Karsono Klarifikasi Tuduhan Pemotongan Kabel Fiber Optik: Sebut Pemberitaan Hoaks dan Cemarkan Nama Baik

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kodusif Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Dan Himbauan Kamtibmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta Moptu ...

Postingan Populer

Selasa, 23 Desember 2025

Karsono Klarifikasi Tuduhan Pemotongan Kabel Fiber Optik: Sebut Pemberitaan Hoaks dan Cemarkan Nama Baik



Bangka Barat – Menanggapi ramainya pemberitaan terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas pemotongan kabel fiber optik di laut dan kawasan Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Karsono akhirnya angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi langsung kepada tim awak media dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Karsono membantah keras disebut sebagai pelaku maupun penampung hasil pemotongan kabel fiber optik sebagaimana yang ramai diberitakan. Ia menyebut informasi tersebut sebagai hoaks dan tidak berdasar, serta menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan aktivitas ilegal yang merugikan negara.

"Pemberitaan itu tidak benar dan saya anggap hoaks. Saya tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal, apalagi sampai merugikan negara," tegas Karsono saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Lebih lanjut, Karsono berharap ke depan para insan pers dapat menyajikan pemberitaan yang lebih berimbang, bijaksana, dan akurat. Menurutnya, pemberitaan yang tidak diverifikasi secara menyeluruh dapat berdampak serius terhadap kehidupan pribadi seseorang.

"Saya berharap ke depan pemberitaan bisa lebih berimbang dan akurat, agar tidak merugikan dan mencemarkan nama baik saya," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa akibat ramainya pemberitaan miring tersebut, dirinya mengalami tekanan psikologis hingga merasa depresi. Tidak hanya itu, keluarga Karsono juga turut merasakan dampak sosial yang cukup berat.
"Akibat pemberitaan itu, saya merasa depresi, dan keluarga saya merasa malu. Ini bukan hal yang ringan," ungkapnya dengan nada prihatin.

Melalui klarifikasi ini, Karsono berharap nama baik dirinya dan keluarga dapat dipulihkan. Ia juga meminta agar awak media lebih jeli dalam menggali informasi serta menggunakan sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum disajikan ke publik.

"Saya berharap pemberitaan ke depan bisa menjadi konsumsi publik yang baik, adil, dan tidak merugikan salah satu pihak," tutup Karsono.

(HR/TIM) 

0 comments:

Posting Komentar