Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Rumah Kosong Dibobol Komplotan Lintas Kota, Empat Pelaku Dibekuk dengan Kerugian Fantastis Ratusan Juta

Cirebon Kota – Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota menyampaikan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pember...

Postingan Populer

Senin, 30 Maret 2026

Rumah Kosong Dibobol Komplotan Lintas Kota, Empat Pelaku Dibekuk dengan Kerugian Fantastis Ratusan Juta

Cirebon Kota – Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota menyampaikan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) rumah kosong pada Senin (30/03/2026) pukul 10.00 WIB, di ruang Sat Reskrim Polres Cirebon Kota, aksi Curat tersebut terjadi di Jl. Pekalipan VIII Gg. Lawanggada RT. 01/02 Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.

Kasus tersebut bermula dari laporan korban bernama Liem Tjioe Kiok, warga Gg. Lawanggada No. 98 RT. 01/02 Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, yang mengetahui rumahnya dalam kondisi terbuka dan telah dibobol pada Selasa (17/02/2026), setelah sebelumnya mendapat informasi dari saksi Veronica Rubi Ningsih, warga Jl. Gn. Rinjani III No. 55 RT. 05/19 Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Selain itu, saksi lain bernama Mochamad Sofyan, warga Pekalipan Utara Gg. 3 No. 146 Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, turut memberikan keterangan kepada petugas terkait kondisi rumah korban yang telah dibobol serta aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana, S.T.K., S.I.K., M.Si. menjelaskan dalam kegiatan rilis bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif setelah menerima laporan, dengan mengerahkan tim Resmob untuk mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta menelusuri jejak para pelaku hingga ke luar daerah.

Dalam keterangannya, Kasat Reskrim menyampaikan bahwa dua pelaku pertama berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung pada Kamis (26/03/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, yang kemudian dikembangkan hingga akhirnya dua pelaku lainnya berhasil ditangkap pada Jumat (27/03/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Adapun identitas para pelaku yang diamankan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berinisial H.W (45) warga Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, D.H (41) warga Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, I.A (46) warga Kelurahan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, serta D.R (45) warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Para pelaku diketahui menjalankan aksinya dengan menyasar rumah dalam keadaan kosong, kemudian masuk dengan cara merusak pintu untuk mengambil barang-barang berharga milik korban, mulai dari uang tunai hingga perhiasan emas dan logam mulia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang cukup besar, mencapai Rp465.000.000,- (empat ratus enam puluh lima juta rupiah), yang terdiri dari uang tunai, emas batangan, berbagai jenis perhiasan, serta dokumen penting lainnya.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui telah menjual hasil pencurian kepada seorang penadah di wilayah Kabupaten Bandung dengan nilai Rp200.000.000,-, yang kemudian dibagi rata, sementara barang berupa identitas dan buku tabungan milik korban dibuang di wilayah Sumedang.

Pengungkapan ini juga mengungkap bahwa para pelaku merupakan residivis yang telah beberapa kali melakukan aksi serupa di sejumlah daerah, termasuk di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, sehingga menjadi perhatian serius dalam upaya penindakan kejahatan rumah kosong.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatan rumah kosong dengan memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan hal mencurigakan, seraya menegaskan, “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari aksi kejahatan, dan kami akan terus menindak tegas setiap pelaku yang meresahkan.”

((A, Rahmat))

Apel Pagi Polsek Panongan Berlangsung Khidmat, Kapolsek Tekankan Pelayanan Humanis Pasca Idul Fitri





Kabupaten Tangerang – Pelaksanaan apel pagi di halaman Mako Polsek Panongan, Senin (30/3/2026) pagi, berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Panongan, Irruandy Aritonang, serta diikuti oleh seluruh personel Polsek Panongan.

Dalam arahannya, Kapolsek menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas kedisiplinan dan pelaksanaan apel pagi yang berjalan dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Kapolsek mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas antaranggota. Ia menegaskan bahwa pelayanan cepat kepada masyarakat, termasuk melalui layanan pengaduan 110, harus terus dioptimalkan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

"Anggota yang melaksanakan piket agar selalu siaga di komando, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat baik yang datang langsung maupun melalui layanan 110," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Mako sebagai wujud profesionalitas institusi. Ia mengajak seluruh anggota untuk menciptakan suasana yang ramah dan humanis bagi masyarakat yang datang.

Momentum Hari Raya Idul Fitri juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antaranggota. Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal sebagai bentuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan di lingkungan Polsek Panongan.

