Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polsek Cikupa Cek TKP Kebakaran Bengkel di Cikupa Sebabkan Satu Orang Meninggal

Aparat Polsek Cikupa Polresta Tangerang melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di bengkel motor, Kelurahan...

Postingan Populer

Senin, 01 Juni 2026

Polsek Cikupa Cek TKP Kebakaran Bengkel di Cikupa Sebabkan Satu Orang Meninggal


Uploaded Image


Aparat Polsek Cikupa Polresta Tangerang melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di bengkel motor, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Sabtu (30/5/2026). Kebakaran tersebut mengakibatkan seorang perempuan berinisial J (19) meninggal dunia. 

Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri mengatakan, awal peristiwa saat bengkel sedang memperbaiki sepeda motor. Kemudian pegawai bengkel hendak membakar seal water pump menggunakan tabung gas portabel.

Api kemudian menyambar tangki bensin motor yang sedang dibersihkan di sebelahnya. Akibat kaget, secara spontan tangki motor yang sudah terbakar tersebut di lemparkan ke arah dalam bengkel

"Hingga kemudian api dengan cepat membesar dan membakar bagian dalam bengkel," kata Syamsul. 

Uploaded Image

Saat itu, korban J sedang duduk sambil bermain ponsel. Posisi korban saat itu, berdasarkan keterangan saksi, bersandar pada dinding kamar mandi.

"Para saksi sempat berusaha menolong, namun api keburu membesar," ujar Syamsul.

Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah padam, polisi bersama perugas lain melakukan evakuasi. Jasad korban selangor dibawa ke RSUD Balaraja.

Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan visum ataupun autopsi kepada jasad korban. Pihak keluarga menganggap peristiwa tersebut adalah musibah dan sudah menerima sebagai takdir. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan tersebut.




Toher Aswi

Kapolda Jabar Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Pengasuh Pondok Buntet Pesantren

Cirebon Kota - Kegiatan takziah yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama Polres Cirebon Kota berlangsung pada Senin (01/06/2026) mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa atas wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza, salah satu sesepuh sekaligus pengasuh Pondok Buntet Pesantren yang dikenal luas di kalangan masyarakat Cirebon dan sekitarnya atas peran keilmuan serta keteladanannya dalam kehidupan sosial keagamaan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum yang selama ini menjadi panutan dalam dunia pendidikan pesantren dan tokoh yang dihormati oleh berbagai kalangan. Beliau menegaskan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam takziah tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi almarhum dalam membina generasi serta menjaga nilai-nilai kebersamaan di masyarakat.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. juga turut hadir bersama jajaran dalam rangka menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga besar Pondok Buntet Pesantren. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa sosok almarhum memiliki peran penting dalam membangun harmoni sosial serta menjadi figur yang disegani di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan takziah ini merupakan wujud empati dan kedekatan institusi kepolisian dengan para tokoh agama yang selama ini turut berperan menjaga kesejukan kehidupan bermasyarakat. Ia menuturkan bahwa kehadiran jajaran kepolisian juga menjadi bentuk penghormatan atas nilai perjuangan almarhum dalam dunia pendidikan Islam.
Rangkaian takziah diawali dengan kedatangan rombongan ke kediaman duka dan dilanjutkan dengan penyampaian doa serta ucapan belasungkawa kepada keluarga besar almarhum. Suasana penuh penghormatan tampak dalam setiap rangkaian kegiatan yang diikuti oleh para tokoh agama, santri, serta masyarakat sekitar yang turut hadir memberikan doa terbaik.

Almarhum KH Adib Rofiuddin Izza dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam membina pendidikan pesantren serta memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di wilayah Cirebon. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para santri dan masyarakat yang selama ini merasakan manfaat dari ilmu serta keteladanan beliau.

Kegiatan takziah juga menjadi ruang silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan keluarga besar pesantren serta masyarakat, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan sosial keagamaan. Kehadiran aparat di tengah masyarakat pada momen duka tersebut memperlihatkan kedekatan emosional yang terjalin dengan baik.

