All Posts | Buser Presisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Kodim 0707/Wonosobo Gelar Bazar Murah Dua Hari, Wujud Kepedulian TNI Sambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro

Wonosobo – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan HUT ke-76 Koda...

Postingan Populer

Selasa, 22 September 2026

Kodim 0707/Wonosobo Dukung Launching GELORA Indonesia ASRI dan Aksi Bersih WCD 2026 di Taman Wisata Kalianget



Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo memberikan dukungan penuh terhadap apel launching aksi GELORA (Gerakan Lingkungan Wonosobo Resik dan Asri) Indonesia ASRI sekaligus aksi bersih World Clean Day (WCD) 2026 yang digelar di Taman Wisata Kalianget, Wonosobo. Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (22/9/2026)

Acara dibuka secara resmi oleh dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., Asisten 3 Bupati Wonosobo, yang mewakili Bupati. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, disampaikan bahwa untuk menikmati alam Wonosobo yang indah, sejuk, dan tanahnya yang subur, yang paling penting adalah lingkungan yang bersih dan sehat. Karunia tersebut tidak cukup hanya dinikmati, melainkan membawa tanggung jawab melekat untuk merawat dan menjaga kebersihan agar menjadi ruang hidup yang sehat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Persoalan kebersihan dan tata kelola sampah, tegas sambutan tersebut, bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan persoalan bersama. Ketika sampah tidak tertangani dengan baik, dampaknya tidak hanya membuat lingkungan kotor, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, kualitas hidup, serta keindahan daerah.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmen untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda yang digagas Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup serta didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Aksi bersih harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan masif.

Gerakan ini melibatkan seluruh Perangkat Daerah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, pihak swasta, organisasi masyarakat, hingga tingkat rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup bertindak sebagai pengawal utama, sementara monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Inspektorat. Hasil pelaksanaan akan dilaporkan secara rutin kepada Irjen Kementerian Dalam Negeri.

Sesuai perintah Presiden, aksi bersih digelar setiap hari Selasa. Seluruh pihak diharapkan menjadikannya agenda rutin setelah apel pagi, setidaknya di lingkungan perkantoran masing-masing. Presiden juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya bersih melalui gerakan nyata, mulai dari lingkungan pemerintahan, sekolah, fasilitas umum, hingga masyarakat.
Kegiatan hari ini tidak sekadar simbolis. Melalui World Clean Day 2026, Kabupaten Wonosobo mencanangkan GELORA Indonesia ASRI. Seluruh masyarakat diajak meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam tata kelola sampah serta memanfaatkannya sebaik mungkin sejak dari rumah.

Pada saat aksi pembersihan berlangsung, Mayor Arh Siswoto Nurharjo, Kasdim 0707/Wonosobo, menyampaikan bahwa kebersihan, khususnya pengelolaan sampah, merupakan tanggung jawab bersama. Kodim sangat mendukung kegiatan seperti ini.

Kasdim juga mengingatkan dan mengajak seluruh peserta bahwa kegiatan ini bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi semangat bersama dalam setiap aktivitas. Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan mulai dari perkantoran, sekolah, fasilitas umum, ruang publik, hingga seluruh penjuru Kabupaten Wonosobo. “Lingkungan bersih terwujud dari budaya bersih yang dilakukan bersama, berkelanjutan, dan masif,” tegasnya.

Melalui sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan gerakan GELORA Indonesia ASRI dan aksi bersih WCD 2026 benar-benar menjadi budaya yang hidup dan terus digelorakan di Kabupaten Wonosobo.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Mobil Pelaku Terguling Saat Dikejar Warga, Polsek Leksono Ungkap Pencurian Sapi




WONOSOBO — Unit Reskrim Polsek Leksono bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Wonosobo mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah kandang sapi milik warga di Desa Jonggolsari, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial S, 58 tahun, warga Kecamatan Leksono. S ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H. mengatakan, perkara tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku diduga menyasar kandang sapi milik warga pada dini hari.

"Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan merusak gembok pintu kandang, kemudian mengeluarkan sapi dari dalam kandang dan menuntunnya menuju kendaraan yang telah disiapkan," kata AKP Arif.

Menurutnya, aksi tersebut diketahui setelah sejumlah warga melihat sebuah mobil berwarna hitam yang mencurigakan berada di sekitar kandang sapi.

Warga Melihat Sapi Sudah Berada di Dekat Mobil

Saat itu, dua orang saksi yang sedang dalam perjalanan pulang melihat informasi dari saksi lainnya mengenai keberadaan mobil mencurigakan di dekat kandang sapi.

Keduanya kemudian menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Setibanya di sekitar kandang, mereka melihat sapi milik korban sudah berada di dekat mobil yang dicurigai.

Tidak lama kemudian, mobil tersebut bergerak meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi menuju arah Dusun Manggisan, Desa Jonggolsari.

Situasi kemudian berubah menjadi pengejaran. Salah seorang saksi berupaya mengikuti kendaraan tersebut sambil berteriak meminta perhatian warga.

Dalam perjalanan, salah seorang saksi lain juga menyampaikan bahwa kendaraan tersebut hampir menabraknya ketika melaju dari arah berlawanan.

Pengejaran terus dilakukan hingga akhirnya kendaraan yang diduga digunakan pelaku mengalami kecelakaan.

"Dalam pengejaran tersebut, kendaraan yang diduga digunakan pelaku akhirnya terguling setelah menabrak tumpukan batu di pinggir jalan," ujar AKP Arif.

Setelah kendaraan terguling, dua orang yang berada di dalam mobil terlihat keluar dan kemudian melarikan diri menuju area kebun salak di sekitar lokasi.

Karena kondisi malam dan medan yang gelap, para saksi tidak melanjutkan pengejaran. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Leksono untuk dilakukan penyelidikan.

Polisi Amankan Kendaraan dan Barang Bukti

Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

Selain satu unit mobil Suzuki Futura warna hitam, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan berkaitan dengan perkara, termasuk telepon seluler, tas, kartu identitas, perlengkapan kendaraan, serta satu ekor sapi jantan milik korban.

Penyidik selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, mengecek lokasi kejadian, serta mengembangkan informasi mengenai pihak yang diduga terlibat.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, polisi kemudian mengidentifikasi seorang pria berinisial S yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyidikan dan gelar perkara, S ditetapkan sebagai tersangka. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penahanan terhadap tersangka.

"Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Unit Reskrim Polsek Leksono dan Unit Resmob Satreskrim Polres Wonosobo. Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan peran masing-masing pihak yang berkaitan dengan perkara ini," jelas AKP Arif.

Penyidikan Masih Berjalan

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Wonosobo sebelum proses hukum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

AKP Arif mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan hewan ternak, khususnya pada malam hingga dini hari. Pemilik ternak juga diminta memastikan kandang memiliki pengamanan yang memadai dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

"Apabila masyarakat melihat kendaraan atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar kandang maupun lingkungan permukiman, segera informasikan kepada kepolisian. Informasi awal dari masyarakat sangat membantu dalam upaya mencegah dan mengungkap tindak pidana," pungkasnya.


(Yudhi KJN)
Uploaded Image

Kedua Pihak Sepakat Berdamai, Polresta Tangerang Pastikan Kamtibmas Rajeg Kondusif


Uploaded Image


Perselisihan yang terjadi terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, segera ditindaklanjuti melalui musyawarah dan mediasi.

Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pihak terkait duduk bersama untuk mencari penyelesaian secara damai.

Musyawarah dan mediasi berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026) malam tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, serta unsur lain terkait. 

Pertemuan tersebut membahas peristiwa yang sebelumnya terjadi di lokasi kegiatan ibadah GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari.

Dalam musyawarah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan. Kesepakatan tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga keamanan, kerukunan, serta perdamaian di tengah masyarakat.

Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyampaikan, pihaknya menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan tersebut lebih lanjut.

