Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polres Wonosobo Gandeng UI Kaji Kemacetan Jalur Wisata Dieng Berbasis Data

WONOSOBO – Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia untuk mengkaji persoalan kemacetan di jalur wisata Die...

Postingan Populer

Kamis, 20 Agustus 2026

Polres Wonosobo Gandeng UI Kaji Kemacetan Jalur Wisata Dieng Berbasis Data

WONOSOBO – Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia untuk mengkaji persoalan kemacetan di jalur wisata Dieng. Kepolisian tidak hanya menyiagakan personel saat arus kendaraan mulai padat, tetapi mendorong penanganan berbasis data agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) “Dieng Lancar Wisata Nyaman” di Aula Endra Dharmalaksana, Kamis, 20 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha travel, tour organizer, Paguyuban JIP Dieng hingga para pelaku jasa wisata.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan persoalan Dieng perlu ditangani melalui penelitian dan data empiris. Menurut dia, hasil kajian nantinya akan diserahkan kepada Bupati Wonosobo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

“Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran,” kata Ricky dalam forum tersebut.

Pelibatan Patron UI menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi demografi, pola pergerakan kendaraan, persepsi masyarakat, serta kebutuhan pelayanan di kawasan Dieng. Ricky meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi lapangan secara terbuka sehingga hasil kajian tidak bias dan dapat menjadi dasar kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Di sisi operasional, Satlantas Polres Wonosobo telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Personel ditempatkan sejak dini di titik-titik yang menjadi sumber kepadatan, terutama Pintu Langit, Gardu Pandang, Batu Angkruk, Watu Angkruk dan Sikapuk. Polisi juga menempatkan personel di tanjakan dengan kemiringan sekitar 15 persen untuk mengantisipasi kendaraan mogok maupun parkir di bahu jalan.

Polres Wonosobo menyiapkan ganjal kendaraan dan kendaraan derek di sekitar pos Gardu Pandang. Koordinasi dengan petugas parkir di setiap objek wisata juga dilakukan untuk mencegah kendaraan keluar-masuk kawasan wisata menghambat arus utama.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto mengatakan persoalan utama di jalur Dieng adalah ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir. Pada masa libur Lebaran 2026, jumlah pengunjung objek wisata Dieng tercatat mencapai 530.150 orang dengan lebih dari 21.500 kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi jalan yang sempit, menanjak dan berkelok membuat kendaraan yang mogok dapat dengan cepat memicu antrean dari dua arah. Persoalan juga muncul ketika pengendara mengambil jalur berlawanan untuk mendahului antrean sehingga kendaraan dari arah berlawanan bertemu dan menyebabkan arus berhenti.

Kajian lintas sektor dalam forum tersebut juga mengarah pada solusi yang tidak hanya bersifat kepolisian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengusulkan penyediaan kantong parkir berkapasitas besar yang terhubung dengan moda shuttle. Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendorong perubahan orientasi dari mass tourism menuju quality tourism dengan memperhitungkan daya dukung kawasan.

Akademisi Dr. Ahmad Khoiri menilai persoalan kemacetan perlu ditangani dalam tiga tingkatan. Pada tingkat mikro, rekayasa lalu lintas dilakukan langsung ketika kemacetan terjadi. Tingkat mezo mencakup pembatasan kendaraan pribadi, penyediaan kantong parkir dan shuttle publik. Adapun tingkat makro membutuhkan penataan ruang jangka panjang.

Ia juga mendorong integrasi data antarinstansi, mulai dari volume dan kecepatan kendaraan, kapasitas jalan, pola asal-tujuan wisatawan, kondisi infrastruktur, hingga data angkutan umum. Teknologi seperti pemantauan lalu lintas secara real-time dan sistem reservasi perjalanan terintegrasi juga dinilai dapat membantu mengendalikan pergerakan kendaraan menuju Dieng.

