Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Oknum PNS Pelaku Pembunuhan Sadis di Gegesik

​Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil membongkar kasus pembunuhan sadis disertai pencurian dengan keke...

Postingan Populer

Kamis, 23 Juli 2026

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Oknum PNS Pelaku Pembunuhan Sadis di Gegesik

​Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil membongkar kasus pembunuhan sadis disertai pencurian dengan kekerasan yang menggemparkan warga Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Pelaku yang berinisial S (55), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kecamatan Gegesik, diringkus polisi usai nekat menganiaya korban Nur Saeni (48) hingga tewas di dalam kamarnya demi menggasak perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah. 

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekira pukul 08.30 WIB di rumah korban yang beralamat di Dusun III, Desa Jagapura Kidul. Adapun modus operandi tersangka diawali dengan mencongkel jendela samping rumah korban menggunakan sebuah obeng minus berpanjang 29 centimeter yang telah disiapkan dari rumah. 

Setelah berhasil masuk, tersangka S sempat menggeledah kamar depan dan belakang, bahkan sempat merokok di dalam rumah sebelum akhirnya masuk ke kamar tengah yang kuncinya tidak terpasang. Di kamar tersebut, pelaku melihat korban sedang tertidur sendirian dan langsung berupaya melepaskan gelang emas di tangan kiri korban.

​Aksi nekat tersangka berujung maut ketika korban terbangun, mengenali wajah pelaku, dan berteriak meminta pertolongan. Tersangka S yang panik langsung membekap mulut korban dengan keras mengunakan tangan kirinya, lalu memukul kepala korban dengan cara menusukkan obeng minus sebanyak dua kali ke bagian belakang kepala hingga korban bersimbah darah dan lemas tak sadarkan diri. 

Dalam kondisi korban yang tak berdaya, pelaku melucuti seluruh perhiasan emas yang melekat di tubuh korban berupa satu buah kalung, dua gelang, dan satu cincin, lalu kabur melintasi jendela yang sama. Perhiasan emas hasil kejahatan tersebut kemudian dijual oleh tersangka ke salah satu toko emas di Kecamatan Arjawinangun dengan hasil penjualan mencapai Rp29.688.000.

​"Pelaku melakukan perbuatan yang sangat keji terhadap korban hanya demi menguasai harta benda berupa perhiasan emas. Tim Reskrim bekerja secara maraton dan ilmiah untuk mengumpulkan bukti-bukti di TKP, termasuk puntung rokok yang ditinggalkan pelaku, nota transaksi perhiasan, hingga alat bukti obeng yang digunakan untuk melukai korban," ujar Kombes Pol. Imara Utama, Kamis (23/7/2026).

​Dari tangan tersangka dan lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti kunci di antaranya satu buah obeng minus bergagang kuning sepanjang 29 cm, dua unit ponsel pintar, catatan serta nota jual beli emas dari Toko Mas Apel Arjawinangun, satu unit sepeda motor Yamaha Fino, pakaian korban yang ternoda darah, pengait kalung, serta batang puntung dan bungkus rokok milik tersangka. 

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) jo Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan dan Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

((A, Rahmat))

Sikat Habis Jaringan Narkoba, Polresta Cirebon Amankan 26 Tersangka dan Sita Belasan Ribu Obat Keras

CIREBON – Komitmen Polresta Cirebon dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan keras terbatas kembali dibuktikan dengan hasil yang sangat menggembirakan sekaligus menunjukkan keseriusan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Cirebon. Sepanjang periode Mei hingga Juli 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon berhasil mengungkap sebanyak 26 kasus peredaran gelap narkotika dan obat keras terbatas, sekaligus mengamankan 26 tersangka yang tersebar di 18 kecamatan dalam wilayah hukum Kabupaten Cirebon.
 
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (23/7/2026) bahwa dari seluruh 26 Laporan Polisi (LP) yang berhasil diungkap, seluruh tersangka berjenis kelamin laki-laki. Rinciannya, tiga tersangka merupakan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan inisial B, AH, dan AJ, satu tersangka terlibat kasus tembakau sintetis sekaligus sediaan farmasi berinisial MA, serta 22 tersangka lainnya terbukti terlibat dalam peredaran obat-obatan keras terbatas tanpa izin edar.
 
"Dari hasil pengungkapan ini, kami berhasil menyelamatkan masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya. Ini merupakan komitmen kami untuk terus menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu demi menciptakan situasi keamanan, ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di Kabupaten Cirebon," tegas Kombes Pol. Imara Utama.
 
