Pangan

Media Buser Presisi

Media Buser Presisi
Ungkap Fakta Melalui Berita

Berita Terkini

Antisipasi El Nino, Kapolres Bangka Barat Minta Warga Waspada Karhutla dan Segera Laporkan Titik Api

Bangka Barat, Memasuki awal Agustus yang diperkirakan menjadi periode meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2025

Wali Kota Bersama Forkopimda Tanam Benih Jagung Perkuat Ketahanan Pangan


Kota Banjar,
Buser presisi.com

Dalam upaya untuk memperkuat ketahanan pangan  di wilayah kota Banjar Jawa Barat , perlu meningkatkan rasa kebersamaan  untuk mencapai tujuan yang akan nanti kedepannya bisa menghasilkan hasil yang baik.15/9/25

Walikota kota Banjar Ir.H. Sudarsono beserta wakil walikota  Banjar Dr.H.Supriatna  M.P.d  beserta semua jajaran pemerintah kota Banjar  dan Kapolres  Tyas Puji Rohadi S.i.K menghadiri penanaman jagung .Sebagai bukti ikut dalam berpartisipasi memberi dukungan dan contoh bersatunya antara pihak pemerintah dengan masyarakat.

Penanaman jagung dilaksanakan dengan para petani yang bertempat di lahan pertanian Dusun Sukarame .Tempat tersebut cocok untuk tanaman karena lahan pertanian yang subur .

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen pemerintah kota Banjar. Untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya  jagung yang merupakan  salah satu komoditas strategis, dan bernilai ekonomis tinggi .kata Walikota Banjar Ir.H.Sudarsono.

Lanjut beliau ,penanaman jagung dilaksanakan di pesawahan dengan seluas 2 hektar. Benih jagung menggunakan  bibit Hibrida  sebanyak 30,kg,bibit tersebut merupakan bantuan dari dinas  ketahanan pangan  pertanian kota Banjar ucapnya 

Melalui program ini Walikota kota Banjar berharap  semakin berdayakan lahan lahan pertanian  dan harus bisa dimanfaatkan  secara optimal ,serta ketahanan pangan di kota Banjar harus semakin kokoh.tutupnya. /Agus/

Minggu, 15 Juni 2025

Ketahanan Pangan di Tingkat Desa Untuk Memenuhi Kebutuhan Warga Secara Mandiri


Kuningan,
Buser Presisi.com

Kepala desa Citundun Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, Taswan Suwandi , termasuk lima Kepala desa dari Kabupaten Kuningan menghadiri rapat ketahanan pangan dan pembangunan daerah tertinggal di Bali, pada 9 Juni 2025, difasilitasi  oleh Kementrian desa.

Tujuannya untuk menindak lanjuti arahan dan kebijakan kebijakan terkait, tentang penggunaan Dana Desa dan ketahanan pangan. Kegiatan ini juga membahas implementasi program ketahanan pangan di tiap tiap desa termasuk kemampaatan BUMdes bertujuan untuk mendukung swasembada pangan di pedesaan.

Taswan Suwandi mengatakan bahwa tentang penyelenggaraan rapat ini adalah, menindak lanjut kebijakan pemerintah dan menindak lanjut keputusan Mentri desa dan pembangunan daerah tertinggal, panduan penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan.

“Untuk meningkatkan ketahanan pangan harus mengetahui yang sama mengenai pemahaman ketahanan pangan,dan bagai mana dana desa dapat di gunakan untuk program terkait,” tuturnya, saat dikonfirmasi Buser Presisi melalui telepon seluler, Sabtu (14/06/2025).

Lanjut Taswan, mendorong implementasi program ketahanan pangan di tingkat desa harus melibatkan dari berbagai pihak terkait termasuk BUMdes, bertuan untuk mencapai swasembada pangan di tingkat desa melalui program terencana dan Terarah.

Ia menambahkan, Kementrian PDTT yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan  pembinaan dan pengembangan desa termasuk  program ketahanan pangan. Tenaga pendamping yang memberi asistensi pendampingan kepada desa dalam melaksanakan program.

“Badan perwakilan desa sebagai lembaga perwakilan kata Taswan, itu juga memiliki peran dalam pengambilan keputusan.Perangkat desa juga dalam pengelolaanya harus di libatkan dalam pengelolaan di desa,” tutupnya.  

(Agus) 

Editor: Adi Mukti

Jumat, 30 Mei 2025

Program B2SA Meningkatkan Ketahanan Pangan di Pedesaan

Kades Citundun, Taswan Suwandi, saat dikonfirmasi awak media initerkait manfaat
Program B2SA yang digulirkan pemerintah di desanya, Jumat (30/05/2025). foto dok. AG

Kuningan,
buserpresisi.com

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian mensosialisasikan pengembangan di desa menggelar B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).Bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas di pedesaan, Jumat (30/5/2025). 

Kepala desa Citundun Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, Taswan Suwandi, mengutarakan bahwa dengan adanya B2SA sangat penting sekali mendorong peningkatan pendapatan  serta kesejahteraan masyarakat setempat. B2SA sendiri mengedepankan konsumsi pangan yang tidak hanya secara beragam dan bergizi, tetapi juga seimbang serta aman bagi kesehatan. 

"Dengan cara konsumsi ini, masyarakat dapat terpenuhi akan kebutuhan gizinya dengan baik dan sehat, tidak ada tantangan kekurangan gizi," ujar Taswan.

Ia juga sangat mengapresiasi terhadap program yang di berikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan. Pihaknya pun mengucapkan berterima kasih atas diberikannya bantuan B2SA, ke Desa Citundun yang terpilih sebagai salah satu penerima bantuan tersebut. 

"Kami sangat berharap, semoga program B2SA ini bermanfaat untuk masyarakat Citundun dalam upaya mencegah dan mengantisipasi kekurangan gizi buruk di desa kami," ungkapnya.

Lebih lanjut secara nasional kegiatan tentang B2SA ini, kata Kades Taswan, hanya ada di 50 Kabupaten/Kota dengan total 809 desa di Jawa Barat. Kuningan menjadi salah satu dari empat kabupaten yang terpilih mendapat alokasi untuk 25 desa tersebar di lima kecamatan yakni, Cilimus, Lebakwangi, Ciawi Gebang, Nusaherang dan Ciwaru.

"Program ini merupakan program penting untuk mencegah kekurangan gizi, juga meningkatkan ketahanan pangan khususnya di desa Citundun. B2SA ini berfokus kepada kecukupan pangan tetapi juga, bagaimana masyarakat mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dan aman, itu bentuk program ini,"terangnya.

Taswan menuturkan, dalam penerapan kehidupan sehari-hari masyarakat harus di dorong dengan pemanfaatan potensi pangan daerah yang kaya dengan gizi, seperti makan makanan yang mengandung karbohidrat ubi jagung, singkong dan lain sebagainya yang mengandung serat tinggi.

"Diharapkan masyarakat Citundun bisa memulai penerapan program B2SA dalam keseharian keluarganya masing-masing, dengan memanfaatkan lahan yang ada. Diverifikasi ini tidak hanya meningkatkan ketahanan keluarga saja, tetapi mengurangi ketergantungan pada salah satu jenis makanan tertentu," tutupnya. (AG)