Kegiatan apel pagi tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan kesiapan serta komitmen Polsek Panongan dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.




Toher Asw

Doa dan Saling Memaafkan Warnai Halal Bihalal Polres Bangka Barat Usai Operasi Ketupat 2026



Bangka  barat. Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan halal bihalal Polres Bangka Barat yang digelar di Mako Polres, Selasa (30/3/2026), usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat ini menjadi momen istimewa bagi seluruh personel, bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga untuk saling memaafkan dan memanjatkan doa bersama sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan tugas yang telah dilalui.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, doa bersama menjadi inti dari kegiatan tersebut.

Seluruh personel larut dalam harapan yang sama, memohon perlindungan, kekuatan, serta kelancaran kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas ke depan.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Bangka Barat, AKP Amri, S.H., M.Si., atas seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk kembali menyatukan hati dan niat seluruh personel.

"Melalui doa bersama dan saling memaafkan, kita berharap seluruh personel dapat kembali menjalankan tugas dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari kerja keras dan kebersamaan seluruh anggota, sehingga momen halal bihalal ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penguat kebersamaan.

"Ini bukan sekadar tradisi, tetapi momen spiritual yang memperkuat mental dan soliditas personel dalam menghadapi tugas-tugas ke depan," tambahnya.

Dengan nuansa doa yang khusyuk dan penuh harapan, kegiatan halal bihalal ini menjadi simbol bahwa Polres Bangka Barat tidak hanya kuat dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga memiliki kekuatan batin dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mengiringi langkah seluruh personel untuk terus mengabdi dengan tulus, menjaga keamanan, serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

(HR) 

Setelah Lebaran, Pengerjaan Jembatan Gantung Stamelo di Wonosobo Kembali Dikebut, Sudah Capai 85 %


Wonosobo – Pengerjaan Jembatan Gantung Stamelo (Stanmelo) yang menghubungkan Dusun Melokan, Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang dengan Dusun Stana (Setana), Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, kini semakin digenjot pasca libur Lebaran.

Proyek yang dikerjakan oleh Kodim 0707/Wonosobo ini sudah mencapai 85 persen. Saat ini tim sedang memasuki tahap persiapan finishing setelah pondasi tiang panjang selesai dibangun. Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos menyampaikan bahwa pengerjaan pondasi tiang panjang telah rampung. "Setelah menunggu sekitar dua minggu agar cor beton benar-benar kering dan kuat, saat ini kami mulai mempersiapkan tahap finishing," ujar Dandim Yoyok, Senin (30/3/2026).

Menurut Dandim, pengerjaan jembatan Stamelo ini cukup menantang dibandingkan dengan jembatan gantung di Sidupaten, Kecamatan Kertek. Pasalnya, tim harus melakukan normalisasi sungai terlebih dahulu sebelum membangun struktur utama.

"Hal ini sangat penting karena karakteristik Sungai Luk Ulo yang unik. Arus sungai bisa berpindah-pindah setiap kali diterjang banjir, yang biasanya terjadi sekali dalam setahun. Untuk itu, kami membangun sekuat mungkin agar jembatan ini bisa bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tegas Letkol Inf Yoyok Suyitno.

Jembatan gantung Stamelo merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan di ujung selatan Wonosobo. Sebelumnya, jembatan ini sempat rusak parah akibat banjir bandang yang sering melanda Sungai Luk Ulo, sehingga memutus akses warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang melintas setiap hari.

Dengan progres yang sudah mencapai 85 persen, diharapkan dalam waktu dekat jembatan ini dapat segera difungsikan kembali, memperlancar mobilitas masyarakat antardesa dan antarkecamatan. 

Kodim 0707/Wonosobo terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, khususnya di daerah rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. 

Pengerjaan tahap II ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam mewujudkan konektivitas yang lebih baik di Kabupaten Wonosobo. Tahap I adalah pengerjaan jembatan gantung di Sindupaten Kertek yang telah diresmikan bulan kemarin.

(Yudhi)
Pendim0707

Peran Aktif Babinsa Kawal Proyek Pembangunan KDKMP 

Wonogiri - Sertu Eko Purwanto Personel Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil 25/Paranggupito jajaran Kodim 0728/Wongiri terus menunjukkan dedikasinya aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah binaan. 

Senin,(30/3/2026). Babinsa turun langsung mengawal yaitu mendampingi dan memantau proyek pembangunan fisik  gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Gunturharjo Kecamatan Paranggupito.

Babinsa dalam kesempatan tersebut membaur bersama warga dan pekerja konstruksi untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan tepat waktu. Kehadiran Babinsa di lokasi proyek pembangunan fisik gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat gotong royong bagi warga.

