Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Majalengka Perkuat Irigasi dan Pompanisasi Pertanian.

MAJALENGKA, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperkuat infrastruktur pertanian sebagai langkah strategis menjaga produktiv...

Postingan Populer

Rabu, 12 Agustus 2026

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Majalengka Perkuat Irigasi dan Pompanisasi Pertanian.




MAJALENGKA, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperkuat infrastruktur pertanian sebagai langkah strategis menjaga produktivitas pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi kekeringan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Irigasi Perpompaan dan Irigasi Perpipaan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Majalengka, Wakil Bupati, Asisten Administrasi, Kepala DKP3, Kepala Dinas PUTR, Kepala BKPSDM, Kepala Disdukcapil, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dan Gapoktan dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.


Dalam arahannya, Bupati Majalengka, Eman Suherman menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produksi pertanian sekaligus memperkuat swasembada pangan daerah.

Menurutnya, penguatan jaringan irigasi, pompanisasi, hingga pemanfaatan teknologi energi terbarukan harus terus dilakukan, terutama untuk membantu petani di wilayah yang mengandalkan sawah tadah hujan.

“Hari ini saya bersama Pak Wakil Bupati dan jajaran OPD bersilaturahmi dengan para petani, kelompok tani, Gapoktan, dan penyuluh. Mengingat kondisi berdasarkan BMKG El Nino sedang tinggi-tingginya, saya tidak ingin teman-teman petani mengalami gagal panen,” ujar Bupati.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Majalengka telah menjalankan sejumlah program penguatan pengairan pertanian. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran 119 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) dan 37 unit Irigasi Perpipaan (Irpip) ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Sarana tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi kebutuhan air, khususnya pada Musim Tanam II (MT2), sekaligus mengurangi risiko kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas tanaman.

Pemkab juga terus mengoptimalkan jaringan pengairan melalui pembangunan dan penanganan sodetan di sejumlah wilayah.

Bupati menyebut, penanganan sodetan di wilayah utara telah memberikan dampak signifikan terhadap luas lahan yang dapat dipanen.

“Biasanya dari 2.000 hektar di wilayah utara, hanya 500 hektar yang bisa dipanen karena ancaman gagal panen. Sekarang dengan adanya sodetan yang disetujui BBWS, seluruh 2.000 hektar tersebut sudah bisa dipanen,” katanya.

Pemkab Majalengka juga menyiapkan solusi untuk wilayah Ligung, Bantarwaru dan Leuweunghapit, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk jangka pendek, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pompa berbasis solar cell atau tenaga surya melalui kerja sama dengan BBWS. Teknologi tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional petani, khususnya penggunaan bahan bakar solar.
Sementara untuk jangka panjang, Pemkab Majalengka mengusulkan pembangunan sodetan baru sepanjang sekitar 700 meter di Saluran Sindupraja.

Pemkab menyatakan siap mendukung proses pembebasan lahan agar pembangunan sodetan tersebut dapat direalisasikan dan mampu memastikan pasokan air menuju wilayah Bantarwaru dan Leuweunghapit.

Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan teknis yang mengalami kerusakan terus didorong. Pemkab juga mengusulkan pembangunan sejumlah embung, termasuk di wilayah Mekarjaya, kepada Kementerian Pertanian.
LP2B Dikunci 40.700 Hektare
Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan air, tetapi juga dengan menjaga keberadaan lahan pertanian.

Pemkab Majalengka bersama ATR/BPN telah menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 40.700 hektare sebagai bagian dari komitmen melindungi lahan pangan agar tidak mudah beralih fungsi.

Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus memperkuat posisi Majalengka sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat.


Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh sarana Irpom dan Irpip yang telah disalurkan benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi kelompok tani.

DKP3 bersama jajaran penyuluh pertanian juga terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani, termasuk memetakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan tinggi.

Pemetaan tersebut penting agar intervensi pemerintah, baik berupa pompa, jaringan perpipaan, perbaikan irigasi maupun dukungan lainnya, dapat diberikan secara tepat sasaran.


Petani Sambut Positif Penguatan Irigasi.