Dipaparkan lebih lanjut, dari 26 tersangka yang diamankan, sebanyak tiga orang di antaranya merupakan residivis atau pelaku berulang atas kasus serupa, yaitu SL, HF, dan AM. Sementara jika ditinjau dari latar belakang profesi, para tersangka terdiri dari sembilan orang buruh harian lepas, tujuh orang belum bekerja, enam orang wiraswasta, dua orang karyawan swasta, satu orang sopir, dan satu orang pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa bahaya peredaran barang terlarang ini menyasar berbagai lapisan masyarakat dan perlu diwaspadai bersama.
 
Pengungkapan kasus-kasus tersebut tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Kecamatan Sumber dan Kecamatan Gebang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing tercatat tiga tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya disusul Kecamatan Weru, Ciledug, Palimanan, dan Pabedilan yang masing-masing tercatat dua TKP. Sementara kecamatan lainnya yang turun tangan dalam pengungkapan meliputi Greged, Klangenan, Dukupuntang, Lemahabang, Babakan, Gunungjati, Astanajapura, Tengah Tani, Arjawinangun, Plered, Susukan, dan Waled, yang masing-masing tercatat satu TKP.
 
Dari seluruh rangkaian pengungkapan yang dilakukan, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti yang cukup besar jumlahnya, berupa: 45,77 gram sabu, 21,12 gram tembakau sintetis, 6.479 butir obat Trihexyphenidyl, 11.041 butir obat Tramadol, 15 butir obat DMP, uang tunai sebesar Rp3.799.000, 26 unit telepon genggam, 10 buah tas, enam buah timbangan digital, empat unit sepeda motor, serta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk mengemas dan mengedarkan barang-barang haram tersebut.
 
Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kerja tunggal kepolisian, melainkan hasil dari operasi rutin dan razia gabungan yang dilakukan Polresta Cirebon bersama jajaran TNI serta Pemerintah Daerah di sejumlah lokasi yang dinilai menjadi titik rawan peredaran narkotika, termasuk di lingkungan tempat hiburan malam.
 
"Hasil pengungkapan ini adalah wujud nyata kerja keras bersama antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam melindungi masyarakat Kabupaten Cirebon dari ancaman bahaya narkotika. Kami memohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba dapat terus dilakukan hingga ke akar-akarnya. Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk saling menjaga lingkungannya," ujarnya menekankan.
 
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, baik dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan Call Center 110 agar laporan dapat segera ditindaklanjuti.
 
Keberhasilan yang diraih Polresta Cirebon turut mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, H. Imam Ustadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas nama Bupati Cirebon atas keberhasilan jajaran Polresta Cirebon dalam mengungkap berbagai kasus narkotika dan obat keras terbatas yang dinilai telah sangat membantu menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Cirebon.
 
Sementara itu, Dansatlak Gakkumwal Dandenpom III/3 Cirebon, Lettu Cpm Ujang Dahlan, juga menegaskan bahwa pihaknya dari jajaran Polisi Militer akan terus bersinergi dan bekerja sama erat dengan jajaran Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat di dalamnya.
 
Atas perbuatannya, para tersangka yang terlibat dalam kasus sabu dan tembakau sintetis kini dijerat berdasarkan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.
 
Sedangkan bagi 22 tersangka yang terbukti mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin, mereka dijerat berdasarkan Pasal 435 juncto Pasal 436 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun dan denda paling banyak mencapai Rp5 miliar.

((A, Rahmat))

Genangan Limbah Diduga Cemari Lingkungan, Warga Khawatir Timbulkan Penyakit

WONOSOBO – Persoalan dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Wonosobo. Kali ini, warga Dusun Wediasin, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, mengeluhkan limbah cair yang diduga berasal dari SPPG dan dibuang ke saluran air yang tidak mengalir. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari dan memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Menurut keterangan warga, persoalan ini bukan baru terjadi sekali. Mereka mengaku telah beberapa kali menyampaikan teguran kepada pengelola maupun penanggung jawab SPPG agar segera memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Namun hingga kini, keluhan tersebut dinilai belum mendapat penanganan yang memadai.

Akibatnya, saluran yang dipenuhi limbah cair diduga berubah menjadi genangan yang mengeluarkan aroma tak sedap dan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, maupun bakteri penyebab penyakit.

Warga mendesak pengelola SPPG untuk segera menghentikan pembuangan limbah ke saluran yang tidak mengalir serta melakukan pengelolaan limbah sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SPPG, Khoirul Anam, mengakui adanya keluhan masyarakat. Ia juga membenarkan bahwa limbah cair yang menggenang di saluran berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menjadi sumber penyakit apabila tidak segera ditangani.

"Kami menyadari warga merasa terganggu. Keluhan ini akan menjadi perhatian kami, dan kami akan segera memperbaiki sistem pembuangan limbah cair agar tidak lagi menimbulkan masalah di lingkungan," ujar Khoirul Anam.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap sistem pengelolaan limbah fasilitas tersebut. 


