Indramayu - Permasalahan layanan air bersih kembali mencuat dan memicu kemarahan pelanggan Perumdam Tirta Darma Ayu. Gangguan akibat kekeruhan Sungai Cimanuk yang disebut menyebabkan penurunan tekanan air dinilai bukan lagi kejadian insidental, melainkan masalah kronis yang terus berulang tanpa solusi nyata.
Alih-alih memberikan kepastian perbaikan, pihak perusahaan melalui akun Instagram resminya @perumdamtda_indramayu justru hanya mengeluarkan imbauan agar pelanggan menampung air dan menggunakannya secara bijak. Imbauan tersebut dianggap tidak relevan dengan kondisi di lapangan, di mana banyak pelanggan mengaku air bahkan tidak mengalir sama sekali.
"Gimana mau nampung? Airnya aja gak ngalir-ngalir," tulis komentar salah satu pelanggan dengan nada sarkastik.
Keluhan lain mengungkap distribusi air yang tidak manusiawi, hanya mengalir pada malam hari dan nyaris berhenti total di siang hari. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan air untuk aktivitas harian.
Lebih jauh, kemarahan publik dipicu oleh dugaan lemahnya manajemen dan absennya solusi jangka panjang. Pelanggan menilai masalah klasik seperti kekeruhan air baku, penurunan debit, hingga lonjakan penggunaan saat momen tertentu selalu berulang setiap tahun tanpa penanganan yang berarti.
"Masa tiap tahun masalahnya sama? Kami butuh solusi sistematik, bukan disuruh sabar terus," tulis salah satu komentar yang mendapat banyak dukungan.
Tidak hanya soal distribusi, kualitas air yang dianggap buruk serta tagihan yang tetap tinggi semakin memperparah kekecewaan. Sejumlah pelanggan bahkan menuntut adanya kompensasi atas layanan yang dinilai jauh dari layak.
"Air gak keluar 24 jam, kualitas keruh, tapi bayarnya tetap mahal," keluh pelanggan lainnya.
Yang paling disorot, hingga gelombang protes memenuhi kolom komentar, pihak Perumdam Tirta Darma Ayu belum memberikan respons ataupun klarifikasi. Sikap diam ini dinilai memperkuat kesan abai terhadap keluhan masyarakat.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen dan kapasitas Perumdam Tirta Darma Ayu dalam menjamin layanan dasar bagi warga. Jika kondisi ini terus berulang tanpa pembenahan sistemik, kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah tersebut berpotensi semakin tergerus. (WH)




0 comments:
Posting Komentar