Program penguatan irigasi dan pompanisasi mendapat sambutan positif dari para petani. Selain membantu memastikan ketersediaan air, pemanfaatan teknologi pompa berbasis energi surya juga dinilai berpotensi mengurangi beban biaya operasional.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Pemkab Majalengka. Dulu setiap kali El Nino atau musim kemarau datang, kami selalu cemas sawah tadah hujan akan kekeringan dan gagal panen. Bantuan pompa, sodetan, dan fasilitas pompa listrik ini sangat membantu kami mengurangi biaya operasional solar,” ujar Kohar petani asal Ligung.

Menurutnya, ketersediaan air yang semakin baik memberikan optimisme bagi petani untuk menghadapi MT2.

“Air sekarang bisa mengalir lancar sampai ke ujung sawah. Kami makin optimistis swasembada dan hasil panen MT2 ini bisa sukses melimpah,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Pemkab Majalengka, BBWS, DKP3, para penyuluh, kelompok tani dan Gapoktan, penguatan sistem pengairan pertanian diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin kuat dan perlindungan terhadap lahan pertanian berkelanjutan, Majalengka optimistis dapat mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan andalan Jawa Barat.

( Didin.MH )

Tingkatkan Kondusifitas Dan Keamanan  Wilayah Binaan Babinsa Kelurahan Timuran Patroli Bersama Linmas

Surakarta , Selasa ( 11/8/2026) pukul 21.00 WIB sampai dengan selesai, Babinsa Kelurahan Timuran Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Danang M melaksanakan giat patroli malam  bersama Linmas  di wilayah Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari.

Dikatakan Serma Danang kegiatan patroli ini dilaksanakan guna meminimalisir tindak kejahatan dari gangguan kamtibmas di lingkungan keramaian warga masyarakat dengan mengecek obyek vital dan tempat -tempat rawan terhadap gangguan kamtibmas.

 "Patroli ini juga bertujuan untuk monitoring aktifitas warga masyarakat serta untuk memberikan rasa aman nyaman dan terciptanya wilayah lingkungan yang kondusif dari gangguan kamtibmas.""ujarnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Polresta Cirebon Ringkus Tiga Pengedar dan Menyita Lebih Dari 6.900 Butir Obat Keras Ilegal

Polresta Cirebon kembali tunjukan ketegasannya dalam memberantas peredaran Obat Keras Ilegal di wilayah hukum Kabupaten Cirebon. Dalam operasi maraton dan pengembangan kilat yang dilancarkan pada Senin, (10/8/2026), petugas berhasil menggulung tiga pengedar obat keras ilegal (OK) di wilayah Kecamatan Arjawinangun dan Kecamatan Susukan, serta menyita total 6.964 butir OK.

​Penindakan diawali dari penggerebekan di wilayah Kecamatan Arjawinangun, pada pukul 13.30 WIB. Petugas membekuk tersangka T (35),  Saat penggeledahan di kediamannya, polisi menemukan puluhan Tramadol, dan Trihexyphenidyl, serta uang sisa hasil penjualan, HP dan tas selempang Dari hasil pemeriksaan,(T ) diperoleh keterangan pasokan obat tersebut dari seorang  berinisial ( S ) yang kini Masih Dalam Pengejaran

​Tak berhenti di situ, pada pukul 15.00 WIB petugas bergerak ke sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Raya Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Petugas meringkus tersangka MF (27) dan kembali menyita puluhan barang bukti  Tramadol sisa penjualan, uang tunai ,  dompet, serta HP.

Saat diinterogasi, ( MF ) menjelaskan mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pemasok besar di wilayah Susukan berinisial  ( A ). Merespons keterangan ( MF ) , petugas melancarkan pengembangan kilat ke lokasi sasaran. Tepat pukul 18.00 WIB, petugas menggerebek rumah tersangka A (42) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. 

