dan

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

*Kapolres Indramayu Gelar Coffee Gathering Bersama Puluhan Insan Media*

INDRAMAYU – Kapolres Indramayu AKBP Prianggo. P.M., S.I.K., M.Si. menggelar kegiatan silaturahmi bersama puluhan insan media yan...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2025

Pererat Kolaborasi untuk Daerah Bersinergi TNI, KEJARI dan Pemkot Banjar


Kota Banjar,
Buser Presisi.com

Upaya memperkokoh jalinan kerja sama lintas sektor untuk mensetabilkan keamanan dan pembangunan daerah, Batalion Infantri 323 Buaya putih kota Banjar secara intensif menjalin komunikasi dengan dua institusi di kota Banjar, menegaskan komitmen bersama dalam mengawal ketertiban daerah, Sabtu (12/7/2025).

Sehari sebelumnya Komandan Batalion Infantri 323/BP Mayor  Inf Satria Virajati S.I.P bersama perwira menuju ke Kejaksaan Negri kota Banjar, kunjungan kerja dan disambut dengan baik oleh kepala Kejaksaan kota Banjar ,bapak Sri HaryantoS.H M.H beserta segenap jajarannya.

Bertujuan pertemuan ini adalah mempererat hubungan yang baik secara kelembagaan antara kesatuan TNI AD Yonif 323/BP dengan aparat penegak hukum di wilayahnya teritorialnya.

Dialog tersebut berlangsung dalam suasana akrab sangat penuh substansi keduanya. Secara mendalam membahas pentingnya sinergi dalam pelaksanaan tugas masing masing  dan strategis yang dimiliki antara institusi TNI dan Kejaksaan.

Mayor Inf Satria menyampaikan  apresiasi yang sangat tinggi bekerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik satu komando dengan Kejati kota Banjar. Harapan ini agar menjadi titik tolak semakin memperkuat kolaborasi.

Pihaknya bersama rombongan Perwira melaksanakan kunjungan ke Markas Polres kota Banjar pada hari yang sama. kunjungan tersebut disambut Kapolres kota Banjar A.K.B.P Tyas Rahadi S.I.K

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi TNI ,POLRI dan pemerintah kota Banjar  dalam menjaga keamanan wilayah ,tutupnya. 

(Agus)

Kamis, 19 Juni 2025

Komisi III DPRD Dorong Layanan Puskesmas 24 Jam dan Penguatan Identitas Visual Kota Cirebon


CIREBON,
Buser Presisi.

Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong percepatan realisasi pelayanan Puskesmas 24 jam serta pembangunan penanda visual kota.

Hal itu disampaikan melalui rapat kerja Komisi III bersama lintas sektoral. Rapat tersebut dihadiri langsung Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE, Ketua Komisi III DPRD Yusuf MPd dan sejumlah kepala perangkat daerah.

Sejumlah perangkat daerah yang hadir yaitu, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta BKPSDM, Kamis (12/6/2025) di ruang Adipura Balai Kota Cirebon.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf MPd menyampaikan pentingnya membangun gerakan bersama lintas instansi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat wajah kota Cirebon ke depan.

“Kami sudah konsultasi dengan Walikota, bahwa DPRD sebagai mitra sejajar dengan eksekutif perlu segera menyikapi dua isu penting yaitu pelayanan Puskesmas 24 jam dan pengembangan visual kota berbasis budaya dan pariwisata,” ujar Yusuf.

Ia menyebut, inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari rapat-rapat kerja sebelumnya dengan mitra kerja, terutama Dinkes dan Disbudpar.

“Pembangunan Cirebon tidak bisa sendiri, perlu kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha. Harapannya tahun depan sudah bisa mulai berjalan,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty menjelaskan, Puskesmas dengan layanan 24 jam sangat dibutuhkan, namun saat ini masih dalam tahap kajian terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM).

“Untuk tahun 2025 sampai 2026, kami fokus pada satu puskesmas yang strategis, yaitu Puskesmas Gunungsari yang terletak di pusat kota. Secara sarana prasarana cukup memadai, tinggal pemenuhan tenaga medis yang menjadi tantangan utama,” ujarnya.

Maria juga mengatakan, jumlah dokter umum di puskesmas pun masih terbatas, sedangkan pelayanan kesehatan tidak hanya pemeriksaan kesehatan di dalam gedung, seperti sosialisasi kesehatan di lingkungan masyarakat.

“Jumlah dokter umum kita juga masih terbatas, rata-rata 2 atau 3, bervariatif. Sedangkan kita melihat di daerah lain diisi 6 dokter umum,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya SSos Msi menjelaskan bahwa pembangunan penanda visual kota sudah memasuki tahap lanjutan.

Rencana ini akan melibatkan akademisi, budayawan, hingga pelaku seni dan desain yang nantinya dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA).

“Dukungan dari Komisi III DPRD menjadi energi positif bagi kami. Ini sejalan dengan strategi pembangunan lima tahunan Walikota, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Agus, Senin (16/06/2025).

Disbudpar juga tengah menyiapkan kajian teknis bersama akademisi untuk mendesain penanda visual kota yang merepresentasikan karakter budaya lokal.

