Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Babinsa Mangkubumen Latih PBB Siswa SMA Budi Utomo

Surakarta - Semangat disiplin dan cinta tanah air ditanamkan sejak bangku sekolah. Babinsa Kelurahan Mangkubumen Koramil 02/Banjarsari ...

Postingan Populer

Kamis, 23 Juli 2026

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Babinsa Mangkubumen Latih PBB Siswa SMA Budi Utomo

Surakarta - Semangat disiplin dan cinta tanah air ditanamkan sejak bangku sekolah. Babinsa Kelurahan Mangkubumen Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta, Pelda Sujianto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris(PBB) kepada siswa SMA Budi Utomo, Kamis (23/07/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Jl. Bromo Raya, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dan diikuti oleh 115 siswa.

Ditegaskan Pelda Sujiyanto pelatihan PBB yang diberikan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, memiliki jiwa kerja sama, tanggung jawab, serta loyalitas tinggi. 

"Melalui gerakan baris-berbaris yang tegas dan kompak, diharapkan siswa mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di masyarakat."tegasnya.

“PBB bukan hanya soal gerakan. Dari sini anak-anak belajar disiplin waktu, kekompakan tim, tanggung jawab terhadap perintah, dan loyalitas. Ini bekal penting untuk masa depan mereka,” ujar Pelda Sujianto.

"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa SMA Budi Utomo dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat."pungkas Pelda Sujiyanto.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Sembari Komsos, Babinsa Gandekan Deteksi Dini Dan Cegah Dini Permasalahan Warga Binaan

Surakarta – Komunikasi Sosial atau Komsos terus menjadi cara efektif Babinsa dalam memantau situasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal ini dilakukan Babinsa Kelurahan Gandekan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Sertu Teguh bersama warga binaan di Karangasem RT 03/RW 02, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis (23/07/2026).

Komsos merupakan metode Pembinaan Teritorial yang bertujuan meningkatkan keharmonisan dan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah binaan. Melalui kegiatan ini Babinsa dapat mengetahui secara langsung permasalahan, kesulitan, serta perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Sertu Teguh mengajak warga untuk menjaga kekompakan, kebersamaan dan keakraban antar sesama warga maupun dengan Babinsa. 

“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa saling bertukar informasi dan menyampaikan perkembangan terbaru di wilayah. Sehingga setiap permasalahan bisa kita cari solusinya bersama-sama,” ungkap Sertu Teguh.

Selain mempererat silaturahmi, Babinsa juga mengimbau warga agar selalu menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan sekitar. Kebersihan lingkungan dinilai penting untuk menciptakan wilayah yang sehat dan kuat.Sertu Teguh secara khusus mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran drainase.

 “Jika drainase tersumbat sampah, saat hujan deras bisa menyebabkan genangan. Jika tidak hujan bisa jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Kita tidak ingin ada kasus DBD di wilayah kita,” tambahnya.Dengan rutinnya kegiatan Komsos, diharapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat dan setiap potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kodim 0707/Wonosobo Resmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto, Bagian dari 52 Jembatan Serentak yang Diresmikan Pangdam IV/Dip



Wonosobo, – Kodim 0707/Wonosobo meresmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jembatan gantung ini menghubungkan Desa Wonoroto dengan Desa Pasuruhan dan memiliki panjang 40 meter serta lebar 1,2 meter. (23/7/2026).

Peresmian dilakukan secara serentak melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., .Total terdapat 52 jembatan yang diresmikan secara bersamaan di wilayah Kodam IV/Diponegoro, salah satunya adalah Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Wonosobo.

Acara peresmian di lokasi Wonoroto dihadiri Danrem 072/Pamungkas yang diwakili Dandenzibang 2/IV Yka Letkol Czi C Satar Budharianto, ST. Turut, Forkopimda Wonosobo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardianto, serta ratusan warga Desa Wonoroto.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos menyampaikan harapan agar kehadiran jembatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. 

“Semoga jembatan yang telah dibangun ini bisa membawa manfaat untuk mensejahterakan masyarakat. Apa yang telah dibangun agar dijaga dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang lama,” ujar Letkol Yoyok Suyitno.

Menurut Dandim, jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di daerah pedesaan yang selama ini masih terkendala aksesibilitas.
Sementara itu, Bupati Wonosobo yang diwakili Kepala Dinas PU Nurudin Ardianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI AD, khususnya Kodim 0707/Wonosobo. Ia menilai sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah berjalan sangat baik dalam mempercepat pembangunan di wilayah Wonosobo.