Dari penggeledahan di rumah A, petugas membongkar gudang penyimpanan obat berkapasitas besar dan menyita barang bukti fantastis sebanyak 4.820 butir Tramadol dan 2.037 butir Trihexyphenidyl yang disembunyikan di dalam dua buah tas ransel. Tersangka A membeberkan bahwa ribuan butir obat keras tersebut diperoleh dari seorang bandar berinisial A yang kini  tengah diburu petugas Jajaran Satnarkoba Polresta Cirebon.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan rantai peredaran obat keras ilegal ini merupakan komitmen nyata Polresta Cirebon dalam memutus rantai pasokan obat terlarang yang menyasar masyarakat dan generasi muda. 

"Operasi serentak dan pengembangan terukur ini membuktikan bahwa Polresta Cirebon tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku peredaran obat keras tanpa ilegal. Kami akan terus memburu para penyuplai dan bandar di atasnya hingga ke akar-akarnya demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon," tegas Kombes Pol. Imara Utama.
​Saat ini ketiga tersangka beserta barang bukti sebanyak 4.893 butir Tramadol, 2.071 butir Trihexyphenidyl, uang hasil penjualan, serta peralatan komunikasi telah diamankan di Mapolresta Cirebon. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

((A, Rahmat))

Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Majalengka Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Serentak


Majalengka,-Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberantas penyakit masyarakat dan menjaga kondusifitas wilayah, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka memusnahkan sebanyak 6.426 botol minuman keras (miras) berbagai merek di Lapangan Apel Mapolres Majalengka, Selasa (11/8/2026).
‎Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan, Sekum MUI Kab. Majalengka H. M. Risan, Ketua FKUB Majalengka Drs. KH. Abdul Muiz Rois, M.Ag., unsur Forkopimda, Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka, para Kapolsek jajaran, hingga perwakilan Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI).

‎Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar upacara seremonial belaka, melainkan bentuk pernyataan tegas bahwa kepolisian tidak memberi ruang bagi peredaran miras di Kabupaten Majalengka.
‎”Ini bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan tegas bahwa kita tidak akan memberikan ruang bagi peredaran minuman keras yang selama ini menjadi salah satu akar penyebab gangguan kamtibmas di Kabupaten Majalengka,” tegas AKBP M Aldy Sulaiman dalam sambutannya, Selasa (11/8/2026).
‎Ribuan botol miras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil Operasi Razia Serentak yang digelar oleh Polres Majalengka beserta Polsek jajaran selama 9 hari, terhitung sejak 1 hingga 9 Agustus 2026.
‎Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan meliputi 5.853 botol minuman keras pabrikan berbagai merek, 527 botol minuman keras jenis Ciu, 46 botol minuman keras jenis Arak.

‎Seluruh barang bukti tersebut disita dari sejumlah lokasi yang terindikasi sebagai tempat peredaran gelap, seperti warung kelontong, toko jamu, tempat hiburan malam, hingga gudang penyimpanan tanpa izin yang beroperasi di wilayah Kabupaten Majalengka.
‎AKBP M Aldy Sulaiman menambahkan, seluruh penindakan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan hukum yang berlaku. Para pelaku yang terlibat saat ini tengah menjalani proses penyidikan dan pemberkasan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Majalengka.
‎Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah cepat dan tindakan tegas yang dilakukan jajaran Polres Majalengka di bawah kepemimpinan AKBP M Aldy Sulaiman.
‎”Langkah pemberantasan peredaran miras maupun narkoba ini sudah dibuktikan. Dalam kurun waktu satu minggu, Polres Majalengka sudah berhasil mengamankan 6.426 botol miras. Saya berharap langkah ini terus konsisten dilaksanakan demi mewujudkan Majalengka yang aman dan maju,” ujar Bupati Majalengka.
‎Menutup keterangannya, Kapolres Majalengka mengimbau masyarakat untuk turut aktif melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya indikasi peredaran miras maupun narkotika di lingkungan sekitar.
‎”Miras merusak kesehatan fisik, mental, hingga moralitas. Mari kita jadikan Kabupaten Majalengka bersih dari penyakit masyarakat. Jika ada indikasi peredaran miras atau tindak pidana lainnya, segera laporkan ke Call Center 110, pesan WhatsApp resmi, atau DM Instagram Polres Majalengka,” pungkasnya.