“Kita sudah punya Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan. Turunannya akan dituangkan dalam Perwal yang sedang disiapkan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menyatakan, dirinya akan mengkaji pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami serius soal pelayanan 24 jam. Dari sisi fasilitas sudah siap, tapi SDM-nya masih kita kaji. Begitu juga pembangunan karakter kota. Cirebon punya potensi budaya dan sejarah yang bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif,” tutur Walikota.

Edo juga menambahkan, identitas visual yang kuat tidak hanya mempercantik kota, tapi juga mampu mendongkrak sektor wisata dan ekonomi masyarakat.

“Sehingga nanti Cirebon memiliki karakter khas dan menumbuhkan ekonomi di masyarakat,” tutupnya.

(Denny)

Jumat, 09 Mei 2025

Keberadaan TK Al-Karim Desa Lengkong, Kuningan, Berprestasi dan Didukung Para Orang Tua Siswa


Kuningan, 
buserpresisi.com 
Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Karim di Desa Lengkong, Kuningan, Jawa Barat, menjadi contoh salah satu lembaga pendidikan yang memecahkan dalam memberikan pendidikan di usia dini dan meningkatkan keberanian siswa untuk melanjutkan ke sekolah dasar. 

Keberadaan TK di bawah naungan Yayasan Ahmad Juhri Sanjaya (AJS) ini mendapat dukungan kuat dari para orang tua siswa serta dari tenaga guru mengajar berjumlah 4 orang termasuk kepala sekolah, TK Al-Karim telah menunjukkan prestasi yang mengagumkan.

Kepala sekolah TK Al-Karim, Susilawati S.Pd.i, mengatakan bahwa semua peserta didik berasal dari wilayah Desa Lengkong dan jumlah peserta didik setiap penerimaan siswa baru selalu bertambah. 

“Ini membuktikan antusias masyarakat cukup tinggi sehingga mempercayakan putra dan putri belajar di sini, agar ketika masuk SD sudah bisa membaca, menulis dan berhitung”, ucapnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem pembelajaran dilakukan secara menarik dan menyenangkan kepada para peserta didik. 

“Mereka juga melatih mental dan kepercayaan dirinya sehingga ketika masuk SD tidak minder,” jelasnya.


Sementara itu Ketua Yayasan AJS, Agung Suryadi S.Pd, saat ditemui awak media ini diruang kerjanya, sangat berharap adanya bantuan rehabilitasi sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten maupun Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di TK Al-Karim. 

“Kami berharap Disdik Kabupaten Kuningan maupun Provinsi Jabar dapat memperhatikan dan membantu meningkatkan fasilitas pendidikan di TK Al-Karim ini, karena kondisinya sudah mulai rusak cukup dikirimkan di beberapa bagian,” harapnya.

Dengan adanya TK Al-Karim, masyarakat di wilayah Desa Lengkong merasa sangat terbantu, karena tidak perlu jauh-jauh hingga keluar desa untuk menyekolahkan putra-putrinya yang masih berusia dini. 

“Disamping itu pula, TK Al-Karim ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Lengkong dan sekitarnya”, terangnya.

TK Al-Karim berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan membentuk generasi yang mandiri, berani dan berprestasi. 

“Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat, diharapkan TK Al-Karim dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain kedepannya”, tutupnya.

(D.Yendra)

Keberadaan TK Al-Karim Desa Lengkong, Kuningan, Berprestasi dan Didukung Para Orang Tua Siswa


Kuningan,
buserpresisi.com 
Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Karim di Desa Lengkong, Kuningan, Jawa Barat, menjadi contoh salah satu lembaga pendidikan yang berdedikasi dalam memberikan pendidikan di usia dini dan meningkatkan keberanian siswa untuk melanjutkan ke sekolah dasar. 

Keberadaan TK dibawah naungan Yayasan Ahmad Juhri Sanjaya (AJS) ini mendapat dukungan kuat dari para orang tua siswa serta dari tenaga guru pengajar  berjumlah 4 orang termasuk kepala sekolah, TK Al-Karim telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.


Kepala sekolah TK Al-Karim, Susilawati S.Pd.i, mengatakan bahwa semua peserta didik berasal dari wilayah Desa Lengkong dan jumlah peserta didik tiap penerimaan siswa baru selalu bertambah. 

"Ini membuktikan antusias masyarakat cukup tinggi sehingga mempercayakan putra dan putrinya belajar di sini, agar ketika masuk SD sudah bisa membaca, menulis dan berhitung", ucapnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem pembelajaran dilakukan secara menarik dan menyenangkan kepada para peserta didik. 

"Mereka juga dilatih mental dan kepercayaan dirinya sehingga ketika masuk SD tidak minder," jelasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan AJS, Agung Suryadi S.Pd, saat ditemui awak media ini diruang kerjanya, sangat berharap adanya bantuan rehab sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten maupun Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di TK Al-Karim. 

"Kami berharap Disdik Kabupaten Kuningan maupun Provinsi Jabar dapat memperhatikan dan membantu meningkatkan fasilitas pendidikan di TK Al-Karim ini, karena kondisinya sudah mulai rusak cukup mengkhawatirkan di beberapa bagian," harapnya.

