Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Mitigasi Banjir Dimulai dari Sungai: Koramil 04/Jebres Gerakkan Warga Gandekan Bersih-Bersih

Surakarta - Semangat gotong royong kembali menguat di Jebres. Dalam rangka mendukung _Ketahanan Wilayah untuk Indonesia Maju_ dan progr...

Postingan Populer

Sabtu, 06 Juni 2026

Mitigasi Banjir Dimulai dari Sungai: Koramil 04/Jebres Gerakkan Warga Gandekan Bersih-Bersih

Surakarta - Semangat gotong royong kembali menguat di Jebres. Dalam rangka mendukung _Ketahanan Wilayah untuk Indonesia Maju_ dan program _ASRI - Gerakan Indonesia Asri_, Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menggelar karya bakti pembersihan Sungai Buntung, Jumat (05/06/2026)

Aksi ini dipusatkan di RT 02 RW 01, Kelurahan Gandekan. Dipimpin langsung Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiono, S.Sos, personel TNI, Pemdes Gandekan, dan warga bahu-membahu membersihkan rumput liar serta sampah yang selama ini menumpuk di bantaran sungai.

“Kolaborasi lintas sektor ini langkah strategis mitigasi banjir dan jaga kebersihan lingkungan. Sekaligus mempererat silaturahmi TNI dengan masyarakat binaan,” ujar Kapten Sugiono di sela kegiatan.

Hal senada disampaikan Lurah Gandekan, Bp. Sugeng Sarwono, SH. Ia mengapresiasi Koramil 04/Jebres dan warga atas aksi nyata ini. “Semoga kerja bakti ini menumbuhkan kesadaran kolektif. Stop buang sampah sembarangan di sungai,” tegasnya.

Dengan sungai yang kembali lancar, warga Gandekan kini lebih siap hadapi musim hujan. Sinergi TNI-Masyarakat-Pemdes terbukti jadi kunci ketahanan wilayah.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Jumat, 05 Juni 2026

Jabat Danramil 04/Jebres, Kapten Cba Sugiyono : Babinsa Harus Jadi Garda Terdepan Wilayah

Surakarta – Memimpin apel perdana, Danramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Kapten Cba Sugiyono, S.Sos memberikan pengarahan langsung kepada seluruh anggota Koramil 04/Jebres. Apel berlangsung di Kantor Koramil 04/Jebres, Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jumat (05/06/2026)

Dalam arahannya, Kapten Sugiyono menekankan pentingnya kekompakan dan komunikasi yang baik antar anggota. Ia juga mengajak seluruh personel meningkatkan etos kerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat komando kewilayahan.

“Pembinaan teritorial adalah fungsi utama TNI AD. Kita harus mampu membantu pemerintah daerah secara dini, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga pengendalian potensi wilayah pertahanan,” tegas Danramil.

Ia berpesan agar para Babinsa tanggap, peduli, dan bertanggung jawab mengelola serta memberdayakan wilayah binaan. Tantangan tugas ke depan disebutnya akan lebih berat, sehingga semangat juang dan sinergi harus terus dijaga.

“Ini jadi pedoman kita bersama. Jadikan Koramil 04/Jebres sebagai daya gerak juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara di wilayah,” tutupnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Danramil Banjarsari Apresiasi Pengabdian PNS Margono, Tekankan Soliditas Anggota & Persit KCK Ranting 3

Surakarta – Danramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Mulyono, menggelar pembinaan dan pengarahan kepada anggota serta Persit KCK Ranting 3 Koramil 02/Banjarsari , Kegiatan berlangsung di Aula Koramil 02/Banjarsari Jl. Ahmad Yani No. 273, Kel. Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (05/06/2026).

Dalam arahannya, Danramil menekankan pentingnya evaluasi tugas agar pelaksanaan ke depan berjalan lebih optimal. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk menghindari pelanggaran, segera menyelesaikan setiap permasalahan baik kedinasan maupun keluarga, serta menjaga kesehatan diri dan keluarga dimulai dari kebersihan diri dan lingkungan.

