Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Tiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM Dievakuasi dengan Bantuan TNI dan Warga

Papua, - Suasana pagi di wilayah pegunungan Papua Tengah yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Tiga warga Orang...

Postingan Populer

Kamis, 16 April 2026

Tiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM Dievakuasi dengan Bantuan TNI dan Warga



Papua, - Suasana pagi di wilayah pegunungan Papua Tengah yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Tiga warga Orang Asli Papua (OAP), terdiri dari seorang perempuan dewasa dan dua anak-anak, dilaporkan menjadi korban penembakan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Rabu (15/4/2026).

Informasi mengenai peristiwa ini pertama kali diterima warga Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kepala suku setempat, Dianus Enumbi, menemukan para korban dalam kondisi terluka di sebuah honai milik Gerson Telenggeng, akibat tembakan dari kelompok OPM Lekagak Talenggeng.

Dengan penuh kepedulian, Dianus segera mencari bantuan. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada aparat TNI di wilayah setempat, berharap para korban segera mendapatkan pertolongan medis. “Beberapa warga dari Sinak mengalami luka akibat tembakan dan saat ini berada di Kampung Tirineri. Kami berharap mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Mulia,” ujar Dianus.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Pengamanan Satgas TNI Kewilayahan bergerak cepat, menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tenaga kesehatan Yonif 743/PSY dari langsung memberikan pertolongan pertama. Luka para korban dibersihkan dan ditangani secara darurat, terutama dua anak yang mengalami luka ringan.

Proses penanganan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan tokoh adat setempat, mencerminkan solidaritas di tengah situasi sulit. Sementara itu, ambulans dari PMI bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kampung, tokoh adat, PMI, serta Kodim 1714/Puncak Jaya, guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

“Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan dan penanganan para korban,” ujarnya.

Hingga kini, personel TNI masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari korban dan warga sekitar untuk mengungkap lebih lanjut kelompok OPM yang melakukan penembakan terhadap warga Distrik Sinak.

Di tengah peristiwa ini, harapan terbesar datang dari masyarakat agar para korban segera pulih, dan situasi keamanan di wilayah tersebut kembali kondusif.

(Sumber: Pen Koops TNI Habema)
Uploaded Image

Rabu, 15 April 2026

Penguatan Pembinaan dan Transparansi, Hakim Pengawas Lakukan WASMAT di Lapas Kuningan

Kuningan – Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembinaan berjalan sesuai ketentuan serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, Hakim Pengawas dan Pengamat (Kimwasmat) Pengadilan Negeri Kuningan melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengamatan (WASMAT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan, Rabu (15/04).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut dihadiri oleh Hakim Pengawas dan Pengamat Pengadilan Negeri Kuningan, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, jajaran pejabat struktural, petugas lapas, serta warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, tim Kimwasmat melakukan wawancara langsung terhadap sejumlah warga binaan yang telah mendapatkan putusan dari Pengadilan Negeri Kuningan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan dan pengamatan terhadap kondisi warga binaan serta pelaksanaan program pembinaan yang berjalan di dalam lapas.

Tidak hanya itu, rombongan juga meninjau berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari blok hunian, layanan wartel di dalam blok, hingga fasilitas pembinaan. Kegiatan pembinaan kemandirian seperti pembuatan peci peupeujeuh dan produksi roti turut menjadi perhatian dalam peninjauan, yang menunjukkan aktivitas produktif warga binaan. Peninjauan juga dilakukan pada dapur sehat sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan makan warga binaan.

Dari hasil kegiatan, secara umum pelaksanaan pengawasan dan pengamatan berjalan dengan baik serta memberikan gambaran nyata mengenai kondisi Lapas Kelas IIA Kuningan. Warga binaan yang diwawancarai menunjukkan sikap kooperatif dan berperilaku baik. Program pembinaan, baik kemandirian maupun kepribadian, dinilai berjalan optimal dan aktif.

Selain itu, sarana dan prasarana pendukung seperti blok hunian, wartel, serta dapur sehat berfungsi dengan baik. Kegiatan pembinaan yang berjalan juga mencerminkan produktivitas warga binaan serta adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pembinaan.

Melalui kegiatan WASMAT ini, diharapkan pelaksanaan pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIA Kuningan dapat terus ditingkatkan dan semakin optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi efektif dalam memastikan standar pembinaan terpenuhi, sekaligus mendorong peningkatan sarana dan penguatan program pembinaan ke depan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan serta memberikan pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan.

Jurnalis:A, RAHMAT 

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kuningan Tebar 2.000 Benih Ikan Bawal di Lahan SAE


Kuningan – Dalam upaya mendukung program pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan pangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melaksanakan kegiatan penanaman benih ikan bawal di kolam Lahan SAE, Rabu (15/04).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, jajaran pejabat struktural, staf, peserta program magang, serta warga binaan yang turut dilibatkan secara aktif dalam proses kegiatan.

