Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polresta Tangerang Bongkar Peredaran 37 Ribu Butir Obat Keras Ilegal, Dua Pria Ditangkap

Polresta Tangerang kembali membongkar praktik peredaran obat keras ilegal. Kali ini, diungkap jaringan peredaran tramadol...

Postingan Populer

Kamis, 07 Mei 2026

Polresta Tangerang Bongkar Peredaran 37 Ribu Butir Obat Keras Ilegal, Dua Pria Ditangkap


Uploaded Image


Polresta Tangerang kembali membongkar praktik peredaran obat keras ilegal. Kali ini, diungkap jaringan peredaran tramadol dan hexymer tanpa izin dengan total barang bukti mencapai 37.700 butir. Dua orang tersangka yang diduga berperan sebagai bandar diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kasus terungkap berawal dari laporan masyarakat, Rabu, (29/4/2026). Informasi itu menyebut adanya seorang pria yang diduga melakukan transaksi jual beli obat keras jenis tramadol dan hexymer tanpa izin di wilayah Kecamatan Gunung Kaler.

"Petugas kemudian melakukan pendalaman hingga berhasil mengidentifikasi sebuah rumah di Kampung Sumur Waru, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, yang diduga dijadikan lokasi transaksi obat keras ilegal," kata Indra Waspada, Kamis (7/5/2026) saat konferensi pers. 

Uploaded Image

Dia mengatakan, setelah dilakukan pemantauan, petugas mendapati seorang pria yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial M alias Brekele (27). 

"Dari tangan tersangka ditemukan 100 paket kecil hexymer dan 1.370 lempeng tramadol atau sebanyak 13.700 butir,” kata Indra Waspada. 

Tak berhenti di situ, polisi juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah tersangka dan kembali menemukan 23 botol hexymer dengan total 23.000 butir.

Uploaded Image

Dari hasil pemeriksaan, tersangka M mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R alias Yoyo (35), warga Kecamatan Kronjo. 

"Kami kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka R di wilayah Kronjo," ujar Indra Waspada. 

Selain puluhan ribu butir obat keras, polisi turut mengamankan uang tunai sebesar Rp3,5 juta, dua unit telepon genggam, serta sejumlah plastik klip bening yang diduga digunakan untuk pengemasan.

Indra Waspada menegaskan, peredaran obat keras tanpa izin menjadi perhatian serius karena dapat merusak generasi muda dan memicu tindak kriminal lainnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.




Toher Aswi

 

Polresta Tangerang Amankan Pria Diduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur


Uploaded Image


Aparat Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial RH (42) atas kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Tersangka diamankan setelah dilaporkan salah seorang orang tuan korban. 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, awalnya pada Kamis (16/4/2026), salah seorang korban, anak laki-laki berusia 13 tahun dipanggil oleh tersangka ke rumahnya. Alasan tersangka memanggil korban untuk meminta bantuan mengangkat barang. 

"Namun tiba-tiba tersangka meraba alat vital korban dan membuat korban langsung lari," kata Indra Waspada, Kamis (7/5/2026). 

Korban kemudian menceritakan kejadian itu ke orang tuanya, yang selanjutnya melaporkan hal tersebut ke ketua RT setempat. Kemudian ketua RT melaporkan ke Polresta Tangerang. 

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatan dan diketahui jumlah korban lebih dari satu orang. 

"Dari hasil pemeriksaan, jumlah korban sebanyak 12 orang anak laki-laki," ujar Indra Waspada. 

Indra Waspada menjelaskan, dari 12 korban, 5 korban merupakan korban yang menjadi korban kekerasan seksual sentuhan fisik. Sementara 7 lainnya merupakan korban kekerasan seksual secara verbal.

"Usia korban berkisar 13 sampai 16 tahun," kata Indra Waspada. 

Dalam menjalankan aksinya, tersangka RH mengiming-imingi korban dengan pemberian uang antara Rp10 ribu sampai Rp30 ribu rupiah. Tersangka juga mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatan yang dilakukannya. 

"Berdasarkan pengakuan tersangka, perbuatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2021," terang Indra Waspada. 

Sementara Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang Iptu Ganda Rezeki Sihombing menerangkan, di antara lima korban tidak ada yang mengalami kekerasan seksual sodomi. Bentuk kekerasan seksual yang dialami lima korban adalah diraba atau diremas alat vitalnya. Serta diminta memegang dan memainkan alat kelamin tersangka. 