Bagi Polres Wonosobo, FGD tersebut menjadi langkah awal untuk mengubah pola penanganan kemacetan dari sekadar respons di lapangan menjadi mitigasi berbasis kajian. Kepolisian tetap menempatkan pengaturan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas, sembari mendorong solusi lintas sektor untuk mengendalikan arus kendaraan di kawasan wisata.

Dengan menggandeng Patron UI dan melibatkan pemerintah daerah serta pelaku pariwisata, Polres Wonosobo berharap penanganan jalur Dieng dapat dilakukan secara lebih terukur. Tujuannya bukan sekadar mengurai antrean kendaraan saat musim liburan, tetapi membangun sistem lalu lintas yang mendukung keamanan, kenyamanan wisatawan, aktivitas ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan kawasan Dieng.

(Yudhi KJN)
Uploaded Image

Kapolsek Mauk Menghadiri pembukaan kegiatan musabaqah tilawatil Quran (MTQ) ke IV dan Pelantikan Pengurus LPTQ Tingkat Desa Patramanggala tahun 2026


Uploaded Image


TANGERANG – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mauk AKP I NYOMAN NARIANA menghadiri acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IV sekaligus Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang tahun 2026. Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Kp. Patra Rt 04/02 Ds. Patramanggala ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Kemiri, Kepala Desa Patramanggala beserta perangkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan peserta MTQ dari berbagai wilayah RT/RW setempat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Mauk menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Kehadiran pihak kepolisian dalam gelaran ini tidak hanya untuk memastikan kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral terhadap syiar Islam dan pembinaan generasi muda di wilayah hukum Polsek Mauk.

Uploaded Image

"Kami sangat mendukung penuh kegiatan MTQ ke-IV dan pengukuhan pengurus LPTQ Desa Patramanggala. Kegiatan positif seperti ini sangat efektif dalam membina mental dan karakter generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif, kenakalan remaja, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya," ujar Kapolsek Mauk.

Selain pembukaan MTQ, agenda dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus LPTQ Desa Patramanggala masa bakti 2026. Kapolsek Mauk menyampaikan harapannya kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah dengan baik dalam melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berprestasi yang dapat membawa nama baik desa ke tingkat kecamatan hingga nasional.

Rangkaian acara pembukaan MTQ ke-IV dan pelantikan pengurus LPTQ Desa Patramanggala berjalan dengan lancar, tertib, dan aman berkat pengamanan serta pengawalan langsung dari personel Polsek Mauk bersama unsur terkait.




Red/Toher Aswi

Polres Bangka Barat Antisipasi Penyelundupan Timah Lewat Jalur Laut



Bangka barat, Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, sebagai langkah mengantisipasi upaya penyelundupan timah melalui jalur laut.

“Pengawasan ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah adanya upaya penyelundupan timah melalui jalur pelabuhan. Kami tidak ingin jalur transportasi laut dimanfaatkan untuk membawa keluar komoditas timah secara ilegal,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso di Mentok, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan, pengawasan dilakukan Satpolairud Polres Bangka Barat dengan memeriksa kendaraan dan muatan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian.

Selain itu, petugas memeriksa dokumen kapal dan manifest, mengecek data berat kendaraan melalui loket, serta meminta keterangan kepada pengemudi mengenai asal dan tujuan barang yang dibawa.

Menurut dia, langkah tersebut penting dilakukan mengingat jalur pelabuhan merupakan salah satu akses keluar-masuk barang dari Pulau Bangka, sehingga diperlukan pengawasan untuk mencegah berbagai bentuk penyelundupan.

“Personel kami melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara selektif terhadap kendaraan maupun muatan. Apabila ditemukan sesuatu yang mencurigakan, tentunya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan yang dilaksanakan pada Rabu sore tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas maupun muatan barang yang mencurigakan terkait dugaan penyelundupan timah.

Polres Bangka Barat menegaskan pengawasan di kawasan pelabuhan akan terus dilakukan sebagai upaya preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan dan menjaga agar jalur transportasi laut tidak dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal.

