Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

DALAM KURUN WAKTU 2 BULAN, POLRES KUNINGAN UNGKAP BELASAN KASUS NARKOBA, CURAT, BALAP LIAR, DAN KNALPOT BRONG

KUNINGAN — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan mencatat sejumlah keberhasilan signifikan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ...

Postingan Populer

Rabu, 23 September 2026

DALAM KURUN WAKTU 2 BULAN, POLRES KUNINGAN UNGKAP BELASAN KASUS NARKOBA, CURAT, BALAP LIAR, DAN KNALPOT BRONG

KUNINGAN — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan mencatat sejumlah keberhasilan signifikan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat selama periode Juli hingga September 2026. Berbagai tindak pidana berhasil diungkap dan ditindak tegas, mulai dari peredaran narkoba, pencurian kendaraan bermotor, balap liar, hingga pelanggaran lalu lintas. Hasil-hasil pengungkapan tersebut disampaikan secara resmi oleh Kapolres Kuningan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Polres Kuningan, pada hari Rabu (23/9/2026).
 
Konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., didampingi oleh Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, serta para Kepala Satuan (Kasat) di lingkungan Polres Kuningan.
 
PENGUNGKAPAN KASUS NARKOTIKA DAN OBAT KERAS
 
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kuningan berhasil membongkar 12 kasus tindak pidana narkotika dan obat keras terbatas, dengan mengamankan 22 orang tersangka.
 
Barang bukti yang berhasil disita antara lain:
1. 28 paket sabu dengan berat keseluruhan 18,12 gram
2. 34 butir psikotropika
3. 7.273 butir obat keras dan obat bebas terbatas
 
Para tersangka dijerat dengan ketentuan hukum yang berlaku, yaitu Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup.
 
 
PENINDAKAN PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (CURAT) KENDARAAN RODA DUA
 
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama jajaran Polsek di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan juga sukses membekuk para pelaku kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat/curanmor) kendaraan roda dua. Sejumlah unit sepeda motor hasil kejahatan berhasil diamankan sebagai barang bukti dan akan dikembalikan kepada pemilik yang sah setelah proses hukum selesai.
 
Para pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.
 

GAGALKAN BALAP LIAR DAN TINDAK KNALPOT BRONG
 
Selain penindakan kejahatan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan juga terus memperketat pengawasan dan penertiban di jalan raya.
Balap Liar, Satlantas berhasil menggagalkan sejumlah kegiatan balap liar yang mengancam keselamatan pengguna jalan, dengan mengamankan 22 remaja yang diduga terlibat serta 15 unit kendaraan roda dua yang turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
Knalpot Brong, Razia dan penertiban terhadap penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis terus dilakukan secara rutin di berbagai titik Kabupaten Kuningan. Sepanjang bulan Agustus 2026 saja, tercatat 191 lembar surat tilang telah diterbitkan, yang terdiri dari 173 penindakan knalpot brong dan 18 pelanggaran Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
 
 
Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, menegaskan bahwa seluruh penindakan tegas ini merupakan wujud komitmen jajaran Polres Kuningan dalam menjaga kondusivitas wilayah, melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kejahatan, serta menekan peredaran gelap narkoba dan gangguan ketertiban umum.
 
“Selama periode Juli hingga September 2026, Satresnarkoba dan Satreskrim Polres Kuningan berhasil melakukan pengungkapan berbagai tindak pidana, mulai dari 12 kasus narkotika dan obat keras terbatas dengan 22 tersangka, hingga kasus pencurian kendaraan bermotor. Kami berhasil menyita barang bukti puluhan gram sabu, ribuan butir obat keras, serta kendaraan hasil curian. Kami pastikan tidak ada ruang bagi para pelaku kejahatan maupun peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Kuningan,” tegas Kapolres.
 
Lebih lanjut, Kapolres juga menyampaikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing:
 
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, selalu memastikan keamanan kendaraan pribadi saat diparkir di tempat umum, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, serta tidak mendukung maupun berpartisipasi dalam kegiatan balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apabila masyarakat melihat atau mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau gangguan keamanan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat agar dapat langsung ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” imbaunya.
 