Sebanyak 2.000 benih ikan bawal ditebar ke dalam dua kolam yang berada di area Lahan SAE. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan di sektor perikanan, yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses penebaran benih hingga monitoring awal kondisi kolam. Hal ini menjadi sarana pembelajaran keterampilan budidaya perikanan yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah mereka kembali ke masyarakat.
Selain sebagai media pembinaan, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil budidaya ikan bawal diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga semangat untuk mandiri dan produktif,” ujarnya.

Ke depan, perawatan dan pengawasan terhadap kolam serta benih ikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala juga akan dilaksanakan guna memastikan hasil budidaya dapat optimal dan memberikan manfaat yang maksimal.
Melalui program ini, Lapas Kuningan terus berkomitmen menciptakan pembinaan yang berdampak nyata, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan secara berkelanjutan.

Jurnalis:A, RAHMAT 

PENYAMARAN BERDARAH DINGIN "LETKOL GADUNGAN" BERAKHIR DI TANGAN SATRESKRIM POLRESTA CIREBON

​Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil menggulung seorang predator penipuan yang nekat mencoreng institusi TNI. Pelaku yang menggunakan identitas palsu sebagai Perwira Menengah TNI berpangkat Letkol, diringkus setelah melancarkan aksi tipu-tipu dengan modus menjanjikan kelulusan menjadi anggota Korps Baret Merah (Kopassus).

​Tersangka berinisial DGR (43), warga Bulakamba, Brebes, diringkus setelah aksi teatrikalnya terbongkar. Kepada korbannya, DGR dengan sangat meyakinkan mengaku sebagai Guru Militer (Gumil) di Cilendek, Bogor, sekaligus anggota aktif Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan ambisi mulia seorang prajurit muda TNI-AD berinisial AFM, yang memiliki impian besar untuk mengabdi di satuan elite Kopassus.

​"Pelaku memainkan psikologis korban dengan janji manis bisa memuluskan jalan menuju Kopassus. Kemudian meminta mahar puluhan juta rupiah demi jabatan yang ia tawarkan, padahal semuanya adalah fiktif dan murni penipuan," ujar Kombes Pol Imara Utama.

​Aksi penipuan ini bermula pada awal tahun 2026. Melalui perantara, korban yang merupakan seorang PNS bertemu dengan tersangka. Dalam pertemuan tersebut, tersangka DGR tampil sangat meyakinkan sebagai sosok perwira tinggi yang memiliki pengaruh besar di pusat pendidikan militer.

"​Tuntutan Pelaku Meminta uang sebesar Rp 66 juta. Korban juga telah mentransfer uang secara bertahap sebanyak 4 kali dengan total mencapai Rp 40 juta melalui mesin EDC dan ATM di wilayah Losari, Cirebon," katanya.

Menurut dia, ​Kecurigaan mulai timbul saat korban menyadari adanya kejanggalan dalam prosedur yang dijanjikan. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak Kodim Brebes dan Polresta Cirebon, jebakan pun disiapkan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

​Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk memuluskan aksinya. Diantaranya Kaos Loreng TNI Lengan Panjang yang digunakan untuk meyakinkan korban, handphone yang berisi riwayat transaksi dan komunikasi penipuan, KTP, SIM, dan tas hitam.

​Saat ini, tersangka DGR telah mendekam di sel tahanan Polresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman penjara yang setimpal.

"​Polresta Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dalam pendidikan militer maupun kepolisian dengan imbalan uang," pungkasnya.

((A, RAHMAT))

Respon Cepat Polresta Cirebon Tangani Kebakaran Rumah di Desa Galagamba Ciwaringin​

Warga Desa Galagamba, Ciwaringin mendadak geger. Suasana pagi yang tenang pada Selasa (14/04/2026) berubah menjadi mencekam setelah api raksasa tiba-tiba berkobar dan melahap habis kediaman warga bernama Sarkun.
​Peristiwa bermula sekitar pukul 07.45 WIB. Saksi mata di lokasi, Didi, mengaku melihat kepulan asap hitam pekat yang keluar dari sela-sela atap rumah korban. Tanpa pikir panjang, ia merangsek masuk ke area dapur yang ternyata sudah menjadi Lautan Api.

​Mendapat laporan darurat, jajaran Polsek Ciwaringin langsung bergerak bak kilat menuju lokasi. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga turut dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menjinakkan api yang terus mengganas.

​Petugas berjibaku melawan panasnya api selama hampir dua jam. Setelah perjuangan dramatis, api akhirnya berhasil ditaklukkan total pada pukul 09.30 WIB.

​Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian yang diderita Bapak Sarkun sangat menyakitkan. Harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun ludes menjadi abu dengan taksiran kerugian mencapai Rp 200 juta.
Saat ini, lokasi kejadian pun telah dipasang garis polisi. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam.

