Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa

Aparat gabungan Unit Reskrim Polsek Cikupa dan Satreskrim Polresta Tangerang akhirnya mengungkap kasus tewasnya pedagang ...

Postingan Populer

Sabtu, 06 Juni 2026

Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa


Uploaded Image


Aparat gabungan Unit Reskrim Polsek Cikupa dan Satreskrim Polresta Tangerang akhirnya mengungkap kasus tewasnya pedagang cilok berinisial P (33) di kontrakan Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selsa (2/6/2026) lalu. 

Jumat (5/6/2026), polisi berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku kekerasan hingga menyebabkan hilangnya nyawa tersebut. Kedunya adalah BT (41) dan MS (17). 

"Dalam waktu terbilang cepat, kasus meninggalnya seorang pria di kontrakan Cikupa dapat terungkap. Dua terduga pelaku sudah kami amankan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Sabtu (6/6/2026). 

Saat ini, kata Indra Waspada, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih menggali keterangan dari kedua terduga pelaku, mulai dari kronologis hingga motif. 

"Perkembangan hasil pemeriksaan akan kami sampaikan karena penanganan dilakukan secara profesional," pungkasnya.





Toher Aswi

Siap-siap, Operasi Patuh Lodaya 2026 Akan Sasar 11 Pelanggaran Prioritas

KUNINGAN - Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum.” Melalui operasi tersebut, Polri mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum dengan memaksimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang didukung kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan operasi.

“Sejak jauh hari kami telah melaksanakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk, penyebaran brosur dan leaflet, media sosial, hingga penyuluhan kepada komunitas kendaraan bermotor, pelajar, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna jalan. Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mengetahui sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Lodaya 2026,” ujar AKP Aktuin Moniharapon dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat 11 jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan selama operasi berlangsung, yakni tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan telepon genggam saat berkendara, melanggar marka dan rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan melebihi ketentuan, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai aturan, penggunaan knalpot bising atau knalpot brong, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan kelengkapan kendaraan.

Pelaksanaan operasi akan difokuskan pada sejumlah ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, di antaranya Jalan Siliwangi dan Jalan Ir. H. Juanda. Selain itu, pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas juga akan ditingkatkan di Jalan Siliwangi, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ir. Dr. Soekarno, Jalan Moh. Toha, dan Jalan Ir. H. Juanda.

Sementara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, petugas akan memprioritaskan kegiatan operasi di kawasan rawan kecelakaan seperti Jalan Kuningan–Ciamis, Jalan Kuningan–Cirebon, Jalan Eyang Hasan Maolani, dan Jalan R.E. Martadinata.

AKP Aktuin menegaskan bahwa selain penindakan melalui sistem ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara langsung di lapangan.
“Selain penegakan hukum melalui ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui teguran simpatik dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap melalui Operasi Patuh Lodaya 2026 kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan di jalan. Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.

((A, Rahmat))

Mitigasi Banjir Dimulai dari Sungai: Koramil 04/Jebres Gerakkan Warga Gandekan Bersih-Bersih

Surakarta - Semangat gotong royong kembali menguat di Jebres. Dalam rangka mendukung _Ketahanan Wilayah untuk Indonesia Maju_ dan program _ASRI - Gerakan Indonesia Asri_, Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menggelar karya bakti pembersihan Sungai Buntung, Jumat (05/06/2026)

Aksi ini dipusatkan di RT 02 RW 01, Kelurahan Gandekan. Dipimpin langsung Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiono, S.Sos, personel TNI, Pemdes Gandekan, dan warga bahu-membahu membersihkan rumput liar serta sampah yang selama ini menumpuk di bantaran sungai.

“Kolaborasi lintas sektor ini langkah strategis mitigasi banjir dan jaga kebersihan lingkungan. Sekaligus mempererat silaturahmi TNI dengan masyarakat binaan,” ujar Kapten Sugiono di sela kegiatan.

Hal senada disampaikan Lurah Gandekan, Bp. Sugeng Sarwono, SH. Ia mengapresiasi Koramil 04/Jebres dan warga atas aksi nyata ini. “Semoga kerja bakti ini menumbuhkan kesadaran kolektif. Stop buang sampah sembarangan di sungai,” tegasnya.

Dengan sungai yang kembali lancar, warga Gandekan kini lebih siap hadapi musim hujan. Sinergi TNI-Masyarakat-Pemdes terbukti jadi kunci ketahanan wilayah.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Jumat, 05 Juni 2026

Jabat Danramil 04/Jebres, Kapten Cba Sugiyono : Babinsa Harus Jadi Garda Terdepan Wilayah

Surakarta – Memimpin apel perdana, Danramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Kapten Cba Sugiyono, S.Sos memberikan pengarahan langsung kepada seluruh anggota Koramil 04/Jebres. Apel berlangsung di Kantor Koramil 04/Jebres, Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jumat (05/06/2026)

Dalam arahannya, Kapten Sugiyono menekankan pentingnya kekompakan dan komunikasi yang baik antar anggota. Ia juga mengajak seluruh personel meningkatkan etos kerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat komando kewilayahan.