“Atas nama Pemerintah Daerah Wonosobo, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0707/Wonosobo yang selalu peduli dan membantu Pemda dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah. Seperti saat ini kita bersama-sama menyaksikan peresmian jembatan yang telah selesai dibangun oleh Kodim 0707/Wonosobo,” kata Nurudin Ardianto.

Nurudin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan bertanggung jawab menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat. “Kami akan menjaga dan merawat sebaik mungkin agar bisa memiliki usia yang lama dimanfaatkan oleh warga masyarakat,” tegasnya.

Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah Watumalang. Keberadaan jembatan ini juga menjadi salah satu bukti konkret Program TNI Manunggal Membangun Desa yang terus digalakkan Kodim 0707/Wonosobo.

Dengan peresmian serentak 52 jembatan di wilayah Kodam IV/Diponegoro, diharapkan semakin banyak daerah terpencil yang terhubung dengan baik, sehingga turut mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Koptu Rudy Gunawan melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Rabu ( 22/07/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres."tegas Koptu Rudy disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayahnya."ujarnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Koptu Rudy Gunawan melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Rabu ( 22/07/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres."tegas Koptu Rudy disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayahnya."ujarnya.

Penulis : Arda 72


Uploaded Image

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri



BANDUNG-Wacana pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut memiliki peluang untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), salah satunya Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto.

Dukungan terhadap Komjen Pol Karyoto terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, S.H., yang menilai Karyoto sebagai sosok pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kedekatan dengan masyarakat dan kalangan ulama.

Menurut KH Juhadi, Indonesia membutuhkan figur Kapolri yang tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen bangsa dalam mendukung program pembangunan nasional.

"Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Dalam berbagai penugasan strategis yang pernah diembannya, beliau selalu membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga organisasi kemasyarakatan," ujar KH Juhadi kepada wartawan.

Ia menilai pendekatan humanis dan kolaboratif yang selama ini ditunjukkan Karyoto menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang.

KH Juhadi juga menyoroti kiprah Komjen Pol Karyoto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Menurutnya, Karyoto menunjukkan perhatian besar terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan organisasi masyarakat.

Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum semata, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial, ketersediaan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

"Kapolri ke depan harus mampu menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah. Saya melihat hal itu ada dalam diri Komjen Pol Karyoto," katanya.

Selain itu, rekam jejak panjang Karyoto di institusi Polri juga menjadi salah satu alasan kuat dukungan tersebut. Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 itu telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade dengan menempati berbagai posisi penting di lingkungan Polri maupun lembaga negara lainnya.

Kariernya antara lain pernah bertugas di lingkungan Bareskrim Polri, menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Metro Jaya, hingga saat ini dipercaya mengemban tugas sebagai Kabaharkam Polri.

Bagi KH Juhadi, pengalaman lintas bidang tersebut menjadi modal kepemimpinan yang komprehensif dalam menghadapi tantangan Polri ke depan, mulai dari pemberantasan korupsi, penanganan kejahatan siber, peredaran narkotika, konflik sosial, hingga penguatan sistem keamanan nasional.

Lebih lanjut, ia menilai Komjen Pol Karyoto memiliki hubungan yang baik dengan kalangan ulama dan pondok pesantren, khususnya di wilayah Jawa Barat. Kedekatan tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam membangun komunikasi antara institusi Polri dengan masyarakat.

"Komjen Pol Karyoto dikenal dekat dengan para ulama dan memiliki perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren. Selama seorang pemimpin dekat dengan ulama, insya Allah akan amanah dalam menjalankan tugasnya," ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, KH Juhadi berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memilih figur terbaik yang mampu membawa Polri semakin profesional, modern, dan dicintai masyarakat.

((A, Rahmat))

Kapolres Bangka Barat Perkuat Sinergi dengan Media untuk Wujudkan Informasi Publik yang Akurat.



Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak memperkuat sinergi dengan insan pers di Kabupaten Bangka Barat melalui kegiatan silaturahmi yang digelar di Warkop KKK (K3), Kecamatan Mentok, Rabu (22/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif antara kepolisian dengan media dalam mendukung penyampaian informasi publik yang akurat.