Semoga dengan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Kabupaten Kuningan senantiasa terjaga aman, tertib, dan kondusif untuk kita semua.

((A, Rahmat))

Polda Banten Gandeng Gyokai untuk Tekan Angka Pengangguran, Polresta Tangerang Dukung Program Poliran


Uploaded Image


Polresta Tangerang mendukung optimalisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan pendidikan vokasi industri sebagai upaya memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keterampilan dan lapangan pekerjaan.

Dukungan tersebut sejalan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten dalam optimalisasi program Poliran dan pendidikan vokasi industri yang berlangsung di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi berimplikasi terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini mencapai sekitar 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kepolisian mendorong kolaborasi dengan dunia industri untuk membuka akses pendidikan, pelatihan, hingga pekerjaan.

"Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut," ujar Hengki.

Uploaded Image

Menurutnya, program Poliran yang telah berjalan sekitar dua tahun diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Program tersebut kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia industri, salah satunya melalui pendidikan vokasi yang diselenggarakan PT Gyokai Indonesia Kompeten.

Program tersebut menghubungkan pendidikan SMK dengan kebutuhan perusahaan melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik. Sekitar 30 hingga 40 persen pembelajaran dilakukan di kelas, sedangkan 60 persen lainnya dilaksanakan langsung di industri.

Melalui pola tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja sebelum lulus, tetapi juga berkesempatan memperoleh penghasilan selama mengikuti program.

"Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat," jelas Hengki.

PT Gyokai Indonesia Kompeten saat ini memiliki kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan yang dapat menjadi tempat magang maupun penempatan kerja peserta program.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Polresta Tangerang siap mendukung implementasi program tersebut, khususnya karena Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang cukup besar.

Menurutnya, keberadaan industri harus dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar.

"Kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan memiliki peluang ekonomi," ujar Indra Waspada.

Dia mengatakan, program yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri memiliki nilai strategis karena memberikan bekal keterampilan sekaligus membuka akses yang lebih jelas menuju dunia kerja.

Indra Waspada menambahkan, pihaknya akan mendorong jajaran di tingkat Polsek untuk turut membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat.

"Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama, kita berharap semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan," tuturnya.

Sementara itu, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat usia produktif untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses penempatan kerja.

"Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan," kata Teguh.

Meski demikian, peserta tetap harus mengikuti tahapan seleksi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan industri. Proses tersebut meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, rangkaian tes hingga wawancara.

Setelah seluruh tahapan selesai, peserta akan ditempatkan pada perusahaan yang sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.

"Kita ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik, lalu mengikuti rangkaian tes hingga wawancara. Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja," pungkasnya.




Toher Aswi

Dugaan Penyimpangan PKH di Kalikajar, Publik Menanti Perkembangan Penanganan oleh Kejari Wonosobo



WONOSOBO — Publik masih menantikan perkembangan terbaru terkait penanganan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Wonosobo, menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh tim Kejaksaan Negeri Wonosobo pada Senin, 3 Agustus 2026, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo.

Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan dan pendalaman perkara yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan dan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), program bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kejaksaan Negeri Wonosobo yang terdiri dari Seksi Intelijen dan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mengamankan sejumlah dokumen dan data yang berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial PKH.

Dokumen dan data tersebut selanjutnya menjadi bagian dari bahan yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan perkara, khususnya dalam pendalaman dugaan penyimpangan pelaksanaan program PKH di Kabupaten Wonosobo, termasuk di wilayah Kecamatan Kalikajar.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo, Dr. Agung Dhedi Dwi Handes, S.H., M.H., sebelumnya menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pendalaman serta pengamanan dokumen dan data yang berkaitan dengan bantuan PKH.

Memang benar pada hari Senin kemarin kami melakukan penggeledahan di Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, termasuk di ruang Kepala Bidang Sosial, dalam rangka pendalaman serta pengamanan dokumen dan data terkait bantuan PKH di Kabupaten Wonosobo. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi proses penanganan dugaan penyimpangan bantuan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.