"Korban juga sempat diminta menghisap alat vital tersangka namun korban menolak," ujar Ganda. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 415 KUHP, dan Pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.




Toher Aswi

POLRESTA CIREBON BONGKAR JARINGAN PENGEDAR OK, TIGA LOKASI DISIKAT DALAM SATU HARI

Polresta Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang. Dalam operasi yang digelar pada Selasa (5/5/2026), petugas berhasil membongkar jaringan pengedar OK dan mengamankan tiga orang tersangka di tiga lokasi berbeda.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, penangkapan kali ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon untuk menciptakan wilayah Kabupaten Cirebon yang bersih dari peredaran sediaan farmasi tanpa izin.

Pengungkapan ini bermula dari serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim Sat Res Narkoba  di lapangan. Dari mulai tersangka R (28) yang Diamankan sekitar pukul 17.00 WIB di sebuah rumah kos di Desa Weru Lor, Kec. Weru. Dari tangan tersangka, petugas menyita 310 tablet Tramadol, uang tunai, dan ponsel yang digunakan untuk transaksi. R mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial H

"Berdasarkan pengembangan dari penangkapan pertama, petugas bergerak ke Jl. Pulomas, Desa Kedawung pada pukul 20.30 WIB. Di lokasi tersebut, petugas meringkus HW (31) dengan barang bukti 110 tablet Tramadol. HW mengaku mendapatkan suplai dari seorang DPO inisial F," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan, Penangkapan berlanjut pada pukul 23.30 WIB di Kaliwadas, Kec. Sumber. Petugas mengamankan *A* (31) beserta 60 tablet Tramadol. Diketahui bahwa A mendapatkan pasokan obat keras tersebut dari tersangka R yang sebelumnya telah ditangkap.

Total barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka adalah 480 tablet Tramadol, uang tunai hasil penjualan, handphone sebagai alat komunikasi transaksi, dan lainnya. Para tersangka menggunakan rumah tinggal maupun rumah kos sebagai basis penyimpanan dan peredaran obat keras tersebut kepada para pembelinya.

Ketiga tersangka saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan  UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan ke hotline 110 jika melihat aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan di lingkungannya. Kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat keras menjadi prioritas utama kami," pungkasnya.

((A, Rahmat))

Penyerahan 40 Unit Kendaraan Operasional KDMP di Wonosobo, Dukung Ekonomi Kerakyatan dari Tingkat Desa


Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo menyerahkan 40 unit kendaraan roda tiga sebagai kendaraan operasional bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Wonosobo. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada para Kepala Desa (Kades) yang didampingi Ketua Koperasi dan Babinsa setempat.

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S. Sos menyatakan bahwa penyerahan 40 unit sepeda motor roda tiga ini bertujuan untuk mendukung operasional koperasi. “Dengan diserahkannya kendaraan ini diharapkan bisa membantu kelancaran usaha koperasi,” ujarnya.

Kapten Sudarmaji menekankan pentingnya perawatan kendaraan. “Apa yang diterima ini agar dijaga dan dirawat sebaik mungkin dengan harapan memiliki manfaat yang lama dan bisa maksimal,” pesannya.

Dandim menambahkan bahwa pendirian KDMP merupakan langkah konkret mendukung Ekonomi Kerakyatan sekaligus memperkuat geliat ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, 40 unit kendaraan yang diserahkan hari ini merupakan tahap pertama. Bantuan diprioritaskan bagi KDMP yang telah siap secara administratif maupun sarana prasarana untuk segera beroperasi.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan 40 kendaraan operasional kepada KDMP yang sudah siap. Kedepannya, armada ini diharapkan dapat mendukung mobilitas operasional sehingga ekonomi kerakyatan benar-benar terbentuk mulai dari desa,” tutur Dandim.

Beliau menambahkan bahwa ratusan desa lainnya akan menerima bantuan serupa secara bertahap, seiring dengan selesainya persiapan operasional masing-masing koperasi desa. “Dengan adanya bantuan kendaraan ini, kami berharap para pengurus lebih bersemangat dalam mengelola koperasi. Ini juga menjadi daya tarik bagi masyarakat luas untuk bergabung dan aktif di Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.