Kepolisian juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang menggunakan jasa pelabuhan untuk bersama-sama mencegah penyelundupan serta melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.

(HR) 

Bhabinkamtibmas Polsek Mauk Melaksanakan Bakti Sosial Di Desa Kemiri


Uploaded Image


Tangerang – Wujud kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kemiri, Aiptu Johana. Dalam rangka meringankan beban sesama serta mempererat tali silaturahmi, Aiptu Johana menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kp. Kemiri Sabrang, Desa Kemiri, Kec. Kemiri. Kamis (20-08-2026)

Kegiatan yang berlangsung secara door to door ini menyasar warga lanjut usia, janda kurang mampu, serta keluarga yang membutuhkan bantuan ekonomi secara langsung. Kehadiran Aiptu Johana yang turun langsung menyusuri pemukiman warga menyapa dengan hangat dan penuh kekeluargaan, membawa kebahagiaan tersendiri bagi para penerima manfaat.

Aiptu Johana menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas), tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan.

"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kami kepada warga Desa Kemiri. Harapan kami, bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari dan membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Aiptu Johana di sela-sela kegiatan.

Selain menyerahkan bantuan pangan, Aiptu Johana juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas secara dialogis. Warga diingatkan untuk senantiasa menjaga keharmonisan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak ragu untuk berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas jika ada permasalahan di desa.

Aksi nyata ini mendapat apresiasi hangat dari warga setempat. Salah seorang penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bhabinkamtibmas yang dinilai sangat dekat dan peka terhadap kondisi warga binaannya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan hubungan harmonis dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Desa Kemiri dapat terus terjalin erat demi terciptanya lingkungan desa yang aman, kondusif, dan sejahtera.




Red/Toher Aswi

Polres Cirebon Kota dan Polsek Utbar Gerak Cepat Tangani Korban Pohon Tumbang di Jembatan Sukalila

Cirebon Kota - Respons cepat ditunjukkan personel Polres Cirebon Kota dan Polsek Cirebon Utara Barat saat menangani dua warga yang menjadi korban pohon tumbang di Jembatan Sukalila, Jl. KS. Tubun RT 001 RW 003, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan korban segera mendapatkan pertolongan.

Kedua korban yakni Muhammad Faris (51), laki-laki, warga Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, dan Titin (44), perempuan, warga Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Keduanya menjadi korban ketika sepeda motor yang ditumpangi dari arah utara menuju selatan tertimpa pohon yang tumbang ke badan jembatan.

Peristiwa bermula ketika berlangsung pekerjaan pembersihan di sekitar Sungai Sukalila menggunakan alat berat excavator. Alat berat tersebut digunakan untuk menggali tanah di pinggir sungai sekaligus membuka akses bagi alat berat beko amfibi yang akan digunakan untuk membersihkan Sungai Sukalila.

Saat proses pekerjaan berlangsung, sebuah pohon di sekitar lokasi tiba-tiba roboh dan tumbang ke arah Jembatan Sukalila. Pohon tersebut kemudian menimpa sepeda motor yang dikendarai Muhammad Faris bersama Titin hingga keduanya mengalami luka.

Mendapat laporan kejadian, personel Polres Cirebon Kota dan Polsek Cirebon Utara Barat langsung bergerak menuju lokasi. Personel yang hadir di antaranya Pamapta I Polres Cirebon Kota IPDA Lupti, S.H., personel SPKT dan piket Reskrim Polres Cirebon Kota, Kanit Reskrim Polsek Cirebon Utara Barat AKP Makmudin, S.H., M.H., piket Bawas, piket Reskrim, piket QR, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kejaksan.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian dan melakukan pengecekan terhadap kondisi korban. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban sekaligus mengumpulkan informasi awal dari masyarakat dan saksi yang berada di sekitar lokasi.

Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis. Muhammad Faris mengalami benturan pada bagian kepala serta luka pada bagian perut ke bawah, sementara Titin mengalami luka lecet pada wajah bagian kanan dan diduga mengalami luka pada paha kiri.