Warga berharap instansi terkait segera turun melakukan pemeriksaan sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut dan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat tetap terlindungi.

(Tim/red)
Uploaded Image

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Babinsa Mangkubumen Latih PBB Siswa SMA Budi Utomo

Surakarta - Semangat disiplin dan cinta tanah air ditanamkan sejak bangku sekolah. Babinsa Kelurahan Mangkubumen Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta, Pelda Sujianto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris(PBB) kepada siswa SMA Budi Utomo, Kamis (23/07/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Jl. Bromo Raya, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dan diikuti oleh 115 siswa.

Ditegaskan Pelda Sujiyanto pelatihan PBB yang diberikan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, memiliki jiwa kerja sama, tanggung jawab, serta loyalitas tinggi. 

"Melalui gerakan baris-berbaris yang tegas dan kompak, diharapkan siswa mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di masyarakat."tegasnya.

“PBB bukan hanya soal gerakan. Dari sini anak-anak belajar disiplin waktu, kekompakan tim, tanggung jawab terhadap perintah, dan loyalitas. Ini bekal penting untuk masa depan mereka,” ujar Pelda Sujianto.

"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa SMA Budi Utomo dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat."pungkas Pelda Sujiyanto.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Sembari Komsos, Babinsa Gandekan Deteksi Dini Dan Cegah Dini Permasalahan Warga Binaan

Surakarta – Komunikasi Sosial atau Komsos terus menjadi cara efektif Babinsa dalam memantau situasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal ini dilakukan Babinsa Kelurahan Gandekan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Sertu Teguh bersama warga binaan di Karangasem RT 03/RW 02, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis (23/07/2026).

Komsos merupakan metode Pembinaan Teritorial yang bertujuan meningkatkan keharmonisan dan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah binaan. Melalui kegiatan ini Babinsa dapat mengetahui secara langsung permasalahan, kesulitan, serta perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Sertu Teguh mengajak warga untuk menjaga kekompakan, kebersamaan dan keakraban antar sesama warga maupun dengan Babinsa. 

“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa saling bertukar informasi dan menyampaikan perkembangan terbaru di wilayah. Sehingga setiap permasalahan bisa kita cari solusinya bersama-sama,” ungkap Sertu Teguh.

Selain mempererat silaturahmi, Babinsa juga mengimbau warga agar selalu menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan sekitar. Kebersihan lingkungan dinilai penting untuk menciptakan wilayah yang sehat dan kuat.Sertu Teguh secara khusus mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran drainase.

 “Jika drainase tersumbat sampah, saat hujan deras bisa menyebabkan genangan. Jika tidak hujan bisa jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Kita tidak ingin ada kasus DBD di wilayah kita,” tambahnya.Dengan rutinnya kegiatan Komsos, diharapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat dan setiap potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kodim 0707/Wonosobo Resmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto, Bagian dari 52 Jembatan Serentak yang Diresmikan Pangdam IV/Dip



Wonosobo, – Kodim 0707/Wonosobo meresmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jembatan gantung ini menghubungkan Desa Wonoroto dengan Desa Pasuruhan dan memiliki panjang 40 meter serta lebar 1,2 meter. (23/7/2026).

Peresmian dilakukan secara serentak melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., .Total terdapat 52 jembatan yang diresmikan secara bersamaan di wilayah Kodam IV/Diponegoro, salah satunya adalah Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Wonosobo.

Acara peresmian di lokasi Wonoroto dihadiri Danrem 072/Pamungkas yang diwakili Dandenzibang 2/IV Yka Letkol Czi C Satar Budharianto, ST. Turut, Forkopimda Wonosobo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardianto, serta ratusan warga Desa Wonoroto.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos menyampaikan harapan agar kehadiran jembatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. 

“Semoga jembatan yang telah dibangun ini bisa membawa manfaat untuk mensejahterakan masyarakat. Apa yang telah dibangun agar dijaga dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang lama,” ujar Letkol Yoyok Suyitno.

Menurut Dandim, jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di daerah pedesaan yang selama ini masih terkendala aksesibilitas.
Sementara itu, Bupati Wonosobo yang diwakili Kepala Dinas PU Nurudin Ardianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI AD, khususnya Kodim 0707/Wonosobo. Ia menilai sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah berjalan sangat baik dalam mempercepat pembangunan di wilayah Wonosobo.

“Atas nama Pemerintah Daerah Wonosobo, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0707/Wonosobo yang selalu peduli dan membantu Pemda dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah. Seperti saat ini kita bersama-sama menyaksikan peresmian jembatan yang telah selesai dibangun oleh Kodim 0707/Wonosobo,” kata Nurudin Ardianto.