Kepala Desa Tanjunganom, Kecamatan Kepil, Ismail, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut. Menurutnya, kendaraan roda tiga sangat sesuai dengan kondisi jalan di desa yang tidak begitu lebar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Dandim atas serah terima kendaraan ini untuk KDMP di desa kami. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi,” pungkas Ismail.

Penyerahan kendaraan operasional ini diharapkan dapat menjadi momentum percepatan pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Wujudkan Kondusif Diwilayah, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Sertu Budiono bersama dengan Linmas melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Rabu ( 06/05/2026) tadi malam.

Dikatakan Sertu Budiono Patroli malam dilakukan secara rutin dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."tegas Sertu Budiono.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Satresnarkoba Polres Wonosobo Bongkar Peredaran Ribuan Obat Berbahaya dan Psikotropika



Satresnarkoba Polres Wonosobo mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya dan psikotropika dalam jumlah besar di wilayah Kabupaten Wonosobo. Seorang pria berinisial AAS (24), warga Kecamatan Wonosobo, ditangkap polisi saat membawa ribuan pil putih berlogo Y dan puluhan butir Alprazolam.

Penangkapan dilakukan pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 12.20 WIB di daerah Desa Wonolelo, Kecamatan Wonosobo.

Kasatresnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran obat-obatan berbahaya di wilayah Wonosobo.

“Setelah dilakukan penyelidikan, anggota berhasil mengamankan seorang pria mencurigakan yang kedapatan membawa obat-obatan berbahaya” ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah besar. Polisi menyita 2.476 butir pil warna putih berlogo Y yang terdiri dari 1.026 butir disimpan dalam sebuah toples plastik putih dan 1.450 butir lainnya telah dikemas dalam 29 paket plastik klip siap edar.

Selain ribuan pil tersebut, petugas juga mengamankan 50 butir obat psikotropika jenis Alprazolam 1 mg yang dikemas dalam lima papan obat

Seluruh barang bukti ditemukan di dalam tas selempang hitam dan ada yang diselipkan di celana yang dikenakan tersangka. Polisi juga menyita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi obat-obatan tersebut.

AKP Teguh menyebut, jumlah barang bukti yang diamankan menunjukkan indikasi kuat adanya aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya secara terstruktur.

“Barang bukti yang kami amankan jumlahnya cukup besar, mencapai ribuan butir dan sebagian sudah dikemas siap edar. Ini menunjukkan dugaan adanya peredaran yang menyasar masyarakat luas,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial "B" yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Obat-obatan itu rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Wonosobo dengan imbalan tertentu.

Saat ini Satresnarkoba Polres Wonosobo masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pemasok maupun jalur distribusi obat-obatan tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di lingkungan sekitar.

(Yudhi)
Uploaded Image

Persit Kartika Chandra Kirana Pilar Tangguh Di Balik Pengabdian Prajurit TNI-AD

Di balik kuatnya prajurit TNI Angkatan Darat, ada sosok perempuan tangguh yang setia mendampingi dalam setiap langkah pengabdian. Mereka tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana, sebuah organisasi yang lahir dari semangat perjuangan dan ketulusan.

Persit Kartika Chandra Kirana merupakan organisasi istri prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang memiliki peranan penting dalam mendukung kehidupan keluarga prajurit serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi ini menjadi wadah bagi para istri prajurit untuk mempererat persatuan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mendukung tugas suami sebagai anggota TNI AD.

Sejarah berdirinya Persit tidak terlepas dari masa perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Setelah proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, kondisi negara masih sangat tidak stabil. Pada masa itu, para prajurit Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berkembang menjadi TNI, harus berjuang mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman. Para istri prajurit turut merasakan kesulitan dan tantangan kehidupan pada masa perang tersebut. Mereka tidak hanya mendampingi suami secara moral, tetapi juga sering terlibat dalam membantu perjuangan, seperti menyediakan logistik, merawat korban perang, serta membantu kegiatan sosial bagi masyarakat yang terdampak konflik.

Melihat pentingnya peran para istri prajurit, muncul gagasan untuk membentuk suatu organisasi yang dapat menghimpun mereka dalam satu wadah. Pada tanggal 3 April 1946, organisasi Persatuan Istri Tentara (Persit) secara resmi dibentuk di Yogyakarta. Pembentukan organisasi ini bertujuan untuk memperkuat persatuan para istri prajurit serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga tentara. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari lahir Persit.