Jajaran kepolisian menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menerima ujian ini, sekaligus mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto dalam penutup keterangannya mengimbau masyarakat untuk senantiasa mendoakan para ulama dan tokoh yang telah wafat serta melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan husnul khotimah, serta terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan menghormati para tokoh yang telah berjasa bagi umat,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Kapolres Bangka Barat, Hari Lahir Pancasila Jadi Penguat Persatuan dan Benteng Tangkal Radikalisme



Kapolres Bangka Barat, menegaskan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bangka Barat usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Senin (1/6/2026).

“Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh intoleransi maupun paham radikalisme,” kata AKBP Pradana Aditya Nugraha.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan situasi yang aman, damai dan harmonis di tengah masyarakat.

Kapolres Bangka Barat juga menegaskan pihaknya terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta mendukung terciptanya kondusivitas di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong dan mempertahankan nilai kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tersebut dipimpin Bupati Bangka Barat selaku Inspektur Upacara dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat daerah, ASN, tokoh masyarakat, guru hingga pelajar.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Bangka Barat turut melaksanakan pengamanan dan pengaturan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

(HR) 

Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Kuningan Serahkan Remisi Lansia dan Remisi Khusus Waisak kepada Warga Binaan

Kuningan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian Remisi Lansia dan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE kepada warga binaan, Senin (1/6), bertempat di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Kuningan.

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta warga binaan. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pemersatu bangsa yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global, memperkuat persatuan dan toleransi, serta menjaga perdamaian dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Remisi Lansia kepada tiga warga binaan dan Remisi Khusus Hari Raya Waisak kepada dua warga binaan beragama Buddha yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penerima Remisi Lansia terdiri dari Miman Bin Ruhanta yang memperoleh Remisi Lansia I selama empat bulan, Edi Heruwono Bin R. Sudiyono memperoleh Remisi Lansia I selama dua bulan, dan Surma Bin Suhaemi memperoleh Remisi Lansia I selama dua bulan. Sementara itu, penerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak adalah Qin Jiandong Bin Qin Ming Qu yang memperoleh Remisi Khusus Waisak I selama satu bulan dan Hendry Bin Tjhai Fui Nyan yang memperoleh Remisi Khusus Waisak I selama lima belas hari.

Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak di Lapas Kelas IIA Kuningan merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) Khusus Hari Raya Waisak Tahun 2026 kepada 1.052 narapidana dan anak binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.047 narapidana menerima Remisi Khusus Waisak dan lima anak binaan menerima PMP Khusus Waisak. Sebanyak 1.041 narapidana menerima RK I atau pengurangan sebagian masa pidana, enam narapidana menerima RK II atau langsung bebas setelah memperoleh remisi, sedangkan lima anak binaan menerima PMP Khusus I.

Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) per 21 Mei 2026, jumlah tahanan dan narapidana di seluruh Indonesia mencapai 270.779 orang yang terdiri dari 55.457 tahanan dan 215.322 narapidana. Sementara itu, jumlah anak dan anak binaan di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 1.663 orang yang terdiri dari 323 anak dan 1.340 anak binaan per 22 Mei 2026.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa pemberian remisi dan pengurangan masa pidana khusus merupakan bentuk pemenuhan hak bagi narapidana dan anak binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, remisi menjadi bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

“Momentum Waisak hendaknya menjadi sarana refleksi diri untuk terus memperbaiki perilaku, memperkuat pengendalian diri, serta meningkatkan kualitas spiritual dan moral dalam menjalani kehidupan,” ujar Agus Andrianto.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan bahwa pemberian Remisi Khusus dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026 juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara. Pemberian remisi tersebut menghasilkan penghematan anggaran makan narapidana sebesar Rp840.525.000 dan penghematan anggaran makan anak binaan sebesar Rp2.145.000.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengatakan bahwa pemberian remisi merupakan salah satu bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku dan kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan.

“Pemberian remisi ini bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk penghargaan atas komitmen warga binaan dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Kami berharap remisi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berperilaku baik, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif. Sejalan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, kami juga mengajak seluruh warga binaan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sukarno Ali.

Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan Hari Lahir Pancasila dan pemberian remisi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendorong keberhasilan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan pemberian remisi ini, Lapas Kelas IIA Kuningan berharap warga binaan semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri, menaati peraturan, serta mempersiapkan diri kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat sebagai wujud keberhasilan Sistem Pemasyarakatan.