Pengawalan yang dilakukan oleh Babinsa ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Program Pemerintah dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat dalam mempercepat pembangunan fasilitas ekonomi desa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

"Proyek pembangunan fisik gedung Koperasi Desa ini sangat penting bagi kesejahteraan warga Desa Gunturharjo. Melalui koperasi ini, diharapkan ekonomi kerakyatan dapat berputar dengan lebih baik. Sebagai Babinsa, sudah menjadi kewajiban saya untuk mengawal dan membantu setiap program pembangunan di desa ini agar berjalan lancar," ujar Babinsa.

Penulis : Arda 72

Babinsa Sangkrah Aktif Kawal Pembangunan KDKMP, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Kelurahan

Surakarta - Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah binaan terus digenjot guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. 

Babinsa Kelurahan Sangkrah Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735/Surakarta, Sertu Eko secara aktif terlibat dalam memantau sekaligus membantu proses pembangunan di lapangan, Senin  (30/3/2026).

Dalam kesehariannya, Sertu Eko tidak hanya melakukan pengawasan terhadap perkembangan pembangunan KDKMP, namun juga sesekali turun langsung membantu para tukang dalam pekerjaan fisik, seperti plamir dan perapian dinding bangunan.

 Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program di wilayah binaannya.

"Kami terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP agar berjalan sesuai rencana. Jika dibutuhkan, kami juga turut membantu pekerjaan di lapangan untuk mempercepat proses penyelesaian," ungkapnya.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pembangunan memberikan dorongan semangat bagi warga. Sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat terlihat jelas melalui semangat gotong royong yang terus terjaga.

Penulis : Arda 72

Sembari Berpatroli, Babinsa Sudiroprajan Sambangi Pedagang Di Wilayah Binaan, Yakinkan Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Babinsa Sudiroprajan koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Kota Surakarta Sertu Watono melaksanakan patroli dan komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah binaan Jl. Martadinata Sudiroprajan Kecamatan Jebres kota Surakarta. Minggu (29/03/2026) pukul 10.00 Wib.

Pelaksanaan patroli dan komsos di laksanakan oleh Babinsa Sudiroprajan dengan warga masyarakat di wilayah binaan, hal tersebut di lakukannya untuk mengetahui kendala dan keluh kesah yang di hadapi oleh para warga masyarakat, serta mengetahui situasi dan kondisi keamanan di lingkungannya.

"Ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai Babinsa di wilayah, untuk selalu memonitor serta memantau wilayah agar tetap aman dan kondusif, untuk itu sangat di perlukan menjaga hubungan baik dengan masyarakat yaitu melalui rutinitas Patroli dan komsos seperti ini," ungkap Sertu Watono.

"Kegiatan Patroli dan komsos ini saya mengajak para warga masyarakat untuk tetap memelihara kebersihan, ketertiban dan keamanan sehingga masyarakat merasa nyaman saat melaksanakan istirahat ataupun beraktifitas sehari-hari. selain itu juga dengan lingkungan yang bersih aman akan berdampak pada kehidupan terutama kesehatan kita masing-masing", pungkas Sertu Watono.

Penulis : Arda 72

Malam Digerebek, Puluhan Botol Miras Oplosan Disita Polisi di Cirebon

Cirebon Kota - Operasi penyakit masyarakat dengan sasaran minuman keras digelar pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai di wilayah Kota Cirebon, sebagai langkah tegas kepolisian menekan peredaran miras oplosan pasca Operasi Ketupat Lodaya.

Kegiatan ini difokuskan pada lokasi yang terindikasi menjadi tempat penjualan minuman keras tanpa izin, terutama yang berpotensi membahayakan masyarakat akibat peredaran miras oplosan dengan kandungan berisiko tinggi.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al-Afghany, S.H., M.H., M.M menjelaskan bahwa operasi ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan masyarakat dari dampak negatif konsumsi miras ilegal yang kerap memicu berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan di sebuah warung yang berada di Jalan Permata, Kecamatan Harjamukti, yang diduga menjual berbagai jenis minuman keras secara bebas kepada masyarakat.

Warung tersebut diketahui milik seorang warga berinisial J, yang kedapatan menyimpan dan memperjualbelikan minuman keras tanpa izin resmi kepada masyarakat sekitar.

Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 29 botol minuman keras dari berbagai jenis, mulai dari miras oplosan hingga minuman beralkohol pabrikan yang diperjualbelikan secara ilegal.

