Ketika Mahasiswa Lokal Jadi Tamu di Tanah Sendiri

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Ketika Mahasiswa Lokal Jadi Tamu di Tanah Sendiri

Indramayu – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menerima seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (...

Postingan Populer

Rabu, 28 Januari 2026

Ketika Mahasiswa Lokal Jadi Tamu di Tanah Sendiri

Indramayu – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menerima seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kabupaten Indramayu memicu kemarahan terbuka dari kalangan mahasiswa daerah. Rokhmat Firdaus, demisioner Ketua BEM STAI Sayid Sabiq Indramayu dan eks Sekretaris Daerah BEM Nusantara Jawa Barat, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mahasiswa lokal di tanahnya sendiri.

"Ini bukan sekadar kebijakan keliru, ini penghinaan. Pemerintah seolah berkata: mahasiswa Indramayu tidak cukup pintar, tidak cukup penting, dan tidak cukup berdampak untuk membangun daerahnya sendiri," kata Rokhmat dengan nada keras. Rabu (28/01/2026)

Ia menilai keputusan yang melibatkan Sekda Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Indramayu itu mencerminkan mental inferior pemerintah daerah, yang lebih bangga mendatangkan mahasiswa dari luar dibanding memberdayakan potensi generasi mudanya sendiri.

"Indramayu dijadikan etalase, mahasiswa lokal dijadikan figuran. Ini praktik kolonialisme gaya baru dalam dunia pendidikan," tegasnya.

Rokhmat menolak anggapan bahwa kritik ini ditujukan kepada mahasiswa Unpad. Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada kebijakan pemerintah yang tidak berdaulat dan tidak berkeadilan.

"Kami tidak anti Unpad. Yang kami lawan adalah pemerintah yang rela mengorbankan martabat mahasiswa Indramayu demi pencitraan dan gengsi politik," ujarnya.

Lebih lanjut, Rokhmat menyebut penerimaan KKN Unpad secara menyeluruh tanpa batas dan tanpa skema keberpihakan sebagai bukti kegagalan pemerintah membaca realitas sosial. Ia mempertanyakan logika kebijakan yang membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa luar, sementara mahasiswa lokal justru semakin tersingkir dari ruang pengabdian.

"Kalau mahasiswa Indramayu dianggap tidak memberi dampak, maka yang gagal itu bukan mahasiswanya, tapi sistem dan pemerintahnya," ucap Rokhmat.

Sebagai eks Sekda BEM Nusantara Jawa Barat, Rokhmat menegaskan bahwa sikap diam mahasiswa lokal bukan berarti setuju.

"Jangan paksa mahasiswa Indramayu menjadi tamu di rumahnya sendiri," pungkasnya. (Wira)

0 comments:

Posting Komentar