((A, Rahmat))

Pemdes Margasari Gelar Peringatan Hari Lahir PANCASILA 2026



KUNINGAN Buser presisi. com

Memperingati hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat indonesia, untuk memperkuat semangat persatuan serta menanamkan nilai nilai kebangsaaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 1/6/2026

Hari lahir Pancasila bukan sekedar seremoni tahunan melainkan sebagai momen refleksi untuk memastikan nilai nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari hari kata Asep suhemi. 

Lanjut asep dengan mengusung tema Pancasila pemersatu bangsa mewujudkan pondasi perdamaian dunia, peringatan tahun ini menegaskan nilai nilai Pancasila merupakan landasan sangat kuat untuk mewujudkan persatuan bangsa dan terciptanya perdamaian dunia berkelanjutan. 

Negara kita mempunyai keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama dinilai mampu menjadi contoh yang nyata. Bagai mana persatuan dapat terjaga di tengah tengah perbedaan, semangat ini tercermin dalam kehidupan masyarakat, ucapnya. 

Desa Margasari kecamatan Luragung kabupaten Kuningan terus menjaga kerukunan dan kebersamaan juga tidak lepas musyawarah dan mupakat antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam menciptakan pembangunan daerah. 

Melalui amanat tersebut seluruh elemen bangsa diingatkan tanggung jawab kontitusional untuk menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebangsaaan. Mari kita bersama sama warga masyarakat Margasari khususnya untuk menjadikan Pancasila sebagai LIVING IDEOLOGY yang hidup senantiasa dalam setiap aspek kehidupan.

Peringatan hari lahir Pancasila di lingkungan pemerintahaan desa Margasari kecamatan Luragung mari kita wujudkan komitmen bersama dalam mengamalkan nilai nilai Pancasila demi terwujudnya daerah dan desa kita. Tutupnya. (agus)

Tingkatkan Kondusifitas Wilayah Piket Koramil 02/Banjarsari Lakukan Patroli Bersama Linmas di Tempat Obyek Vital

Surakarta , Minggu (31/05/2026) pukul 21.00 WIB sampai dengan selesai, anggota piket Koramil 02 Banjarsari Kodim 0735 Surakarta, Sertu Mujono melaksanakan giat patroli rutin pada malam hari bersama Satlinmas di obyek vital wilayah Kec.Banjarsari.

Ditegaskan Sertu Mujono Kegiatan patroli ini rutin dilaksanakan guna meminimalisir tindak kejahatan dari gangguan kamtibmas di tempat  keramaian warga masyarakat dan sepanjang jalan khususnya pada malam hari dengan mengecek obyek vital dan tempat -tempat rawan terhadap gangguan kamtibmas.

"Patroli ini juga bertujuan untuk monitoring aktifitas warga masyarakat pada saat malam hari serta untuk memberikan rasa aman nyaman dan terciptanya wilayah lingkungan yang kondusif dari gangguan kamtibmas."tegasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Prosesi Pelepasan Sirap di Makom Buyut Trusmi, Warga Padati Lokasi Penghormatan Leluhur

Buserpersisi Com, Cirebon, – Suasana sakral dan khidmat menyelimuti kompleks Makom Buyut, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, hari ini. Ratusan warga masyarakat, mulai dari warga setempat hingga para keturunan yang datang dari berbagai daerah, memadati lokasi untuk menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara puncak tradisi Ngobeng Buyut, yaitu prosesi pelepasan sirap makam para leluhur desa. hari Senin tgl,1/6/2026.
 
Prosesi pelepasan sirap ini merupakan momen paling dinanti dan memiliki makna mendalam dalam serangkaian tradisi 4 tahun sekali warga Trusmi. Dilaksanakan pada pagi hari setelah persiapan dan doa bersama, pelepasan atau pembukaan penutup makam para Buyut dilakukan secara tertib mengikuti tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
 
Dipimpin langsung oleh para kiyai sepuh tetua adat dan tokoh agama setempat, prosesi ini berlangsung penuh kekhusyukan. Setiap gerakan dan langkah yang diambil memiliki makna penghormatan tertinggi kepada para pendiri dan pembangun peradaban Desa Trusmi. Bagi masyarakat setempat, pelepasan sirap bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momen istimewa di mana warga "berjumpa kembali" secara rohani dengan para leluhur, menyampaikan rasa bakti, serta memohon doa restu dan keselamatan bagi seluruh warga desa.
 
