CIREBON — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat dalam momen foto bersama yang melibatkan sosok ulama dan tokoh masyarakat yang sangat dihormati di tanah Cirebon, yaitu Kang KH. M. Ujang Bustomi, bersama dengan Bintang Panorama. Pertemuan yang penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata terjalinnya hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan erat antara tokoh pembina umat dengan insan pers serta pelaku kegiatan sosial di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kang KH. M. Ujang Bustomi, yang dikenal luas sebagai pendiri sekaligus pengasuh Padepokan Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, merupakan sosok yang sangat dicintai dan dihormati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Beliau dikenal sebagai pendakwah yang dekat dengan semua lapisan masyarakat, tidak membeda-bedakan siapa pun, dan selalu menyapa dengan keramahan yang tulus. Keterbukaan serta keramahan inilah yang membuat beliau begitu dicintai, tidak hanya di Cirebon, tetapi juga di berbagai daerah di seluruh Nusantara.
Dalam pertemuan tersebut, Kang Ujang menyapa dengan sangat akrab dan ramah, berbagi percakapan yang bermakna, serta menyampaikan harapan-harapan agar kedamaian, kebersamaan, dan kemajuan senantiasa terjaga di tengah-tengah masyarakat. Foto bersama yang diabadikan menjadi kenangan indah sekaligus simbol persatuan: antara para tokoh yang membimbing masyarakat dengan pihak yang menyebarluaskan kebaikan dan kebenaran melalui pemberitaan yang terpercaya.
Bintang Panorama yang hadir dalam momen ini pun menyampaikan kekaguman sekaligus rasa hormat yang mendalam kepada Kang KH. M. Ujang Bustomi atas ketulusan, kesederhanaan, serta dedikasi beliau dalam membimbing masyarakat, merawat kerukunan, dan mengajak ke jalan kebaikan. Kebersamaan dalam foto tersebut menjadi bukti bahwa di Cirebon, nilai-nilai persaudaraan, silaturahmi, dan gotong royong tetap hidup dan dijaga dengan baik.
Momen sapa akrab dan foto bersama ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk senantiasa mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarsesama, serta bekerja sama membangun daerah yang lebih baik, lebih damai, dan semakin sejahtera di bawah naungan keberkahan bersama.
((A, Rahmat))




