Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

PORPROV XV Jawa Barat 2026 Digelar di Grage City Mall Cirebon

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat Tahun 2026 digelar di...

Postingan Populer

Selasa, 03 November 2026

PORPROV XV Jawa Barat 2026 Digelar di Grage City Mall Cirebon

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat Tahun 2026 digelar di Grage City Mall, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 01, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada (03/11/2026), pukul 07.30 WIB sampai dengan 08.30 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum pembukaan perhelatan olahraga bergengsi yang melibatkan kontingen dan atlet Kota Cirebon.

Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Didik Siswanto menyampaikan bahwa PORPROV XV Jawa Barat Tahun 2026 menjadi ajang bergengsi bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan perhelatan olahraga yang berlangsung aman dan tertib.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Cirebon Efendi Edo, S.Ap., M.Si., Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Dr. Deddy Sutendy, S.H., M.H., Danlanal Cirebon Letkol Laut P. Mizar Hanoeng, Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., Ketua KONI Kota Cirebon Handarujati Kalamullah, S.Sos., M.Si., serta para SKPD dan ASN Kota Cirebon.

Hadir pula kepengurusan KONI Kota Cirebon, Dinas Kesehatan, para kontingen, dan atlet Kota Cirebon sekitar 300 orang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh semangat, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap perhelatan olahraga daerah.

Kapolsek menjelaskan, rangkaian acara diawali dengan komandan apel memasuki tempat apel, dilanjutkan Wali Kota Cirebon bertindak selaku pembina apel memasuki tempat apel, penghormatan kepada pembina apel, laporan komandan apel, serta penyematan perwakilan pimpinan kontingen dan perhelatan PORPROV peserta Cirebon Tahun 2026.

Menurut Kapolsek, acara dilanjutkan dengan amanat pembina apel, pembacaan doa, laporan komandan apel, penghormatan kepada pembina apel, foto bersama, dan penutup. Seluruh rangkaian berjalan lancar, mencerminkan persiapan yang matang dari panitia penyelenggara bersama seluruh pihak terkait.

Dalam amanatnya, Wali Kota Cirebon menyampaikan bahwa PORPROV XV Jawa Barat Tahun 2026 merupakan ajang prestasi untuk mengharumkan nama pribadi dan Kota Cirebon. Ia berharap perhelatan ini menemukan bibit-bibit atlet terbaik serta meningkatkan kualitas para atlet yang ada, sehingga capaian dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Kapolsek menambahkan, Wali Kota juga membuka ruang bagi ketersediaan pelatihan para atlet dalam mempersiapkan Porda. Menurutnya, dukungan terhadap pembinaan atlet menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah, sehingga Kota Cirebon dapat terus berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut Kapolsek, kolaborasi antara polisi bersama masyarakat dalam mendukung perhelatan olahraga menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan olahraga tidak cukup diberikan melalui kehadiran, tetapi juga melalui pengamanan yang menjamin kelancaran acara.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Didik Siswanto mengajak seluruh atlet dan kontingen untuk bertanding dengan semangat sportivitas dan menjunjung tinggi fair play. "Mari kita dukung PORPROV XV Jawa Barat Tahun 2026 dengan bertanding secara sportif dan menjunjung tinggi persaudaraan, sehingga perhelatan olahraga ini berjalan aman, tertib, dan meraih prestasi terbaik bagi Kota Cirebon," ujar Kapolsek.