​"Kami sudah terjunkan tim untuk olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Fokus kami saat ini adalah memastikan penyebab pasti sumber api dan menjamin keamanan di sekitar lokasi pasca-kejadian," tegas Kombes Pol Imara Utama.

​Kini, puing-puing bangunan di RT 12/06 Desa Galagamba itu menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya amukan si jago merah di pagi yang kelabu tersebut. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang bisa mengintai kapan saja.

((A, RAHMAT))

PERSONEL POLSEK CISOKA GELAR APEL PAGI UNTUK TINGKATKAN KINERJA DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT.


Uploaded Image


Cisoka – Personel Polsek Cisoka Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan apel pagi sebagai bentuk kedisiplinan serta kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas kepolisian, guna meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan apel pagi tersebut dipimpin oleh pimpinan apel dan diikuti oleh seluruh personel Polsek Cisoka. Dalam arahannya disampaikan agar seluruh anggota senantiasa meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalitas dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selain itu, personel juga diingatkan untuk selalu menjaga kekompakan, meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cisoka, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Kapolsek Cisoka IPTU ADITYA SURYA SAKTI, S.Tr.K., M.M menyampaikan bahwa kegiatan apel pagi merupakan sarana untuk melakukan pengecekan kesiapan personel sekaligus penyampaian arahan terkait pelaksanaan tugas di lapangan.

“Melalui apel pagi ini diharapkan seluruh personel dapat meningkatkan disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cisoka tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan apel pagi secara rutin, diharapkan seluruh personel Polsek Cisoka dapat menjalankan tugas dengan optimal serta terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.





Red/Toher Aswi

Sipropam Jaga Kualitas Layanan Publik


Uploaded Image


Tangerang - Guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, anggota Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polresta Tangerang melaksanakan pengecekan dan kontrol di sejumlah titik pelayanan, meliputi piket penjagaan Samapta, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), serta pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (14/04/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Sipropam melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapsiagaan personel piket penjagaan Samapta, termasuk sikap tampang, kehadiran, serta kesiapan dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan Mako. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya kelalaian dalam pelaksanaan tugas jaga.

Tak hanya itu, kontrol juga difokuskan pada pelayanan publik di SPKT dan SKCK. Petugas memastikan proses pelayanan berjalan sesuai prosedur, cepat, dan tidak berbelit, serta tetap mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat yang datang.

Uploaded Image

Anggota Sipropam turut memberikan penekanan kepada personel yang bertugas agar selalu menjaga profesionalisme, meningkatkan kedisiplinan, serta memberikan pelayanan yang ramah dan responsif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan internal untuk menjaga kualitas kinerja personel serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polresta Tangerang.

Secara keseluruhan, hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelaksanaan penjagaan dan pelayanan publik berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif.





Toher Aswi
Kaperwil Banten

Polda Babel Ungkap 165 Kasus Narkotika Periode Triwulan I 2026, Sabu Hingga Ganja Dimusnahkan. 



Bangka belitung, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing memimpin konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan berbahaya, Selasa (14/4/26).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen dan transparansi kuat Kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya.

Irjen Pol Viktor mengatakan barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil ungkap kasus Direktorat Narkoba Polda dan Polres jajaran periode Januari - April 2026.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain sabu sekitar 4,6 kilogram, ekstasi 4.293 butir, ganja hampir 5 kilogram, serta obat keras jenis ketamin sebanyak lebih dari 47,3 kilogram.

"Untuk ketamin ini sebenarnya sejenis obat bius (Anestesi), obat ini termasuk dalam golongan anestesi disosiatif, artinya dapat menyebabkan seseorang merasa terpisah dari tubuh dan lingkungannya, serta menghilangkan rasa sakit (analgesik), tetapi disalahgunakan dan tanpa resep Dokter, ini sangat berbahaya tubuh,"kata Viktor.

Sebelum dilakukan pemusnahan, sejumlah sampel barang bukti diambil secara acak yang disaksikan langsung oleh tim eksternal dari Kejaksaan, Dinas Kesehatan, BNN Bangka Belitung serta Media. 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin akuntabilitas serta transparansi membuktikan bahwa barang yang ada memang benar mengandung unsur narkotika.

"Kami ingin membuktikan bahwa barang bukti yang ada di hadapan kita ini memang mengandung narkotika dan obat berbahaya,"ujarnya.

Viktor juga membeberkan dampak dahsyat jika barang haram ini lolos beredar. Berdasarkan perhitungan, barang sitaan tersebut berpotensi dikonsumsi oleh sebanyak 928.021 jiwa.

Oleh karena itu, Eks Kadivkum Polri ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu memerangi narkoba.

