Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Respon Cepat Layanan Polisi 110 Tangani Temuan Mayat di Kalijaga

Cirebon Kota - Laporan masyarakat melalui Layanan Polisi 110 segera ditindaklanjuti personel Polsek Cirebon Selatan Timur terkai...

Postingan Populer

Rabu, 09 September 2026

Respon Cepat Layanan Polisi 110 Tangani Temuan Mayat di Kalijaga

Cirebon Kota - Laporan masyarakat melalui Layanan Polisi 110 segera ditindaklanjuti personel Polsek Cirebon Selatan Timur terkait ditemukannya seorang laki-laki meninggal dunia di Kp. Katiasa Baru, Jalan Angkasa Raya RT 06 RW 01, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (09/09/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Cirebon Selatan Timur bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal, dengan melibatkan Panit I Reskrim IPTU F. Heru Purwandhali, S.H., piket Reskrim, piket QR, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalijaga, serta berkoordinasi dengan Inafis Polres Cirebon Kota dan PSC 119 Kota Cirebon.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., menyampaikan bahwa respons cepat terhadap informasi masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan setiap kejadian, termasuk ketika masyarakat menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri atau diduga meninggal dunia, sehingga petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan langkah penanganan sesuai prosedur.

Korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 45 tahun yang pada saat ditemukan mengenakan baju berwarna biru dan celana bahan panjang berwarna hitam, dengan posisi berada di sekitar trotoar samping warung dekat Indomaret Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Saksi pertama, Jon Walker Marbunlumbangaol, menerangkan bahwa sebelumnya korban datang ke warung miliknya dan sempat berbincang dengannya sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian korban berpindah dan duduk di trotoar sekitar warung tersebut; dalam percakapan tersebut korban sempat menyampaikan keinginannya untuk pulang ke rumahnya yang berada di Kota Depok.

Saksi kedua, Amanudin, menerangkan bahwa dirinya melihat korban sedang duduk di trotoar sekitar warung milik Jon Walker Marbunlumbangaol, namun kondisi korban terlihat tidak baik-baik saja, sehingga saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Polsek Cirebon Selatan Timur; setelah petugas kepolisian bersama PSC 119 Kota Cirebon tiba di lokasi dan melakukan pengecekan, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas kemudian melakukan pengecekan lokasi, menghubungi Inafis Polres Cirebon Kota untuk mendukung pemeriksaan di tempat kejadian, mendata keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan PSC 119 Kota Cirebon, hingga selanjutnya jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian apabila menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri atau tergeletak di tempat umum, tidak mengerumuni maupun memindahkan tubuh korban tanpa kepentingan penanganan darurat, serta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian agar petugas dapat datang ke lokasi, melakukan pengecekan, mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak medis maupun fungsi terkait.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., menegaskan bahwa kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu proses penanganan kejadian di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri, tergeletak atau diduga meninggal dunia di tempat umum agar segera menghubungi Layanan Polisi 110, sehingga petugas dapat segera datang, melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan sesuai prosedur,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Polsek Mauk Siagakan 16 Personel Selama 24 Jam untuk Menjaga Keamanan dan Ketertiban


Uploaded Image


TANGERANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Mauk, Polres Kota Tangerang, Polda Banten, menyiagakan sebanyak 16 personel dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat selama 1 x 24 jam, mulai Rabu (9/9/2026) pukul 08.00 WIB hingga Kamis (10/9/2026) pukul 08.00 WIB.

Kesiapsiagaan personel tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas rutin kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama 24 jam.

Dalam pelaksanaan piket tersebut, IPDA Aji Solehudin, S.H., yang menjabat sebagai Kanit Reskrim, bertugas sebagai Perwira Pengawas (Pawas). Sementara pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dilaksanakan oleh AIPDA Imron Hidayat.

Dari unsur Samapta, personel yang disiagakan yakni BRIPKA Ridwan Hidayat dan BRIPTU Putra R.B. Sedangkan unsur Reskrim terdiri dari AIPDA Dede Eka P. dan BRIPTU Ahmad Rizky.

Untuk fungsi Binmas, Polsek Mauk menyiagakan AIPTU Suryadi, AIPTU Niko F.S., AIPDA R. Hakiki, AIPDA Suhendra, BRIPKA A. Fahrudin, BRIGADIR Wahyu MD, dan BRIPTU Nandar Viar Iskandar.

Sementara itu, fungsi Lalu Lintas diperkuat oleh BRIPKA Abdul Hakim, fungsi Opsnal oleh BRIGADIR M. Nurhuda, serta fungsi Intelkam oleh AIPDA A. Faridi.