Hal senada disampaikan perwakilan masyarakat, Todo Nainggolan. Dia mengapresiasi adanya permohonan maaf dari pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut dan berharap seluruh pihak dapat kembali menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Aji Cahyono juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat GKPI atas kejadian yang terjadi sebelumnya. Dia mengakui adanya kekhilafan dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Selain itu, juga disepakati bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi mencarikan tempat sementara untuk beribadah bagi sambil menunggu proses perizinan. 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," kata Indra Waspada.

Menurutnya, penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Indra Waspada juga menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah persuasif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi kamtibmas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," katanya.

Indra Waspada menambahkan, keberagaman masyarakat merupakan bagian yang harus dijaga bersama. Karena itu, komunikasi dan sikap saling menghormati menjadi penting dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat. Dia menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan. 

"Polri akan terus hadir untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara-cara yang mengedepankan persatuan, kerukunan dan kedamaian," ujarnya.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak menyatakan tidak akan memperpanjang persoalan dan berkomitmen menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kerukunan masyarakat di wilayah Kecamatan Rajeg tetap terjaga.




Red/Tim

KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT, PEREMPUAN BUKAN HANYA PENERIMA PERUBAH, TETAPI PEMIMPIN PERUBAH GLOBAL

BALI — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan pesan yang sangat inspiratif dan bermakna mendalam saat membuka secara resmi The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 yang berlangsung di Bali pada hari Minggu, 20 September 2026. Dalam forum internasional yang dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara tersebut, Kapolri menegaskan peran strategis perempuan dalam mendorong kemajuan dan perubahan di tingkat global.
 
Kapolri menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga memiliki peran yang sangat penting dan menentukan untuk memimpin perubahan itu sendiri. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para peserta konferensi yang datang dari berbagai belahan dunia, sebagai penegasan akan pentingnya partisipasi aktif, kesetaraan peran, dan kepemimpinan perempuan di berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam penegakan hukum, keamanan, dan pelayanan masyarakat.
 
Konferensi internasional tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dan penuh semangat: “Women Leading Global Change” atau “Perempuan Memimpin Perubahan Global”. Tema ini diangkat sebagai wujud pengakuan bahwa perempuan memiliki kemampuan, kebijaksanaan, dan potensi kepemimpinan yang luar biasa untuk menggerakkan perubahan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi bagi seluruh umat manusia di dunia.
 
Dalam pidato dan arahannya, Kapolri menjelaskan bahwa kehadiran perempuan di berbagai posisi strategis membawa nilai tambah yang sangat berharga — mulai dari kepekaan sosial yang tinggi, pendekatan yang lebih humanis, hingga kemampuan dalam membangun jembatan komunikasi dan kepercayaan antar-komunitas. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan bukan sekadar masalah kesetaraan gender, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks di era masa kini.
 
“Perempuan bukan sekadar menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga memiliki peran untuk memimpin perubahan,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di hadapan para peserta konferensi.
 
Lebih lanjut, Kapolri juga berharap melalui konferensi internasional ini, jaringan kerja sama antar-perempuan penegak hukum dari berbagai negara dapat semakin diperkuat, pengalaman dan pengetahuan dapat saling dibagikan, sehingga bersama-sama mampu menciptakan dampak yang lebih besar bagi keamanan, kedamaian, dan kemajuan dunia. Semangat “Women Leading Global Change” diharapkan dapat terus menyala dan menginspirasi setiap perempuan — di mana pun mereka berada — untuk berani bermimpi besar, berani melangkah maju, dan berani memimpin perubahan menuju masa depan yang lebih cerah, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi kita semua pungkasnya.