Kejaksaan Negeri Wonosobo juga menegaskan komitmennya dalam melakukan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam menangani perkara tindak pidana korupsi, kami tidak akan mentolerir setiap bentuk penyimpangan dan akan bertindak tegas untuk menuntaskan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Seiring dengan telah dilakukannya penggeledahan dan pengamanan sejumlah dokumen serta data, masyarakat kini menantikan informasi mengenai perkembangan selanjutnya dari proses penanganan perkara tersebut.

Transparansi mengenai perkembangan penanganan perkara menjadi penting agar publik memperoleh informasi yang jelas mengenai tahapan proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus memberikan kepastian bahwa setiap dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial dapat ditangani sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kejaksaan Negeri Wonosobo sebelumnya menegaskan bahwa proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan objektif serta berdasarkan alat bukti yang cukup sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, publik berharap perkembangan penanganan perkara tersebut dapat disampaikan secara proporsional sesuai kewenangan dan tahapan hukum yang sedang berlangsung, termasuk apabila nantinya terdapat penetapan tersangka, perkembangan penyidikan, maupun keputusan hukum lainnya.

(Tim KJN)
Uploaded Image

Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang! Kodim 0707/Wonosobo bersama Tim Gabungan Padamkan KARHUTLA di Lahan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro dan Kedunggong



Wonosobo – Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Petak 13F dan 13G kawasan Hutan Lahan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, yang merembet hingga Kedunggong, Sadang, Kabupaten Kebumen, masih belum terkendali. Kodim 0707/Wonosobo bersama instansi terkait dan relawan terus berjuang memadamkan api yang semakin besar dan berbahaya. (23/9/2026)

Laporan kejadian pertama kali masuk melalui Call Center RPB SAR Kaliwiro dari Babinsa dan Sekretaris Desa (Sekdes) Kaliguwo pada pukul 20.00 WIB. Informasi tersebut segera diteruskan ke Pemerintah Kecamatan, Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, Perhutani, serta sejumlah instansi dan organisasi terkait.

Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Namun upaya pemadaman menghadapi tantangan berat. Api sudah sangat besar, terus meluas, dan semakin merembet. Satu per satu pohon pinus tumbang akibat panas yang ekstrem, menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan personel di lapangan.
Kondisi diperparah oleh angin kencang dan cuaca panas di lokasi. Akibatnya, titik-titik api baru terus bermunculan dan api masih sulit dikendalikan.

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos, secara khusus mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan faktor keamanan. “Pohon pinus sulit dipadamkan karena mengandung minyak. Prioritaskan keselamatan tim di lokasi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat. “Saat ini musim kemarau masih berlangsung. Mari kita semua perhatikan lingkungan sekitar karena kebakaran sangat mudah terjadi,” ujar Dandim.

Hingga saat ini, operasi pemadaman masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Seluruh pihak terkait diminta untuk tetap waspada dan saling bersinergi agar api dapat segera dikendalikan serta dampak lebih luas dapat dicegah.


(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Polres Wonosobo Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak melalui Rakor Lintas Sektoral


WONOSOBO — Polres Wonosobo mematangkan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan unsur terkait, Rabu (23/9/2026).

Rakor yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan Pilkades di 166 desa dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.

Sebelum menggelar Rakor Lintas Sektoral, Polres Wonosobo telah melakukan komunikasi dengan berbagai unsur di tingkat desa, termasuk melalui sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo pada Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Polres Wonosobo menghimpun informasi, perkembangan dan masukan dari perangkat desa mengenai dinamika di masing-masing wilayah, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu bahan dalam pemetaan dan penentuan langkah antisipasi bersama.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H. mengatakan, kesiapan pengamanan perlu dibangun sejak awal dengan melibatkan seluruh unsur yang memahami kondisi wilayah masing-masing.

