Aksi pencopotan stiker ini dilakukan di tempat terbuka dan menarik perhatian warga sekitar. Hal ini mengindikasikan adanya dugaan ketidakwajaran atau penyembunyian identitas mobil yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.
Polres Bangka Barat melalui Satuan Polisi Perairan melakukan pengecekan terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai ...
Kepala
desa Citundun Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, Taswan Suwandi , termasuk lima
Kepala desa dari Kabupaten Kuningan menghadiri rapat ketahanan pangan dan
pembangunan daerah tertinggal di Bali, pada 9 Juni 2025, difasilitasi oleh Kementrian desa.
Tujuannya
untuk menindak lanjuti arahan dan kebijakan kebijakan terkait, tentang
penggunaan Dana Desa dan ketahanan pangan. Kegiatan ini juga membahas
implementasi program ketahanan pangan di tiap tiap desa termasuk kemampaatan
BUMdes bertujuan untuk mendukung swasembada pangan di pedesaan.
Taswan
Suwandi mengatakan bahwa tentang penyelenggaraan rapat ini adalah, menindak
lanjut kebijakan pemerintah dan menindak lanjut keputusan Mentri desa dan
pembangunan daerah tertinggal, panduan penggunaan dana desa untuk ketahanan
pangan.
“Untuk
meningkatkan ketahanan pangan harus mengetahui yang sama mengenai pemahaman
ketahanan pangan,dan bagai mana dana desa dapat di gunakan untuk program
terkait,” tuturnya, saat dikonfirmasi Buser Presisi melalui telepon seluler,
Sabtu (14/06/2025).
Lanjut
Taswan, mendorong implementasi program ketahanan pangan di tingkat desa harus
melibatkan dari berbagai pihak terkait termasuk BUMdes, bertuan untuk mencapai
swasembada pangan di tingkat desa melalui program terencana dan Terarah.
Ia
menambahkan, Kementrian PDTT yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan desa termasuk program ketahanan pangan. Tenaga pendamping
yang memberi asistensi pendampingan kepada desa dalam melaksanakan program.
“Badan perwakilan desa sebagai lembaga perwakilan kata Taswan, itu juga memiliki peran dalam pengambilan keputusan.Perangkat desa juga dalam pengelolaanya harus di libatkan dalam pengelolaan di desa,” tutupnya.
(Agus)
Editor: Adi Mukti

Desa Walahar cager
kecamatan Luragung kabupaten Kuningan, Agus Sudianto bersama kasi Ekbang
Wardana, gerak cepat mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh
wilayah desanya. Meningkatkan kinerja pemerintah dan pelayanan terhadap
masyarakat harus juga lebih meningkat,
dengan hal tersebut mereka mengatakan kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu
(14/5/2025).
Untuk meningkatkan bentuk
pertanggung jawaban, konsep ekbang Wardana adalah, setiap aparatur pemerintah
harus lebih meningkatkan kinerja yang lebih baik terutama dalam pelayanan
terhadap masyarakat.
“Demi terwujudnya
pembangunan di desa Walahar kita memerlukan dukungan yang penuh dari
masyarakat, tokoh masyarakat juga
pemerintahan desa, pasti akan bisa terwujud,” ucapnya.
Ia menambahkan, kalau
melihat antara desa dengan kota sangat jauh berbeda, di kota dinilai
perkembangannya semakin pesat. Tetapi di pedesaan, penuh dengan permasalahan
yang lebih besar. Hal tersebut contohnya mulai dari kemiskinan yang tinggi, kesehatan berkurang, dan prasarana sangat sulit, jauh
dibandingkan dengan di kota .
“Untuk
pembangunan di desa dilaksanakan tidak
terletak dari kesejahteraan dan kemakmuran, tetapi harus lebih dari hal itu
yang mendepskripsikan pembangunan di desa
menjadi pembangunan nasional,” imbuhnya.
Walaupun sekarang
lagi defisit anggaran, kata Agus, kami bisa melaksanakan pembangunan jalan lingkungan di Dusun Satu dengan panjang 240
meter persegi yaitu latasir. Anggaran tersebut menggunakan dari dana desa /DD.
“Semoga desa Walahar
Cager kedepan lebih maju dan meningkat, untuk terwujudnya desa
yang lebih baik,” pungkasnya. (Yendra)
Pasca Kepala desa (Kades) Wanasaraya Kecamatan Kalimanggis Kabupaten
Kuningan, menunjukan kinerjanya sebagai pimpinan mendapat kepercayaan penuh
dari masyarakat. D. Krisna Suhendar A.Md sebagai Kades telah membuat berbagai
terobosan penting, dalam membangun kepentingan
masyarakat Wanasaraya terutama infrastruktur jalan, Rabu (14/5/2025).
Pembangunan infrastruktur jalan sangat di butuhkan untuk
transportasi masyarakat. Dan itu, sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di
pedesaan.
D. Krisna mengatakan kepada wartawan waktu di kunjungi di
ruang kerja, bahwa infrastruktur jalan salah satu yang bisa mempercepat
pertumbuhan perekonomian dari segi
transportasi.
“Pembangunan infrastruktur jalan adalah meningkatkan
konektivitas, merangsang pertumbuhan ekonomi dari berbagai desa dan daerah,”
ujarnya.
Tetapi, lanjut D. Krisna, bukan itu saja karena
infrastruktur sebagai kebutuhan yang sangat penting dalam menggali potensi masyarakat
,terutama di pedesaan. Dengan infrastruktur
yang bagus, maka mobilitas angkutan semakin mudah tidak ada kendala. Begitu juga
dengan bahan pokok, menjadi lebih terjangkau.
“Angkutan lancar, akses menuju ke kota lebih singkat dan tidak
ada kendala karena infrastruktur jalan yang baik. Harga harga produk konpetatip,
tidak terlalu mahal dan bisa terjangkau oleh masyarakat pedesaan,” terangnya.
D.Krisna menambahkan,
di desa kami saat ini lagi bertahap menata lingkungan terutama yang di butuhkan
masyarakat.
“Semoga harapan kami kedepan dan masyarakat,ingin desa Wanasaraya lebih meningkat baik segi
pembangunan,kesehatan,pendidikan juga keagamaannya,” tutupnya. ( AG/Yendra)