( Didin.MH )

BUMDesma Wadah Kolektif Antar desa

Cilacap Buserpresisi.com

BUMDesma adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi ekonomi secara kolektif di tingkat desa.Poin poin tujuannya utama pendirian BUMDesma adalah meningkatkan perekonomian antar desa menggabungkan potensi dan modal unit usaha guna memperkuat ekonomi secara wilayah kata H.Maman Suratman S,ag.12/8/2026.

Menurut Maman untuk meningkatkan pendapatan asli desa ( Pades) dari hasil usaha yang dikelola itu mengoptimalkan usaha potensi lokal yang ada kebutuhan secara bersama secara efektif ,partisipatif dan harus transparansi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di wilayah pedesaan dengan tercipta Lapangan kerja.

Melanjutkan pungsi sosial dan komersial menurut Maman adalah mencari keuntungan untuk keberlanjutan usaha juga sekaligus memberi manfaat untuk masyarakat ,ucapnya..

Dengan bertujuan yang sama di ucapkan oleh minijer keuangan BUMDesma Muh Fajar Dwi Franata bahwa, usaha milik desa bersama mengelola potensi dengan secara kolektif sebagian atau seluruh modal .

Lanjutnya,perbedaan antara BUMDES dengan BUMDesma itu sangat berbeda.kalau BUMDES pengelolanya hanya di kelola oleh satu desa. Kalau BUMDesma melibatkan kolaborasi antar desa untuk menciptakan sinergi dalam pengelolaan sumberdaya dan pengembangan usaha.

Sebagian modal usaha BUMDesma dimiliki oleh pemerintahan desa, dan hadir sebagai solusi untuk memperkuat perekonomian desa terutama di wilayah keterbatasan sumberdaya .

BUMDesma sangat berperan untuk memperkuat daya saing ekonomi pedesaan melalui bersinergi antar wilayah.
Hal ini bertujuan pemerintah dalam meningkatkan kemandirian dengan melalui pengelolaan ekonomi .tutupnya.(Ag)

Selasa, 11 Agustus 2026

Polres Bangka Barat bersama lintas sektor siaga hadapi potensi karhutla.



Bangka Barat, Polres Bangka Barat bersama pemerintah daerah, TNI dan sejumlah instansi terkait menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, serta kekeringan di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

Apel yang dipimpin Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. tersebut berlangsung di Lapang Atletik Pemkab Bangka Barat, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan diikuti personel gabungan dari Polres Bangka Barat, TNI AD, TNI AL, BPBD, Satpol PP, Senkom, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan apel kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana.

"Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan ajang latihan, evaluasi dan koordinasi lintas sektor agar saat terjadi bencana semua unsur dapat bergerak cepat, tepat dan terorganisir," kata Helen.

Ia mengatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak hanya dilakukan pada saat kondisi darurat, tetapi juga perlu diikuti dengan upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut dia, kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga ruang publik.

"Jangan hanya tanggap darurat saat bencana terjadi, tetapi kita juga harus membudayakan kesadaran dan edukasi mitigasi bencana di tengah masyarakat," ujarnya.

Helen menyebut Kabupaten Bangka Barat memiliki tingkat risiko bencana yang perlu menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, masyarakat, media massa dan unsur pendidikan diperlukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana.

Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi karhutla, cuaca ekstrem dan kekeringan di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

(HR) 

Layanan Polisi 110 Pastikan Laporan Warga di Lapangan Kebumen Segera Ditangani

Cirebon Kota - Informasi masyarakat melalui Layanan Polisi 110 terkait seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di Lapangan Kebumen, Jalan Kebumen, Kelurahan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 11.17 WIB, segera diteruskan kepada petugas untuk dilakukan penanganan di lokasi.