Momen haru juga mewarnai acara lewat pelepasan purna tugas PNS Margono dan keluarga yang memasuki masa pensiun. Kapten Inf Mulyono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi PNS Margono selama mengabdi di Koramil 02/Banjarsari. 

“Semoga Pak Margono dan keluarga selalu diberi kesehatan dan tetap bisa melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sebagai pembina harian, Danramil juga mengapresiasi peran Persit KCK Ranting 3. “Ke depan tugas suami semakin berat, maka dukungan dan doa para istri sangat diperlukan agar organisasi ini terus berjalan baik,” tutupnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Babinsa Mojosongo Berikan Penyuluhan & Pelatihan  PBB Dasar Kepada Linmas, Ini Tujuannya

Surakarta - Babinsa Kelurahan Mojosongo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Maryadi bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan materi Kamtibmas dan pelatihan PPB Dasar kepada Linmas Kel. Mojosongo kec. Jebres, Jumat (05/06/2026).

Ditegaskan Serka Maryadi kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang berikan  kepada  anggota Linmas di kelurahan Mojosongo ini bertujuan untuk menjaga stamina, disiplin  dan membentuk karakter anggota Linmas agar terbentuknya jiwa disiplin dan karakter linmas yang baik serta melatih kekompakan. 

"Selain itu juga pembinaan keterampilan baik fisik maupun  mental anggota Linmas guna mengasah kembali kemampuan yang selama ini dimiliki oleh linmas kelurahan Mojosongo."ujarnya.

"Linmas adalah ujung tombak kewilayahan dan merupakan salah satu unsur pembinaan perlawanan di wilayah  (Binwanwil) Babinsa bersama linmas dan komponen lainya memiliki tugas menjaga keamana, ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah."imbuhnya.

Di kesempatan ini Babinsa menyampaikan, dengan adanya pembinaan seperti ini, maka akan terjalin hubungan kerja yang baik dan  harmonis antara Babinsa dan Linmas, meski materi yang disampaikan berupa gerakan ketangkasan PBB dasar untuk menunjang kedisplinan serta pengetahuan wawasan kebangsaan, linmas akan belajar bagaimana tata cara hidup berbangsa dan bernegara dengan baik dan benar di tengah-tengah masyrakat, Kelurahan Mojosongo pada khususnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kurang dari 24 Jam, Polresta Tangerang Ungkap Tawuran yang Tewaskan Satu Pelajar di Sindang Jaya


Uploaded Image


Kasus tawuran antarpelajar yang menewaskan satu remaja di Jalan Lavon, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang berhasil diungkap salam waktu kurang dari 24 jam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (4/6/2026) sekitar jam 7 malam. Kemudian pada Jumat (5/6/2026) sekitar jam 10 pagi, dua terduga pelaku berhasil diamankan Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang. 

"Kurang dari 24 jam setelah kejadian, kami mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

Uploaded Image

Indra Waspada menjelaskan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pelajar dari salah satu SMP di wilayah Cikupa dan salah satu SMP di wilayah Rajeg. Akibat bentrokan tersebut, seorang pelajar dari kelompok Cikupa meninggal dunia.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.

Barang bukti yang diamankan berupa enam bilah senjata tajam jenis celurit dan corbek, tiga unit telepon genggam, serta pakaian dan tas yang digunakan para terduga pelaku saat kejadian.

"Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut," ujar Indra Waspada. 

Uploaded Image

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi menambahkan, para terduga pelaku dijerat Pasal 80 juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 467 ayat (2) dan/atau Pasal 307 ayat (1) KUHP Baru.

"Dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun," kata Humaedi. 

Sementara Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi maupun pemicu aksi tawuran.

"Kami mengharapkan peran aktif seluruh pihak dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda," ujarnya.




