Indramayu – Universitas Wiralodra (Unwir) resmi menetapkan Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd sebagai Rektor terpilih untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan setelah proses pemilihan di tingkat senat universitas yang berlangsung terbuka, transparan, dan demokratis.
Dalam proses pemilihan tersebut, Prof. Ipong Dekawati berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi yakni 89,702, unggul dari dua kandidat lainnya. Adapun hasil penilaian kandidat adalah sebagai berikut:
* Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd : 89,702
* Dr. M. Zaedi : 76,118
* Dr. Kambali, M.Pd.I : 68,189
Sementara dari sisi perolehan suara, calon nomor urut 2 yakni Ipong Dekawati memperoleh dukungan mayoritas dengan 29 suara. Disusul calon nomor urut 3 dengan 8 suara, dan calon nomor urut 1 memperoleh 2 suara. Dari total 41 hak suara, tercatat dua kartu suara dinyatakan tidak sah.
Dengan hasil tersebut, Prof. Ipong Dekawati dinyatakan sah sebagai Rektor Universitas Wiralodra periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, Ipong menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Unwir. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa kampus tersebut semakin maju dan berdaya saing.
"Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya berharap seluruh civitas akademika dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan Unwir sebagai kampus yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Ipong menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor berlangsung secara demokratis dengan memberikan kebebasan kepada seluruh pemilik hak suara untuk menilai setiap calon secara objektif tanpa intervensi.
"Mereka diberikan kesempatan untuk menilai secara bebas tanpa intensi tertentu. Kemudian peringkatnya juga sudah ditentukan, sehingga prosesnya benar-benar berlangsung demokratis," jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa dalam forum pemaparan visi dan misi, sebagian besar peserta lebih banyak menanyakan program kerja yang akan dijalankan ke depan. Meski demikian, Ipong mengaku tidak ingin terburu-buru menjanjikan program sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi universitas saat ini.
"Yang pertama tentu kita evaluasi dulu. Setelah itu baru kita bisa menentukan prioritas kegiatan yang harus dikerjakan, mana yang membutuhkan penanganan cepat dan mana yang menjadi program jangka panjang," katanya.
Menurutnya, langkah evaluasi penting dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi nyata kampus, baik dari sisi keuangan maupun kinerja lembaga.
"Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu sebelum melihat secara utuh kondisi yang ada," tambahnya.
Ipong juga menilai perkembangan Universitas Wiralodra saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari semakin luasnya jangkauan mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
"Kalau dulu banyak mahasiswa berasal dari Indramayu saja. Sekarang mahasiswa kami datang dari berbagai daerah seperti Kuningan, Majalengka, Brebes, bahkan Bogor dan Sumedang. Artinya Unwir sudah mulai dikenal lebih luas," ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Wiralodra saat ini, Prof. Dr. Ujang Suratno, menjelaskan bahwa hasil pemilihan di tingkat senat menunjukkan dukungan mayoritas kepada calon nomor urut 2.
"Pada pemilihan di senat terlihat bahwa nomor urut 2 memperoleh 29 suara, nomor urut 3 mendapatkan 8 suara, dan nomor urut 1 memperoleh 2 suara," ujarnya.
Ujang berharap rektor terpilih dapat melanjutkan sekaligus menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya.
"Saya berharap apa yang menjadi kekurangan saya selama menjabat sebagai rektor dapat dilanjutkan dan diperbaiki oleh rektor yang terpilih nanti, sehingga Universitas Wiralodra bisa semakin maju," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perguruan tinggi agar mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat, sekaligus terus mendorong upaya menuju status perguruan tinggi negeri di wilayah Ciayumajakuning.
Selain itu, Ujang optimistis Unwir memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena jumlah dosen bergelar doktor di kampus tersebut terus meningkat dan saat ini telah mencapai sekitar 46 orang.
Ke depan, pihak universitas menargetkan setiap fakultas minimal memiliki satu guru besar, bahkan jika memungkinkan setiap program studi juga memiliki profesor guna mendorong peningkatan akreditasi hingga mencapai predikat unggul.
"Harapannya setiap fakultas memiliki minimal satu guru besar, bahkan kalau bisa setiap program studi juga ada. Dengan begitu kita bisa mendorong akreditasi unggul dan membawa Universitas Wiralodra semakin maju," pungkasnya. (Wira)




0 comments:
Posting Komentar