Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Semangat Pantang Menyerah, Babinsa Koramil 04/Jebres Bersama Tim Damkar Melaksanakan Pendinginan Lahan di TPA Putri Cempo

Surakarta - Dalam upaya mengatasi dampak kebakaran lahan TPA Putri Cempo, Babinsa Koramil 04/Jebres bersama personel gabungan yang t...

Postingan Populer

Selasa, 15 September 2026

Semangat Pantang Menyerah, Babinsa Koramil 04/Jebres Bersama Tim Damkar Melaksanakan Pendinginan Lahan di TPA Putri Cempo


Uploaded Image

Surakarta - Dalam upaya mengatasi dampak kebakaran lahan TPA Putri Cempo, Babinsa Koramil 04/Jebres bersama personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan relawan masyarakat peduli melaksanakan giat pendinginan lahan pasca pemadaman di area TPA Putri Cempo Kelurahan Mojosongo Kec Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 15/09/2026)

Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya tim berhasil memadamkan api yang membakar lahan area TPA Putri Cempo seluas kurang lebih 2 hektare. Meskipun api telah berhasil dipadamkan, namun potensi munculnya bara api di dalam gambut masih sangat tinggi, sehingga dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran ulang.

Babinsa Koramil 04/Jebres Serka Suparno yang ikut langsung dalam kegiatan menyampaikan bahwa pendinginan dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan alat pemadam dan semprotan air dari tangki Damkar yang stanby di lokasi. Selain itu, dilakukan juga penyisiran manual untuk memastikan tidak ada titik api yang tertinggal.

“Pendinginan ini penting untuk mencegah api muncul kembali, apalagi kondisi cuaca saat ini masih cukup panas dan angin kencang yang bisa memicu kebakaran baru,” ujar Serka Suparno

Sementara itu ditempat terpisah Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono. S.Sos menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan.

Dengan kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di wilayah Jebres semakin optimal serta menjadi wujud nyata kepedulian TNI dan seluruh stakeholder dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis : Arda 72

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Danramil 04/Jebres Beri Materi Wasbang dan Bela Negara di KBD Tahap III Gandekan


Uploaded Image

Surakarta – Selain membangun infrastruktur, KBD juga membangun karakter. Danramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Kapten Cba Sugiyono, S.Sos menjadi narasumber dalam kegiatan Non Fisik Karya Bakti Daerah [KBD] Tahap III Tahun 2026 dengan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. 

Kegiatan dilaksanakan Selasa (06/05/2026) pukul 19.00 WIB di Pendopo Citra Duta, Jl. Sungai Batanghari, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

KBD Tahap III tahun 2026 merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta dan Kodim 0735/Surakarta. Selain sasaran fisik berupa pembangunan talud beton bertulang sepanjang 50,19 meter dengan tinggi 3,6 meter, juga dilaksanakan sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat.

Dalam materinya, Danramil menyampaikan bahwa kegiatan Wasbang dan Bela Negara bertujuan untuk membentuk karakter masyarakat yang memiliki jiwa nasionalisme. 

"Tujuan Wasbang adalah untuk membangun masyarakat agar memiliki semangat cinta tanah air. Sehingga akan dapat mewujudkan masyarakat yang selalu siap menghadapi tantangan di masa depan, khususnya di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegas Danramil.

Beliau juga menekankan pentingnya pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan mempertinggi moral budi pekerti agar mampu meningkatkan harkat dan martabat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan non-fisik ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Gandekan semakin memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, dan siap bersinergi dalam setiap program pembangunan.

Penulis : Arda 72

Tanamkan Cinta Lingkungan, Bati Komsos Koramil 04/Jebres Jadi Narasumber OXYGENE 2026 FMIPA UNS


Uploaded Image

Surakarta – Sinergi TNI dengan dunia kampus kembali terjalin, Bati Komsos Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Pelda Rudi Hariyono dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan _Day 2 OXYGENE 2026_ yang diselenggarakan FMIPA Universitas Sebelas Maret, Minggu (13/09/2026) pukul 08.00 WIB s.d selesai.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat di Ruang C5.03 dan C5.02 Lantai 5 Gedung C FMIPA UNS, Jl. Ir. Sutami No. 36 A, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Ditegaskan Pelda Rudy OXYGENE 2026 merupakan kegiatan pengenalan dan kaderisasi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Lingkungan FMIPA UNS yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa / Keluarga Mahasiswa FMIPA dengan mengusung tema _“Samsara Artha”_. 