((A, Rahmat))

Silaturahmi Kapolres Cirebon Kota dengan Bawaslu Perkuat Koordinasi Kelembagaan

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan silaturahmi Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., dengan Ketua Bawaslu Kota Cirebon digelar di ruang kerja Kapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran Nomor 5, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, pada (03/11/2026), pukul 10.30 WIB sampai dengan 11.15 WIB. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan penyelenggara pemilu.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa silaturahmi dengan Bawaslu Kota Cirebon merupakan bagian penting dari upaya membangun komunikasi dan koordinasi antar lembaga. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan Bawaslu akan memudahkan kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan demokrasi di wilayah Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Dr. M. Fadlillah, S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Iwan, S.H., M.H., Kanit Tipidkor Sat Reskrim Ipda Dwi Anas, S.H., M.H., Ketua Bawaslu Kota Cirebon Devi Siti Sihatul Afiah, S.H., S.Pd.I., M.Pd., serta anggota Bawaslu Nurul Fajri, S.Pd.I., M.I.Kom., dan Mohamad Joharudin, S.Pd., M.Pd. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Kapolres menjelaskan, silaturahmi ini menjadi momen bagi kedua pihak untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar informasi, serta membangun kepercayaan yang lebih kuat. Menurutnya, kedekatan antar lembaga sangat bermanfaat dalam menciptakan sinergi yang positif bagi kepentingan masyarakat, terutama dalam menjaga kualitas penyelenggaraan demokrasi.

Menurut Kapolres, melalui silaturahmi, kepolisian dan Bawaslu dapat saling memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga kerja sama yang terjalin berjalan lebih efektif. Kolaborasi lintas sektor seperti ini, lanjutnya, menjadi contoh baik dalam membangun hubungan antar lembaga yang saling mendukung.

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan diakhiri dengan foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung aman dan kondusif, mencerminkan hubungan yang baik antara kepolisian dan Bawaslu Kota Cirebon.

Kapolres menambahkan, silaturahmi akan terus dipelihara secara berkelanjutan, sehingga komunikasi antara kepolisian dan Bawaslu tetap terjaga dengan baik. Ia berharap hubungan yang telah terbangun dapat memberi manfaat bagi kelancaran tugas kedua lembaga dalam melayani masyarakat.

Menurut Kapolres, kolaborasi antara polisi bersama masyarakat, termasuk dengan lembaga penyelenggara pemilu, menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah Kota Cirebon. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor tidak cukup dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui silaturahmi yang tulus dan berkelanjutan.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., mengajak seluruh pihak untuk terus mempererat silaturahmi dan kerja sama demi kepentingan masyarakat. "Mari kita jaga silaturahmi dan sinergi antar lembaga dengan saling mendukung dan berkomunikasi secara baik, sehingga penyelenggaraan demokrasi dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan kondusif," ujar Kapolres.

((A, Rahmat))

Senin, 02 November 2026

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Air Itam, Nama Big Bos Black Jadi Sorotan!


PANGKALPINANG – Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan permukiman padat penduduk, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, mulai menjadi sorotan.

Aktivitas yang dilaporkan warga di wilayah RT 004/RW 002 tersebut memunculkan tanda tanya serius. Pasalnya, BBM solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak menerima subsidi pemerintah, diduga justru dikumpulkan dalam sejumlah jerigen untuk kemudian didistribusikan kembali kepada pihak lain demi memperoleh keuntungan pribadi.
Berdasarkan hasil pemantauan tim investigasi awak media selama beberapa hari di lokasi, terlihat dua unit mobil dump truck yang diduga digunakan dalam aktivitas pengumpulan solar subsidi. Salah satu kendaraan tersebut diketahui menggunakan nomor polisi BN 89XX VP.

Modus yang terpantau, solar diduga diambil dari salah satu SPBU terdekat menggunakan kendaraan dump truck. Selanjutnya, BBM yang berada di dalam tangki kendaraan disedot dan dipindahkan ke sejumlah jerigen.

Dari hasil pengamatan di lapangan, satu tangki kendaraan dump truck diperkirakan memuat sekitar 60 hingga 80 liter solar. Proses pemindahan tersebut diduga dilakukan secara berulang untuk mengumpulkan BBM dalam jumlah tertentu.

Indikasi aktivitas tersebut semakin menguat dengan ditemukannya aroma solar yang menyengat serta bekas tumpahan minyak berwarna hitam di sekitar lokasi.
Jerigen Disembunyikan di Semak-semak, Nama Big Bos Black Disebut

Hal lain yang menjadi perhatian tim investigasi adalah cara penyimpanan BBM yang telah dipindahkan ke dalam jerigen. Sejumlah jerigen diduga disembunyikan di kawasan semak-semak belukar, tepat di samping rumah kontrakan empat pintu berwarna hijau.

