Dugaan Pemerasan Oknum Perangkat Desa di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara Mencuat, Korban Segera Lapor Polisi

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

HUT ke-53 PDIP, Ketua DPC Indramayu H. Sirojudin Gaungkan Semangat “One For All, All For One”

Indramayu – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) genap berusia 53 tahun pada tanggal 10 Januari 2026. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT...

Postingan Populer

Sabtu, 15 November 2025

Dugaan Pemerasan Oknum Perangkat Desa di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara Mencuat, Korban Segera Lapor Polisi


 
Batu Bara, Buser Presisi.Com - Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan oknum perangkat desa di Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara, memasuki babak baru. Korban, yang merasa tertekan dengan tindakan tersebut, berencana melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum.
 
Ali Umar SH, kuasa hukum korban, menyatakan bahwa kliennya akan segera membawa bukti-bukti dugaan pemerasan puluhan juta rupiah ini ke ranah hukum. "Kami akan melaporkan kasus ini sesegera mungkin, dengan bukti-bukti yang ada," tegas Umar.
 
Menurut Umar, oknum ketua BPD, sekretaris desa, dan pendamping lokal desa diduga telah melakukan intimidasi dan berbagai upaya untuk memaksa korban menyerahkan sejumlah uang. "Korban merasa bahwa para pelaku ini mencoba memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi," jelas Umar.
 
Umar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat somasi kepada ketiga terduga pelaku pada tanggal 12 November 2025. "Kami berharap somasi ini dapat membuka ruang dialog dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Namun, jika tidak ada itikad baik, kami akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum," ujar Umar.
 
Sebagai seorang aktivis yang dikenal di Kabupaten Batu Bara, Umar menambahkan bahwa tindakan oknum ketua BPD, sekretaris desa, dan pendamping lokal desa ini sangat disayangkan. "Seharusnya mereka menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan malah menyalahgunakan wewenang," kata Umar.
 
Umar juga menyindir bahwa oknum-oknum tersebut terlalu "over acting" dan terkesan seperti aparat penegak hukum yang kebal hukum. "Ketua BPD selaku pengawas, sekretaris desa, dan pendamping desa selaku pemberi bantuan pemahaman tentang administrasi, diduga berubah menjadi tikus berdasi." tandas Umar.
 
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan perangkat desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan secara transparan dan adil, serta menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyalahgunakan wewenang.

Selain itu, tim media akan terus berupaya meminta keterangan resmi dari sejumlah oknum dan pihak terkait.

(TIM)

0 comments:

Posting Komentar