Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Piket Koramil 01/Laweyan Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Parso melaksanakan patroli malam bersama linmas di seputaran wilayah Ke...

Postingan Populer

Sabtu, 11 Juli 2026

Piket Koramil 01/Laweyan Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Parso melaksanakan patroli malam bersama linmas di seputaran wilayah Kec. Laweyan, Jum'at (10/07/2026).

Ditegaskan Sertu Parso Patroli malam dilakukan secara rutin oleh Piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital di wilayah Kecamatan Laweyan.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar."tegas Sertu Parso.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Foto dari ARDA 72

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Parso melaksanakan patroli malam bersama linmas di seputaran wilayah Kec. Laweyan, Jum'at (10/07/2026).

Ditegaskan Sertu Parso Patroli malam dilakukan secara rutin oleh Piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital di wilayah Kecamatan Laweyan.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar."tegas Sertu Parso.


Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Sengketa Warisan Keluarga di Tegal Bergulir di Pengadilan Agama, Tergugat Tegaskan Harta Gono-gini Sudah Dibagi



Uploaded Image

TEGAL,  – Jum'at, 10/7/2026. Sengketa pembagian harta warisan keluarga almarhumah Siti Aminah di Desa Bojongsana, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, kini tengah bergulir di Pengadilan Agama Slawi. Gugatan diajukan oleh Mughni bersama anak ketiganya, Uus Fadillah, melalui kuasa hukum Agus Ikhwanuddin, terhadap empat anak lainnya, yakni Burhanuddin Musahad, Uut Fahriyah, Siti Khumasiah, dan Husni Syuhada.

Pihak tergugat membantah menguasai harta warisan secara sepihak. Mereka menegaskan sejak awal hanya menghendaki agar harta peninggalan almarhumah dibagikan kepada seluruh ahli waris sesuai hak masing-masing, bukan dijual.

Salah satu tergugat, Uut Fahriyah, kepada awak media menjelaskan bahwa keluarga sebenarnya telah beberapa kali melakukan musyawarah, termasuk sekitar 40 hari setelah wafatnya almarhumah Siti Aminah.

"Musyawarah keluarga sudah dilakukan dan dihadiri seluruh keluarga, termasuk bapak. Saat itu sudah ada pembagian secara kekeluargaan, meskipun belum seluruhnya dituangkan dalam akta notaris," ujarnya.

Menurut Uut, objek yang kini menjadi sengketa meliputi rumah induk, tanah pekarangan sekitar 800 meter persegi, tanah seluas sekitar 1.100 meter persegi, serta beberapa bidang sawah dan tanah lainnya yang berada di Desa Bojongsana. Secara keseluruhan terdapat sekitar lima objek tanah yang menjadi pokok perkara.

Sebagian bidang sawah disebut masih tercatat atas nama almarhumah Siti Aminah, sedangkan beberapa bidang tanah dan bangunan telah memiliki sertifikat atas nama ahli waris.

Uut menyatakan keberatan karena menurut pihaknya, beberapa aset yang telah dibagikan melalui musyawarah keluarga bahkan sudah bersertifikat tetap dimasukkan sebagai objek gugatan.

"Kami bukan menolak pembagian warisan. Kami hanya tidak setuju apabila aset keluarga dijual. Keinginan kami sejak awal adalah dibagi sesuai hak masing-masing ahli waris," katanya.

Ia juga menyebut keluarga telah memiliki Surat Keterangan Waris (SKW) yang diterbitkan oleh notaris, meskipun proses administrasi berupa balik nama dan sertifikasi seluruh aset belum sepenuhnya selesai.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Agus Ikhwanuddin, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa gugatan yang diajukan bukan semata-mata untuk mempersoalkan penguasaan aset, melainkan meminta adanya kepastian hukum mengenai status para ahli waris dan pembagian hak masing-masing sesuai ketentuan hukum.

Menurut Agus, objek yang dimohonkan dalam gugatan terlebih dahulu akan dicocokkan antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.