((A, Rahmat))

SATLANTAS POLRES KUNINGAN LAKUKAN EDUKASI LALU LINTAS DI SMKN 1 JAPARA, TINGKATKAN KESADARAN BERSEKOLAH AMAN DAN TERTIB

KUNINGAN — Dalam upaya menumbuhkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan melaksanakan kegiatan edukasi dan pembinaan keselamatan berlalu lintas di SMKN 1 Japara, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Nasional, sekaligus upaya preventif meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
 
Kepala SMKN 1 Japara, H. Ramlan, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan edukasi yang dilaksanakan Satlantas Polres Kuningan di lingkungan sekolahnya. Menurutnya, pembinaan dan sosialisasi aturan lalu lintas sangat penting dan mendesak bagi para siswa, khususnya mereka yang sudah mulai menggunakan kendaraan bermotor untuk keperluan berangkat dan pulang sekolah maupun aktivitas sehari-hari.
 
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami berharap mereka tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas yang benar-benar menjadi kebiasaan, bukan sekadar kewajiban,” ungkap H. Ramlan.
 
Sementara itu, Wakasek Sarana dan Prasarana (Sapras) SMKN 1 Japara, H. Asep Saepudin, M.Pd., mengatakan bahwa pihak sekolah mendukung penuh kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keselamatan para pelajar di jalan raya. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan pihak kepolisian.
 
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Keselamatan siswa merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi antara sekolah dan kepolisian perlu terus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi maupun kegiatan pembinaan lainnya. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib bagi seluruh warga sekolah,” ujar H. Asep Saepudin.
 
Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, yang didampingi Kanit Lantas beserta anggota, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Lalu Lintas Nasional, sekaligus upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
 
“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi hukum, melainkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Harapannya, para siswa dapat menjadi pelopor dan teladan bagi lingkungan sekitarnya dalam menaati aturan lalu lintas,” tegas AKP Aktuin Moniharapon.
 
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi dari para siswa, diharapkan dapat membawa dampak positif berupa peningkatan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di kalangan pelajar, sehingga tercipta keselamatan dan ketertiban jalan raya yang lebih baik di Kabupaten Kuningan.

((A, Rahmat))

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Mauk Polresta Tangerang Edukasi Warga Desa Tanjung Anom lewat Program Babacakan


Uploaded Image


Tangerang — Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang Bripka Hakim melaksanakan sosialisasi program unggulan Kapolresta Tangerang bertajuk "Babacakan" (Bersama Barudak Cegah dan Tolak Tawuran) di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (21.09.2026).

Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif Kepolisian Sektor Mauk dalam menekan angka kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran dan geng motor yang dapat meresahkan masyarakat.

Dalam giat tersebut, personel Polsek Mauk merangkul para tokoh masyarakat, orang tua, serta para remaja di Desa Tanjung Anom untuk berdialog interaktif. Petugas menyampaikan imbauan pentingnya peran aktif lingkungan sekitar dalam memantau pergaulan anak-anak muda, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana menyampaikan bahwa Program Babacakan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada para remaja (barudak) agar mereka memahami dampak hukum serta bahaya fisik dari keterlibatan dalam aksi tawuran.

"Melalui Program Babacakan ini, kami ingin merangkul generasi muda di Desa Tanjung Anom agar menjauhi kegiatan negatif. Sinergi antara kepolisian, pihak desa, orang tua, dan pemuda sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar  Kapolsek Mauk.

Masyarakat dan perangkat Desa Tanjung Anom menyambut baik kehadiran personel Polsek Mauk. Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan komitmen bersama warga Desa Tanjung Anom untuk menolak segala bentuk aksi tawuran di wilayah mereka.





Toher Aswi

Senin, 21 September 2026

Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada, Cek Informasi Kemunculan Buaya di Pantai Baru



Polres Bangka Barat melalui Satuan Polisi Perairan melakukan pengecekan terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan kemunculan buaya di perairan Pantai Baru, Batu Rakit, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (20/9/2026) sore.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, personel Satpolair telah turun langsung melakukan pengecekan di sekitar lokasi setelah menerima informasi tersebut.

“Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas belum menemukan keberadaan buaya sebagaimana informasi yang beredar. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Yos, Senin (21/9/2026).

Ia mengatakan, untuk sementara masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di perairan sekitar Pantai Baru, khususnya aktivitas mandi maupun kegiatan lainnya yang berisiko, sampai situasi dinyatakan aman.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di perairan tersebut dan segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan buaya,” ujarnya.