Selain kesiapsiagaan personel, Polsek Mauk juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tahanan. Berdasarkan laporan, terdapat 3 orang tahanan, dengan rincian 2 orang berada di Polsek Mauk dan 1 orang dititipkan di Tahti Polres. Tidak terdapat tahanan yang dititipkan di Lapas Jambe maupun Lapas Wanita.

Kesiapsiagaan personel selama 24 jam tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Mauk serta memberikan rasa aman kepada masyarakat




Toher Aswi

Polres Bangka Barat Minta Penambang PIP di DAS Kampak Setop Aktivitas



Polres Bangka Barat meminta para penambang Ponton Isap Produksi (PIP) menghentikan aktivitas penambangan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mangrove di Perairan Sungai Kampak, Desa Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Imbauan itu disampaikan saat Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya, S.H., M.H. memimpin kegiatan dialog dan imbauan kepada para penambang di kawasan tersebut, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan itu, jajaran Polres Bangka Barat bersama personel Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung turun langsung menyampaikan pentingnya menghentikan aktivitas penambangan yang berada di kawasan DAS dan mangrove.

AKP Candra mengatakan pihaknya memahami bahwa aktivitas tambang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, kegiatan tersebut harus tetap memperhatikan aturan hukum dan kelestarian lingkungan.

"Kami dari kepolisian sangat memahami kebutuhan masyarakat. Namun, kami mengimbau kepada para penambang agar melakukan aktivitas dengan cara dan prosedur yang benar serta tidak melakukan penambangan di lokasi yang dapat merusak kelestarian lingkungan," ujar Candra.

Candra juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas penambangan di wilayah DAS dan mangrove Dusun Kampak. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun persoalan hukum.

Dalam dialog tersebut, sekitar 30 tokoh masyarakat, agama dan pemuda Dusun Kampak turut menyampaikan aspirasi.

Perwakilan masyarakat mengakui bahwa tambang menjadi salah satu mata pencaharian utama warga. Sebagian masyarakat juga mengaku tidak memiliki lahan perkebunan untuk bertani.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan memfasilitasi agar mereka tetap dapat bekerja melalui aktivitas pertambangan yang legal sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa aktivitas tambang memberikan dampak terhadap perekonomian warga. Penghasilan dari tambang disebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membayar kewajiban kepada perbankan.

Meski demikian, masyarakat menyatakan tidak ingin aktivitas tersebut membuat mereka berhadapan dengan persoalan hukum.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan pihaknya memahami persoalan ekonomi masyarakat.

Namun, kata Yos, aktivitas pertambangan tetap harus dilakukan sesuai aturan dan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Kami memahami bahwa aktivitas pertambangan menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat. Namun, seluruh kegiatan tetap harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terutama tidak dilakukan di kawasan yang dapat merusak lingkungan seperti DAS dan kawasan mangrove," ujar Yos.

Yos mengatakan Polres Bangka Barat mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Kami juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun mencari solusi agar aktivitas ekonomi dapat berjalan secara legal," katanya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Masyarakat maupun pemilik ponton bersikap kooperatif dan tidak melakukan penolakan terhadap imbauan yang disampaikan jajaran Polres Bangka Barat.

(HR) 

Agar wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Serma giminanto bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Selasa (08/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap aman dan kondusif."tegas Serma Giminanto.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Knalpot Brong Jadi Sasaran, Polisi Tertibkan Puluhan Motor di Dua Lokasi

KUNINGAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan kembali melakukan penertiban terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Penertiban tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni kawasan Cirendang dan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menyasar pengendara sepeda motor yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat serta ketertiban lalu lintas.

Di kawasan Cirendang, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan dokumen surat-surat kendaraan. Hasilnya, petugas mengamankan  6  STNK dan 16 kendaraan roda dua yang menjadi sasaran penindakan.

Sementara di wilayah Ciawigebang, petugas mencatat 3  STNK dan 20 kendaraan roda dua berknalpot brong dalam kegiatan penertiban tersebut.
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon melalui KBO Satlantas Polres Kuningan IPTU Deni Supriyana mengatakan, razia dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan kendaraan sesuai ketentuan.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk menciptakan Kamseltibcarlantas dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Kami mengimbau kepada para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” ujar IPTU Deni Heriyana.
Menurutnya, penggunaan knalpot brong tidak hanya berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memicu keresahan dan mengganggu ketertiban di jalan raya.
IPTU Deni menegaskan, Satlantas Polres Kuningan akan terus melakukan kegiatan penertiban secara berkala, terutama terhadap kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
“Kami mengedepankan langkah persuasif dan edukatif, namun terhadap pelanggaran yang ditemukan tetap dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk tertib berlalu lintas,” katanya.

