Indramayu - Memasuki lima bulan sejak dilantik, jajaran direksi baru Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan sejumlah capaian strategis. Penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas produksi, serta perbaikan kualitas layanan menjadi fokus utama di awal masa kepemimpinan ini.
Direktur Utama H. Nurpan, S.E., M.Si., melalui Manager Humas Sutoni menyampaikan bahwa seluruh jajaran direksi bergerak secara kolektif dalam menjalankan program prioritas perusahaan.
"Selama lima bulan ini, direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknik bekerja bersama dengan target utama peningkatan kualitas dan perluasan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat," ujar Sutoni.
Sejumlah program yang telah dan sedang berjalan diantaranya:
1. Perolehan investasi pembangunan fasilitas berkapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS) di wilayah Widasari. Ke depan, direncanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau SPAM baru berikut jaringan perpipaannya.
2. Rencana pengembangan SPAM Kepandean berkapasitas 200 LPS melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan investor swasta.
3. Negosiasi kerja sama SPAM Industri Losarang berkapasitas 500 LPS.
4. Penjajakan kerja sama penjualan air ke KPI RU VI Balongan dengan memanfaatkan suplai dari SPAM Kuningan berkapasitas 300 LPS.
5. Rencana pengalihan distribusi air dari SPAM Kepandean 50 LPS ke wilayah dengan tingkat pelayanan rendah di Indramayu Kota.
6. Optimalisasi pelayanan melalui peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air.
7. Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi berbasis Android guna mempercepat respons layanan.
"Pengembangan ini mencakup pembangunan instalasi baru maupun perluasan jaringan perpipaan, seperti di wilayah Widasari, Indramayu, dan Losarang hingga daerah sekitarnya," jelasnya.
Pada periode Mei 2026 hingga April 2027, kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat hingga 300 liter per detik. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sektor industri strategis.
Terkait keluhan masyarakat khususnya di wilayah barat, Sutoni mengakui bahwa faktor alam menjadi tantangan utama.
"Sebagian besar sumber air kami berasal dari air permukaan atau sungai. Saat musim hujan, tingkat kekeruhan meningkat akibat sedimentasi, sehingga mempengaruhi proses pengolahan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi air baku dengan tingkat kekeruhan tinggi membuat proses pelarutan bahan kimia dan pengendapan memerlukan penanganan lebih intensif, terutama pada instalasi yang masih menggunakan sistem konvensional.
Selain itu, perbaikan saluran dan bendung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi stabilitas distribusi air.
"Namun secara umum, seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar yang berlaku. Kami memastikan kualitas air yang didistribusikan telah melalui tahapan pengolahan sesuai ketentuan," tegasnya.
Manajemen juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai proses pengolahan air, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi ke pelanggan.
"Masyarakat sering beranggapan saat musim hujan air melimpah maka kualitasnya pasti baik. Padahal justru tingkat kekeruhan meningkat dan proses pengolahan menjadi lebih kompleks," jelas Sutoni.
Selain itu, kebijakan penertiban pelanggan menunggak tetap dilakukan sesuai prosedur, meski di lapangan kerap menimbulkan dinamika.
Gangguan Distribusi di Eretan Wetan
Dalam rangka optimalisasi pelayanan di wilayah Eretan Wetan, sempat terjadi gangguan distribusi air yang menyebabkan beberapa pelanggan tidak menerima suplai.
Manajemen menjelaskan sejumlah faktor penyebabnya, antara lain:
1. Evaluasi pemasangan pipa sambungan existing di wilayah tersebut.
2. Penelusuran jaringan pipa lama yang terindikasi keropos dan berpotensi mengalami kebocoran.
3. Perbaikan penyangga jembatan pipa (habim) pada jaringan yang kropos serta perbaikan pipa putus akibat eceng gondok yang terbawa arus sungai di Sumber Mas.
Ke depan, direksi berkomitmen mempercepat modernisasi instalasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jaringan layanan guna menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Indramayu.
"Fokus kami jelas, peningkatan kualitas layanan dan pengembangan SPAM secara bertahap. Dengan tambahan kapasitas dan pembangunan instalasi baru, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik," tutup Sutoni. (Wira)




0 comments:
Posting Komentar