Dalam pemaparannya, Pelda Rudi Hariyono menyampaikan materi terkait peran serta masyarakat dan TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan, pencegahan karhutla, serta pentingnya gotong royong dalam mengatasi permasalahan lingkungan di wilayah perkotaan.

Kehadiran TNI sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa baru tentang pentingnya kepedulian lingkungan dan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan aparat dalam menjaga bumi tetap lestari.

Kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh antusiasme dari para mahasiswa baru Ilmu Lingkungan FMIPA UNS.

Penulis : Arda 72

Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar


Uploaded Image

Makassar – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Nuning Achiruddin melaksanakan ziarah rombongan ke Makam Pangeran Diponegoro yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026). Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kodam IV/Diponegoro sekaligus bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Pangeran Diponegoro.
 
Bagi Kodam IV/Diponegoro, ziarah ini memiliki makna yang lebih dari sekadar mengenang sejarah. Pangeran Diponegoro merupakan sosok yang namanya diabadikan sebagai identitas Kodam, sehingga penghormatan kepada beliau menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara sejarah perjuangan dengan nilai-nilai yang menyertai pengabdian prajurit.

Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 dan wafat di Makassar pada 8 Januari 1855. Pahlawan nasional tersebut dikenal karena memimpin perlawanan besar terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830.

Uploaded Image

Perjuangannya meninggalkan keteladanan tentang keberanian, keteguhan dan kesetiaan pada perjuangan yang diyakini. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting untuk terus dikenang oleh setiap prajurit yang menyandang nama Diponegoro sebagai identitas kesatuannya.

Nama Pangeran Diponegoro kemudian diabadikan menjadi nama Kodam IV/Diponegoro yang dibentuk pada 5 Oktober 1950, dengan wilayah tanggung jawab di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sejak itu, nama Diponegoro terus menyertai perjalanan Kodam dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Semangat tersebut juga tercermin dalam sesanti Kodam IV/Diponegoro, “Sirnaning Yakso Katon Gapuraning Ratu”, yang bermakna lenyapnya segala bentuk kejahatan, hawa nafsu buruk, maupun rintangan, hingga terbuka jalan menuju kemenangan, kesejahteraan dan kedamaian.

Ziarah di tempat peristirahatan terakhir Pangeran Diponegoro menjadi momentum untuk memberikan penghormatan atas jasa perjuangannya sekaligus mengingat kembali keteladanan yang diwariskannya. Bagi prajurit Diponegoro, nama besar tersebut bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga kehormatan, keteguhan dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.


Penulis : Pendam IV/Diponegoro 

Agar Wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Eko bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Senin (14/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari berbagai bahaya termasuk bahaya kebakaran yang saat ini sering terjadi."tegas Sertu Eko disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

Penulis : Arda 72

Polres Bangka Barat Ungkap Cepat Kebakaran Lima Rumah di Cupat, Tersangka Diamankan



Polres Bangka Barat melalui Polsek Jebus bergerak cepat mengungkap kasus kebakaran lima rumah warga di Bedeng Panjang, RT 10, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut awalnya diduga bukan semata akibat korsleting listrik. Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Jebus mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bentuk respons cepat jajaran kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

"Dalam setiap kejadian yang menimbulkan keresahan masyarakat, Polres Bangka Barat bersama jajaran akan bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya," kata Yos.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial BA alias Bayu Anggara (26), warga Bedeng Panjang, Desa Cupat. Ia diamankan di rumah seorang warga setelah petugas memperoleh informasi keberadaannya.

Langkah pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat situasi di sekitar lokasi kejadian sempat menjadi perhatian warga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Bayu mengakui telah membakar rumahnya sendiri. Polisi menduga api kemudian merambat dan menyebabkan empat rumah warga yang berada di sekitar lokasi turut terbakar.

Kepada penyidik, Bayu mengaku sebelumnya meminta uang kepada seseorang bernama Fajar dan menerima Rp20 ribu. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite sebanyak satu botol.

Setelah sampai di rumah, Bayu diduga menyiramkan bahan bakar tersebut ke kasur, kemudian membakarnya menggunakan korek api. Setelah api menyala, ia meninggalkan rumah menuju kebun.

Polisi turut mengamankan satu buah korek api berwarna kuning yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

"Untuk motif dan rangkaian peristiwa secara utuh masih terus didalami oleh penyidik. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengecekan di tempat kejadian perkara untuk memastikan seluruh fakta," ujar Yos.

Polsek Jebus selanjutnya melakukan pemeriksaan saksi, pengecekan TKP dan gelar perkara guna menentukan proses hukum terhadap tersangka sesuai dengan hasil penyidikan.