"Kalau kita biarkan beredar, ini akan mengganggu perkembangan generasi muda karena ancaman narkoba ini tidak mengenal kalangan. Oleh sebab itu, penanganan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu keterlibatan semua pihak untuk mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba,"tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkotika Polda Babel, Kombes Pol Ronald Sipayung memaparkan capaian kinerja selama Triwulan I 2026 (1 Januari – 8 April).

Menurut Ronald, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 165 kasus penyalahgunaan narkoba dengan menangkap 206 tersangka.

Total barang bukti yang berhasil disita antara lain sabu 7,9 kg, ganja 5,9 kg, ekstasi 5.551 butir, ketamin 47,3 kg, tramadol 145 ml, serta berbagai obat keras tanpa izin edar.

"Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap visi misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin ke-7, khususnya dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba demi melindungi masa depan bangsa,"pungkasnya.

(HR) 
Uploaded Image

Sipropam Jaga Kualitas Layanan Publik


Uploaded Image


Tangerang - Guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, anggota Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polresta Tangerang melaksanakan pengecekan dan kontrol di sejumlah titik pelayanan, meliputi piket penjagaan Samapta, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), serta pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (14/04/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Sipropam melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapsiagaan personel piket penjagaan Samapta, termasuk sikap tampang, kehadiran, serta kesiapan dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan Mako. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya kelalaian dalam pelaksanaan tugas jaga.

Tak hanya itu, kontrol juga difokuskan pada pelayanan publik di SPKT dan SKCK. Petugas memastikan proses pelayanan berjalan sesuai prosedur, cepat, dan tidak berbelit, serta tetap mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat yang datang.

Anggota Sipropam turut memberikan penekanan kepada personel yang bertugas agar selalu menjaga profesionalisme, meningkatkan kedisiplinan, serta memberikan pelayanan yang ramah dan responsif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan internal untuk menjaga kualitas kinerja personel serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polresta Tangerang.

Secara keseluruhan, hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelaksanaan penjagaan dan pelayanan publik berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif.





Toher Aswi

Polda Babel Ungkap 165 Kasus Narkotika Periode Triwulan I 2026, Sabu Hingga Ganja Dimusnahkan. 



Bangka belitung, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing memimpin konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan berbahaya, Selasa (14/4/26).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen dan transparansi kuat Kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya.

Irjen Pol Viktor mengatakan barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil ungkap kasus Direktorat Narkoba Polda dan Polres jajaran periode Januari - April 2026.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain sabu sekitar 4,6 kilogram, ekstasi 4.293 butir, ganja hampir 5 kilogram, serta obat keras jenis ketamin sebanyak lebih dari 47,3 kilogram.

"Untuk ketamin ini sebenarnya sejenis obat bius (Anestesi), obat ini termasuk dalam golongan anestesi disosiatif, artinya dapat menyebabkan seseorang merasa terpisah dari tubuh dan lingkungannya, serta menghilangkan rasa sakit (analgesik), tetapi disalahgunakan dan tanpa resep Dokter, ini sangat berbahaya tubuh,"kata Viktor.

Sebelum dilakukan pemusnahan, sejumlah sampel barang bukti diambil secara acak yang disaksikan langsung oleh tim eksternal dari Kejaksaan, Dinas Kesehatan, BNN Bangka Belitung serta Media. 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin akuntabilitas serta transparansi membuktikan bahwa barang yang ada memang benar mengandung unsur narkotika.

"Kami ingin membuktikan bahwa barang bukti yang ada di hadapan kita ini memang mengandung narkotika dan obat berbahaya,"ujarnya.

Viktor juga membeberkan dampak dahsyat jika barang haram ini lolos beredar. Berdasarkan perhitungan, barang sitaan tersebut berpotensi dikonsumsi oleh sebanyak 928.021 jiwa.

Oleh karena itu, Eks Kadivkum Polri ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu memerangi narkoba.

"Kalau kita biarkan beredar, ini akan mengganggu perkembangan generasi muda karena ancaman narkoba ini tidak mengenal kalangan. Oleh sebab itu, penanganan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu keterlibatan semua pihak untuk mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba,"tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkotika Polda Babel, Kombes Pol Ronald Sipayung memaparkan capaian kinerja selama Triwulan I 2026 (1 Januari – 8 April).

Menurut Ronald, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 165 kasus penyalahgunaan narkoba dengan menangkap 206 tersangka.

Total barang bukti yang berhasil disita antara lain sabu 7,9 kg, ganja 5,9 kg, ekstasi 5.551 butir, ketamin 47,3 kg, tramadol 145 ml, serta berbagai obat keras tanpa izin edar.

"Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap visi misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin ke-7, khususnya dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba demi melindungi masa depan bangsa,"pungkasnya.

(HR) 
Uploaded Image