seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif," ujar AKP M. Aris Hermanto.
Ia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan AKBP Bimantoro Kurniawan, Polres Cirebon Kota akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

((A, Rahmat))

AKBP Muhammad Aldi Sulaiman Resmi Jabat Kapolres Majalengka, Dilantik Langsung Kapolda Jabar

Majalengka,– AKBP Muhammad Aldi Sulaiman, S.I.K., M.Si. resmi menjabat sebagai Kapolres Majalengka setelah dilantik langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dalam upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres jajaran Polda Jawa Barat yang berlangsung di Aula Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari mutasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk penyegaran organisasi, pembinaan karier personel, serta penguatan kepemimpinan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam prosesi sertijab, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman secara resmi menerima tongkat komando Polres Majalengka dari pejabat sebelumnya, AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M., yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolres Majalengka.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto dan dihadiri Wakapolda Jabar, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, para Kapolres jajaran, pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus memberikan kesempatan kepada personel untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan.

Kapolda juga mengapresiasi dedikasi AKBP Rita Suwadi selama memimpin Polres Majalengka serta berharap berbagai prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh pejabat yang baru.

Kepada AKBP Muhammad Aldi Sulaiman, Kapolda berpesan agar segera beradaptasi dengan wilayah hukum Polres Majalengka, memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," pesan Kapolda dalam arahannya.
Dengan resmi menjabat sebagai Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Majalengka.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi Polres Majalengka untuk terus meningkatkan kinerja dan mendukung transformasi Polri yang Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

( Abdan)

Respon Cepat Layanan Polisi 110, Polisi Evakuasi Penemuan Jenazah Perempuan di Kesambi

Cirebon Kota – Respon cepat terhadap informasi masyarakat melalui layanan kepolisian kembali ditunjukkan jajaran Polres Cirebon Kota setelah menerima laporan adanya dugaan penemuan jenazah di sebuah rumah kos yang berada di Desa Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, pada Selasa (28/07/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas gabungan dari Polres Cirebon Kota bersama Polsek Kesambi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara serta mengamankan area guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

Korban diketahui berinisial Y.A., perempuan berusia 23 tahun, warga Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Jenazah ditemukan di dalam kamar kos setelah pihak pengelola mendapat informasi dari rekan korban yang merasa khawatir karena korban sudah beberapa hari tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun media sosial.

Lokasi penemuan jenazah berada di sebuah rumah kos yang beralamat di Desa Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Sejumlah saksi yang dimintai keterangan di antaranya Maulana Sidik, laki-laki usia 18 tahun, warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon selaku penjaga rumah kos; Yogi Sugara, laki-laki usia 46 tahun, warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon selaku penanggung jawab rumah kos; Dendi Hidayat, laki-laki usia 41 tahun, warga Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon yang membantu membuka pintu kamar; Dhea Dara Ayuning, perempuan usia 19 tahun, warga Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu selaku penghuni kos; serta Nur Faticha, perempuan usia 23 tahun, warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon yang juga merupakan penghuni rumah kos tersebut.

Berdasarkan hasil keterangan para saksi, pada Senin malam (27/07/2026) penjaga rumah kos menerima pesan dari seorang teman korban yang meminta agar kondisi korban diperiksa karena sudah beberapa hari tidak memberikan kabar. Saat kamar didatangi, pintu dalam keadaan terkunci dari dalam, lampu kamar padam, dan tidak ada respons ketika dipanggil sehingga dilakukan upaya mencari kunci cadangan.

Karena kunci cadangan tidak ditemukan, keesokan harinya pemilik rumah kos meminta bantuan untuk membuka pintu kamar. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi yang diduga telah meninggal beberapa hari sebelumnya, sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Layanan Polisi 110.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polres Cirebon Kota bersama Unit Reskrim, Unit Inafis, Polsek Kesambi, Bhabinkamtibmas, serta unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, identifikasi, pemeriksaan awal, pendataan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah sesuai standar penanganan kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, korban sebelumnya diketahui sempat mengalami kondisi sakit, sehingga dugaan awal mengarah pada penyebab kematian karena sakit. Namun demikian, kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak yang berwenang.
Kapolsek Kesambi Iptu H. Suganda, S.H. mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut dan mengajak seluruh warga untuk segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila menemukan keadaan darurat, orang yang membutuhkan pertolongan, maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, sehingga petugas dapat memberikan respons secara cepat, tepat, dan profesional demi memberikan perlindungan kepada masyarakat.