"Kami akan mencocokkan secara administratif dengan kondisi di lokasi. Pada prinsipnya gugatan ini meminta penetapan siapa saja ahli waris dan berapa bagian masing-masing sesuai hukum waris Islam. Besaran bagian nantinya akan ditentukan melalui proses persidangan," jelas Agus.

Ia juga membenarkan bahwa keluarga telah memiliki Surat Keterangan Waris dari notaris. Namun, menurutnya, keberadaan SKW tidak otomatis menyelesaikan persoalan pembagian hak apabila masih terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli waris.

"Kami juga sudah beberapa kali mengupayakan mediasi, baik di rumah keluarga maupun di luar persidangan. Namun hingga saat ini belum ditemukan titik temu, sehingga penyelesaiannya ditempuh melalui Pengadilan Agama," ungkapnya.

Agus menambahkan, seluruh materi gugatan disusun berdasarkan keterangan dan kepentingan hukum kliennya, yakni Mughni dan Uus Fadillah, sedangkan penentuan siapa yang berhak serta besaran bagian masing-masing sepenuhnya menjadi kewenangan Majelis Hakim berdasarkan alat bukti dan fakta persidangan.

Hingga berita ini diterbitkan, perkara masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Agama Slawi. Kedua belah pihak menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu putusan majelis hakim. (Harun)
Uploaded Image

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Sarana Silaturahmi dan Komunikasi TNI-Masyarakat di Wonosobo


Wonosobo – Gelaran Piala Dunia 2026 menjadi momentum berharga bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempererat tali silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat. Kodim 0707/Wonosobo menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Spanyol versus Belgia di beberapa titik wilayah, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh kebersamaan.(11/7/2026) 

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos. memerintahkan seluruh Danramil untuk menyelenggarakan nobar di wilayah masing-masing. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut perintah komando atas guna memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan sederhana seperti nonton bareng ini, diharapkan komunikasi antara prajurit dan masyarakat semakin erat. TNI berasal dari rakyat, bekerja bersama rakyat, dan akan selalu hadir di tengah rakyat,” tegas Dandim Yoyok Suyitno.

Menurutnya, nobar Piala Dunia bukan sekadar hiburan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan wahana strategis untuk merajut kebersamaan, memperkokoh silaturahmi, serta mengukuhkan kemanunggalan TNI dengan warga masyarakat.

Suasana meriah terlihat di sejumlah lokasi nobar yang digelar Kodim. Warga antusias berkumpul bersama prajurit TNI, menciptakan atmosfer yang hidup dan dinamis. Salah seorang warga, Indra (38), mengaku sangat senang dengan kegiatan ini.

“Senang sekali ada nobar seperti ini. Suasananya jadi lebih meriah, seru, dan asyik. Kami juga bisa berkumpul dengan tetangga sekaligus berbincang dengan anggota TNI,” ujar Indra.

Kodim 0707/Wonosobo berharap kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif. Melalui kebersamaan dalam menyaksikan pertandingan bergengsi internasional, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin kokoh, sehingga persatuan, keamanan, dan kondusivitas wilayah terus terjaga.

Kegiatan serupa dipastikan akan terus digelar pada pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2026 berikutnya sebagai bagian dari program TNI Manunggal dengan Rakyat.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Nobar Piala Dunia Sebagai Wahana Mempererat Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

Surakarta - TNI menggelar kegiatan nonton bersama (Nobar) Kebangsaan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di satuan jajaran TNI di seluruh Indonesia.

Kali ini Kodim 0735/Surakarta kembali menggelar nonton bersama warga masyarakat bertempat di LPP RRI Surakarta , Sabtu (11/07/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan TVRI. Tujuannya, untuk membangun semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kebersamaan melalui momentum perhelatan sepak bola dunia.

"Selain menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat, Nobar Kebangsaan juga diharapkan dapat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat di wilayah. 