Dalam pertemuan yang dihadiri pejabat utama Polres Bangka Barat dan puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, radio, maupun media siber, Kapolres memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan insan pers.

Kapolres mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif dinilai penting agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan akurasi, keseimbangan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap rekan-rekan media dapat terus menjadi mitra Polres Bangka Barat dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apabila terdapat masukan, kritik maupun informasi yang berkaitan dengan tugas kepolisian, kami membuka ruang komunikasi dan berharap dapat dilakukan konfirmasi sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang," kata Helen.

Ia menegaskan Polres Bangka Barat berkomitmen membangun keterbukaan informasi sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi mengenai mekanisme koordinasi pemberitaan, pertukaran informasi, serta upaya bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Melalui sinergi yang semakin erat antara kepolisian dan media, diharapkan arus informasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan memberikan edukasi yang positif, sehingga mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Bangka Barat.

(HR) 

PJI Laporkan Hotman Paris, Duga Ada Penghinaan ke Jurnalis dan Abuse of Influence

JAKARTA - Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah organisasi pers dalam membela kehormatan profesi jurnalis. PJI juga telah menerbitkan Surat Penugasan kepada Departemen Hukum dan HAM PJI untuk melakukan pelaporan hukum terkait insiden yang melibatkan advokat Hotman Paris Hutapea.

Insiden itu terjadi pada 17 Juli 2026 di halaman Kejaksaan Agung RI, saat Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Dalam kesempatan tersebut, Hotman terdengar membentak jurnalis dengan kalimat "Lu punya otak nggak sih?!".

"Pelecehan verbal dengan muatan degradasi intelektual kepada jurnalis yang sedang bertugas bukan sekadar rendahnya etika komunikasi. Itu bentuk verbal assault yang merendahkan kehormatan profesi pers di ruang publik," tegas Hartanto boechori ketua umum  PJI dalam pernyataan resminya, Selasa (22/7/2026).

Hartanto  menilai aktivitas tanya-jawab dan konfirmasi adalah instrumen sah dalam pelaksanaan fungsi jurnalistik untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi. Karena itu, tidak ada pembenaran bagi siapa pun merespons tugas jurnalistik dengan bentakan, penghinaan, atau makian.

Selain itu, ia juga menyoroti pernyataan Hotman beberapa hari sebelumnya, 11 Juli 2026. Saat itu Hotman menyebut ada "restu Presiden Prabowo" terkait penggeledahan rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Polri. Ia juga mengapresiasi Polri dan Kapolri. 

Menurut Hartanto ketua umum PJI, pencatutan nama Presiden RI, institusi Polri, Kapolri, dan pejabat tinggi negara dalam konteks pembelaan hukum pribadi berpotensi mengaburkan objektivitas penegakan hukum dan membentuk opini publik yang menyesatkan.

"Presiden, Polri, dan Kapolri milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan tameng kepentingan hukum pribadi, apalagi alat intimidasi psikologis untuk membungkam kemerdekaan pers," ujar Hartanto Boechori 

Ketum PJI menyebut tindakan tersebut sebagai _abuse of influence_ atau penyalahgunaan pengaruh. Perilaku itu dinilai tidak mencerminkan etika profesi advokat yang menjunjung integritas dan independensi hukum.

Meskipun Hotman telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial kepada insan pers, Presiden, dan pejabat negara,Hartanto  menegaskan permintaan maaf tidak menghapus konsekuensi hukum. 

Saat ini laporan telah diajukan oleh PWI dan organisasi pers lain. PJI melalui Depkumham PJI juga akan melakukan pelaporan dengan penerapan pasal-pasal relevan, baik terkait dugaan penghinaan terhadap jurnalis yang sedang bertugas maupun dugaan abuse of influence.

PJI menginstruksikan seluruh anggota di seluruh Indonesia untuk menjaga soliditas lintas organisasi pers dan mengawal proses penegakan hukum atas perkara ini.

"Kemerdekaan pers adalah pilar demokrasi. Setiap bentuk intimidasi dan penghinaan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan menjadi budaya," tutup ketum PJi .


(Abdan.S)

PJI Laporkan Hotman Paris, Duga Ada Penghinaan ke Jurnalis dan Abuse of Influence

JAKARTA - Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah organisasi pers dalam membela kehormatan profesi jurnalis. PJI juga telah menerbitkan Surat Penugasan kepada Departemen Hukum dan HAM PJI untuk melakukan pelaporan hukum terkait insiden yang melibatkan advokat Hotman Paris Hutapea.