Polres Bangka Barat juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kemampuan dalam penanganan dan penangkapan satwa liar tersebut apabila nantinya keberadaannya kembali ditemukan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait. Masyarakat kami minta tidak panik, tetapi tetap waspada dan tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan buaya,” katanya.

(HR) 

SELAMAT BERTUGAS DAN SUKSES — IBU WULAN ALAYDA, S.Ak

Cirebon Buserpersisi com.,Penjabat Kuwu Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan yang tulus dan baik, kami menyampaikan ucapan Selamat Bertugas dan Selamat Mengemban Amanah kepada Ibu Wulan Alayda, S.Ak yang telah resmi dipercaya dan dilantik menjabat sebagai Penjabat Kuwu Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Semoga langkah awal ini menjadi awal yang penuh keberkahan bagi Ibu dan seluruh masyarakat Desa. Pada tgl,20/9/2026.
 
Kepada Ibu Wulan Alayda, kami berdoa, semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan yang prima, kekuatan lahir dan batin, kebijaksanaan yang luas, keteladanan yang baik, serta kelancaran dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil. Semoga dalam menjalankan amanah yang mulia dan besar ini, Ibu selalu diberikan petunjuk, perlindungan, serta kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan penuh tanggung jawab, transparan, adil, dan bijaksana, serta senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik, tulus, ikhlas, dan mengayomi kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Lurah tanpa terkecuali.
 
Mengemban tanggung jawab memimpin sebuah desa bukanlah hal yang ringan, mudah, maupun sepele. Diperlukan dedikasi yang tinggi, kesabaran yang tak pernah putus, keteguhan hati, serta kepekaan yang mendalam terhadap kebutuhan, aspirasi, dan harapan setiap warga, baik yang berkaitan dengan pembangunan, pelayanan sosial, maupun pemeliharaan kerukunan antarwarga. Semoga kepemimpinan Ibu Wulan Alayda dapat menjadi jembatan yang kuat, harmonis, dan saling menguatkan antara Pemerintah Desa Lurah dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga setiap keluarga dan warga Desa Lurah, untuk senantiasa bersatu padu, bergotong royong, saling menghargai, dan bahu-membahu dalam membangun desa tercinta ini menuju masa depan yang lebih cerah.
 
Mari kita melangkah bersama, berdoa bersama, dan bekerja sama dengan semangat kebersamaan, saling mendukung satu sama lain, serta berpartisipasi aktif dalam setiap upaya pembangunan desa, untuk mewujudkan cita-cita dan harapan bersama membangun Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, yang semakin Maju dalam pembangunan, Aman dalam suasana, Mandiri dalam ekonomi, dan Sejahtera lahir batin bagi seluruh warganya. Semoga ke depan, Desa Lurah menjadi desa yang semakin berkembang pesat, lingkungannya asri dan bersih, masyarakatnya hidup rukun dan damai, serta kesejahteraan warganya semakin meningkat dari waktu ke waktu.
 
Semoga setiap langkah pengabdian, kebijakan, dan kerja keras Ibu senantiasa membawa kebaikan, kemajuan, keberkahan, dan manfaat yang besar bagi kita semua, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi, membimbing, dan memberikan kekuatan serta kemudahan dalam setiap tugas yang diemban. Sukses selalu untuk Ibu Wulan Alayda, S.Ak, serta seluruh jajaran Pemerintah Desa Lurah dalam mengabdi kepada masyarakat! Pungkasnya.

((A, Rahmat))

Wonoroto Dicanangkan sebagai Kampung Bebas dari Narkoba, Program Akan Diperluas ke Wilayah Lain



WONOSOBO — Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, dicanangkan sebagai Kampung Bebas dari Narkoba. Pencanangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui keterlibatan masyarakat di tingkat kelurahan.