Polres Bangka Barat menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan profesional kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap peristiwa yang menimbulkan keresahan dapat ditangani secara serius. Bangka Barat Ungkap Cepat Kebakaran Lima Rumah di Cupat, Tersangka Diamankan

Polres Bangka Barat melalui Polsek Jebus bergerak cepat mengungkap kasus kebakaran lima rumah warga di Bedeng Panjang, RT 10, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut awalnya diduga bukan semata akibat korsleting listrik. Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Jebus mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bentuk respons cepat jajaran kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

"Dalam setiap kejadian yang menimbulkan keresahan masyarakat, Polres Bangka Barat bersama jajaran akan bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya," kata Yos.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial BA (26), warga Bedeng Panjang, Desa Cupat. Ia diamankan di rumah seorang warga setelah petugas memperoleh informasi keberadaannya.

Langkah pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat situasi di sekitar lokasi kejadian sempat menjadi perhatian warga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Bayu mengakui telah membakar rumahnya sendiri. Polisi menduga api kemudian merambat dan menyebabkan empat rumah warga yang berada di sekitar lokasi turut terbakar.

Kepada penyidik, Ba mengaku sebelumnya meminta uang kepada seseorang bernama Fajar dan menerima Rp20 ribu. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite sebanyak satu botol.

Setelah sampai di rumah, Ba diduga menyiramkan bahan bakar tersebut ke kasur, kemudian membakarnya menggunakan korek api. Setelah api menyala, ia meninggalkan rumah menuju kebun.

Polisi turut mengamankan satu buah korek api berwarna kuning yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

"Untuk motif dan rangkaian peristiwa secara utuh masih terus didalami oleh penyidik. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengecekan di tempat kejadian perkara untuk memastikan seluruh fakta," ujar Yos.

Polsek Jebus selanjutnya melakukan pemeriksaan saksi, pengecekan TKP dan gelar perkara guna menentukan proses hukum terhadap tersangka sesuai dengan hasil penyidikan.

Polres Bangka Barat menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan profesional kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap peristiwa yang menimbulkan keresahan dapat ditangani secara serius.

(HR) 

Terus Bergerak! TNI dan Tim Gabungan Lakukan Pendinginan di TPA Putri Cempo, Cegah Karhutla Susulan


Uploaded Image

Surakarta – Upaya penanganan kebakaran lahan belum berhenti. Babinsa Koramil 04/Jebres bersama tim gabungan TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan relawan masyarakat peduli melaksanakan giat pendinginan lahan pasca kebakaran di area TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Senin (14/09/2026)

Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya api berhasil dipadamkan dari lahan TPA Putri Cempo seluas kurang lebih 2 hektare. Meski api besar sudah padam, potensi munculnya bara api di dalam timbunan sampah masih tinggi.

Proses pendinginan dilakukan menyeluruh dengan menggunakan alat pemadam dan semprotan air dari tangki Damkar yang standby di lokasi. 

Tim juga melakukan penyisiran manual untuk memastikan tidak ada titik api kecil yang tertinggal.

"Pendinginan ini penting untuk mencegah api muncul kembali, apalagi kondisi cuaca saat ini masih cukup panas dan angin kencang yang bisa memicu kebakaran baru," ujar Babinsa Koramil 04/Jebres Serka Taufik yang ikut langsung di lapangan.

Sementara itu Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono,S.Sos mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Dengan kegiatan pendinginan ini, diharapkan pencegahan Karhutla di wilayah Jebres semakin optimal dan menjadi wujud nyata kepedulian TNI bersama seluruh stakeholder dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan berjalan aman, lancar, dan terus dimonitor hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Penulis : Arda 72

Senin, 14 September 2026

Polres Bangka Barat Tarik 4 Ponton di Tembelok-Keranggan Usai Peringatan Keras



Bangka Barat - Peringatan keras Polres Bangka Barat terkait larangan penambangan ilegal di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Mentok, berlanjut dengan tindakan tegas. Sehari setelah memberikan teguran kepada para penambang, polisi menarik 4 ponton yang masih terparkir di kawasan tersebut.

Penindakan dilakukan personel Satpolairud Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (14/9/2026).

Sebelumnya, pada Minggu (13/9/2026), petugas telah turun langsung melakukan patroli dan memberikan peringatan keras kepada para penambang jenis selam dan user-user agar menghentikan aktivitas serta menarik ponton dari perairan Tembelok dan Keranggan.

