KONI Indramayu Sepi Peminat, Yogi Kurniawan Sendirian, Restu Pendopo Tidak Sampai Meja Pendaftaran

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

KONI Indramayu Sepi Peminat, Yogi Kurniawan Sendirian, Restu Pendopo Tidak Sampai Meja Pendaftaran

Indramayu – Pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 resmi ditutup pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 1...

Postingan Populer

Minggu, 08 Februari 2026

KONI Indramayu Sepi Peminat, Yogi Kurniawan Sendirian, Restu Pendopo Tidak Sampai Meja Pendaftaran

Indramayu – Pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 resmi ditutup pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Alih-alih ramai kandidat, proses penjaringan justru berakhir sunyi. Hingga detik terakhir, hanya satu nama yang benar-benar hadir dan mendaftar yaitu Yogi Kurniawan.

Yogi Kurniawan, yang dikenal sebagai Bos Land Group, datang bukan sekadar membawa nama, melainkan paket lengkap. Dirinya mengantongi dukungan 34 cabang olahraga (cabor) dari total 42 pemegang hak suara, angka yang sulit dibantah dan nyaris menutup ruang kompetisi sejak awal.

Sementara itu, nama Sri Budiharjo Herman (SBH) yang sebelumnya sempat digadang-gadang, justru menghilang di saat paling krusial. Padahal, SBH sempat dikabarkan mendapat restu langsung dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dalam pertemuan silaturahmi di ruang dalam Pendopo Indramayu, disaksikan sejumlah tokoh olahraga.

Sayangnya, restu itu tampaknya berhenti sebagai simbol seremonial. Hingga pendaftaran resmi ditutup, SBH tidak kunjung menampakkan diri di Sekretariat KONI. Tidak ada berkas, tidak ada dukungan cabor, dan tidak ada langkah konkret yang menyusul restu tersebut.

Fenomena ini memunculkan ironi tersendiri. Restu dari pendopo ternyata tak otomatis menjelma menjadi tiket pendaftaran, apalagi tanpa dukungan riil dari cabang olahraga. Di arena KONI, suara cabor terbukti lebih menentukan dibanding restu politik yang tak diiringi kesiapan.

Dengan kondisi tersebut, Yogi Kurniawan praktis melaju sendirian di lintasan yang seharusnya menjadi arena kompetisi. Proses pemilihan Ketua KONI Indramayu pun menjadi cermin bahwa dalam dunia olahraga, kehadiran nyata lebih penting daripada wacana, dan berkas lebih berbicara daripada bisik-bisik kekuasaan.

Kini publik menanti kelanjutan tahapan berikutnya, sembari mencatat satu pelajaran penting yaitu di KONI Indramayu, yang siap bertanding akan menang, sementara yang hanya direstui, belum tentu turun ke lapangan. (Wira)

0 comments:

Posting Komentar