Ketua Adat Trusmi dalam keterangannya menyampaikan bahwa tradisi ini adalah bentuk nyata rasa syukur dan ingatan warga terhadap jasa-jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar kehidupan dan kemajuan desa ini.
 
"Pelepasan sirap ini adalah simbol membuka jalan bagi doa-doa kita agar sampai kepada Allah SWT, melalui perantara para Buyut yang kita hormati. Kami melepas penutup ini sebagai tanda bahwa kami sebagai keturunan tidak pernah melupakan asal-usul, sejarah, dan ajaran yang ditinggalkan leluhur kami. Harapannya, desa Trusmi senantiasa diberkahi, dijauhkan dari segala bencana, dan masyarakatnya senantiasa hidup rukun, damai, serta sejahtera," ujarnya di tengah rangkaian acara.
 
Selama prosesi berlangsung, ribuan warga yang hadir tampak tertib mengikuti jalannya kegiatan, sesekali melantunkan doa dan zikir bersama. Suasana semakin khidmat dengan iringan bacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama setempat.
 
Selain nilai spiritual, acara pelepasan sirap ini juga menjadi ajang silaturahmi terbesar bagi warga Trusmi. Banyak warga yang merantau atau tinggal di luar daerah sengaja pulang kampung demi bisa turut serta dalam momen berharga ini. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan dan rasa memiliki terhadap desa serta warisan budaya yang dimiliki.
 
Setelah prosesi pelepasan sirap selesai dan rangkaian doa dipanjatkan, acara dilanjutkan dengan penutupan kembali sirap makam sebagai simbol kelestarian dan penjaga kehormatan makam leluhur.
 
Masyarakat Trusmi berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Bagi mereka, warisan budaya dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya adalah kekayaan tak ternilai yang harus terus dijaga, agar tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi penerus di masa depan. Dengan terselenggaranya tradisi ini, kembali ditegaskan bahwa budaya dan agama hidup beriringan selaras dalam keseharian masyarakat Trusmi.

((A, Rahmat))

Acara Ngobeng Di Buyut Trusmi, Tradisi Buka Sirap.

 
 
Cirebon, Buserpersisi Com,– Warga Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, kembali merayakan warisan leluhur yang sangat berharga. Hari ini, berlangsung khidmat dan meriah acara Ngobeng Buyut yang dilengkapi dengan tradisi pembukaan sirap di kompleks makam para leluhur Desa Trusmi. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk menjaga nilai budaya, mempererat persaudaraan, serta memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh warga, hari Senin tgl,1/6/2026.
 
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan kedatangan warga dari berbagai penjuru, mulai dari warga asli Trusmi hingga mereka yang kini bermukim di luar daerah, namun tetap memiliki ikatan darah dan sejarah dengan desa ini. Suasana terasa sakral namun hangat, dihiasi dengan pakaian adat dan kemeriahan yang menjadi ciri khas budaya Cirebon.
Puncak acara berlangsung saat prosesi pembukaan sirap makam para Buyut atau leluhur desa. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pendiri dan pembangun Desa Trusmi. Pembukaan sirap dilakukan secara berurutan dan penuh tata cara yang diwariskan turun-temurun, dipimpin oleh para tetua adat dan tokoh agama setempat. Prosesi ini dimaknai sebagai momen "bertemu kembali" dengan leluhur, mempersembahkan doa, serta melapangkan jalan agar doa-doa warga sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara para orang suci tersebut.
 
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Acara menyampaikan bahwa Ngobeng Buyut dan Buka Sirap bukan sekadar seremonial belaka. "Ini adalah kewajiban kami sebagai keturunan dan warga Trusmi untuk tidak melupakan asal-usul. Tradisi ini adalah jembatan yang menyambungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui acara ini, kami berharap desa Trusmi senantiasa dijauhkan dari marabahaya, diberi kelimpahan rezeki, dan masyarakatnya hidup rukun serta sejahtera," ujarnya.
 