“Pembinaan teritorial adalah fungsi utama TNI AD. Kita harus mampu membantu pemerintah daerah secara dini, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga pengendalian potensi wilayah pertahanan,” tegas Danramil.

Ia berpesan agar para Babinsa tanggap, peduli, dan bertanggung jawab mengelola serta memberdayakan wilayah binaan. Tantangan tugas ke depan disebutnya akan lebih berat, sehingga semangat juang dan sinergi harus terus dijaga.

“Ini jadi pedoman kita bersama. Jadikan Koramil 04/Jebres sebagai daya gerak juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara di wilayah,” tutupnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Danramil Banjarsari Apresiasi Pengabdian PNS Margono, Tekankan Soliditas Anggota & Persit KCK Ranting 3

Surakarta – Danramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Mulyono, menggelar pembinaan dan pengarahan kepada anggota serta Persit KCK Ranting 3 Koramil 02/Banjarsari , Kegiatan berlangsung di Aula Koramil 02/Banjarsari Jl. Ahmad Yani No. 273, Kel. Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (05/06/2026).

Dalam arahannya, Danramil menekankan pentingnya evaluasi tugas agar pelaksanaan ke depan berjalan lebih optimal. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk menghindari pelanggaran, segera menyelesaikan setiap permasalahan baik kedinasan maupun keluarga, serta menjaga kesehatan diri dan keluarga dimulai dari kebersihan diri dan lingkungan.

Momen haru juga mewarnai acara lewat pelepasan purna tugas PNS Margono dan keluarga yang memasuki masa pensiun. Kapten Inf Mulyono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi PNS Margono selama mengabdi di Koramil 02/Banjarsari. 

“Semoga Pak Margono dan keluarga selalu diberi kesehatan dan tetap bisa melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sebagai pembina harian, Danramil juga mengapresiasi peran Persit KCK Ranting 3. “Ke depan tugas suami semakin berat, maka dukungan dan doa para istri sangat diperlukan agar organisasi ini terus berjalan baik,” tutupnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Babinsa Mojosongo Berikan Penyuluhan & Pelatihan  PBB Dasar Kepada Linmas, Ini Tujuannya

Surakarta - Babinsa Kelurahan Mojosongo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Maryadi bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan materi Kamtibmas dan pelatihan PPB Dasar kepada Linmas Kel. Mojosongo kec. Jebres, Jumat (05/06/2026).

Ditegaskan Serka Maryadi kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang berikan  kepada  anggota Linmas di kelurahan Mojosongo ini bertujuan untuk menjaga stamina, disiplin  dan membentuk karakter anggota Linmas agar terbentuknya jiwa disiplin dan karakter linmas yang baik serta melatih kekompakan. 

"Selain itu juga pembinaan keterampilan baik fisik maupun  mental anggota Linmas guna mengasah kembali kemampuan yang selama ini dimiliki oleh linmas kelurahan Mojosongo."ujarnya.

"Linmas adalah ujung tombak kewilayahan dan merupakan salah satu unsur pembinaan perlawanan di wilayah  (Binwanwil) Babinsa bersama linmas dan komponen lainya memiliki tugas menjaga keamana, ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah."imbuhnya.

Di kesempatan ini Babinsa menyampaikan, dengan adanya pembinaan seperti ini, maka akan terjalin hubungan kerja yang baik dan  harmonis antara Babinsa dan Linmas, meski materi yang disampaikan berupa gerakan ketangkasan PBB dasar untuk menunjang kedisplinan serta pengetahuan wawasan kebangsaan, linmas akan belajar bagaimana tata cara hidup berbangsa dan bernegara dengan baik dan benar di tengah-tengah masyrakat, Kelurahan Mojosongo pada khususnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kurang dari 24 Jam, Polresta Tangerang Ungkap Tawuran yang Tewaskan Satu Pelajar di Sindang Jaya


Uploaded Image


Kasus tawuran antarpelajar yang menewaskan satu remaja di Jalan Lavon, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang berhasil diungkap salam waktu kurang dari 24 jam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (4/6/2026) sekitar jam 7 malam. Kemudian pada Jumat (5/6/2026) sekitar jam 10 pagi, dua terduga pelaku berhasil diamankan Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang. 

"Kurang dari 24 jam setelah kejadian, kami mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

Uploaded Image

Indra Waspada menjelaskan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pelajar dari salah satu SMP di wilayah Cikupa dan salah satu SMP di wilayah Rajeg. Akibat bentrokan tersebut, seorang pelajar dari kelompok Cikupa meninggal dunia.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.

Barang bukti yang diamankan berupa enam bilah senjata tajam jenis celurit dan corbek, tiga unit telepon genggam, serta pakaian dan tas yang digunakan para terduga pelaku saat kejadian.

"Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut," ujar Indra Waspada. 

Uploaded Image

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi menambahkan, para terduga pelaku dijerat Pasal 80 juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 467 ayat (2) dan/atau Pasal 307 ayat (1) KUHP Baru.

"Dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun," kata Humaedi. 

Sementara Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi maupun pemicu aksi tawuran.

"Kami mengharapkan peran aktif seluruh pihak dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda," ujarnya.