Meski tidak ditemukan aktivitas penambangan saat penindakan berlangsung, petugas mengambil langkah pencegahan dengan menarik 4 ponton yang dinilai masih berpotensi digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal. Empat ponton itu terdiri dari 2 ponton selam dan 2 ponton user-user.

Keempat ponton kemudian dibawa menuju perairan Tanjung Laut, tepatnya di depan Mako Satpolairud Polres Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan penarikan ponton tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan yang telah disampaikan petugas sebelumnya.

"Sehari sebelumnya sudah disampaikan teguran dan peringatan keras agar aktivitas penambangan ilegal dihentikan dan ponton ditarik dari kawasan tersebut. Hari ini kami melakukan penindakan terhadap ponton yang masih terparkir dan berpotensi digunakan kembali," ujar Yos.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk ketegasan Polres Bangka Barat dalam mencegah aktivitas penambangan ilegal kembali berlangsung.

"Jadi bukan hanya imbauan. Ketika masih ditemukan ponton yang berpotensi digunakan untuk aktivitas ilegal, kami mengambil tindakan dengan melakukan penarikan," katanya.

Polres Bangka Barat menegaskan perairan Tembelok dan Keranggan bukan lokasi yang diperbolehkan untuk aktivitas penambangan ilegal. Patroli dan penindakan akan terus dilakukan untuk mencegah kegiatan serupa kembali beroperasi.

(HR) 

Kapolsek Mauk Jadi Pembina Upacara di SMKN 05 Kabupaten Tangerang


Uploaded Image


MAUK, TANGERANG – Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara di SMKN 05 Kabupaten Tangerang, Senin (14/9/2026) pagi. Upacara yang digelar di Kp. Lio, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, ini diikuti sekitar 1.000 siswa. Turut hadir Kepala Sekolah SMKN 05, H. Surta Wijaya, S.Kom., MM., T.Ik., beserta dewan guru dan para siswa.

Dalam amanatnya, Kapolsek Mauk menyampaikan bahwa tujuan pendidikan di tingkat SMK bukan hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan potensi diri, serta menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan para siswa bahwa belajar dengan tekun, disiplin, jujur, dan kerja keras merupakan bekal utama menghadapi tantangan masa depan.

Kapolsek juga mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama mengantisipasi kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Ia menghimbau siswa SMKN 05 agar menolak kekerasan dan perundungan, tidak terlibat tawuran, serta menjauhi obat-obatan terlarang baik sebagai pemakai maupun pengedar. Menurutnya, kedisiplinan dan kesadaran diri sebagai pelajar penting untuk mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

Kegiatan upacara selesai pukul 07.30 WIB dan selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.



Toher Aswi

Patroli Laut, Kapolresta Tangerang Sisir Perairan Pulau Cangkir hingga Batas Serang


Uploaded Image


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspadalah Amirullah memimpin patroli perairan untuk memastikan kondisi laut di wilayah aman dan kondusif, Senin (14/9/2026). 

Patroli dilakukan hingga wilayah perbatasan laut Tangerang-Serang, yakni menyisir perairan dari kawasan Pulau Cangkir hingga perbatasan laut Kabupaten Serang.

"Patroli dilaksanakan untuk memastikan kondisi perairan di wilayah hukum Polresta Tangerang tetap aman dan kondusif," kata Indra Waspada. 

Dia juga mengatakan, patroli juga dilakukan untuk memantau terkait informasi hilangnya lima jurnalis yang terjadi di perairan Pandeglang dalam kaitan dengan aktivitas peliputan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam patroli tersebut, kata Indra Waspada, kondisi laut terpantau relatif kondusif. Angin bertiup dari arah timur laut dengan ketinggian gelombang sekitar satu meter.

Uploaded Image

Dari hasil penyisiran di wilayah perairan hukum Polresta Tangerang hingga perbatasan laut Serang, tidak ditemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan lima jurnalis yang dilaporkan hilang.

Indra Waspada menegaskan, meskipun lokasi kejadian berada di wilayah perairan Pandeglang, pihaknya tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan yang menjadi kewenangan Polresta Tangerang sebagai bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

"Kami tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan kami. Sampai dengan patroli dilakukan, situasi perairan terpantau aman," kata dia.

Menurutnya, kondisi cuaca dan perairan menjadi salah satu aspek penting yang terus dipantau, terutama menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan adanya masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan perairan.

"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar tetap memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang," ujarnya.

Indra Waspada memastikan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairannya tetap kondusif. Pemantauan juga akan terus dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah perairan.




Toher Aswi