Selain prosesi sakral, acara ini juga diisi dengan pembacaan doa bersama, zikir, dan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Kehadiran para tokoh masyarakat, pejabat setempat, serta ribuan warga menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya di Trusmi masih sangat kuat.
 
Bagi warga Desa Trusmi, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi terbesar di tahun ini. Banyak warga yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa berkumpul kembali, berbagi kabar, dan mempererat tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang.
 
Acara Ngobeng Buyut dan Buka Sirap Trusmi diakhiri dengan doa penutup dan harapan agar tradisi ini terus lestari di tangan generasi penerus. Warga berkomitmen untuk terus menjaga warisan budaya ini, agar nama baik dan kemakmuran Desa Trusmi yang dikenal sebagai pusat kerajinan batik dan pusat peradaban di Cirebon ini tetap terjaga dan semakin dikenal luas.
 
Dengan terselenggaranya acara ini, kembali ditegaskan bahwa budaya dan agama adalah dua hal yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Trusmi, pungkasnya.

((A, Rahmat))

Soal Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Polsek Panongan Pastikan Dalami


Uploaded Image


Aparat Polsek Panongan Polresta Tangerang memastikan mendalami setiap informasi yang diberikan masyarakat, termasuk dugaan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi di salah satu lokasi usaha di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan. 

Kapolsek Panongan Iptu Irruandy Aritonang mengatakan, informasi tersebut sejatinya sudah diterima beberapa waktu lalu. Petugas pun, kata dia, sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan. Bahkan mendatangi langsung lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan secara langsung, termasuk pada Minggu (31/5/2026). 

"Hasilnya tidak ditemukan adanya dugaan praktik tersebut," kata Aritonang. 

Dia menjelaskan, lokasi usaha tersebut hanya dijadikan semacam pool kendaraan. Hal itu karena perusahaan tersebut bergerak di bidang transportir BBM. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah mengantungi izin-izin yang disyaratkan. 

"Petugas juga tidak menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan. Namun kami tetap apresiasi informasi yang disampaikan," ujarnya. 

Aritonang juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah berspekulasi atau menyimpulkan informasi yang belum tervalidasi. Hal tersebut agar menjaga kenyamanan semua pihak.

Bukan Curanmor, Polsek Balaraja Amankan Pria Diduga Hendak Curi Burung


Uploaded Image


Aparat Polsek Balaraja Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial MH (33), warga Cikupa, Sabtu (30/5/2026) malam. MH diamankan lantaran diduga hendak mencuri burung di Kampung Sangereng, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja. 

Kapolsek Balaraja Kompol Tedy Heru Murtianto menerangkan, MH sempat diamankan warga. Video saat MH diamankan warga beredar di media sosial. Dia meluruskan, informasi yang beredar di media sosial yang menarasikan bahwa terjadi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tidak benar. 

"Yang benar, MH diamankan warga karena kepergok diduga saat hendak mencuri burung," kata Tedy, Minggu (31/5/2026). 

Tedy lalu menjelaskan kronologis peristiwa itu. Awalnya kata dia, MH yang mengendarai motor nampak berhenti di depan rumah salah seorang warga. Gerak-gerik MH saat itu sudah diawasi warga. 

Uploaded Image

Tak lama, MH memanjat pagar rumah warga lalu mengambil sangkar burung. Saat itulah warga meneriaki MH hingga membuat warga lain berkerumun. MH yang panik mencoba melarikan diri sambil membawa sangkar. 

"Warga lalu mengamankan MH. Sedangkan sangkar burung yang dibawa MH memang dari awal kosong," ujar Tedy. 

Polisi yang sedang patroli menerima laporan tentang kejadian tersebut. Petugas langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan pemgamanan. Selanjutnya MH beserta sangkar burung kosong dibawa ke Mapolsek Balaraja untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Tedy mengimbau warga untuk hati-hati dalam menerima informasi yang beredar. Sebab informasi yang menyebar belum tentu benar. Di sisi lain, dia juga mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri. Serta melapor apabila mengetahui atau melihat aktivitas mencurigakan.





Toher Aswi