Pasiter Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Sukardi menyampaikan bahwa kegiatan Nonton Bareng Kebangsaan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai media komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan nobar ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat tali silaturahmi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kokoh,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, olahraga, khususnya sepak bola, merupakan salah satu cabang olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, momentum pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai wahana untuk membangun kebersamaan, persatuan dan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Jumat, 10 Juli 2026

Santunan Anak Yatim Piatu di Kejaksan Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Cirebon Kota – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kejaksan Aipda Pendy T. bersama unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat melaksanakan kegiatan tatap muka yang dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemberian santunan dan paket sembako kepada 15 anak yatim piatu di Musala Al Hikmah, Jalan Cangkring I Gang Patirudamada RT 02 RW 07, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, pada Jumat (10/07/2026) pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Cirebon Utara Barat Kompol Iwan Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama untuk menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kejaksan Achmad Muhaemin, S.STP., M.Si., Kanit Binmas Polsek Cirebon Utara Barat AKP Jarnadi, A.Md., Lurah Kejaksan Teguh Mulyono, S.Kom., unsur kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, anak-anak menerima santunan dan bingkisan sembako yang diserahkan secara langsung oleh para tamu undangan.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan moral maupun material.

Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan sosial ini memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa Polri senantiasa hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan, ketika senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah anak-anak yatim piatu yang merasakan perhatian serta kasih sayang dari seluruh pihak yang hadir.

“Perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim piatu merupakan investasi sosial yang sangat berharga untuk membentuk generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

((A, Rahmat))

Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Peltu Sugeng H bersama Linmas melaksanakan patroli malam di wilayah Kec. Jebres, Kamis (09/07/2026) 

Ditegaskan Peltu Sugeng Patroli dilaksanakan karena pada malam hari adalah saat rawan terhadap gangguan kamtibmas dan untuk pastikan wilayah dalam situasi kondusif.

"Kami melaksanakan patroli bersama linmas di wilayah Kec. Jebres, patroli rutin di laksanakan utk menciptakan suasana aman bagi masyarakat."ujarnya.

"Diharapkan dengan dilaksankanya patroli dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga masyarakat."tukasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Diduga Pembangunan TPS3R di Wonosobo Tidak Sesuai SOP, Tim KJN Minta Aparat dan Kementerian Lakukan Investigasi



WONOSOBO – Tim KJN mengungkap hasil investigasi lapangan terkait pelaksanaan Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah desa di Kabupaten Wonosobo. Program yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN dan APBD Tahun Anggaran 2024 tersebut diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait pengadaan mesin dan sarana pendukung.

Program TPS3R dibangun sebagai upaya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan sampah menyusul kondisi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wonorejo yang dinilai sudah kritis. Sebanyak lima desa menjadi penerima manfaat, yakni Desa Sendangsari (Garung), Desa Adiwarno (Selomerto), Desa Semayu (Selomerto), Desa Kapencar (Kertek), dan Desa Sojokerto (Leksono).

Dalam investigasinya, Tim KJN mendatangi lokasi TPS3R di Desa Adiwarno dan Desa Sojokerto serta melakukan konfirmasi kepada pemerintah desa dan para pekerja. Salah seorang pekerja mengaku telah bekerja sekitar lima bulan dengan gaji Rp2.500.000 per bulan. Ia juga menyampaikan bahwa mesin yang tersedia dinilai belum mampu mengolah seluruh sampah yang masuk.

Menurut keterangannya, sebagian sampah plastik bahkan masih dipisahkan dan dibakar secara manual karena keterbatasan kapasitas alat yang tersedia.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Tim KJN menduga mesin pencacah sampah yang terpasang di beberapa TPS3R merupakan mesin rakitan berbasis diesel dengan kapasitas yang dinilai tidak sesuai kebutuhan. Selain itu, proses pemilahan sampah disebut masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, sedangkan pembakaran sampah juga masih dilakukan secara manual.