Seiring perkembangan waktu, Persit mengalami beberapa perubahan dan perkembangan. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan internal keluarga prajurit, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pada tahun 1960-an, nama Persit kemudian disempurnakan menjadi Persit Kartika Chandra Kirana. Nama ini memiliki makna yang mendalam, yaitu melambangkan perempuan yang setia, tangguh, serta mampu menjadi penerang dan penopang bagi keluarga dan bangsa.

Dalam perjalanannya, Persit Kartika Chandra Kirana terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Organisasi ini memiliki berbagai program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia para anggotanya, seperti pendidikan, keterampilan, kesehatan keluarga, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Persit juga aktif dalam kegiatan bakti sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Persit juga memiliki peran penting dalam membina mental dan moral keluarga prajurit. Kehidupan sebagai keluarga tentara seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tugas penempatan di daerah terpencil, risiko pekerjaan yang tinggi, serta tuntutan kedisiplinan yang kuat. Oleh karena itu, Persit hadir untuk memberikan dukungan moral, mempererat solidaritas antar anggota, serta membantu menciptakan keluarga prajurit yang harmonis dan sejahtera.

Hingga saat ini, Persit Kartika Chandra Kirana tetap menjadi organisasi yang berperan penting dalam lingkungan TNI Angkatan Darat. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan kepedulian sosial, Persit terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi keluarga prajurit, masyarakat, serta bangsa dan negara. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, Persit diharapkan dapat terus menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Rabu, 06 Mei 2026

Tiga Hari Pencarian, Anak Korban Tenggelam di Kali Kriyan Ditemukan di Muara

Cirebon Kota – Peristiwa tenggelam yang merenggut nyawa seorang anak akhirnya menemukan titik terang pada Rabu (06/05/2026) pukul 07.36 WIB, ketika anak korban ditemukan di muara Sungai Kriyan Lawang Sanga, Kota Cirebon, setelah sebelumnya dilaporkan hanyut pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di aliran Kali Kriyan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, di mana anak korban berjenis kelamin laki-laki, berusia 11 tahun, seorang pelajar, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, ditemukan setelah pencarian intensif selama tiga hari yang melibatkan berbagai unsur.

Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta, S.H. menjelaskan secara rinci bahwa peristiwa tenggelam terjadi pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Kali Kriyan Lawang Sanga, saat korban bersama tiga temannya berada di sekitar sungai dan dua di antaranya, termasuk korban, sempat berenang di aliran sungai tersebut.

Ia menambahkan bahwa pada saat kejadian, arus sungai tiba-tiba menjadi deras akibat kiriman air dari wilayah hulu setelah hujan, sehingga salah satu teman korban berhasil menyelamatkan diri, sementara korban sempat tersangkut di pintu air namun tidak mampu bertahan dan akhirnya terlepas serta hanyut terbawa arus.

Sekitar pukul 16.30 WIB, teman korban sempat berusaha menarik korban untuk diselamatkan, namun upaya tersebut gagal karena derasnya arus, hingga akhirnya korban hilang dari permukaan air dan tidak terlihat lagi oleh warga yang berada di lokasi.

Saksi Sumiah, perempuan, ibu rumah tangga, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menerangkan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari anak-anak di sekitar lokasi dan segera melaporkan kejadian tersebut melalui Layanan Polisi 110.

Sementara itu, saksi Agus, laki-laki, Ketua RT, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menjelaskan bahwa warga sempat melakukan pencarian awal secara mandiri sebelum aparat dan tim gabungan datang untuk melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Polsek Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota, Ditpolair, Basarnas Kota Cirebon, BPBD Kota Cirebon, TNI, serta perangkat pemerintah setempat yang bersama-sama menyisir aliran sungai hingga ke muara.

Pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari dengan berbagai metode, namun sempat terkendala oleh kondisi arus yang deras dan cuaca yang kurang mendukung, sehingga pencarian dihentikan sementara pada malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Pada Rabu pagi, korban akhirnya ditemukan di muara sungai dalam kondisi meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut serta dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca yang dapat memicu derasnya arus air secara tiba-tiba.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut serta mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui Layanan Polisi 110 agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

((A, Rahmat))

Siap Unjuk Gigi di Ajang Persit Bisa 2 Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Expo Balai Kartini, Ny Weny Mujono Persiapkan Produk Unggulan Rajutan Orenayou


Uploaded Image

Jakarta – Semangat kreativitas tanpa batas dari tangan-tangan terampil anggota Persit KCK Cabang L Kodim 0735 Surakarta siap meramaikan event besar pameran UMKM Persit Bisa 2 di Jakarta pagi ini. Tepat pukul 09.00 WIB,Ny Weny Arnita Sandy istri dari Sertu Mujono,  menyiapkan koleksi eksklusif untuk gelaran Pameran UMKM Persit Bisa 2 mulai menata pelengkapan yang akan ditampilkan di booth yang sudah ditentukan oleh panitia yaitu booth no.78 di Kartini Expo, Balai Kartini, Jakarta.