Lokasi tersebut diketahui berada persis di depan sebuah rumah yang disebut-sebut berkaitan dengan sosok berjulukan Big Bos Black.

Berdasarkan informasi dari sumber lapangan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan, aktivitas pengumpulan solar tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa solar yang terkumpul diduga didistribusikan kepada sejumlah penambang timah di wilayah Sampur, Kabupaten Bangka Tengah, serta kawasan Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang.
Jika informasi tersebut benar, praktik ini patut mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Sebab, BBM subsidi yang semestinya disalurkan sesuai peruntukannya diduga beralih menjadi komoditas perdagangan untuk meraup keuntungan lebih besar.

Solar Subsidi Diduga Dijual Rp300 Ribu hingga Rp350 Ribu per Jerigen. 

Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, satu jerigen berkapasitas 20 liter solar diduga dijual dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu kepada para penambang timah.
Harga tersebut menunjukkan adanya dugaan rantai distribusi BBM subsidi di luar mekanisme penyaluran yang semestinya.

Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut bukan sekadar persoalan perdagangan BBM, melainkan juga menyangkut hak masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi serta pengawasan distribusi energi oleh negara.

Di tengah upaya pemerintah memperketat penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, dugaan aktivitas seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.

Krimsus Polda Babel Diminta Turun Tangan
Atas temuan dan informasi tersebut, tim investigasi awak media meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri asal-usul solar, mekanisme pengambilannya dari SPBU, dugaan penimbunan, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rantai distribusi tersebut.

Penegakan hukum diperlukan guna memastikan apakah terdapat pelanggaran. 
terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
Publik tentu berharap pengawasan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan di lapangan, tetapi juga mampu mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

Hak Jawab dan Klarifikasi Tetap Dibuka
Demi menjaga prinsip keberimbangan. 

pemberitaan dan menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tim investigasi awak media membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang disebut dengan julukan Big Bos Black maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

(HR/TIM) 

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Kapolresta: Wujud Nyata Jaga Kondusivitas Wilayah


CIREBON – Polresta Cirebon memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) serta Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) periode Juli hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon.

Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika Nomor 1, Sumber, Senin (2/11/2026), dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda, instansi terkait, para pejabat utama Polresta Cirebon, Kapolsek jajaran, dan awak media.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi 4.365 botol minuman keras pabrikan berbagai merek, 13.745 botol minuman keras tradisional jenis ciu, 1.045 liter minuman keras tradisional jenis tuak, serta 4.841 buah knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, barang bukti tersebut merupakan hasil kegiatan penindakan yang dilaksanakan secara konsisten selama empat bulan terakhir sebagai upaya mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, peredaran minuman keras menjadi salah satu perhatian kepolisian karena berpotensi memicu gangguan kamtibmas, seperti keributan, perkelahian, hingga tindak kriminalitas. Sementara itu, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis juga kerap menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

"Kami melaksanakan kegiatan razia selama kurang lebih tiga bulan dan berhasil mengamankan minuman keras pabrikan maupun minuman keras tradisional. Selain itu, kami juga melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan lainnya di jalan raya," ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia menegaskan, langkah penindakan tersebut bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak mengonsumsi maupun mengedarkan minuman keras serta menggunakan kendaraan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis yang berlaku.

"Upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Dibutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar Kabupaten Cirebon senantiasa aman, nyaman, dan kondusif. Semoga apa yang kita lakukan ini membawa kebaikan, mendapat ridho, serta pahala dari Allah SWT," ungkapnya.

Kegiatan pemusnahan tersebut turut menjadi wujud sinergitas Polresta Cirebon bersama pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, pengadilan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Melalui kegiatan KRYD dan Operasi Pekat yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menekan berbagai potensi penyakit masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Cirebon yang aman dan tertib.