Toher Aswi

OPERASI PATUH 2026: TILANG MANUAL DAN ETLE DIGELAR 8-22 JUNI DI POLRES KOTA CIREBON


 
Cirebon Buser persisi com - Kota Cirebon kembali menggelar Operasi Patuh 2026 yang akan berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 8 hingga 22 Juni 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini menggabungkan sistem penindakan secara langsung oleh petugas (tilang manual) dan sistem elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk memantau pelanggaran lalu lintas secara menyeluruh, Jumat tgl,5/6/2026.
 
 Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K.,menjelaskan bahwa penggabungan dua metode ini bertujuan agar tidak ada celah bagi pengendara yang berusaha menghindari aturan. "Tilang manual efektif untuk penindakan langsung di lapangan, sedangkan ETLE bekerja 24 jam tanpa henti. Dengan kombinasi ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Cirebon bisa turun signifikan.

Beberapa pelanggaran utama yang menjadi sasaran operasi antara lain:
 
- Tidak memiliki SIM atau STNK yang masih berlaku
- Tidak mengenakan helm standar bagi pengendara sepeda motor
- Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil
- Melawan arus lalu lintas
- Melebihi batas kecepatan yang ditentukan
- Menggunakan ponsel saat mengemudi
- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan
 
Petugas akan ditempatkan di 15 titik strategis seperti persimpangan utama, jalur protokol, sekitar sekolah, pasar, dan kawasan wisata. Sementara itu, 25 unit kamera ETLE yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cirebon akan terus merekam setiap pelanggaran yang terjadi.
 
 
Berdasarkan data lalu lintas Polres Kota Cirebon tahun 2025, tercatat terdapat 3.247 kasus pelanggaran lalu lintas yang berujung pada 412 kecelakaan dengan korban 58 orang meninggal dunia. Angka ini menurun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, namun dinilai masih perlu ditindaklanjuti.
 
"Operasi serupa tahun lalu berhasil menekan pelanggaran hingga 28% selama masa pelaksanaan. Kami optimis hasilnya bisa lebih baik lagi tahun ini," tambah Kapolres.
 
 
Sebagian warga menyambut baik kebijakan ini meski ada juga yang memberikan tanggapan beragam.
"Saya setuju asalkan penindakannya adil dan transparan. Selama ini masih ada yang merasa ada perlakuan berbeda, semoga di operasi ini semua diperlakukan sama," ujar Siti Aminah, warga Kecamatan Harjamukti.
 
Sementara itu, Rian (28), pengendara ojek online berharap sosialisasi diperbanyak. "Tolong diinformasikan dengan jelas titik-titik pengawasannya, supaya kami yang bekerja setiap hari bisa lebih berhati-hati dan tidak melanggar," katanya.
 

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto, mengimbau seluruh masyarakat untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Hasil rekapitulasi penindakan akan diumumkan secara terbuka setelah operasi selesai pada 22 Juni mendatang.

((A, Rahmat))

Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Ponpes Jagasatru

Cirebon Kota – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya.

Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. "Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya," ujarnya.

((A, Rahmat))

Warga Sungai Daeng Apresiasi Polres Bangka Barat Bersihkan Semak di Jalan Rawan Kecelakaan.



Bangka Barat, Warga RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilaksanakan Polres Bangka Barat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. itu difokuskan pada pembersihan semak-semak di sepanjang jalan dari Simpang Papadao Cafe hingga Mushola Al-Anshor yang selama ini dikeluhkan warga karena kondisi jalan yang sempit, gelap, dan tertutup vegetasi liar di sejumlah titik.

Ketua RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Jarkasih, mengatakan warga sangat terbantu dengan kegiatan tersebut karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Selama ini kondisi jalan di lokasi tersebut cukup sempit dan banyak semak-semak di pinggir jalan. Pada malam hari juga cukup gelap sehingga jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Ini tentu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," kata Jarkasih.

Menurut dia, warga telah lama berharap adanya penataan lingkungan di kawasan tersebut agar pengguna jalan lebih nyaman dan aman saat melintas.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Polres Bangka Barat. Bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membantu membuka pandangan pengendara sehingga jalan menjadi lebih terang, lebih rapi, dan lebih aman bagi masyarakat," ujarnya.

Jarkasih juga mengaku bangga karena Kapolres Bangka Barat turun langsung bersama warga membersihkan semak-semak di sepanjang jalan.

"Kami sangat tersentuh karena Kapolres Bangka Barat bersama jajaran ikut bekerja langsung di lapangan. Kehadiran beliau menunjukkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat. Ini sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk membantu mengurangi potensi gangguan keselamatan pengguna jalan. Semak-semak yang menutupi bahu jalan kami bersihkan agar jarak pandang masyarakat lebih baik saat berkendara," ujar Kapolres.

Ia menegaskan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Bangka Barat untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Polri harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga dan bersama-sama mencari solusi. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin membangun lingkungan yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih nyaman bagi seluruh masyarakat," kata Kapolres.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang berharap sinergi antara masyarakat dan Polres Bangka Barat terus terjalin dalam berbagai program kemasyarakatan demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman di wilayah Bangka Barat.

(HR)