DUGAAN 500 JUTA DANA DESA WERASARI RAIB : KAUR KEUANGAN DITUDING KABUR, KADES DINILAI NGELES, INSPEKTORAT MAJALENGKA JANGAN TIDUR

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Diduga Perkara Perampasan Kendaraan Mengendap Lebih dari 5 Bulan di Polres Tebing Tinggi, Pengacara Korban Akan Bawa ke Tingkat Lebih Tinggi

  Tebing Tinggi – Perkara dugaan perampasan kendaraan roda empat jenis Toyota Rush bernomor polisi BK 1152 VOD yang dilaporkan s...

Postingan Populer

Sabtu, 09 Mei 2026

DUGAAN 500 JUTA DANA DESA WERASARI RAIB : KAUR KEUANGAN DITUDING KABUR, KADES DINILAI NGELES, INSPEKTORAT MAJALENGKA JANGAN TIDUR

Kades Werasari Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan. Bupati Eman, APH, Ini Ujian Netralitas  


Werasari, Malausma  Ada bau tidak sedap dari Desa Werasari.  
Bukan dari got. Tapi dari pengelolaan Dana Desa.  
Informasi yang dihimpun Jurnalis  dari warga dan sumber internal desa menyebut  
Diduga uang Dana Desa tahun anggaran berjalan senilai Rp500 juta tidak jelas rimbanya. Kaur Keuangan desa disebut-sebut sudah tidak aktif dan keberadaannya dipertanyakan warga. Ironisnya, suami dari kaur Keuangan tersebut adalah menjabat sebagai Kepala Dusun di desa yang sama. 

Publik Bertanya: Kades Werasari Tahu Apa Tidak?  
Saat dikonfirmasi tim jurnalis mitra RNO, Kepala Desa Werasari memberikan jawaban yang dinilai tidak kooperatif dan tidak jelas.
Kades berdalih bahwa yang bermasalah “hanya uang pajak PPh dan PPN”.  
Jawaban itu justru memunculkan pertanyaan baru  .Jika benar hanya pajak, kenapa Kaur Keuangan sampai disebut “menghilang”?  
Kenapa suami Kaurkeuangan yang  Kadus tidak membantu klarifikasi?   
Kenapa nominal yang beredar di masyarakat mencapai Rp 500 juta ?  

Warga menilai Kades terkesan menutupi. Tidak mungkin seorang Kuwu tidak tahu pergerakan uang ratusan juta di desanya sendiri. Apalagi diduga melibatkan dua perangkat dalam satu rumah tangga.  

Inspektorat Majalengka: Jangan Masuk Angin  
Kasus dugaan penyelewengan DD ini jadi ujian pertama Inspektorat di era Bupati Eman Suherman.  
Rakyat menunggu: Audit investigatif turun sekarang. Bukan nunggu viral. Bukan nunggu demo. 
Kalau Inspektorat diam, publik berhak curiga: Ada apa?  
Ingat sumpah jabatan, Pak. Anda pengawas, bukan pemadam.  

Bupati Eman Suherman: Ini Momen Buktikan Langkung Sae 
Bapak terpilih dengan jargon “Majalengka Langkung SAE”.  
sae itu artinya bersih. Transparan. Tidak tebang pilih.  
Werasari bagian dari Majalengka, Pak.  
Turunkan tim khusus. Panggil Kades. Panggil Camat Malausma. 
Jangan sampai rakyat bilang: “Ganti Bupati, tapi desa tetap bocor. 

 Aph Polres dan Kejari Majalengka Netral harga Mati 
Dana Desa adalah uang negara. Uang rakyat. Jika benar ada dugaan penggelapan Rp500 juta, itu pidana korupsi.  
Kami minta APH proaktif. Panggil. Periksa. Tetapkan status hukum terang. 
Jangan tunggu laporan resmi. Berita ini adalah laporan publik. .Netral bukan berarti diam. Netral berarti tegak lurus hukuu.

Catatan Penting Biar Tidak Jadi Fitnah:  
Semua pihak masih BERDUGA. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung.  
 Kaur Keuangan dan Kadus yang dimaksud berhak klarifikasi ke publik. 
 Kades Werasari wajib buka data ke Inspektorat dalam 1x24 jam. 
Jika tidak terbukti, nama baik harus dipulihkan. Jika terbukti, proses hukum jalan.  

Pesan Untuk Kades Werasari:  
Pak Kuwu. Diam bukan emas saat uang rakyat hilang. 
Ngeles bukan solusi saat wartawan tanya.
Buka saja. Transparan saja. Jika Bapak bersih, Bapak tidak perlu takut.*
  Tapi jika Bapak menutupi, Bapak sedang menggali lubang sendiri. 

untuk warga werasari:  
Kawal. Tapi jangan anarkis. Foto. Catat. Laporkan ke Inspektorat:  
Dana Desa itu buat jalan, buat irigasi, buat posyandu. Bukan buat kabur.  

Majalengka Butuh Sapu Bersih  
Bupati sudah teriak “Langkung SAE”.  
Rakyat sudah bayar pajak.
Sekarang giliran Inspektorat dan APH buktikan : Sapu kami masih bisa bersihkan tikus.  

Kalau Rp500 juta di satu desa bisa raib, berapa triliun se-Indonesia?
Kalau Kades bisa ngeles, buat apa ada DD? 

Usut tuntas. Seret dalangnya. Kembalikan uang rakyat.  
Itu baru namanya Majalengka Langkung SAE.
Redaksi rakyat


(Didin.Mh)

0 comments:

Posting Komentar