Tim KJN menilai apabila dugaan tersebut benar, maka kondisi tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun SOP program TPS3R yang semestinya dilengkapi sarana pengolahan sampah yang memadai sesuai petunjuk teknis pemerintah.

Program TPS3R dengan nilai anggaran sekitar Rp5 miliar tersebut disebut meliputi pembangunan gedung, pengadaan mesin pengolah sampah, alat pemilah, fasilitas pembakaran, kendaraan roda tiga, serta perlengkapan operasional lainnya.

Tim KJN juga mempertanyakan kesesuaian spesifikasi barang yang diterima oleh desa-desa penerima manfaat, mengingat menurut hasil investigasi terdapat perbedaan kondisi fasilitas antar lokasi.

Pada 14 April 2026, Tim KJN mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo untuk meminta klarifikasi. Namun, Kepala Dinas disebut tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti rapat. Tim kemudian diterima oleh pejabat di lingkungan sekretariat DLH.

Dalam pertemuan tersebut, pihak DLH menjelaskan bahwa pengadaan barang telah dilaksanakan sesuai prosedur dan barang dikirim langsung ke desa penerima manfaat. Namun, menurut Tim KJN, sejumlah pertanyaan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi mesin dan kondisi operasional di beberapa TPS3R belum memperoleh penjelasan yang memuaskan.

Tim KJN juga menyatakan telah berupaya meminta keterangan langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, namun hanya memperoleh jawaban singkat bahwa penjelasan telah disampaikan melalui Sekretaris Dinas dan staf terkait.

ketum KJN Cakmet berharap Kementerian Lingkungan Hidup maupun aparat penegak hukum dapat melakukan inspeksi kelapangan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program TPS3R di lima desa penerima manfaat tersebut.

 apabila ditemukan adanya penyimpangan dari ketentuan maupun spesifikasi yang telah ditetapkan, maka hal tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi lebih lanjut dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo terkait substansi dugaan tersebut.

( tim KJN )
Uploaded Image

Gerakan ASRI, Personel Polsek Panongan Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih dan Nyaman


Uploaded Image


TANGERANG – Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman, jajaran personel Polsek Panongan, Polresta Tangerang, melaksanakan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di lingkungan Mapolsek Panongan, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh sebanyak 15 personel Polsek Panongan. Seluruh anggota bergotong royong membersihkan area pelayanan publik, ruang kerja, halaman, serta lingkungan sekitar mako guna menciptakan suasana kerja yang lebih tertata dan kondusif.

Kapolsek Panongan, IPTU Irruandy Aritonang, SH, mengatakan bahwa Gerakan ASRI merupakan bentuk komitmen Polsek Panongan dalam menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Uploaded Image

"Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta ruang kerja yang bersih, sehat, dan nyaman sehingga mampu menunjang kesiapan personel dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat," ujarnya.

Selain memperindah lingkungan kantor, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan disiplin personel dalam menjaga fasilitas kerja agar tetap bersih dan layak digunakan.

Dengan lingkungan kerja yang tertata, Polsek Panongan berharap pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat berlangsung semakin maksimal, profesional, dan humanis.





Toher Aswi

Perkuat Kebersamaan Dengan Warga, Kodim Surakarta Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Surakarta - Semarak pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 semakin terasa hingga pelosok negeri, tak terkecuali di Wilayah Kota Surakarta.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta pun memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 ini untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

 Pasiter Kodim Kapten Inf Sukardi mengungkapkan, jajaran Koramil di satuan teritorial Surakarta secara bergantian menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia bersama warga tanpa terkecuali bersama dengan warga masyarakat.

Terbaru, Kodim 0735/Surakarta menggelar Nobar pertandingan antara Perancis vs Maroko pada Jum'at (10/7/2026) dini hari.

“Olahraga khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.

Momentum Nobar juga sebagai wujud menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat rasa persatuan, kekompakan, dan menjaga kondusivitas lingkungan," tandasnya.

Penulis : Arda ,72
Uploaded Image