Dengan adanya TK Al-Karim, masyarakat di wilayah Desa Lengkong merasa sangat terbantu, karena tidak perlu jauh-jauh hingga keluar desa untuk menyekolahkan putra-putrinya yang masih  berusia dini. 

"Disamping itu pula, TK Al-Karim ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Lengkong dan sekitarnya", terangnya.

TK Al-Karim berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan membentuk generasi yang mandiri, berani dan berprestasi. 

"Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat, diharapkan TK Al-Karim dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain kedepannya", pungkasnya.

(D. Yendra)

Kamis, 01 Mei 2025

Sudah 3 Bulan SPAL Meluap dan Berbau, Warga RT.04/RW.04 Desa Kemlakagede Resah




Cirebon,
 buserpresisi.com

Warga Blok Bebekan RT.04/RW.04 Desa Kemlakagede, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon mengeluh terkait Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang berada di pinggir jalan lingkungan persis di depan rumah mereka tiap hari meluap dan mengeluarkan bau tidak Sedap. 


"Kondisi ini sudah berlangsung selama 3 bulan dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga," ujar Eko (50) dan Oci (55), warga RT.04/RW.04 Desa Kemlakagede, kepada awak media ini, Kamis (24/04/2025) pagi, pekan lalu sembari menunjukan kondisi jalan yang digenangi air luapan dari saluran tersebut. 

Menurutnya, tiap hari terutama saat pagi jam 6 dan jelang sore jam 5 airnya selalu meluap disertai aroma tidak sedap yang menusuk hidung. Padahal lingkungan ini menjadi jalan utama dan satu-satunya bagi warga di tiga RT, dari Utara (jalan utama desa) bisa dilalui kendaraan roda empat (mobil). Sedangkan di Selatan pintu masuk dari jalan raya Pantura Cirebon-Bandung, meski hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Sebab, sekitar 30 meter jalan masuknya menyempit. Akan tetapi setelah masuk lewat 30 meteran, jalan cukup luas dan bisa dilalui mobil.

"Y, ini jalan utama bagi warga blok Bebekan sehari-hari baik berangkat dan sepulang beraktivitas. Dari mulai kepasar, karyawan pabrik dan juga anak-anak sekolah melintas jalan ini," ujarnya. 

"Jalan ini juga akses utama bagi warga di tiga RT dari Utara (jalan utama desa) ke Selatan yakni warga RT. 05, RT.04 dan RT.02 yang memiliki kendaraan roda empat," terangnya. 



Oci menambahkan, dirinya merasa terenyuh melihat pemandangan saat sore waktu masyarakat ingin beribadah ke masjid/mushola jadi kesulitan karena harus milih jalan yang tidak begitu tergenang.  

"Pagi, anak sekolah terpaksa melintas meski mengeluh becek dan bau. Sorenya puluhan anak-anak yang mau mengaji, ke rumah Pak Ustadz Umar terpaksa dipindah sebab genangan SPAL itu kan limbah yang sangat kotor "Najis". Kan kalo orang mau mengaji, itu kondisinya harus bersih dari Najis," jelasnya.


Sementara menurut, Ustadz Umar (55), pemuka agama setempat, juga menyampaikan keprihatinan warga terkait saluran pembuangan yang lama belum juga dilakukan perbaikan oleh pihak Pemdes Kemlakagede. 

"Seperti yang bapak lihat tadi pagi, sampe siang warga mencoba membersihkan lumpur di saluran pembuangan dengan menggunakan bambu panjang, namun upaya tersebut belum maksimal. Sedangkan pihak Pemerintah Desa Kemlakagede belum melakukan perbaikan apa-apa, dari tiga bulan lalu terkait permasalahan ini," ucapnya. 

Dilain tempat, pihak Pemdes Kemlakagede melalui Kepala Dusun (Kadus), Diding, saat dikonfirmasi terkait masalah yang dihadapi warganya di blok Bebekan RT.04/RW.04, kepada awak media ini menyampaikan, pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu.  

"Y harusnya, warga melapor ke RT dan RW. Apalagi di situ, kan ada BPD. Trus rumah Kuwu juga kan gak jauh dari situ," katanya.

Kami pun menjelaskan, sesuai informasi dari warga bahwa hal itu sudah dilakukan beberapa kali sejak awal SPAL itu sering meluap. Namun, laporan dan keluhan warga terkesan tidak ditanggapi serius. Sebab hingga tiga bulan berlalu, belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki hingga sekarang. 

Ketika ditanya, hari ini Pak Kuwu lagi kemana ?. 
Kadus Diding, mengatakan bahwa pak Kuwu hari ini lagi ada ke Kecamatan. 
"Pak Kuwu, lagi ke Kecamatan Pak. Untuk mengikuti kegiatan bela negara," jelasnya.

Sebelum beranjak, kami pun menyampaikan harapan dari warga blok Bebekan RT. 04. RW.04 agar SPAL yang mampet tersebut segera diperbaiki. Karena warga tidak mau diundur-undur lagi, warga butuh kepastian bukan hanya janji. 

(Adi M/Wak Diding)