Kegiatan sosialisasi dan pencanangan berlangsung di Aula Kelurahan Wonoroto, Senin (21/9/2026), mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan diikuti unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, TNI, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT dan RW, serta warga Kelurahan Wonoroto.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H. hadir bersama personel Satresnarkoba untuk memberikan sosialisasi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurut AKP Teguh, pencanangan Kampung Bebas dari Narkoba tidak berhenti pada deklarasi. Program tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dalam membangun lingkungan yang memiliki kepedulian dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba.

"Upaya pencegahan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Dibutuhkan peran pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang memiliki daya cegah terhadap penyalahgunaan narkoba," ujar AKP Teguh.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan sosialisasi mengenai P4GN sekaligus diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait persoalan narkoba di lingkungan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi antinarkoba sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Selain deklarasi, dilakukan pengukuhan Tim P4GN Kelurahan Wonoroto. Tim tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu unsur penggerak di tingkat kelurahan dalam membangun kepedulian masyarakat serta mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan juga ditandai dengan peresmian Posko Kampung Bebas dari Narkoba Kelurahan Wonoroto. Keberadaan posko diharapkan menjadi ruang koordinasi dan sarana penguatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan kepolisian dalam upaya pencegahan narkoba.

Kepala Kelurahan Wonoroto Dady Dwi Mulyadi, S.E. bersama unsur kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPMK, Linmas, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

AKP Teguh mengatakan, pencanangan di Wonoroto merupakan bagian dari langkah yang akan terus diperluas. Polres Wonosobo melalui Satresnarkoba akan mendorong sosialisasi P4GN dan pencanangan Kampung Bebas dari Narkoba di wilayah desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Wonosobo.

"Ke depan, desa dan kelurahan lain di Kabupaten Wonosobo juga akan segera kami lakukan sosialisasi dan pencanangan sebagai Kampung Bebas dari Narkoba. Harapannya, gerakan ini semakin luas dan seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkoba, sehingga Kabupaten Wonosobo dapat semakin kuat dalam upaya mewujudkan wilayah yang bebas dari narkoba," ujar AKP Teguh.

Menurutnya, keberhasilan upaya pencegahan narkoba membutuhkan konsistensi dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, posko dan Tim P4GN di tingkat desa atau kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi menjadi sarana komunikasi dan koordinasi yang aktif.

Polres Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

"Pencegahan akan lebih kuat apabila dilakukan bersama-sama. Mari kita mulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan tempat tinggal, sehingga upaya menciptakan Kabupaten Wonosobo yang bebas dari narkoba menjadi tanggung jawab bersama," kata AKP Teguh.

Kegiatan pencanangan Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Wonoroto berlangsung tertib dan lancar. Komitmen yang telah dideklarasikan diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan antinarkoba di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo.


(Yudhi KJN)
Uploaded Image

Gerak Cepat Babinsa Jebres Bantu Evakuasi Penemuan Jenazah Mahasiswi di Kamar Kost


Uploaded Image

Surakarta – Babinsa Kelurahan Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Taufik dengan sigap membantu evakuasi penemuan jenazah seorang mahasiswi di kamar kost wilayah RT 02 RW 22, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Senin [21/09/2026] pukul 11.30 WIB.

Jenazah diketahui berinisial M.A.R, mahasiswi UNS Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, pertama kali ditemukan oleh pemilik kost Ibu Siti.

Usai mendapatkan laporan dari warga, Babinsa Jebres Serka Taufik bersama Bhabinkamtibmas, anggota Polsek Jebres, Linmas, dan warga segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu proses evakuasi jenazah ke RSUD Dr. Moewardi untuk penanganan lebih lanjut.

"Usai mendapat laporan dari warga tentang penemuan jenazah, saya langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya," ujar Serka Taufik.

Warga juga telah menghubungi Puskesmas dan Polsek Jebres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal tim forensik, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sementara dugaan awal keracunan gas dari pembakaran briket arang dan akan dilanjutkan pemeriksaan otopsi. Pihak Ketua RT juga telah menghubungi pihak keluarga korban.

Penulis : Arda 72