Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara Bupati H.M.Salim Fahkry SE.MM Sambut HUT Amal Bakti Ke-80

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Sabu di Plumbon

Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pengedar narkoba jenis sabu yang berinisial DK (28). Pelaku diamankan di pinggir jalan yang...

Postingan Populer

Sabtu, 03 Januari 2026

Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara Bupati H.M.Salim Fahkry SE.MM Sambut HUT Amal Bakti Ke-80


Buserpresisi ll Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara provinsi Aceh, Bupati H.M.Salim Fakhry SE.MM. bersama jajaran pemerintahan lain dan dari dinas Kementrian Agama Republik Indonesia sambut Hari Amal Bakti ke-80, Kementerian Agama Republik Indonesia terjadwal berlangsung secara serentak pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tepat nya di lapangan Jendral Ahmat Yani desa Kutacane Kecamatan Babussalam kabupaten aceh tenggara provinsi 

" Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting bagi institusi yang memiliki mandat konstitusional dalam menjamin kemerdekaan beragama di tanah air. Di usianya yang menginjak delapan dekade, atau sering disebut sebagai fase oktagintennial, peringatan ini hadir bukan sekadar sebagai ritual seremonial tahunan, melainkan sebagai titik refleksi strategis di tengah transisi kepemimpinan nasional dan tantangan global yang semakin kompleks.

Kementerian Agama, di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, menjadikan peringatan ke-80 ini sebagai etalase transformasi birokrasi yang lebih responsif dan berwawasan lingkungan. Publik menantikan peringatan ini sebagai barometer komitmen negara dalam merawat kebinekaan dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Table of Contents
Apa Itu Hari Amal Bakti
Sejarah Singkat Hari Amal Bakti
Makna Peringatan Hari Amal Bakti
Tujuan Peringatan Hari Amal Bakti
Tema Peringatan Hari Amal Bakti ke-80
Agenda dan Kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80
Peran Hari Amal Bakti bagi Aparatur Negara
Relevansi Hari Amal Bakti ke-80 bagi Masyarakat
Harapan di Usia 80 Tahun Hari Amal Bakti
Penutup
Apa Itu Hari Amal Bakti
Secara definisi, Hari Amal Bakti merupakan nama resmi yang digunakan untuk menyebut hari ulang tahun Kementerian Agama Republik Indonesia. Peringatan ini dirayakan secara nasional oleh keluarga besar Kementerian Agama, mulai dari pejabat di tingkat pusat, pegawai di Kantor Wilayah provinsi, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, hingga staf di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Selain itu, lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian, seperti madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan, juga turut serta dalam perayaan ini.

Meskipun identik dengan instansi pemerintah, peran peringatan ini dalam konteks nasional sangatlah luas. Hari Amal Bakti berfungsi sebagai barometer tahunan untuk mengevaluasi kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Peringatan ini menjadi wadah untuk menegaskan kembali posisi Kementerian Agama sebagai “tenda besar” yang mengayomi semua agama yang diakui negara, memastikan setiap pemeluk agama dapat beribadah dengan tenang dan damai.

Sejarah Singkat Hari Amal Bakti
Latar belakang lahirnya Hari Amal Bakti tidak dapat dilepaskan dari dinamika pembentukan perangkat negara pasca-proklamasi kemerdekaan. Wacana untuk membentuk kementerian khusus yang menangani urusan agama sebenarnya telah muncul sejak sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945. Kala itu, usulan tersebut diajukan oleh Muhammad Yamin, namun sempat mengalami penundaan realisasi akibat perdebatan mengenai relasi agama dan negara dalam konstitusi.
Titik terang sejarah terjadi setelah kemerdekaan, tepatnya pada sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Surakarta pada bulan November 1945. Desakan dari tokoh-tokoh agama agar negara hadir secara formal dalam urusan agama semakin menguat. Akhirnya, pada tanggal 3 Januari 1946, pemerintah mengeluarkan Ketetapan Pemerintah Nomor 1/S.D. yang secara resmi melahirkan Kementerian Agama. H. Mohammad Rasjidi, seorang diplomat dan cendekiawan muslim ulung, kemudian ditunjuk sebagai Menteri Agama pertama Republik Indonesia.

Peristiwa bersejarah pada 3 Januari 1946 inilah yang menjadi dasar penetapan hari lahir kementerian. Menariknya, istilah Hari Amal Bakti baru mulai digunakan secara resmi pada peringatan ke-34 di tahun 1980. Menteri Agama saat itu, Alamsyah Ratu Perwiranegara, mengusulkan perubahan nama dari “Hari Ulang Tahun” menjadi “Hari Amal Bakti”. Tujuannya sangat filosofis, yaitu agar peringatan ini tidak sekadar dimaknai sebagai perayaan usia, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan pengabdian (amal) dan kesetiaan (bakti) kepada bangsa dan negara.
Menurut keterangan awak media Buserpresisi Acara tersebut berjalan dengan lancar sukses aman dan kondusif. 

(MHD SABRI)

0 comments:

Posting Komentar