Jenis miras yang diamankan di antaranya botol berisi minuman jenis AO, kawa-kawa, anggur putih, hingga beberapa merek lain yang kerap ditemukan dalam peredaran ilegal di wilayah perkotaan.

Operasi ini menjadi bagian dari langkah preventif dan represif kepolisian dalam menekan angka kriminalitas yang seringkali dipicu oleh konsumsi minuman keras, termasuk aksi kekerasan, tawuran, hingga gangguan ketertiban umum.

Selain melakukan penindakan, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas penjualan miras ilegal melalui Layanan Polisi 110, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan operasi serupa, “Kami mengajak masyarakat untuk menjauhi minuman keras ilegal dan segera melapor melalui layanan 110 jika menemukan peredaran miras di lingkungannya, karena dampaknya sangat merugikan dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.

((A, Rahmat))

Warung Miras Digerebek Malam Hari, Polisi Amankan Puluhan Botol di Cirebon

Cirebon Kota - Operasi penyakit masyarakat dengan sasaran peredaran minuman keras kembali digelar pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 20.30 WIB hingga selesai di wilayah Kota Cirebon sebagai langkah tegas pasca Operasi Ketupat Lodaya.

Kegiatan ini menyasar titik-titik yang diduga menjadi lokasi peredaran miras ilegal, terutama yang berpotensi memicu gangguan ketertiban dan membahayakan keselamatan masyarakat di lingkungan perkotaan.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al-Afghany, S.H., M.H., M.M menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan peredaran minuman keras ilegal yang kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas.

Petugas melakukan pemeriksaan di sebuah warung yang berada di Jalan Permata, Kecamatan Harjamukti, yang diduga memperjualbelikan minuman keras tanpa izin kepada masyarakat secara bebas.

Warung tersebut diketahui milik seorang warga berinisial D, yang kedapatan menyimpan berbagai jenis minuman beralkohol tanpa kelengkapan perizinan yang sah.

Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras yang terdiri dari berbagai jenis, baik produk pabrikan maupun yang kerap beredar di pasaran tanpa pengawasan.

Jenis minuman keras yang diamankan di antaranya bir merek Guinnes, bir Angker, serta minuman jenis AO dan Atlas yang ditemukan di lokasi saat operasi berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan dampak negatif konsumsi minuman keras, yang sering kali berkaitan dengan aksi kekerasan, gangguan ketertiban, hingga potensi tindak kriminal lainnya di tengah masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas peredaran miras ilegal melalui Layanan Polisi 110, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas secara cepat dan tepat.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan, “Kami akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran miras ilegal dan mengajak masyarakat untuk aktif melapor melalui layanan 110 demi menjaga lingkungan yang lebih aman dan terbebas dari dampak negatif minuman keras.”

((A, Rahmat))

Ratusan Botol Miras Disita di Kampung Pekawatan, Operasi Malam Ungkap Peredaran Ilegal


Cirebon Kota - Operasi penyakit masyarakat kembali digelar pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai di wilayah Kampung Pekawatan, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, dengan sasaran peredaran minuman keras ilegal pasca Operasi Ketupat Lodaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota piket fungsi Sat Res Narkoba Polres Cirebon Kota sebagai bentuk langkah tegas dalam menekan maraknya peredaran miras oplosan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan kriminalitas di tengah masyarakat.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al-Afghany, S.H., M.H., M.M menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan masyarakat dari dampak negatif konsumsi minuman keras, khususnya yang beredar tanpa izin resmi.

Petugas menyasar sebuah warung yang diduga menjual minuman keras secara bebas tanpa legalitas, yang berada di kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Pekawatan.

Warung tersebut diketahui milik seorang warga berinisial A, yang kedapatan menyimpan berbagai jenis minuman keras dalam jumlah besar yang siap diedarkan kepada masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras berbagai merek, yang terdiri dari minuman jenis Intisari, Singaraja, Beer Konig, Anggur Kolesom, serta AO Mild.

Jumlah barang bukti yang diamankan mencapai 168 botol minuman keras, yang menunjukkan masih tingginya peredaran miras ilegal di wilayah tersebut dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, namun juga sebagai langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan yang sering dipicu oleh konsumsi minuman keras, termasuk aksi kekerasan dan tindak kriminal lainnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas peredaran miras ilegal melalui Layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan, “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran miras ilegal dengan memanfaatkan layanan 110, sehingga lingkungan tetap terjaga dari potensi gangguan akibat minuman keras.”

((A, Rahmat))