((A, Rahmat))

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Rakor Lintas Sektoral


Uploaded Image


Satlantas Polresta Tangerang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Aula Wiratama Bhayangkara Satlantas Polresta Tangerang, Senin (27/7/2026). 

Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi. Khususnya angka fatalitas korban meninggal dunia.

"Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas," kata Fery. 

Uploaded Image

Dia melanjutkan, upaya tersebut dilaksanakan melalui langkah-langkah preventif. Antara lain pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum secara konsisten, pengawasan terhadap truk sumbu tiga, penertiban penggunaan sepeda listrik sesuai ketentuan, hingga pembinaan Polisi Cilik (Pocil).

"Serta penyelenggaraan kegiatan kolaboratif secara berkelanjutan," ujarnya. 

Fery berharap, melalui rapat tersebut kesepahaman pentingnya menjaga keselamatan semakin kuat. Sehingga upaya mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh semua pihak. 

Rapat tersebut dihadiri unsur Jasa Raharja serta organisasi perangkat daerah Kabupaten Tangerang di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.





Red/Toher Aswi

Kumpulkan Perwira Satlantas, Kapolresta Tangerang Minta Penanganan Laka Cepat dan Profesional


Uploaded Image


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengumpulkan seluruh perwira Satlantas Polresta Tangerang untuk melakukan analisis dan evaluasi (anev) penanganan kecelakaan lalu lintas, Selasa (28/7/2026). 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polresta Tangerang.

"Setiap laporan kecelakaan harus direspons dengan cepat dan profesional," kata Indra Waspada. 

Dia menekankan, personel agar segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta mengutamakan keselamatan korban.

"Fast response harus menjadi budaya kerja. Begitu menerima laporan, segera menuju TKP, lakukan penanganan secara profesional, dan pastikan keselamatan korban menjadi prioritas utama," tegasnya.

Uploaded Image

Selain penanganan di lokasi, Indra Waspada juga meminta personel memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, maupun stakeholder. Hal itu agar proses evakuasi dan pertolongan pertama terhadap korban dapat dilakukan secepat mungkin.

Di sisi lain, pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian. Personel diminta segera melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi kecelakaan. Tujuannya untuk mencegah kemacetan sekaligus menghindari terjadinya kecelakaan susulan.

Indra Waspada menegaskan, tugas Satlantas tidak berhenti setelah menangani kecelakaan. 

"Setiap kejadian harus menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah-langkah pencegahan," ujarnya. 

Karena itu, lanjut dia, seluruh jajaran diminta memetakan titik rawan kecelakaan (blackspot) dengan menganalisis penyebabnya, baik dari faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, maupun lingkungan. 

Jika ditemukan jalan rusak, marka jalan memudar, rambu lalu lintas hilang, atau penerangan jalan yang kurang memadai, personel diminta segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan.

"Edukasi kepada masyarakat juga harus terus diperkuat," katanya. 

Dia mendorong, agar dilaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar, komunitas, dan masyarakat umum.

"Manfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye tertib berlalu lintas," ujarnya.

Dalam aspek penegakan hukum, Indra Waspada, meminta seluruh jajaran tetap mengedepankan pendekatan humanis. Namun tetap tegas terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seperti balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga kendaraan yang mengangkut muatan melebihi kapasitas.

Indra Waspada juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan pengawasan melekat terhadap personel di lapangan agar pelayanan di Unit Laka, Turjawali, maupun Samsat tetap berjalan optimal.

"Target kita jelas, yaitu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Jadikan setiap penanganan kecelakaan sebagai pembelajaran untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikutnya," pungkasnya.





Red /Toher Aswi

Dibalik Mundurnya Gubernur BI: Alarm bagi Independensi Bank Sentral?Oleh: Aceng Syamsul Hadie*

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) bukanlah peristiwa administratif biasa. Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pergantian pucuk pimpinan bank sentral pasti mengundang perhatian publik. Bukan semata karena sosok yang mundur, tetapi karena institusi yang dipimpinnya merupakan penjaga stabilitas moneter Indonesia.

Munculnya berbagai spekulasi merupakan konsekuensi yang hampir tak terhindarkan. Ada yang mengaitkannya dengan pelemahan rupiah, ada pula yang menduga adanya dinamika politik di balik pergantian tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan itu, satu pertanyaan yang jauh lebih penting layak diajukan: apakah independensi Bank Indonesia tetap terjaga?