((A, Rahmat))

Polresta Cirebon Ungkap 33 Kasus Narkoba dan Obat Keras Ilegal, 34 Tersangka Diamankan


CIREBON – Polresta Cirebon terus memperkuat komitmen dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan keras ilegal di wilayah hukumnya. Melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba, sebanyak 33 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 34 orang tersangka dalam rangkaian penindakan yang dilakukan selama periode Juli hingga Oktober 2026.

Pengungkapan tersebut terdiri dari enam kasus narkotika jenis sabu, satu kasus narkotika jenis tembakau sintetis, serta 26 kasus peredaran sediaan farmasi berupa obat-obatan keras tanpa izin. Pengungkapan kasus ini menjangkau sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Dari keseluruhan pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 34 tersangka laki-laki. Rinciannya, enam tersangka terlibat kasus narkotika jenis sabu, satu tersangka kasus tembakau sintetis, dan 27 tersangka terkait peredaran sediaan farmasi ilegal. Selain itu, enam orang di antaranya diketahui merupakan residivis. 

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya narkotika jenis sabu seberat 14,31 gram dan tembakau sintetis seberat 21,12 gram. Polisi juga mengamankan 7.166 butir trihexyphenidyl, 10.717 butir tramadol, serta 48 butir heximer.

Selain barang bukti narkotika dan obat-obatan keras, petugas menyita uang tunai sebesar Rp8,4 juta, 34 unit telepon genggam, tujuh unit sepeda motor, serta sejumlah perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran barang terlarang tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku menjalankan aktivitas peredaran dengan beberapa modus, di antaranya sistem Cash On Delivery (COD), menggunakan peta digital untuk menentukan titik transaksi, serta melakukan transaksi secara langsung.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan puluhan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polresta Cirebon dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dan obat-obatan keras ilegal yang berpotensi merusak generasi muda.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Polresta Cirebon akan terus mengintensifkan upaya penegakan hukum, pencegahan, serta edukasi kepada masyarakat.

"Peredaran narkotika dan obat-obatan keras ilegal merupakan ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan secara tegas dan berkelanjutan terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan peredaran barang terlarang tersebut," tegasnya.

Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dan obat-obatan keras ilegal.

Ia menegaskan, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan pidana yang berlaku. Untuk kasus narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Sementara itu, para tersangka kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
Melalui pengungkapan ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan keras ilegal demi mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, sehat, dan kondusif.

((A, Rahmat))

Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Kriminal, 19 Tersangka Diamankan



CIREBON – Polresta Cirebon mengungkap 15 perkara tindak pidana dengan mengamankan 19 tersangka. Pengungkapan tersebut mencakup kasus pencurian dengan kekerasan, kepemilikan senjata tajam tanpa hak, kejahatan seksual terhadap anak, pencurian dengan pemberatan, hingga penggelapan dalam jabatan.

Hasil pengungkapan disampaikan langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim Kompol Irdan Muchammad Nur Alireja, S.I.K., M.I.K., Kasat Intelkam Kompol Erwinsyah Putra Rambe, Kasi Propam Iptu Hari Wardoyo, dan Kasi Humas Ipda Toga Marolop.

Dari total perkara yang diungkap, terdapat tiga kasus pencurian dengan kekerasan dengan lima tersangka. Salah satunya aksi pembegalan di Jalan Toang, Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, ketika korban diancam menggunakan celurit hingga sepeda motornya dirampas. Kasus lainnya terjadi di wilayah Gebang, dengan modus pelaku berpura-pura menggunakan jasa korban sebelum melakukan perampasan, serta pencurian sepeda motor di wilayah Sumber dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.