Laporan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk segera memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan, setelah warga menemukan seorang laki-laki yang diketahui bernama J, berusia sekitar 70 tahun, berada di area Lapangan Kebumen dan diduga telah meninggal dunia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Lemahwungkuk bersama Unit II Tipidter Satreskrim dan piket Inafis Polres Cirebon Kota mendatangi lokasi, kemudian melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara untuk memastikan setiap tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Petugas juga mengumpulkan informasi awal dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk keterangan bahwa J diketahui sering berada di kawasan Lapangan Kebumen. Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses awal kepolisian dalam memastikan identitas dan kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Keberadaan Layanan Polisi 110 memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian, sehingga laporan dapat diteruskan kepada petugas yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.

Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Usep Winta, S.H. mengatakan, penyampaian informasi dari masyarakat merupakan bagian penting dalam membantu kepolisian mengetahui adanya kejadian di lingkungan masyarakat dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Apabila masyarakat menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi, jangan ragu menyampaikan informasi melalui Layanan Polisi 110. Informasi tersebut akan kami tindak lanjuti dengan langkah sesuai kondisi di lapangan,” ujar Iptu Usep Winta.

Polres Cirebon Kota mengajak masyarakat untuk menggunakan Layanan Polisi 110 secara tepat ketika membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kejadian yang perlu segera diketahui petugas, sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang diterima langsung dari masyarakat.

((A, Rahmat))

Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto Bersama Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama Berfoto Bersama Insan Media dan Pokja Polres Kuningan, Wujud Sinergitas dan Keterbukaan Informasi


 
POLRES KUNINGAN – Suasana penuh keakraban dan sinergi tercipta saat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., bersama Kepala Kepolisian Resor Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., berfoto bersama dengan insan media dan Kelompok Kerja (Pokja) Polres Kuningan. Momen berfoto bersama ini berlangsung setelah penyampaian arahan resmi, menjadi bukti nyata adanya hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling mendukung antara institusi kepolisian dengan dunia pers serta elemen pendukung internal di lingkungan Polres, Pada hari Selasa tgl,11/8/2026.
 
Kehadiran Kapolda Jabar, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, dalam kesempatan ini disambut langsung oleh Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, beserta jajaran pimpinan lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Jabar telah menyampaikan berbagai arahan penting terkait penanganan keamanan dan kriminalitas di wilayah Jawa Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan momen berfoto bersama yang dihadiri oleh para wartawan dan awak media yang bertugas di wilayah Kuningan, serta para anggota Kelompok Kerja (Pokja) Polres Kuningan yang turut hadir menyertai kegiatan tersebut.
 
Momen berfoto bersama ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi simbol keterbukaan dan kemitraan yang erat antara kepolisian dengan insan pers. Kapolda Jabar didampingi oleh Kapolres Kuningan berdiri di tengah barisan, diapit oleh para awak media dan anggota Pokja, menggambarkan bahwa kepolisian dan media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat luas. Kehadiran para insan media dalam momen ini juga menunjukkan peran strategis pers sebagai jembatan informasi antara kepolisian dengan masyarakat.
 
Sementara itu, kehadiran anggota Kelompok Kerja (Pokja) Polres Kuningan dalam foto bersama ini menegaskan peran penting seluruh elemen di lingkungan kepolisian untuk bersatu padu dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepolisian. Sinergi antara pimpinan daerah, insan media, serta jajaran kerja di internal Polres Kuningan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang maksimal dan penyebaran informasi yang transparan kepada masyarakat.
 
Melalui momen ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polda Jawa Barat, khususnya Polres Kuningan, dengan seluruh insan media dapat terus terjalin dengan baik, semakin kokoh, dan senantiasa bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penyebaran informasi yang bertanggung jawab demi kepentingan bersama. Kapolda Jabar dan Kapolres Kuningan berharap, dengan adanya dukungan dan kerja sama yang erat dari seluruh pihak, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kuningan maupun di seluruh Jawa Barat dapat senantiasa terjaga dengan aman, damai, dan kondusif.

((A, Rahmat))

Kapolda Jawa Barat Berikan Arahan Khusus kepada Personel Polres Kuningan terkait Penanganan Kejahatan di Wilayah Jawa Barat


 
POLRES KUNINGAN – Dalam rangka memperkuat kesiapan dan kinerja jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. memberikan arahan khusus kepada seluruh personel Kepolisian Resort Kuningan. Arahan ini secara khusus difokuskan pada upaya penanganan, pencegahan, dan pengendalian berbagai bentuk kejahatan yang terjadi dan berkembang di wilayah Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh.pada hari Selasa tgl,11/8/2026.
 