Sejak reformasi, Indonesia membangun Bank Indonesia sebagai lembaga independen agar kebijakan moneter tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek. Pelajaran dari krisis ekonomi 1997–1998 menunjukkan bahwa kredibilitas bank sentral merupakan salah satu fondasi utama kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Namun, independensi bukan hanya soal aturan hukum. Independensi juga menyangkut persepsi publik dan keyakinan pasar. Investor tidak hanya membaca data ekonomi, tetapi juga mencermati sinyal politik. Ketika muncul keraguan terhadap independensi bank sentral, sekecil apa pun, pasar dapat bereaksi dengan cepat. Dalam dunia keuangan, persepsi sering kali sama pentingnya dengan kenyataan.

Di sisi lain, menyederhanakan pelemahan rupiah sebagai kegagalan satu orang juga bukan analisis yang adil. Nilai tukar dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga negara maju, arus modal internasional, hingga situasi geopolitik. Karena itu, keberhasilan maupun tantangan menjaga stabilitas rupiah selalu merupakan hasil dari koordinasi berbagai kebijakan, bukan semata tanggung jawab Bank Indonesia.

Yang justru dibutuhkan saat ini adalah transparansi. Penjelasan yang terbuka mengenai proses transisi kepemimpinan akan jauh lebih bermanfaat daripada membiarkan ruang publik dipenuhi spekulasi. Kejelasan informasi bukan hanya penting untuk menjaga kepercayaan investor, tetapi juga sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Bank Indonesia harus tetap dipandang sebagai institusi profesional yang bekerja berdasarkan mandat konstitusional, bukan berdasarkan kepentingan politik sesaat. Kepercayaan terhadap bank sentral adalah aset nasional yang nilainya tidak kalah penting dibandingkan cadangan devisa atau pertumbuhan ekonomi.

Pada akhirnya, yang sedang diuji bukan hanya pergantian seorang gubernur, melainkan kredibilitas sistem ekonomi Indonesia. Mampukah negara menjaga independensi lembaga strategisnya di tengah tekanan politik dan ekonomi? Ataukah publik akan terus dibayangi pertanyaan yang tidak pernah memperoleh jawaban yang memadai?

Semoga pemerintah dan Bank Indonesia memahami bahwa dalam ekonomi modern, kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga. Ketika kepercayaan terjaga, stabilitas akan lebih mudah diraih. Namun jika kepercayaan mulai terkikis, memulihkannya akan jauh lebih sulit daripada sekadar memperbaiki angka-angka ekonomi. Itulah sebabnya, di balik mundurnya Gubernur BI, sesungguhnya yang sedang menjadi taruhan adalah kepercayaan publik terhadap independensi institusi negara.[]

*) Penulis, 
Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM.
Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)

Editor : Abdan.S

Commitmen Terhadap Pelayanan Publik, Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng



WONOSOBO – Komitmen Polres Wonosobo dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas kembali memperoleh pengakuan. Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. menerima penghargaan Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Predikat Pelayanan Prima yang diserahkan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo pada Selasa (28/7/2026) pukul 07.30 WIB.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara resmi sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang dinilai berhasil mengimplementasikan reformasi birokrasi, membangun zona integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Polres Wonosobo menjadi salah satu dari 15 Polres/Polresta/Polrestabes di jajaran Polda Jawa Tengah yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Adapun penerima lainnya yakni Polres Sukoharjo, Polrestabes Semarang, Polres Temanggung, Polres Karanganyar, Polres Purworejo, Polres Boyolali, Polresta Pati, Polresta Magelang, Polresta Surakarta, Polres Kudus, Polres Klaten, Polres Kendal, Polres Wonogiri, dan Polres Salatiga.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Wonosobo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

"Penghargaan Predikat WBK dan Pelayanan Prima ini bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan amanah yang harus kami jaga. Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh personel Polres Wonosobo dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus kami jawab dengan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, profesional, dan berintegritas," ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Ia menegaskan, Polres Wonosobo tidak akan berpuas diri atas capaian tersebut. Berbagai inovasi pelayanan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan institusi Polri yang Presisi serta semakin dipercaya masyarakat.