Polisi juga mengungkap dua kasus membawa atau menguasai senjata tajam tanpa hak dengan dua tersangka. Keduanya diamankan Tim Raimas Macan Kumbang 852 saat pemeriksaan di Jalan Bakung-Jamblang, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang. Petugas menemukan celurit dan golok yang dibawa masing-masing tersangka.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap empat perkara persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak dengan empat tersangka. Kasus tersebut terjadi di wilayah Palimanan, Lemahabang, Plered, dan Pangenan. Modus yang digunakan antara lain bujuk rayu, pemberian iming-iming, pendekatan melalui aplikasi, hingga ancaman terhadap korban.

Sementara itu, lima kasus pencurian dengan pemberatan berhasil diungkap dengan tujuh tersangka. Perkara tersebut meliputi pencurian tas berisi tiga telepon genggam di ruang rawat inap RS Sumber Waras Ciwaringin, pencurian kabel di tambak Desa Pengarengan yang menimbulkan kerugian sekitar Rp21 juta, serta pencurian kabel di area PLTU II Kanci.

Kasus lainnya berupa pencurian uang Rp850 juta dari dalam mobil korban di wilayah Kaliwedi, serta percobaan pencurian dengan mencongkel jendela rumah di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, yang diketahui keluarga korban hingga salah satu pelaku berhasil diamankan warga.

Selain itu, Satreskrim mengungkap satu kasus penggelapan dalam jabatan dengan satu tersangka di wilayah Desa Kepompongan, Kecamatan Talun. Tersangka diduga menggelapkan 560 tabung LPG ukuran 3 kilogram yang seharusnya dikirim untuk diisi ulang ke SPPBE, tetapi justru dibawa pulang dan dijual. Kerugian dalam perkara tersebut dilaporkan mencapai Rp108.081.921.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan, pengungkapan berbagai perkara tersebut merupakan wujud komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional.

Menurutnya, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif harus dilakukan melalui langkah pencegahan, patroli, serta penindakan terhadap setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan melalui layanan kepolisian 110.

Melalui pengungkapan ini, Polresta Cirebon berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap gangguan keamanan ditangani secara tegas dan profesional demi terwujudnya wilayah Kabupaten Cirebon yang aman dan kondusif.

((A, Rahmat))

Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kapolda Jabar Kunker ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat


Bandung, - Kepolisian Daerah Jawa Barat terus memperkuat kolaborasi antarlembaga penegak hukum demi memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan kunjungan kerja Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi, S.I.K., M.H., serta Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Agenda silaturahmi kelembagaan ini berlangsung pada Senin, 2 November 2026, bertempat di Gedung Pengadilan Tinggi Bandung.

Kedatangan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki beserta rombongan disambut secara langsung dan penuh kehangatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang didampingi jajaran pimpinan instansi peradilan tersebut. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi serta sinergitas antarinstansi. 

Langkah ini sangat krusial dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing lembaga di bidang penegakan hukum di wilayah Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, agenda dilanjutkan dengan pertemuan dan dialog interaktif mengenai penguatan kerja sama serta koordinasi lintas sektoral. Diskusi mendalam ini mempertegas komitmen bersama antara jajaran Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Hengki dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan, serta memberikan kepastian hukum yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin hubungan kelembagaan yang semakin harmonis dan solid di tingkat provinsi. Terciptanya komunikasi yang efektif serta koordinasi yang baik antara jajaran Polda Jawa Barat dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat menjadi kunci utama dalam menyelaraskan langkah penanganan berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Sinergitas yang kokoh antara aparat kepolisian dan lembaga peradilan ini pada akhirnya ditujukan untuk menciptakan iklim penegakan hukum yang kondusif. Kerjasama yang erat ini menjadi fondasi penting bagi Polda Jabar dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah hukum Jawa Barat.