Kapolda Jabar  Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. dalam arahannya menekankan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat terus mengalami dinamika yang berkembang, sehingga dibutuhkan kesiapan, kewaspadaan, serta respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dari seluruh jajaran kepolisian, termasuk di tingkat Polres. Berbagai jenis kejahatan yang terjadi di wilayah Jawa Barat tidak dapat dipandang sebagai masalah yang terpisah-pisah antarwilayah, karena pergerakan orang, barang, dan aktivitas masyarakat sangat dinamis dan lintas kabupaten maupun lintas kota, sehingga penanganannya pun harus dilakukan dengan sinergi dan strategi yang terpadu.
 
Pimpinan tertinggi Polda Jawa Barat tersebut menguraikan berbagai jenis kejahatan yang menjadi perhatian dan prioritas penanganan, mulai dari peredaran gelap narkotika, kejahatan jalanan, kejahatan dengan menggunakan sarana teknologi informasi, hingga kejahatan ekonomi dan kejahatan konvensional lainnya yang dampaknya dirasakan di berbagai daerah di Jawa Barat. Kapolda Jabar, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H, meminta personel Polres Kuningan tidak hanya fokus pada penanganan peristiwa di wilayahnya sendiri, tetapi juga peka terhadap pola dan jaringan kejahatan yang melintasi batas wilayah, mengingat posisi geografis Kuningan yang strategis dan terhubung dengan daerah-daerah sekitarnya.
 
Lebih lanjut, Kapolda Jabar juga mengarahkan agar seluruh personel Polres Kuningan meningkatkan kemampuan deteksi dini, memperkuat sistem pengawasan, serta mempererat kerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat luas. Setiap anggota diharapkan mampu membaca situasi, mengenali potensi ancaman keamanan, dan mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum kejahatan tersebut terjadi. Selain itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, adil, dan konsisten, serta tetap mengutamakan aspek pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
 

Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H Arahan khusus ini menjadi pedoman dan motivasi tambahan bagi seluruh personel Polres Kuningan untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Dengan arahan yang telah disampaikan tersebut, diharapkan Polres Kuningan dapat berkontribusi secara maksimal dalam upaya bersama seluruh jajaran Polda Jawa Barat untuk menekan angka kriminalitas, memutus jaringan kejahatan, serta mewujudkan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Jawa Barat.

((A, Rahmat))

Dampingi Lansia dan Balita, Babinsa Gandekan Aktif Kawal Posyandu ILP Plus 6 SPM di Kelurahan Gandekan


Uploaded Image

Surakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Kelurahan Gandekan Sertu Teguh K dari Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta mendampingi kegiatan Posyandu Flamboyan 1 Berbasis Pelayanan ILP Plus 6 SPM. Kegiatan berlangsung di Kadirejo RT 02/RW 01 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa (1/08/2026)

Posyandu kali ini melayani 40 lansia dan 50 balita. Layanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengecekan tensi, gula darah, kolesterol, asam urat, serta penyuluhan pola makan sehat.

Dengan konsep ILP Plus 6 SPM, masyarakat khususnya para lansia lebih mudah mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar secara terpadu. Selain pemeriksaan kesehatan, posyandu juga menjadi wadah saling berbagi informasi dan tukar pikiran antar warga lansia mengenai kesehatan yang dialami.

“Pentingnya Posyandu Lansia ini adalah untuk memantau perkembangan kesehatan, menjaga imunitas, dan meningkatkan kesadaran para lansia. Dengan berkegiatan bersama, para lansia juga bisa lebih bahagia karena bertemu sesama warga,” ujar Sertu Teguh K.

Diharapkan melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat untuk rutin mengikuti posyandu semakin meningkat, sehingga kesehatan generasi penerus dan para lansia di wilayah binaan dapat terpantau dengan baik.

Penulis : Arda 72