Toher Aswi

OPERASI PATUH 2026: TILANG MANUAL DAN ETLE DIGELAR 8-22 JUNI DI POLRES KOTA CIREBON


 
Cirebon Buser persisi com - Kota Cirebon kembali menggelar Operasi Patuh 2026 yang akan berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 8 hingga 22 Juni 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini menggabungkan sistem penindakan secara langsung oleh petugas (tilang manual) dan sistem elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk memantau pelanggaran lalu lintas secara menyeluruh, Jumat tgl,5/6/2026.
 
 Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K.,menjelaskan bahwa penggabungan dua metode ini bertujuan agar tidak ada celah bagi pengendara yang berusaha menghindari aturan. "Tilang manual efektif untuk penindakan langsung di lapangan, sedangkan ETLE bekerja 24 jam tanpa henti. Dengan kombinasi ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Cirebon bisa turun signifikan.

Beberapa pelanggaran utama yang menjadi sasaran operasi antara lain:
 
- Tidak memiliki SIM atau STNK yang masih berlaku
- Tidak mengenakan helm standar bagi pengendara sepeda motor
- Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil
- Melawan arus lalu lintas
- Melebihi batas kecepatan yang ditentukan
- Menggunakan ponsel saat mengemudi
- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan
 
Petugas akan ditempatkan di 15 titik strategis seperti persimpangan utama, jalur protokol, sekitar sekolah, pasar, dan kawasan wisata. Sementara itu, 25 unit kamera ETLE yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cirebon akan terus merekam setiap pelanggaran yang terjadi.
 
 
Berdasarkan data lalu lintas Polres Kota Cirebon tahun 2025, tercatat terdapat 3.247 kasus pelanggaran lalu lintas yang berujung pada 412 kecelakaan dengan korban 58 orang meninggal dunia. Angka ini menurun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, namun dinilai masih perlu ditindaklanjuti.
 
"Operasi serupa tahun lalu berhasil menekan pelanggaran hingga 28% selama masa pelaksanaan. Kami optimis hasilnya bisa lebih baik lagi tahun ini," tambah Kapolres.
 
 
Sebagian warga menyambut baik kebijakan ini meski ada juga yang memberikan tanggapan beragam.
"Saya setuju asalkan penindakannya adil dan transparan. Selama ini masih ada yang merasa ada perlakuan berbeda, semoga di operasi ini semua diperlakukan sama," ujar Siti Aminah, warga Kecamatan Harjamukti.
 
Sementara itu, Rian (28), pengendara ojek online berharap sosialisasi diperbanyak. "Tolong diinformasikan dengan jelas titik-titik pengawasannya, supaya kami yang bekerja setiap hari bisa lebih berhati-hati dan tidak melanggar," katanya.
 

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, mengimbau seluruh masyarakat untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Hasil rekapitulasi penindakan akan diumumkan secara terbuka setelah operasi selesai pada 22 Juni mendatang.

((A, Rahmat))

Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Ponpes Jagasatru

Cirebon Kota – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya.

Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. "Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya," ujarnya.

((A, Rahmat))

Warga Sungai Daeng Apresiasi Polres Bangka Barat Bersihkan Semak di Jalan Rawan Kecelakaan.



Bangka Barat, Warga RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilaksanakan Polres Bangka Barat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. itu difokuskan pada pembersihan semak-semak di sepanjang jalan dari Simpang Papadao Cafe hingga Mushola Al-Anshor yang selama ini dikeluhkan warga karena kondisi jalan yang sempit, gelap, dan tertutup vegetasi liar di sejumlah titik.

Ketua RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Jarkasih, mengatakan warga sangat terbantu dengan kegiatan tersebut karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Selama ini kondisi jalan di lokasi tersebut cukup sempit dan banyak semak-semak di pinggir jalan. Pada malam hari juga cukup gelap sehingga jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Ini tentu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," kata Jarkasih.

Menurut dia, warga telah lama berharap adanya penataan lingkungan di kawasan tersebut agar pengguna jalan lebih nyaman dan aman saat melintas.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Polres Bangka Barat. Bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membantu membuka pandangan pengendara sehingga jalan menjadi lebih terang, lebih rapi, dan lebih aman bagi masyarakat," ujarnya.

