MAJALENGKA, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam memenangi perang melawan peredaran gelap narkotika. Langkah strategis ini ditegaskan dalam agenda kunjungan kerja dan kuliah umum pencegahan narkoba yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, S.I.K., S.H, M.Si., serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dan civitas akademika Universitas Majalengka, para Kepala Desa serta undangan bertempat di Auditorium UNMA Majalengka, Kamis (6/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Eman Suherman menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Kepala BNN RI. Kehadiran sosok Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, S.I.K., S.H, M.Si., memiliki ikatan emosional tersendiri bagi Majalengka, mengingat beliau pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka pada tahun 2014 lalu.
Bupati memaparkan bahwa Majalengka saat ini tengah mengalami lompatan kemajuan dan transformasi pembangunan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, konektivitas Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, kedekatan akses ke Pelabuhan Patimban, serta keberadaan Jalur Timur Lingkar Majalengka (Jatilima) sepanjang 44 km yang menghubungkan 72 titik destinasi wisata. Di samping itu, Majalengka juga didukung bonus demografi di mana hampir setengah penduduknya merupakan angkatan kerja produktif.
Namun, di balik pesatnya konektivitas dan kemajuan ekonomi tersebut, timbul tantangan serius terkait potensi peningkatan peredaran gelap narkoba. Berdasarkan data Satresnarkoba Polres Majalengka, tercatat sebanyak 61 kasus peredaran narkoba berhasil diungkap sepanjang tahun 2025, sementara pada tahun berjalan (2026) telah terungkap 36 kasus dengan berbagai jenis barang bukti seperti sabu, tembakau sintetis, psikotropika, dan obat keras terbatas (OKT).
Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan pencegahan primer serta memohon dukungan dan penguatan sinergi dari BNN RI, BNNP Jawa Barat, dan BNNK Kuningan.
Sementara itu, Kepala BNN RI Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, S.I.K., S.H, M.Si., menegaskan bahwa pemberantasan dan pencegahan narkotika bukan hanya tugas BNN semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah daerah, kampus, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa.
"Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Kemajuan ekonomi, infrastruktur, bandara, maupun jalan tol tidak akan ada artinya apabila generasi mudanya kehilangan kesehatan, karakter, integritas, dan produktivitas. Melindungi generasi muda dari ancaman narkoba adalah bagian utama dari menjaga kedaulatan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045," tegas Kepala BNN RI.
Beliau juga mengingatkan bahwa modus operandi jaringan narkotika kini makin kompleks dan terorganisir dengan memanfaatkan teknologi digital, media sosial, sistem keuangan modern, hingga penyalahgunaan jasa logistik legal.
Mengutip data World Drug Report, diperkirakan lebih dari 331 juta orang di dunia terpapar narkoba, sementara di Indonesia angka prevalensi penyalahgunaan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan didominasi oleh usia produktif (15–24 tahun).
Oleh karena itu, BNN RI mengajak seluruh mahasiswa Majalengka dan elemen masyarakat untuk aktif menjadi agent of change serta bagian dari solusi pencegahan. Sinergitas yang kokoh antara BNN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan akademisi diharapkan dapat membentengi Majalengka dari bahaya peredaran gelap narkotika demi mewujudkan kawasan yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba (Bersinar).
Dalam acara tersebut Ketua BNN memberikan hadiah sepeda gunung dan dorprize kepada mahasiswa dan anak sekolah yang bisa menjawab pertanyaan.
( Didin.MH )