Sejalan dengan raihan penghargaan tersebut, Polres Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menciptakan pelayanan publik yang bersih dengan menolak segala bentuk pungutan liar, memanfaatkan kanal pelayanan dan pengaduan resmi yang telah disediakan, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Polres Wonosobo terus berjalan secara berkelanjutan. Ke depan, Polres Wonosobo berkomitmen mempertahankan budaya kerja yang profesional, modern, dan terpercaya demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo.

(Yudhi)
Uploaded Image

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kodisif Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Dan Himbaukan Kamtibmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Sertu Teguh K melaksanakan Patroli malam dan Komsos himbaukan Kamtibmas di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Senin  ( 27/07/2026 )

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya warga di wilayah kecamatan Jebres."tegas Sertu Teguh.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Mesin Tempel Rp40 Juta Dicuri dari Belakang Rumah, 3 Pelaku Diciduk Polres Bangka Barat



Bangka Barat, Aksi pencurian mesin tempel kapal di Kampung Menjelang, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berhasil diungkap polisi. Tim Meriam Unit Reskrim Polsek Mentok Polres Bangka Barat meringkus tiga pria yang diduga terlibat dalam pencurian mesin tempel Yamaha 40 PK senilai Rp40 juta.

Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait hilangnya mesin tempel milik warga dari bagian belakang rumah korban pada Minggu (26/7/2026).

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan tersebut menjadi bentuk respons cepat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Begitu mendapatkan informasi dan laporan terkait dugaan pencurian tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman. Hasilnya, satu pelaku berhasil diamankan dan kemudian dilakukan pengembangan hingga dua pelaku lainnya turut diamankan,” kata Yos, Senin (27/7/2026).

Kasus tersebut bermula saat korban mengecek bagian belakang rumahnya pada Minggu pagi. Korban mendapati satu unit mesin tempel Yamaha 40 PK yang sebelumnya diletakkan di dudukan belakang rumah telah raib.

Korban kemudian bertanya kepada adiknya. Dari keterangan sang adik, mesin tersebut terakhir kali terlihat sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban bersama adiknya kemudian mencari di sekitar lokasi. Mereka menemukan selang mesin tempel di pinggir jalan belakang rumah serta jejak ban kendaraan di sekitar lokasi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp40 juta dan melaporkan kasus itu ke Polsek Mentok Polres Bangka Barat.

Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Informasi mengenai keberadaan salah satu pelaku diperoleh Tim Meriam Unit Reskrim Polsek Mentok pada Senin (27/7) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sekitar pukul 06.00 WIB, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial E alias E di seputaran Pasar Mentok.

Dari hasil pemeriksaan, E mengakui keterlibatannya dalam pencurian mesin tempel tersebut. Polisi kemudian melakukan pengembangan berdasarkan keterangan pelaku.

Hasilnya, dua pelaku lainnya, yakni IF alias I dan FE alias F, berhasil diamankan di lokasi berbeda.

IF diamankan saat berada di rumah temannya di Kampung Keramat, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok. Sementara FE diamankan di kediamannya di Kampung Menjelang Baru, Kelurahan Menjelang, Kecamatan Mentok.

Mesin Hendak Dibongkar dan Dijual Terpisah

Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga pelaku diduga memiliki peran masing-masing dalam aksi tersebut.

E dan IF disebut mendatangi rumah korban sekitar pukul 01.00 WIB menggunakan sepeda motor Honda Scoopy milik FE.

Sesampainya di bagian belakang rumah korban, keduanya mengambil mesin tempel Yamaha 40 PK tersebut dan membawanya menggunakan sepeda motor menuju rumah FE.

Namun, pada keesokan harinya, FE meminta mesin tersebut dipindahkan karena merasa khawatir. Mesin kemudian dipindahkan ke rumah IF dan disimpan di dalam kamar.

Polisi menyebut mesin tersebut rencananya akan dibongkar dan dijual secara terpisah.

Rencana itu belum sempat dilakukan. Tim Meriam Unit Reskrim Polsek Mentok lebih dulu mengamankan ketiga pelaku sekaligus mengamankan barang bukti satu unit mesin tempel Yamaha 40 PK dan satu buah selang mesin tempel.

Iptu Yos Sudarso menegaskan, Polres Bangka Barat melalui jajaran Polsek akan terus meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat, khususnya tindak pidana yang merugikan warga.

“Polres Bangka Barat berkomitmen memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai prosedur hukum. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana,” ujarnya.

Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Mentok Polres Bangka Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan.

(HR)