Jarkasih juga mengaku bangga karena Kapolres Bangka Barat turun langsung bersama warga membersihkan semak-semak di sepanjang jalan.

"Kami sangat tersentuh karena Kapolres Bangka Barat bersama jajaran ikut bekerja langsung di lapangan. Kehadiran beliau menunjukkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat. Ini sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk membantu mengurangi potensi gangguan keselamatan pengguna jalan. Semak-semak yang menutupi bahu jalan kami bersihkan agar jarak pandang masyarakat lebih baik saat berkendara," ujar Kapolres.

Ia menegaskan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Bangka Barat untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Polri harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga dan bersama-sama mencari solusi. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin membangun lingkungan yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih nyaman bagi seluruh masyarakat," kata Kapolres.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang berharap sinergi antara masyarakat dan Polres Bangka Barat terus terjalin dalam berbagai program kemasyarakatan demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman di wilayah Bangka Barat.

(HR) 

Aroma Amis di Balik “Program Daging Bergizi” Baznas Indramayu: Akuntabilitas Publik atau Sekadar Penyelamatan Diri?


INDRAMAYU – Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat di Kabupaten Indramayu kembali diuji. Polemik mencuat setelah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu diduga melempar tanggung jawab terkait penyaluran 6 ekor sapi yang bersumber dari dana infak masyarakat.

Alih-alih menjadi garda terdepan dalam memastikan amanah umat tepat sasaran, sikap yang ditunjukkan oleh otoritas terkait justru memicu tanda tanya besar: Ke mana larinya keadilan bagi masyarakat miskin dan stunting di Indramayu?

Merujuk pada pemberitaan Dermayu Post, Kepala Baznas Indramayu, Aspuri, berdalih bahwa 6 ekor sapi tersebut secara regulasi bukanlah hewan kurban, melainkan bagian dari “Program Daging Bergizi” yang didanai dari dana infak, bukan dana zakat.

Namun, pernyataan lanjutan dari Ketua Baznas justru sangat disayangkan. Ia terkesan melepas tanggung jawab total secara teknis dan menyerahkan bulat-bulat "bola panas" tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

 “Adapun teknis penyalurannya melalui relawan ataupun salah satu partai politik, saya tidak tahu. Silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan,” tegas Aspuri tanpa beban.

Sikap "tanpa beban" ini dinilai mencederai prinsip dasar pengelolaan dana publik. Bagaimana mungkin sebuah lembaga negara yang mengelola dana umat bisa tidak mengetahui secara pasti hilir dari penyaluran program yang mereka danai sendiri? Terlebih, munculnya nama "partai politik" dalam pusaran distribusi dana non-zakat ini rawan ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.

Ironisnya, saat awak media mencoba menelusuri kebenaran di lini pemerintahan, barisan birokrasi Pemkab Indramayu kompak menunjukkan sikap tidak tahu-menahu.
 
Sekretariat Daerah (Setda): Salah satu pegawai Setda Kabupaten Indramayu hanya memberikan jawaban normatif, "Belum ada disposisi dari pak Setda untuk mengklarifikasi hal tersebut."

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra): Setali tiga uang, pihak Kesra yang seharusnya membidangi urusan keagamaan dan sosial justru mengaku buta arah. "Saya tidak tahu, kami hanya prajurit mungkin pimpinan yang bisa menjawab hal itu,"pungkasnya.

Sikap bungkam dan saling lempar ini mempertegas adanya sumbatan informasi publik. Jika program ini legal, transparan, dan terencana dengan baik, mengapa jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu tampak gagap dan enggan memberikan klarifikasi terbuka?

Kecurigaan publik kian menebal ketika dilakukan penelusuran secara digital. Baik di media sosial maupun di website resmi Pemerintah Kabupaten Indramayu, tidak ditemukan satu pun berita atau postingan resmi mengenai eksistensi "Program Daging Bergizi" tersebut. Kejanggalan ini memperkuat dugaan bahwa program tersebut sarat akan kejanggalan administratif.