“Kami ingin membangun awareness dan kesiapsiagaan dalam rangka pelaksanaan Pilkades di 166 desa. Setiap tahapan harus kita antisipasi sejak awal agar apabila terdapat potensi permasalahan dapat segera dikoordinasikan dan ditangani secara tepat,” ujar Ricky.

Menurut Kapolres, pemerintah desa dan perangkat desa memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi dari tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendukung langkah pencegahan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam Rakor Lintas Sektoral tersebut, Polres Wonosobo bersama pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, Satpol PP, para camat, kapolsek dan danramil membahas kesiapan menghadapi berbagai tahapan Pilkades.

Kapolres meminta jajaran kapolsek terus berkoordinasi dengan camat dan danramil di masing-masing wilayah. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Selain itu, pola pengamanan akan disusun secara komprehensif, mulai dari tahapan masa tenang, pendistribusian logistik, pemungutan suara hingga proses penghitungan suara.

“Pengamanan tidak hanya dilakukan pada saat pemungutan suara. Seluruh rangkaian tahapan harus dipersiapkan secara komprehensif agar pelaksanaan Pilkades dapat berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif,” jelasnya.

Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengawal pelaksanaan Pilkades serentak.

Menurut Afif, antusiasme masyarakat terhadap Pilkades sudah terlihat sejak tahapan pendaftaran bakal calon. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarunsur perlu terus diperkuat agar setiap tahapan dapat berlangsung sesuai ketentuan.

“Pilkades yang akan dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Wonosobo merupakan proses penting bagi masyarakat desa. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga agar setiap tahapan berjalan dengan baik, aman, tertib dan kondusif,” ujar Afif.

Ia berharap seluruh peserta dan pendukung dapat menjaga sikap serta menghormati setiap tahapan yang telah ditetapkan. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus tetap disikapi secara dewasa.

“Yang kita harapkan seluruh rangkaian Pilkades di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan kondusif, serta menghasilkan kepala desa yang memiliki integritas, mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan dapat membawa kemajuan bagi desanya,” kata Afif.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga suasana selama seluruh tahapan Pilkades.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Kita semua memiliki peran untuk menjaga proses ini agar berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, tahapan Pilkades saat ini masih berjalan, termasuk proses pencalonan dan seleksi bakal calon di sejumlah desa. Sejumlah desa juga masih menjalani tahapan sesuai ketentuan karena jumlah pendaftar belum memenuhi atau melebihi ketentuan.

Polres Wonosobo menempatkan berbagai dinamika tersebut sebagai bahan pemetaan dan pencegahan. Setiap perkembangan akan terus dikomunikasikan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menentukan langkah yang diperlukan.

Kapolres menegaskan, apabila dalam proses Pilkades ditemukan persoalan atau dugaan pelanggaran, seluruh pihak diminta menyelesaikannya melalui mekanisme yang telah ditentukan.

“Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ricky.

Polres Wonosobo juga menyiapkan dukungan kekuatan personel sesuai kebutuhan pengamanan. Apabila diperlukan, dukungan personel dari satuan kewilayahan lain akan dikoordinasikan untuk memperkuat pengamanan di lapangan.

Kapolres mengajak seluruh peserta Pilkades, pendukung, perangkat desa, panitia, serta masyarakat untuk menjaga suasana tetap sejuk selama seluruh tahapan berlangsung.

“Perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika dalam pemilihan. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu hubungan antarmasyarakat. Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib dan tetap menjaga persaudaraan,” pungkas Ricky.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi dari sumber resmi, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama seluruh rangkaian Pilkades serentak 2026.

Melalui komunikasi dengan perangkat desa, pemetaan perkembangan di lapangan dan koordinasi lintas sektoral, Polres Wonosobo bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan seluruh unsur terkait terus mematangkan langkah pengamanan agar seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.