Satlantas Polres Kuningan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana lalu lintas yang aman dan nyaman dengan menggunakan kendaraan sesuai standar serta melengkapi surat-surat kendaraan.
Dengan penertiban yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan penggunaan knalpot brong di wilayah Kabupaten Kuningan dapat ditekan dan ketertiban serta kenyamanan masyarakat di jalan raya semakin terjaga.

((A, Rahmat))

Bau Menyengat di Belakang SDH, Sistem IPAL dan Dokumen Lingkungan Dipertanyakan


BANGKA TENGAH — Aroma menyengat yang diduga berasal dari saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi sorotan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Nomor 6, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Keluhan tersebut disampaikan warga sekitar kepada tim investigasi awak media pada Selasa sekitar pukul 14.30 WIB. Warga yang memberikan informasi memilih untuk tidak dipublikasikan identitasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Dari hasil pengamatan di lapangan, sumber aroma kurang sedap diduga berasal dari saluran IPAL milik Sekolah Dian Harapan (SDH), yang telah berdiri sejak 2016.
Di lokasi, tim melihat air yang keluar dari saluran IPAL tampak keruh dan mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

Temuan tersebut kemudian menjadi pertanyaan penting: apakah air limbah yang keluar dari sistem IPAL tersebut telah memenuhi baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan?

Untuk memperoleh penjelasan, tim investigasi melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dan bertemu dengan Kepala Sekolah SDH, Agung.

Agung menjelaskan bahwa pihak sekolah memiliki empat kolam penampungan IPAL yang pengerjaannya dilakukan oleh konsultan. Menurutnya, sistem IPAL yang dimiliki sekolah telah memenuhi standar.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai dokumen lingkungan, khususnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), muncul fakta bahwa selama ini pihak sekolah mengaku masih menggunakan AMDAL milik Rumah Sakit Siloam.

Agung mengatakan pihak sekolah telah mengajukan proses AMDAL baru dan proses tersebut telah berjalan hampir satu tahun, namun hingga kini masih belum selesai.

Pihak sekolah juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan.
Konfirmasi kemudian dilakukan kepada Yudi melalui aplikasi WhatsApp. Yudi mempersilakan tim untuk datang langsung ke Kantor DLH Bangka Tengah guna melihat dokumentasi proses administrasi terkait persoalan tersebut.
Perlu Uji Laboratorium. 

Temuan air limbah yang tampak keruh dan mengeluarkan aroma kurang sedap tentu tidak cukup hanya dinilai secara kasatmata.
Untuk memastikan apakah limbah yang keluar dari IPAL tersebut memenuhi ketentuan atau justru berpotensi melampaui baku mutu, diperlukan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium.

Karena itu, tim investigasi meminta DLH Bangka Tengah kembali turun ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel air limbah dari saluran IPAL dan mengujinya di laboratorium.
Hasil uji laboratorium nantinya menjadi penting untuk menjawab persoalan utama dalam temuan ini: apakah kualitas air limbah yang dibuang dari IPAL SDH benar-benar telah memenuhi baku mutu lingkungan?

Di sisi lain, persoalan dokumen lingkungan juga perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari instansi berwenang, khususnya mengenai dasar penggunaan dokumen lingkungan milik pihak lain serta status proses pengajuan dokumen lingkungan baru yang disebut masih berjalan.

Berdasarkan narasi yang diperoleh tim, persoalan ini belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran lingkungan sebelum dilakukan pemeriksaan dokumen dan pengujian laboratorium oleh instansi yang berwenang.
Namun, temuan di lapangan berupa air yang terlihat keruh dan aroma kurang sedap menjadi alasan kuat bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara objektif dan transparan.

Publik kini menunggu langkah DLH Bangka Tengah untuk memastikan apakah sistem IPAL tersebut telah berfungsi sebagaimana mestinya dan apakah limbah yang keluar telah memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Sebab, di balik sebuah saluran pembuangan, ada pertanyaan yang jauh lebih besar: ke mana limbah itu bermuara dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya?

