BTNGC Dan KTH Siliwangi Gelar Sekat Bakar di Cikaracak, Antisipasi Kebakaran Hutan Jelang Musim Kemarau

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

BTNGC Dan KTH Siliwangi Gelar Sekat Bakar di Cikaracak, Antisipasi Kebakaran Hutan Jelang Musim Kemarau

MAJALENGKA – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menggelar kegiatan pembuatan sekat bakar sebagai langkah antisipasi keb...

Postingan Populer

Selasa, 19 Mei 2026

BTNGC Dan KTH Siliwangi Gelar Sekat Bakar di Cikaracak, Antisipasi Kebakaran Hutan Jelang Musim Kemarau

MAJALENGKA – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menggelar kegiatan pembuatan sekat bakar sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau panjang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Cikaracak, Blok Agropak, Kabupaten Majalengka.

Program sekat bakar dilakukan dengan membuka jalur pembatas antara kawasan hutan milik warga dan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). 

Jalur tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter dengan total panjang mencapai 15 kilometer mengelilingi kawasan hutan TNGC di titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya.
Pembuatan sekat bakar ini menjadi agenda rutin tahunan yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Siliwangi Majakuning dengan jumlah anggota sekitar 60 orang.

 Mereka bergotong royong membersihkan rumput ilalang dan vegetasi kering yang berpotensi menjadi sumber penyebaran api.
Ketua KTH Paguyuban Siliwangi Majakuning, H. Nandar, mengatakan bahwa kegiatan kolaborasi bersama BTNGC ini telah berjalan sejak tahun 2021.

"Alhamdulillah kegiatan sekat bakar ini sudah berjalan sejak tahun 2021 bersama pihak TNGC. Hari ini kami memulai di Desa Cikaracak Blok Agropak. Sebelumnya kegiatan penyekatan juga telah selesai dilakukan di wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, program tersebut mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPI) serta Kementerian Kehutanan.
Tak hanya fokus pada pencegahan kebakaran, pihaknya juga menjalankan program penghijauan melalui penanaman pohon.

"Selain sekat bakar, kami juga terus melakukan penanaman pohon. Hingga saat ini kurang lebih sudah mencapai 100 ribu pohon dari berbagai jenis yang telah ditanam," katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) H. Itang Sunarya mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan.

"Hutan bukan hanya untuk kepentingan kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu di masa mendatang. Karena itu keseimbangan dan kelestarian hutan harus benar-benar dijaga," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan program Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) telah membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Menurutnya, masyarakat yang sebelumnya melakukan aktivitas berburu liar kini telah lebih terarah dan terkoordinasi melalui kegiatan yang legal dan produktif.
"Alhamdulillah, dengan adanya program HHBK, masyarakat kini memiliki aktivitas yang lebih positif. Tidak ada lagi kegiatan menyimpang seperti perburuan liar maupun pembalakan kayu ilegal yang memang dilarang di kawasan taman nasional," pungkasnya.

Kegiatan sekat bakar ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan yang kerap.

(B, Pamungkas)

0 comments:

Posting Komentar