Di rumah sakit, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kejaksan turut memastikan kondisi kedua korban serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Sementara personel lainnya tetap melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian.

Empat saksi yang dimintai keterangan yakni Rian Priana (29), Mohamad Doddy Gozali (29), Hendra Kurniawan (41), dan Herry Djuniar Bassar (56). Selain penanganan korban, petugas juga melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait guna mendukung proses penanganan kejadian secara menyeluruh.
Kapolsek Cirebon Utara Barat Kompol Iwan Gunawan, S.H., mengatakan kecepatan personel dalam merespons laporan merupakan bagian penting dari pelayanan kepolisian, terutama ketika menyangkut keselamatan masyarakat.

“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan memprioritaskan pertolongan kepada korban. Kecepatan respons menjadi bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kompol Iwan Gunawan.

((A, Rahmat))

Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Malam Untuk Meningkatkan Keamanan & Kondusifitas Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Ska Koptu Tutut Cahyono melaksanakan Patroli malam bersama anggota linmas di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Kamis (19/08/2026).

Ditegaskan Koptu Tutut Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil 02/Banjarsari bersama anggota linmas dengan sasaran tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek vital dan tempat keramaian di wilayah kecamatan Banjarsari

"Dalam patroli kali ini kami selaku Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan warga dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi di lingkungan disekitar."tegasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Pangdam IV/Diponegoro Pastikan Yonif TP 455/Satria Pandanaran Siap Hadapi Tugas


Semarang – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2026).

Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.

Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.

Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.

Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.

Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik. 

Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga.

Yudhi 
(Pendam IV/Diponegoro)
Uploaded Image

Dukung Swasembada Pangan, Polres Wonosobo Panen 7,8 Ton dan Tanam Bawang Putih



WONOSOBO – Polres Wonosobo bersama kelompok tani melaksanakan panen dan penanaman bawang putih secara serentak di Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan percepatan swasembada bawang putih nasional.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., bersama jajaran PJU Polres Wonosobo, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani mengikuti langsung kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan agenda penanaman bawang putih serentak secara nasional melalui Zoom Meeting.

Di Desa Serang, kegiatan penanaman dilakukan pada lahan milik kelompok tani yang dikelola Pak Romadhon dengan luas 2.500 meter persegi atau 0,25 hektare. Bibit yang digunakan merupakan bawang putih varietas Lumbu Hijau. Berdasarkan estimasi, lahan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 8,1 ton bawang putih saat memasuki masa panen.

Sementara itu, pada hari yang sama Polres Wonosobo juga melaksanakan panen bawang putih pada lahan seluas 8.000 meter persegi atau 0,8 hektare. Dari lahan tersebut diperoleh hasil panen sebanyak 7,8 ton bawang putih.

Dengan hasil panen tersebut, total luas lahan bawang putih yang telah dipanen hingga saat ini mencapai 1,05 hektare dengan total produksi sebanyak 15,9 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pertanian bawang putih di wilayah Wonosobo sekaligus dukungan nyata terhadap upaya meningkatkan produksi komoditas pangan strategis di dalam negeri.

Selain panen dan penanaman, Polri bersama Kementerian Pertanian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Nasional juga melakukan pendampingan dan pengawasan penyaluran bantuan pertanian kepada kelompok tani bawang putih. Bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bibit bawang putih, pupuk, serta mulsa dipastikan tersalurkan dan diterima langsung oleh kelompok tani.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang produktivitas dan keberhasilan budidaya bawang putih, mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan hingga panen. Polri juga memastikan proses pendampingan dan pengawasan dilakukan agar bantuan pemerintah tepat sasaran serta memberikan manfaat langsung bagi petani.