(HR/TIM) 

Selasa, 08 September 2026

Kapolres Cirebon Kota dan Dandim 0614 Perkuat Sinergitas TNI-Polri



Cirebon Kota - Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. memperkuat sinergitas TNI-Polri melalui kegiatan silaturahmi di Mako Kodim 0614/Kota Cirebon pada (08/09/2026) pukul 12.30 hingga 14.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Polres Cirebon Kota dan Kodim 0614/Kota Cirebon melalui komunikasi, silaturahmi, serta koordinasi antara jajaran TNI dan Polri dalam menjalankan tugas di wilayah Kota Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Cirebon Kota didampingi Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., Kabag Ops Kompol Munawan, S.H., Kasat Lantas AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., dan Kasat Intelkam AKP Iwan, S.H., M.H., sementara dari jajaran Kodim 0614/Kota Cirebon turut hadir sejumlah pejabat utama.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menjelaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan hubungan kerja antara TNI dan Polri, sehingga koordinasi lintas institusi dapat terus terbangun dalam pelaksanaan tugas di wilayah Kota Cirebon.

Sinergitas TNI-Polri tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas bersama, tetapi juga melalui hubungan komunikasi yang baik antarpimpinan dan jajaran, sehingga setiap perkembangan di lapangan dapat dikoordinasikan dengan lebih cepat dan tepat sesuai dengan tugas serta kewenangan masing-masing.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga hubungan kelembagaan yang harmonis antara Polres Cirebon Kota dan Kodim 0614/Kota Cirebon, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika yang membutuhkan koordinasi dan kerja sama antarlembaga.

Melalui silaturahmi yang dilakukan secara berkelanjutan, TNI dan Polri diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan komunikasi, koordinasi, saling mendukung, serta menghormati tugas dan fungsi masing-masing institusi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan personal dan kelembagaan antara jajaran Polres Cirebon Kota dengan jajaran Kodim 0614/Kota Cirebon, sebelum diakhiri dengan foto bersama.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri merupakan kekuatan penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah. “Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergitas TNI-Polri, sehingga koordinasi antara Polres Cirebon Kota dan Kodim 0614/Kota Cirebon semakin solid dalam memberikan pelayanan serta pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau


Uploaded Image


Polresta Tangerang bersama Pemkab dam seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Kesiapsiagaan tersebut ditegaskan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Selasa (8/9/2026). Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bertindak sebagai inspektur apel.

Dalam amanatnya, dia menekankan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas instansi.  Seluruh unsur diminta mengutamakan keselamatan masyarakat dan mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat.

"Prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tegas Maesyal.

Dia juga meminta Dinas Kesehatan, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan bersiaga penuh. Ketersediaan masker, obat-obatan, oksigen, ambulans, serta tim gerak cepat medis perlu dipastikan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat sebaran abu vulkanik.

Uploaded Image

Sementara Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan kesiapan jajaran untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan masyarakat.

"Kesiapsiagaan tidak boleh berubah atau menimbulkan kepanikan. Oleh karena itu, seluruh informasi harus disampaikan berdasarkan sumber resmi," kata Indra Waspada. 

Dia juga meminta seluruh jajaran memperkuat koordinasi lintas sektoral, meningkatkan kesiapan personel dan sarana prasarana, serta mengutamakan keselamatan masyarakat. 

Pengamanan dan pelayanan lalu lintas, pemantauan wilayah pesisir dan objek vital, penyiapan posko bantuan kemanusiaan, serta pemeliharaan kamtibmas harus menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan.

"Bencana tidak dapat selalu kita cegah, tetapi risiko dan dampaknya dapat kita kurangi melalui kesiapan, koordinasi, dan kepedulian bersama," pungkasnya.




Toher Aswi

HUT Polwan ke-78, One Police Woman Extra Ordinary Impact bagi Masyarakat

Cirebon Kota - Polres Cirebon Kota memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026 dengan mengangkat tema “One Police Woman Extra Ordinary Impact, Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”, yang menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian setiap Polwan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pada (08/09/2026) di Aula Sanika Satyawada Polres Cirebon Kota.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Cirebon Kota Ny. Eka Bimantoro beserta pengurus, para Kapolsek jajaran, para Kabag, Kasat dan Kasi Polres Cirebon Kota, serta seluruh Polwan Polres Cirebon Kota yang mengikuti rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menjelaskan bahwa tema One Police Woman Extra Ordinary Impact mengandung pesan bahwa setiap Polwan memiliki peran strategis untuk memberikan kontribusi yang berarti melalui pelaksanaan tugas, pelayanan kepada masyarakat, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan HUT Polwan ke-78 menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Polwan dalam memberikan kontribusi bagi Polri, sekaligus mendorong seluruh Polwan Polres Cirebon Kota agar terus meningkatkan kualitas pengabdian sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Semangat One Police Woman Extra Ordinary Impact menegaskan bahwa setiap Polwan dapat memberikan dampak signifikan melalui tindakan nyata, baik dalam memberikan pelayanan yang humanis, melaksanakan perlindungan dan pengayoman, maupun menghadirkan kepedulian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan semakin kompleksnya tantangan kehidupan masyarakat, Polwan dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, kemampuan beradaptasi, profesionalisme, serta kepekaan dalam menjalankan setiap tugas sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat.