Insiden itu terjadi pada 17 Juli 2026 di halaman Kejaksaan Agung RI, saat Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Dalam kesempatan tersebut, Hotman terdengar membentak jurnalis dengan kalimat "Lu punya otak nggak sih?!".

"Pelecehan verbal dengan muatan degradasi intelektual kepada jurnalis yang sedang bertugas bukan sekadar rendahnya etika komunikasi. Itu bentuk verbal assault yang merendahkan kehormatan profesi pers di ruang publik," tegas Hartanto boechori ketua umum  PJI dalam pernyataan resminya, Selasa (22/7/2026).

Hartanto  menilai aktivitas tanya-jawab dan konfirmasi adalah instrumen sah dalam pelaksanaan fungsi jurnalistik untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi. Karena itu, tidak ada pembenaran bagi siapa pun merespons tugas jurnalistik dengan bentakan, penghinaan, atau makian.

Selain itu, ia juga menyoroti pernyataan Hotman beberapa hari sebelumnya, 11 Juli 2026. Saat itu Hotman menyebut ada "restu Presiden Prabowo" terkait penggeledahan rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Polri. Ia juga mengapresiasi Polri dan Kapolri. 

Menurut Hartanto ketua umum PJI, pencatutan nama Presiden RI, institusi Polri, Kapolri, dan pejabat tinggi negara dalam konteks pembelaan hukum pribadi berpotensi mengaburkan objektivitas penegakan hukum dan membentuk opini publik yang menyesatkan.

"Presiden, Polri, dan Kapolri milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan tameng kepentingan hukum pribadi, apalagi alat intimidasi psikologis untuk membungkam kemerdekaan pers," ujar Hartanto Boechori 

Ketum PJI menyebut tindakan tersebut sebagai _abuse of influence_ atau penyalahgunaan pengaruh. Perilaku itu dinilai tidak mencerminkan etika profesi advokat yang menjunjung integritas dan independensi hukum.

Meskipun Hotman telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial kepada insan pers, Presiden, dan pejabat negara,Hartanto  menegaskan permintaan maaf tidak menghapus konsekuensi hukum. 

Saat ini laporan telah diajukan oleh PWI dan organisasi pers lain. PJI melalui Depkumham PJI juga akan melakukan pelaporan dengan penerapan pasal-pasal relevan, baik terkait dugaan penghinaan terhadap jurnalis yang sedang bertugas maupun dugaan abuse of influence.

PJI menginstruksikan seluruh anggota di seluruh Indonesia untuk menjaga soliditas lintas organisasi pers dan mengawal proses penegakan hukum atas perkara ini.

"Kemerdekaan pers adalah pilar demokrasi. Setiap bentuk intimidasi dan penghinaan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan menjadi budaya," tutup ketum PJi .


"Didin .MH"

Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan


Uploaded Image


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegakkan, sinergi Polri dan Kejaksaan merusak kunci tegaknya hukum berkeadilan. 

Pernyataan tersebut dia sampaikan sebagai refleksi Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, (22/7/2026). Menurutnya, Hari Bhakti Adhyaksa yang diperingati tiap 22 Juli menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antarlembaga penegak hukum dalam menghadirkan keadilan bagi masyarakat. 

"Kami keluarga besar Polresta Tangerang menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh insan Adhyaksa," kata Indra Waspada. 

Mengusung tema "Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan Hukum dan Keadilan", dinilai menjadi semangat bersama untuk terus memperkuat penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Semoga Kejaksaan semakin profesional, berintegritas, dan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ujarnya. 

Indra Waspada melanjutkan, tantangan penegakan hukum saat ini semakin kompleks. Sehingga membutuhkan sinergi yang kuat antara Polri, Kejaksaan, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dia juga meyakini penegakan hukum yang efektif tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Sinergi yang solid antarlembaga menjadi kunci dalam menghadirkan kepastian hukum, keadilan, serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," ujarnya.

Indra Waspada mengatakan, hubungan baik yang selama ini terjalin antara Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang akan terus diperkuat melalui koordinasi dan komunikasi yang intensif dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dia berharap semangat pengabdian yang diusung pada Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 dapat menjadi motivasi bersama untuk terus menjaga supremasi hukum. Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara profesional, transparan, dan berkeadilan.






Red/Toher Aswi