Nurudin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan bertanggung jawab menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat. “Kami akan menjaga dan merawat sebaik mungkin agar bisa memiliki usia yang lama dimanfaatkan oleh warga masyarakat,” tegasnya.

Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Desa Wonoroto diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah Watumalang. Keberadaan jembatan ini juga menjadi salah satu bukti konkret Program TNI Manunggal Membangun Desa yang terus digalakkan Kodim 0707/Wonosobo.

Dengan peresmian serentak 52 jembatan di wilayah Kodam IV/Diponegoro, diharapkan semakin banyak daerah terpencil yang terhubung dengan baik, sehingga turut mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Koptu Rudy Gunawan melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Rabu ( 22/07/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres."tegas Koptu Rudy disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayahnya."ujarnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Koptu Rudy Gunawan melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Rabu ( 22/07/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

"Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres."tegas Koptu Rudy disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayahnya."ujarnya.

Penulis : Arda 72


Uploaded Image

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri



BANDUNG-Wacana pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut memiliki peluang untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), salah satunya Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto.

Dukungan terhadap Komjen Pol Karyoto terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, S.H., yang menilai Karyoto sebagai sosok pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kedekatan dengan masyarakat dan kalangan ulama.

Menurut KH Juhadi, Indonesia membutuhkan figur Kapolri yang tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen bangsa dalam mendukung program pembangunan nasional.

"Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Dalam berbagai penugasan strategis yang pernah diembannya, beliau selalu membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga organisasi kemasyarakatan," ujar KH Juhadi kepada wartawan.

Ia menilai pendekatan humanis dan kolaboratif yang selama ini ditunjukkan Karyoto menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang.

KH Juhadi juga menyoroti kiprah Komjen Pol Karyoto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Menurutnya, Karyoto menunjukkan perhatian besar terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan organisasi masyarakat.

Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum semata, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial, ketersediaan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

"Kapolri ke depan harus mampu menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah. Saya melihat hal itu ada dalam diri Komjen Pol Karyoto," katanya.

Selain itu, rekam jejak panjang Karyoto di institusi Polri juga menjadi salah satu alasan kuat dukungan tersebut. Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 itu telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade dengan menempati berbagai posisi penting di lingkungan Polri maupun lembaga negara lainnya.

Kariernya antara lain pernah bertugas di lingkungan Bareskrim Polri, menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Metro Jaya, hingga saat ini dipercaya mengemban tugas sebagai Kabaharkam Polri.

Bagi KH Juhadi, pengalaman lintas bidang tersebut menjadi modal kepemimpinan yang komprehensif dalam menghadapi tantangan Polri ke depan, mulai dari pemberantasan korupsi, penanganan kejahatan siber, peredaran narkotika, konflik sosial, hingga penguatan sistem keamanan nasional.

Lebih lanjut, ia menilai Komjen Pol Karyoto memiliki hubungan yang baik dengan kalangan ulama dan pondok pesantren, khususnya di wilayah Jawa Barat. Kedekatan tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam membangun komunikasi antara institusi Polri dengan masyarakat.

"Komjen Pol Karyoto dikenal dekat dengan para ulama dan memiliki perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren. Selama seorang pemimpin dekat dengan ulama, insya Allah akan amanah dalam menjalankan tugasnya," ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, KH Juhadi berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memilih figur terbaik yang mampu membawa Polri semakin profesional, modern, dan dicintai masyarakat.

((A, Rahmat))

Kapolres Bangka Barat Perkuat Sinergi dengan Media untuk Wujudkan Informasi Publik yang Akurat.



Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak memperkuat sinergi dengan insan pers di Kabupaten Bangka Barat melalui kegiatan silaturahmi yang digelar di Warkop KKK (K3), Kecamatan Mentok, Rabu (22/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif antara kepolisian dengan media dalam mendukung penyampaian informasi publik yang akurat.

Dalam pertemuan yang dihadiri pejabat utama Polres Bangka Barat dan puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, radio, maupun media siber, Kapolres memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan insan pers.

Kapolres mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif dinilai penting agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan akurasi, keseimbangan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap rekan-rekan media dapat terus menjadi mitra Polres Bangka Barat dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apabila terdapat masukan, kritik maupun informasi yang berkaitan dengan tugas kepolisian, kami membuka ruang komunikasi dan berharap dapat dilakukan konfirmasi sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang," kata Helen.

Ia menegaskan Polres Bangka Barat berkomitmen membangun keterbukaan informasi sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi mengenai mekanisme koordinasi pemberitaan, pertukaran informasi, serta upaya bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Melalui sinergi yang semakin erat antara kepolisian dan media, diharapkan arus informasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan memberikan edukasi yang positif, sehingga mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Bangka Barat.

(HR)