(Yudhi)
Uploaded Image

Gerak Cepat Kodim 0728/Wonogiri Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Dusun Kedungsono


Uploaded Image

Wonogiri – Regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari BPBD, SAR dan masyarakat melaksanakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Dusun Kedungsono, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Rabu (23/09/2026)

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia. Personel Kodim 0728/Wonogiri bersinergi dengan BPBD, SAR dan masyarakat setempat untuk memadamkan api serta mengendalikan titik api agar tidak meluas ke area lain.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga menyisir area sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menyampaikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dengan kerja sama antara TNI, BPBD/SAR, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.

Pada kesempatan tersebut, Pasiops Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Suraji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Penulis : Arda 72

Gerak Cepat Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri Bersama Unsur Gabungan Padamkan Karhutla Di Dusun Kedungsono


Uploaded Image

Wonogiri – Regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari BPBD/SAR dan masyarakat melaksanakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Kedungsono, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Rabu (23/9/2026).

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia. Petugas Kodim 0728/Wonogiri bersinergi dengan BPBD/SAR dan masyarakat setempat untuk memadamkan api serta mengendalikan titik api agar tidak meluas ke area lain.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan menyisir area sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menyampaikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dengan kerja sama antara TNI, BPBD/SAR, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.

Pasiops Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Suraji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Penulis : Arda 72

Satlantas Banjar Raih Juara 1Tertib Lalulintas Tipe B Tingkat Polda Jabar



Banjar Buserpresisi.com

Penghargaan bentuk apresiasi atas konsistensi pembinaan dan ketertiban di masyarakat menciptakan lingkungan tingkat kesadaran keselamatan berkendara dengan secara tertib.23/9/2026.

Dengan upaya upaya ini satuan lalulintas Polres Banjar membudayakan dan membangun ketertiban bertujuan menjaga keselamatan berlalulintas masyarakat, membuahkan hasil secara signifikan.

Binaan resmi ini menjadikan juara 1 dengan kata gori Polres tipe B ditingkat Polda Jawa Barat itulah sebagai tujuan kampung tertib laluntas satlantas Polres kota Banjar.

Penghargaan tersebut di umumkan pada tanggal 22 September 2026 di umumkan atau di selenggarakan di gedung Ditlantas Polda Jawa Barat. Diraihnya penghargaan merupakan apresiasi dan konsekwensi serta keterlibatan aktip masyarakat sadar dalam melaksanakan berkendara.

Program ini Kasatlantas Polres Banjar AKP Priyo Sumbodo S.E mengatakan sudah dirancang sebagai wadah yang mendekatkan aturan berlalulintas tertib dan langsung kelingkungan ketempat tinggal warga .

Lanju beliau yang jauh lebih penting bagai mana kesadaran tertib berlalulintas terus tambah menjadi kebiasaan di masyarakat dalam kehidupan sehari hari .tutupnya. (Ag)

Agar Wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta  - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim Surakarta Sertu Parso bersama dengan Anggota Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Selasa (23/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari berbagai bahaya termasuk bahaya kebakaran yang saat ini sering terjadi."tegas Sertu Parso.

Penulis : Arda 72

Kapolres Bangka Barat dan Jajaran Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Kasi Humas IPTU Yos Sudarso.



BANGKA BARAT — Keluarga besar Polres Bangka Barat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kasi Humas Polres Bangka Barat, IPTU Yos Sudarso, yang berulang tahun pada 23 September 2026.

Ucapan tersebut disampaikan langsung melalui sebuah desain khusus yang menampilkan Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. bersama IPTU Yos Sudarso.

Dalam ucapan tersebut tertulis, “Selamat Ulang Tahun IPTU Yos Sudarso”, disertai doa dan harapan agar senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Momentum pertambahan usia tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Bangka Barat untuk memberikan apresiasi dan doa kepada IPTU Yos Sudarso yang selama ini menjalankan tugas sebagai Kasi Humas, khususnya dalam menyampaikan informasi dan membangun komunikasi antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

Sebagai Kasi Humas, IPTU Yos Sudarso juga kerap menyampaikan informasi terkait berbagai kegiatan, pelayanan, imbauan kamtibmas hingga perkembangan penanganan perkara yang dilakukan jajaran Polres Bangka Barat.

(HR)