((A, Rahmat))

Babinsa Punggawan Bersama Petugas Kebersihan Wujudkan Lingkungan Bersih, Indah, dan Sehat


Uploaded Image

Surakarta – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh prajurit kewilayahan. Babinsa Kelurahan Punggawan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Junaidi bersama petugas kebersihan Kelurahan Punggawan melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemilahan sampah di wilayah Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan bertahap di sepanjang jalan yang memerlukan pembersihan. Dengan lingkungan yang bersih, selain menyehatkan juga akan indah dipandang mata dan memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas maupun yang bermukim di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, keikutsertaan Babinsa dalam membersihkan lingkungan bersama petugas kebersihan memiliki makna yang sangat mendalam. Ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana Babinsa hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan dibersihkannya lingkungan setiap hari, diharapkan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, mengantisipasi penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.

Serma Junaidi mengatakan, kehadirannya bersama petugas kebersihan adalah untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat.

"Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan kewajiban kita bersama. Dengan turun langsung ke lapangan, kami ingin mengajak warga agar merasa memiliki dan peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Jika bersih, rapi, dan indah, sudah selayaknya kita jaga dan rawat bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu Warga Masyarakat sekitar pun mengapresiasi aksi nyata Babinsa yang tak segan memegang sapu dan mengangkut sampah bersama petugas. Sinergi antara TNI dan aparat kelurahan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Babinsa Punggawan terus membuktikan jati dirinya sebagai prajurit rakyat yang selalu hadir menjadi solusi dan teladan di wilayah binaan.

Penulis : Arda 72

Babinsa Punggawan Bersama Petugas Kebersihan Wujudkan Lingkungan Bersih, Indah, dan Sehat


Uploaded Image

Surakarta – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh prajurit kewilayahan. Babinsa Kelurahan Punggawan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Junaidi bersama petugas kebersihan Kelurahan Punggawan melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemilahan sampah di wilayah Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan bertahap di sepanjang jalan yang memerlukan pembersihan. Dengan lingkungan yang bersih, selain menyehatkan juga akan indah dipandang mata dan memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas maupun yang bermukim di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, keikutsertaan Babinsa dalam membersihkan lingkungan bersama petugas kebersihan memiliki makna yang sangat mendalam. Ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana Babinsa hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan dibersihkannya lingkungan setiap hari, diharapkan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, mengantisipasi penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.

Serma Junaidi mengatakan, kehadirannya bersama petugas kebersihan adalah untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat.

"Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan kewajiban kita bersama. Dengan turun langsung ke lapangan, kami ingin mengajak warga agar merasa memiliki dan peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Jika bersih, rapi, dan indah, sudah selayaknya kita jaga dan rawat bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu Warga Masyarakat sekitar pun mengapresiasi aksi nyata Babinsa yang tak segan memegang sapu dan mengangkut sampah bersama petugas. Sinergi antara TNI dan aparat kelurahan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Babinsa Punggawan terus membuktikan jati dirinya sebagai prajurit rakyat yang selalu hadir menjadi solusi dan teladan di wilayah binaan.

Penulis : Arda 72

Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja, Babinsa Manahan Gembleng Linmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga


Uploaded ImageSurakarta – Guna meningkatkan kedisiplinan dan semangat kerja, Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi memberikan arahan kepada anggota Linmas Kelurahan Manahan di Halaman Gedung Graha Kusuma, Jl. Manyar I No. 2, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Linmas merupakan ujung tombak petugas dari Kelurahan yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan warga masyarakat. Setiap saat harus siap jika ada tugas, sehingga Linmas harus mempunyai kedisiplinan tinggi dalam melaksanakan tugasnya, apalagi saat ini sudah memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan yang rawan bencana.

Menyikapi tugas pokok Linmas yang tidak mudah, Babinsa Manahan memberikan arahan yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas, serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan keamanan.

"Linmas harus bisa memberi contoh bagi masyarakat lainnya dalam penanaman disiplin dan semangat dalam melaksanakan tugas," ungkap Serma Saring.

Lebih lanjut Serma Saring menegaskan, kedisiplinan adalah modal pokok keberhasilan dalam melaksanakan tugas ataupun kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun kegiatan dalam pekerjaan.

"Tanpa kedisiplinan, pekerjaan yang dilakukan hasilnya tidak akan bisa maksimal," pungkasnya.

Penulis : Arda 72