Kegiatan di Desa Serang dihadiri Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., Plh. Wakapolres Wonosobo Kompol Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd., M.Tr.Ap., jajaran PJU Polres Wonosobo, Forkopimca Kejajar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si., PPL Kecamatan Kejajar, Kepala Gudang Bulog Sawangan Wonosobo Doddy Hendriyansah, serta para ketua kelompok tani bawang putih dari sejumlah wilayah di Kecamatan Kejajar dan sekitarnya.

Penanaman bawang putih yang dilakukan pada 19 Agustus 2026 diperkirakan memasuki masa panen sekitar empat bulan atau pada Desember 2026. Dari lahan penanaman seluas 0,25 hektare tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 8,1 ton.

Kapolres Wonosobo menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan, pengawasan, dan sinergi bersama pemerintah daerah serta kelompok tani.

Melalui kolaborasi tersebut, Polres Wonosobo berkomitmen mendukung peningkatan produksi bawang putih, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.

(Yudhi)
Uploaded Image

Pangdam IV/Diponegoro Pastikan Yonif TP 455/Satria Pandanaran Siap Hadapi Tugas


Uploaded Image

Semarang – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2026).

Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.

Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.

Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.

Uploaded Image

Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.

Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik. 

Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga. 

(Pendam IV/Diponegoro)

Rabu, 19 Agustus 2026

Hadiri Groundbreaking Mako Lanud Saleh Basarah, Kapolresta Tangerang Dorong Perkuat Sinergi Pertahanan dan Keamanan


Uploaded Image

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Markas Komando (Mako) Pangkalan Udara (Lanud) Saleh Basarah di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor, Rabu (19/8/2026).

Pembangunan Mako tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pertahanan udara. Sekaligus meningkatkan koordinasi dan sinergi antarinstansi di wilayah yang menjadi bagian dari kawasan penyangga ibu kota.

"Mako Lanud Saleh Basarah diharapkan semakin memperkuat kolaborasi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah," kata Indra Waspada. 

Dia pun menyambut baik pembangunan Mako Lanud Saleh Basarah tersebut. Menurutnya, keberadaan satuan yang semakin representatif akan memperkuat sinergi TNI-Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah. 

Uploaded Image

Indra Waspada menambahkan, tantangan keamanan saat ini membutuhkan koordinasi yang semakin kuat antarlembaga. Tidak hanya dalam konteks pertahanan, ujarnya, tetapi juga dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap wilayah.

"Keamanan dan ketahanan wilayah membutuhkan sinergi. TNI dan Polri harus terus membangun kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur masyarakat," tuturnya.

Peletakan batu pertama pembangunan Mako Lanud Saleh Basarah dilakukan Inspektur Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Irkodau) 1 Marsma TNI Dedy Susanto.

Dalam sambutannya, Dedy mengatakan pembangunan Mako Lanud Saleh Basarah dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional pertahanan udara.

"Pembangunan Mako Lanud Saleh Basarah dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional pertahanan udara," kata Dedy.

Menurut Dedy, keberadaan Mako yang representatif akan memperkuat efektivitas komando, kendali, dan kesiapsiagaan dalam mendukung tugas penegakan kedaulatan negara di udara.

Selain aspek pertahanan, keberadaan Mako juga diharapkan memperkuat sinergisitas kewilayahan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

"Pembangunan ini merupakan momentum strategis dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana satuan di jajaran Kodau 1," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Saleh Basarah Letkol Pas Efendi Hermawan mengatakan, pembangunan Mako merupakan bagian penting dalam pengembangan sarana dan prasarana satuan sekaligus mendukung kesiapan pelaksanaan tugas.

Lanud Saleh Basarah sebelumnya berada di bawah naungan Lanud Atang Sendjaja Bogor. Setelah dilakukan validasi organisasi TNI AU pada September 2025, statusnya resmi ditingkatkan menjadi Lanud mandiri di bawah jajaran Kodau I.

Efendi mengatakan peningkatan status tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan peran pertahanan udara dan pengawasan wilayah penyangga ibu kota yang meliputi Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan.






𝙏𝙤𝙝𝙚𝙧 𝘼𝙨𝙬𝙞