Melihat fenomena ini, lembaga hukum Merah Putih Lawyers angkat bicara. Salah satu advokat dari firma hukum tersebut menilai ada indikasi kuat manipulasi istilah untuk menutupi realita di lapangan.

"Terkait jawaban dari pihak Baznas, itu diduga hanya upaya penyelamatan diri. Karena praktiknya di lapangan tidak ada (Program Daging Bergizi), yang ada hanya kurban. Pemerintah daerah dalam hal ini harus jelas, kriteria seperti apa yang berhak menerima 6 sapi ini. Kalau dugaan (penyelewengan) ini benar, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera bertindak," tegasnya.

Dana infak adalah dana titipan umat yang memiliki konsekuensi moral dan hukum yang berat. Merubah status peruntukan hewan—dari yang diduga diselewengkan menjadi hewan kurban, atau sebaliknya dibungkus dengan nama "Program Daging Bergizi" tanpa kejelasan sasaran—merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap asas keterbukaan informasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Jika Pemkab Indramayu dan Baznas terus memilih bungkam, maka sudah sepatutnya Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, turun tangan melakukan penyelidikan. Jangan biarkan hak-hak warga miskin dan anak-anak stunting di Indramayu menguap begitu saja di balik retorika pejabat yang tidak bertanggung jawab.

((A, Rahmat))

Komisi III DPRD Majalengka Tekankan Hasil Proyek Pemerintah Berkualitas Dan Bermanfaat

MAJALENGKA
Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke hasil pekerjaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR)  Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalan Ciandeu-Sidamukti dan menekankan semua pekerjaan proyek pemerintah hasilnya berkualitas dan bermanfaat. 

Menurut keterangan Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin bahwa karena ini menjadi atensi dari masyarakat secara fisik hasil pekerjaan ini  sudah kita lihat.

"Secara fisik sudah kita lihat,kita juga mencari titik titik mana saja yang kemarin ada belah, ada pecah kita cek. Dan kelihatannya sudah ditutup yang retak retak rambut itu, kita lihat sudah ditambal atau diperbaiki. Tapi apapun itu yang menjadi perhatian masyarakat, intinya kan maayarakat itu sederhana, anggaran ini kan dari pemerintah dari uang pajak rakyat, ini masyarakat sudah memberikan perhatian dan setidaknya dari pemerintah merupakan sebuah catatan sudah banyak juga dari tahun tahun sebelumnya dan kami menegaskan dari Komisi III agar jangan sampai anggaran tahun 2026 ini apalagi yang belum dilaksanakan terjadi penyimpangan penyimpangan atau hasil pekerjaannya bermasalah, " tegas Iing, Kamis (04/06/26).

Masih kata Iing, kita sebagai bagian dari pemerintah daerah, kita mendukung apa yang menjadi visi misi dari Bupati Majalengka dan Wakil Bupati Majalengka yakni ingin mewujudkan  Majalengka Langkung SAE. 

"Kita juga apresiasi dari Bapak.Bupati bagaimana ingin jalan bagus artinya sudah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat,tinggal bagaimana di lapangannya. Nah ini yang menjadi perhatian kita bersama. Kita juga tidak bosan bosan mengingatkan agar para pelaksana di lapangan mengerjakan proyek jangan asal asalan, tetapi mengedepankan kualitas walaupun mungkin sekarang harga harga sudah naik,
 dan ini juga menjadi perhatian pemetintah untuk menyesuaikan," paparnya. 

Ditambahkannya, jangan sampai nanti anggarannya ketat akan tetapi harga harganya naik, bisa mengurangi volume pekerjaan. Akan tetapi kita tidak menginginkan itu berimbas kepada kualitas pekerjaan proyek PUTR.

"Tetap dijaga kualitas proyek pekerjaannya, jangan sampai mengecewakan masyarakat karena pembangunan kan dari uang pajak rakyat, makanya kita sedang membahas Raperda pengawasan kontruksi,"  imbuhnya.

(Didin Mh)