Kasi Humas menambahkan bahwa dampak luar biasa tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari setiap tindakan positif yang dilakukan secara konsisten oleh seorang Polwan, seperti memberikan pelayanan dengan empati, membantu masyarakat, mendengarkan persoalan, serta menghadirkan solusi sesuai tugas dan kewenangannya.

Peringatan HUT Polwan ke-78 juga menjadi penguatan semangat bagi seluruh Polwan Polres Cirebon Kota untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, memperkuat sinergitas, serta memberikan kontribusi terbaik sehingga kehadiran Polwan semakin dekat dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rangkaian peringatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Zoom Meeting hybrid Syukuran HUT Polwan ke-78 Tahun 2026 Mabes Polri dan Polda Jabar, sebagai bagian dari peringatan bersama yang mengusung semangat One Police Woman Extra Ordinary Impact, Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa HUT Polwan ke-78 harus menjadi momentum untuk terus menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak nyata. “Semangat One Police Woman Extra Ordinary Impact mengingatkan setiap Polwan bahwa satu tindakan positif, pelayanan yang tulus, dan pengabdian yang profesional dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Polres Kuningan Bersama BPBD Gerak Cepat Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan yang Meluas di Taman Nasional Gunung Ciremai, Api Belum Sepenuhnya Terpadam

KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), wilayah Kabupaten Kuningan, terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sejak pertama kali terdeteksi pada Senin sore, 7 September 2026, hingga Selasa, 8 September 2026, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena terus meluas dan menyebar ke tiga blok area yang berbeda lokasi. Menyikapi hal tersebut, jajaran Polres Kuningan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan bergerak cepat dan turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan secara terpadu dan menyeluruh.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), titik api pertama kali terpantau melalui pemantauan drone pada pukul 14.00 WIB di kawasan Grid 19, yang berada di wilayah Blok Cileutik, Manguntapa, dan Simaung, Kecamatan Pasawahan. Tak lama setelah terdeteksi, kepulan asap semakin tebal dan api mulai merambat luas ke tiga blok yang terpisah, sehingga memperumit proses pemadaman. Medan pegunungan yang terjal, akses lokasi yang cukup jauh, serta kondisi cuaca yang mendukung perambatan api menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.
 
Merespons cepat adanya musibah ini, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., segera mengerahkan personel Polres Kuningan untuk memperkuat tim di lokasi kejadian. Personel tidak hanya bertugas membantu upaya pemadaman, tetapi juga mengamankan kawasan, mengatur akses jalan, serta memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berisiko memicu perluasan api. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan proses penanganan dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
 
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Kuningan juga tidak tinggal diam dan langsung berkoordinasi secara erat dengan pihak BTNGC serta kepolisian guna menyusun strategi penanganan yang tepat sasaran. Tim gabungan dari berbagai elemen dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan pendukung pemadaman yang tersedia. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan perkembangan api secara terus-menerus, pembatasan akses di sekitar kawasan yang terbakar, serta penyusunan langkah antisipatif apabila api semakin meluas ke area yang lebih luas.
 
"Segera setelah terdeteksi, petugas langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Namun, karena area yang terbakar cukup luas dan tersebar di tiga blok, api belum bisa dikendalikan sepenuhnya," ujar perwakilan BTNGC, yang menegaskan bahwa seluruh pihak saat ini sedang bekerja keras memadukan kekuatan dan sumber daya untuk segera memadamkan api sepenuhnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih berlangsung intensif dan dilakukan secara bergilir oleh tim gabungan dari Polres Kuningan, BPBD, petugas BTNGC, serta unsur terkait lainnya. Semua pihak berjuang tanpa kenal lelah, siang maupun malam, guna mencegah kerusakan yang lebih parah pada kawasan konservasi alam yang menjadi kebanggaan dan paru-paru kehidupan masyarakat Jawa Barat ini.
 
Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Ciremai maupun pengunjung alam, diimbau untuk turut bertanggung jawab dan tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu timbulnya api, seperti menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau meninggalkan sampah yang mudah terbakar di kawasan hutan. Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya kerugian bagi alam, tetapi juga merugikan kita semua dan generasi yang akan datang. Mari kita jaga bersama kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai, dan tetap waspada mengikuti perkembangan informasi resmi terkait penanganan kebakaran ini pungkasnya.

((A, Rahmat))