Untuk keberangkatan Tim menuju Balai kartini Jakarta di dampingi langsung oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 074 Ny. Rima Ary Yudistira serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735 Surakarta Ny. Tami Arief Handoko Usman.

‎​Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (06/05/2026) Ny Weny Arnita Sandy menegaskan persiapan matang ini menandai kesiapan tim untuk menyambut ajang bergengsi yang akan berlangsung mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2026.

"Produk-produk yang dipersiapkan merupakan kurasi terbaik yang memadukan kenyamanan modern dengan kearifan lokal."tegasnya.

"Persiapan matang ini menandai kesiapan tim untuk menyambut para pecinta interior, Orenayou hadir membawa koleksi rajutan penghias ruangan pada ajang bergengsi yang akan berlangsung mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2026."tuturnya.

Uploaded Image

"Untuk memenuhi kebutuhan bazar tiga hari, Orenayou melakukan produksi massal sejak sebulan lalu. Produk yang disiapkan sangat beragam, mulai dari tas, dompet, topi,taplak meja, hiasan dinding rajut, coaster, sarung bantal, payung, dan juga bed cover."imbuhnya.

Untuk pecinta interior, Orenayou hadir membawa koleksi rajutan penghias ruangan. Setiap detail simpulnya dirancang untuk menghadirkan kehangatan dan nuansa personal di dalam rumah.
‎‎"Kami membawa lebih dari sekedar barang, kami membawa kebanggaan dan cinta dalam setiap paket yang dikirimkan ke Jakarta. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan merasakan langsung kualitas produk-produk kami di Balai Kartini nanti."pungkas Ny Weny Arnita Sandy.

Penulis : Arda 72

Persiapan Produk Unggulan Batik Buana Sekar Kedaton Siap Unjuk Gigi di Ajang Persit Bisa 2 Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Expo Balai Kartini


Uploaded Image

Jakarta – Semangat kreativitas tanpa batas dari tangan-tangan terampil anggota Persit KCK Cabang L Kodim 0735 Surakarta siap meramaikan event besar pameran UMKM Persit Bisa 2 di Jakarta pagi ini. Tepat pukul 09.00 WIB, Ny. Cita Putri Karisma Sari, istri dari Peltu I Dewa Made Kasamabi Putra, menyiapkan koleksi eksklusif untuk gelaran Pameran UMKM Persit Bisa 2 mulai menata pelengkapan yang akan ditampilkan di booth yang sudah ditentukan oleh panitia yaitu booth no.12 di Kartini Expo, Balai Kartini, Jakarta.

Untuk keberangkatan Tim menuju Balai kartini Jakarta di dampingi langsung oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 074 Ny. Rima Ary Yudistira serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735 Surakarta Ny. Tami Arief Handoko Usman.

‎​Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (06/05/2026) Ny. Cita Putri Karisma Sari menegaskan persiapan matang ini menandai kesiapan tim untuk menyambut para pecinta fashion dan dekorasi hunian pada ajang bergengsi yang akan berlangsung mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2026.

Uploaded Image

"Produk-produk yang dipersiapkan merupakan kurasi terbaik yang memadukan kenyamanan modern dengan kearifan lokal."tuturnya.

"Koleksi dari Batik Buana Sekar Kedaton menghadirkan pilihan _homewear, longwear, one set_, hingga kemeja. Setiap helai kainnya bercerita tentang ketelitian proses membatik manual yang dikemas dalam desain trendy, cocok untuk aktivitas harian maupun acara formal."imbuhnya.

‎‎"Kami membawa lebih dari sekadar barang, kami membawa kebanggaan dan cinta dalam setiap paket yang dikirimkan ke Jakarta. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan merasakan langsung kualitas produk-produk kami di Balai Kartini nanti."pungkas Ny. Cita Putri Karisma Sari.

Penulis : Arda 72